
Ibu Audi masih tak mengerti apa arti bunga melati yang diberikan oleh Radit.
Melihat kebingungan dalam diri wanita paruh baya itu Radit mulai meracuni otak Ibu Audi dengan mengatakan jika bunga melati itu adalah lambang santet.
"Bunga melati ini berjumlah tujuh buah artinya santet yang dipakai oleh si pengirim mamanya santet pitung dino," terang Radit
"Darimana kamu tahu tentang Santet?"
"Karena aku pernah belajar tentang santet sama Om Lingga ayahnya Janie Tante," jawab Radit
Lelaki itu bahkan menyarankan untuk membalas perlakuan Deden kepada Audi dengan cara yang sama.
"Nyawa harus dibayar nyawa Tante. Santet harus dibalas dengan Santet," ucap Radit
"Tapi aku tidak punya kenalan dukun santet,"
"Tenang saja Tante, kebetulan Radit punya kenalan dukun Santet tersakti Namanya Ki Bajul,"
Radit kemudian menjelaskan semuanya tentang Ki Bajul. Ia bahkan memberikan alamat pria itu kepada Ibu Audi.
Ibu Audi yang sedang terbakar dendam pun mengiyakan semua ucapan Radit bahkan ia berjanji akan membalas perbuatan Deden setelah pemakaman Audi.
"Satu lalat sudah berhasil di singkirkan, sekarang tinggal memancing Ken keluar,"
*Flashback Off
"Tidak ada satupun makhluk gaib yang bisa mengeluarkan mereka dari tempat ini. Hanya manusia yang masih hidup yang bisa mengeluarkan mereka dari tempat ini. Itupun ia harus kekuatan supranatural yang tinggi agar bisa menghadapi Ki Bajul,"
"Kalau begitu biarkan aku yang mengeluarkan mereka dari sini," ucap Fikri
"Yakin lo bisa Fik?" tanya Barra seolah meragukannya
"Tentu saja aku yakin,"
"Kalau kamu butuh bantuan aku sudah siapkan satu renceng extra joss biar kamu makin rosoo!" sahut Rangga
"Astoge Ran lagi tegang-tegangnya masih sempat lo ngelawak!" cibir Barra
"Biar gak sakit Bar, kan kalau tegang gak ada pelampiasan sakit, makanya bikin ketawa aja,"
"Ya Allah lindungilah aku dari godaan dukun mesum yang terkutuk ini," ucap Barra mengundang kemarahan Rangga
"Sue Lo Bar!"
"Bercanda, bercanda...." sahut Barra menirukan logat seorang perempuan yang sedang viral di dunia maya.
Sementara itu Fikri mengikuti semua arahan dari hantu bermuka rata.
"Sekarang kau bisa memulainya dengan mempertemukan bayi yang ada di toilet itu dengan ibunya," ucap pria itu
"Baik,"
Setelah lelaki itu menghilang, Fikri kembali mendekati toilet yang ada di ruangan belakang.
__ADS_1
*Tak, tak, tak!
Langkah Fikri terhenti saat mendengar seseorang mengikutinya dari belakang. Saat ia membalikkan badannya, tak ada siapapun di sana.
Hanya ruangan kosong dan suara desis kipas angin yang tergantung di atas plafon.
*Krieett!!
Baru saja ia membuka pintu toilet, tiba-tiba sebuah tinju melesat keras ke ulu hatinya.
*Buugghhh!!
Seketika tubuh Fikri terpental saat sebuah tinju menghantam tubuhnya.
"Arrghh!!"
Fikri meringis sambil memegangi perutnya yang terasa nyeri.
Sebuah tangan mendekat kearahnya membuat ia berusaha mundur menjauh. Saat lengan itu hendak melepaskan tinjunya untuk kali kedua, dengan cepat Rangga langsung menangkapnya.
"Kena juga!" pekik Rangga menyeringai puas
"Tangan siapa sih kelayapan sendirian, Tuman!" serunya membentur-benturkan lengan itu ke tembok.
*Tuk!
Rangga menggerakkan bola matanya saat ia merasakan seseorang menepuk kepalanya.
Saat ia menoleh kebelakang, sebuah tangan melambai kearahnya. Reflek Rangga pun membalas lambaian tangannya.
*Plakkk!
Seketika wajah Rangga berubah merah.
"Ya ampun wajahku merah, pasti pemilik lengan ini seorang wanita, karena tak mungkin wajahku berubah merah saat di sentuh oleh seorang pria," ucap Rangga
"Kamu memang dukun Sakti Aki,"
"Lah memangnya kamu baru tahu?" sahut Rangga begitu menyombongkan dirinya
Seorang wanita cantik tiba-tiba muncul dihadapan Rangga.Ia menatap nyalang kearahnya.
"Kembalikan lenganku Aki?" tanya wanita itu
"Tidak semudah itu cantik,"
"Kalau kau tidak mengembalikan tanganku maka bersiaplah untuk terkubur bersama ku disini," ancam wanita itu
"Kuylah, siapa yang nolak kalau diajak tidur bareng cewek cantik," jawab Rangga
Tersinggung dengan ucapan Rangga wanita itu menggerakkan bola matanya membuat lengan yang dipegang Rangga mulai bergerak-gerak berusaha melepaskan diri darinya.
Gagal melepaskan lengannya wanita itu menggunakan kekuatan santet untuk melawan Rangga.
__ADS_1
Puluhan paku melesat kearahnya. Hanya dengan satu tiupan paku-paku itupun kembali menyerang hantu wanita itu.
"Sebaiknya jangan menyerangku dengan santet jika kau bukan seorang dukun santet," ucap Rangga
Sementara Rangga dan Barra membantu menyingkirkan para lelembut yang menggali mereka, Fikri segera menuju ke toilet untuk mengambil hantu bayi.
Fikri membawa hantu bayi itu menuju ke sebuah apartemen dimana ibu dari bayi itu tinggal.
Seperti pesan Rangga, Fikri meletakkan bayi itu di depan apartemen nomor 126.
Sementara itu tak lama seorang wanita muda datang menghampiri Fikri. Wanita itu begitu terganggu dengan suara tangisan bayi itu sehingga ia memarahi Fikri.
Saat ia sedang memarahinya tiba-tiba bayi hantu itu muncul.
"Mamah gendong!"
Wanita itu langsung menoleh kearah suara, ia begitu terkejut saat melihat sosok bayi hantu menyeringai kearahnya.
*Grep!!
Bayi itu melesat terbang untuk menyambar tubuh wanita itu jingga jatuh dari atas apartemen lantai 12.
Hantu bayi itupun segera pergi setelah berhasil membalaskan dendam kepada sang Ibu.
Setelah hantu bayi, Fikri pun dengan cepat mengeluarkan satu persatu hantu lain dari rumah hantu tersebut.
Ia berhasil menjalankan misi untuk mengosongkan rumah itu tepat pukul 12 malam.
Ia kemudian merebahkan tubuhnya di sofa untuk meregangkan otot-ototnya yang kaku setelah bergulat dengan hantu.
Sementara itu Janie juga masih berjuang melawan seorang hantu wanita yang merasuki tubuh Sofia.
Selain menghadapi hantu Janie juga harus menghadapi dukun pengirim santet.
Saat Sofia mulai menari dan berkidung Janie pun mulai mundur. Ia tahu benar jika Kidung yang dilantunkan Sofia adalah Kidung pemanggil Arwah.
*Grep!
Sofia menarik tubuh Janie hingga dan menyeretnya masuk. Ia kemudian melemparkan tubuh wanita itu hingga membentur dinding tembok.
"Sekarang saatnya kau mati bocah keparat!" seru Sofia
Saat ia hendak menebaskan sebuah pisau kearah gadis itu Gilang dengan cepat menyambar tubuh Janie dan membawanya pergi.
"Jangan ikut campur dalam urusan ku hantu sialan!" seru Sofia tampak geram saat usahanya membunuh Janie gagal.
Wanita itu mengambil beberapa bunga melati dari saku bajunya kemudian kembali berkidung.
"Dia sangat pandai berkidung, aku yakin di bukan hantu biasa. Jika ia bisa menyanyikan kidung pengikat sukma maka aku bisa menyanyikan kidung penghancur sukma!" Gilang kemudian melesat masuk kedalam Tubuh Janie dan mulai berkidung untuk melawan kidung dukun wanita yang menguasainya.
*Brakkk!!
Tubuh Sofia terpelanting hingga nyaris menghantam sebuah tiang penyanggah rumah itu .
__ADS_1
*Grep!
Janie segera menangkap tubuh wanita itu dan menghancurkan sukma dukun wanita yang menguasainya.