
Seorang wanita cantik berjalan memasuki kelas, semua mata tampak tak berkedip saat melihat gadis itu.
Ia tampak tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Deden yang duduk di sudut kelas.
"Pagi Den?" sapa Angel begitu sumringah
"Pagi Ngel, kamu gak ada kelas?"
"Gak ada," jawab Angel kemudian duduk di samping Deden
"Terus kenapa kamu masuk?" tanya Deden lagi
"Nunggu kamu,"
"Tumben, emang ada apa sampai kamu nungguin aku?" tanya Deden
"Kamu masih ingatkan janji kita?" jawab Angela balik bertanya
"Janji??" Deden tampak mengerutkan keningnya sambil mengingat sesuatu
"Kita akan menjadi satu, kau akan bersekutu denganku Deden. Seperti yang sudah aku beritahukan padamu kalau malam selasa Kliwon kita akan melakukan ritual penyatuan," ucap Angel
"Oh begitu rupanya,"
"Jangan gila Deden, apa kau mau kadi budak Jin. Jangan lakukan kalau kau tidak mau menyesal nantinya!" seru Janie menghampiri mereka
"Rupanya kau masih hidup Janie. Wah sepertinya kau lumayan kuat juga. Aku penasaran apa kau masih bisa hidup setelah ini?" tandas Angela kemudian membawa Deden menghilang.
Semua orang langsung berteriak histeris saat melihat Deden dan Angela tiba-tiba menghilang secara misterius.
"Apa yang terjadi, bagaimana bisa Deden dan Angel menghilang?" ucap semua
Seorang mahasiswa menghadap ke ruang dosen dan melaporkan kejadian ini. Pihak kampus kemudian memanggil Janie ke ruang dosen.
"Deden dibawa ke dunia gaib, jadi kita harus segera menolongnya," ucap Janie
"Mana ada hantu di era modern seperti sekarang. Aku yakin si Deden hanya bersembunyi di suatu tempat,"
"Bukankah orang tua Janie adalah seorang paranormal terkenal, jadi bisa aja yang dikatakan Janie itu benar. Apa kau bisa melihat hantu?" tanya seorang dosen
"Aku memang Indigo dan aku bisa merasakan kehadiran mereka," jawab Janie
Tak sedikit dosen yang mempercayai Jani, namun ada juga yang mempercayainya walaupun hanya satu dua orang.
Mereka yang tak mempercayai Janie menanggapi ucapan gadis itu dengan sinis. Mereka justru menyuruhnya untuk mendatangkan hantu agar mereka percaya dengan ucapannya.
Tak mau membuang waktunya sia-sia bersama para dosen yang tidak mempercayai ucapannya, Janie pun bergegas meninggalkan ruang dosen.
__ADS_1
Saat ia keluar Janie terkesiap melihat Audi yang tiba-tiba berdiri di depannya.
"Audi," Janie tak percaya saat melihat Audi berdiri di hadapannya. Belum sempat ia menanyakan kabar sahabatnya itu tiba-tiba Audi langsung mencekiknya membuat ia kesulitan bernafas.
"Arghhh, Audi lepaskan!" serunya sambil berusaha melepaskan tangan Aldi yang mencengkeram lehernya
*Buugghh!!
Tiba-tiba seseorang memukul tengkuk leher Audi hingga pemuda itu jatuh pingsan.
Janie akhirnya bisa bernafas lega setelah Audi melepaskan cekikannya.
"Apa kau baik-baik saja?"
Janie segera mendongakkan kepalanya keatas dan terkesiap melihat Fikri di depannya.
"Fikri??" ucapnya tak percaya
"Sebaiknya kau segera pergi dari sini," Fikri kemudian menarik lengan Janie dan membawanya pergi
"Tunggu, kau ini Fikri atau Ken!" seru Janie melepaskan lengan pemuda itu
"Aku Fikri, apa kau kecewa karena bukan Ken yang datang menyelamatkan mu?" jawab Fikri balik bertanya
"Bukan begitu, hanya saja aku bingung saja, kenapa kamu bisa tahu kampus aku dan kamu datang tepat saat aku membutuhkan pertimbangan sama seperti Ken,"
Fikri mengambil nafas dalam-dalam, dan menatap lekat perempuan di sampingnya.
"Sulit dipercaya, lalu bagaimana kau bisa datang ke tempat ini begitu cepat. Apa kau juga bisa menembus ruang dan waktu seperti bangsa Jin?" tanya Janie tak percaya
"Entahlah, jika kau tidak suka dengan kedatangan ku maka aku akan pergi." jawab Fikri kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan Janie
"Ah sial, sulit dipercaya. Tapi aku butuh bantuannya untuk menyelamatkan Deden,"
Janie berlari mengejar Janie.
"Fikri tunggu!" seru gadis itu merengkuh lengan Fikri
Fikri menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Janie.
"Ada apa lagi, bukankah kau tidak suka aku datang menolong mu?"
"Bukan begitu, ada hal lain yang aku ingin bicarakan dengan kamu, tapi tidak di sini,"
Janie kemudian mengajak Fikri meninggalkan kampus.
Ia sengaja mengajak Fikri ke tempat rumah Mila yang tak jauh dari kampus.
__ADS_1
Sama seperti Janie, Mila begitu terkejut saat melihat kedatangan Fikri dirumahnya.
"Fikri, bagaimana bisa dia ada di sini sekarang!"
"Jangan terlalu shock gitu Mil, nanti aku ceritain," jawab Janie
Ia kemudian merebahkan tubuhnya di sofa dan meminta Mila membuatkan minuman dingin untuknya.
"Kebiasaan lo, datang-datang mesti deh selalu ngerepotin gue!" cibir Mila
"Yaelah kalau gak ikhlas ya sudah gak usah mil," tukas Janie
Meskipun Mila tampak kesal namun ia tetap saja membuatkan dua gelas jus jeruk untuk Janie dan Fikri.
"Emangnya ada apa sih sampai kamu bawa-bawa Fikri kemari!" telisik Mila
"Deden hilang,"
"Kok bisa, emangnya siapa yang mau nyulik bocah cupu kaya Deden?" jawab Mila
"Angel, dia mau menjadikan Deden sebagai pengabdiannya,"
"Astaga serem amat, terus si Deden mau gitu,"
"Yups, Deden mengira jika dengan menjadi pengabdi Setan dia akan mendapatkan kekuatan sehingga ia bisa membalas dendam kepada mereka yang sudah membullynya selama ini. Angel bahkan menjanjikan akan memberinya kekayaan yang bisa membuat hidupnya menjadi nyaman dan ibunya tak harus bekerja lagi menjadi buruh cuci gosok seperti sekarang. Deden tidak tahu kalau ia bersekutu dengan setan maka ia juga harus memberikan persembahan atau tumbal," terang Janie
"Astaga, ternyata Angel emang benar-benar Jin jahat ya. Ia bahkan berhasil memperdaya si Deden kedalam jeratnya,"
"Untuk itulah kita harus mencegahnya Mil,"
"Caranya?" tanya Mila
"Kita gagalkan ritual mereka,"
"Memangnya kau tahu ritual mereka dimana?"
Janie langsung menggelengkan kepalanya.
"Hadeeh, gimana kita mau menyelamatkan Deden kalau tempat ritualnya saja kamu gak tahu, dasar dodol!" cibir Mila
"Untuk itulah aku mau minta bantuan Fikri, kali aja dia tahu dimana Deden. Jika kamu bisa melacak keberadaan ku maka aku yakin kamu juga akan bisa melacak keberadaan Deden sama seperti Ken," ujar Janie
"Jangan samakan aku dan Ken, kamu adalah orang yang berbeda,"
"Memang kalian berbeda, Ken adalah makhluk gaib sedangkan kamu adalah manusia. Tapi kalian memiliki kesamaan yaitu sama-sama ingin menyelamatkan aku," jawab Janie
"Ehemm!" seru Mila tersenyum mendengar ucapan Janie
__ADS_1
"Kalau kamu memang tak mau aku celaka maka bantu aku mencari Deden," ucap Janie kemudian menggenggam jemari Fikri
"Aku mohon Fik," imbuhnya membuat pemuda itu tak bisa menolak keinginannya.