PAREWANGAN

PAREWANGAN
PAREWANGAN SEASON 2 KHODAM PENJAGA


__ADS_3

Deden berjalan mundur, saat melihat dirinya dalam kuda tersebut.


"Tidak...."


*Grep!


Angel segera menangkap tubuh Deden yang terus mundur dan menjauh darinya.


"Kau tidak bisa mundur dan membatalkan kesepakatan kita Deden. Tidak ada yang gratis di dunia ini Deden, jika kau menginginkan sesuatu tentu saja kau harus menebusnya dengan sesuatu yang setara dengan yang kau inginkan. Jika kau tak mau menumbalkan ibumu untuk menebus apa yang akan ku berikan padamu maka tumbalkanlah dirimu untukku. Tidak ada ruginya Deden, karena setelah ini kau akan menjadi kuat dan kaya raya. Kau juga tidak perlu mengorbankan nyawa mu karena kau cukup melayaniku saja setiap hari tertentu," bisik Angel kepadanya


Deden yang mulai goyah tampak mundur dan terus menghindarinya.


"Deden jangan tergoda oleh rayuannya!" seru Janie yang baru saja tiba di tempat itu


Angel langsung menoleh kearahnya membuat Janie langsung mundur.


"Kalau kau tidak bisa melayaniku kau juga bisa menumbalkan gadis menyebalkan itu sebagai ganti ibumu!" ucap Angela


Deden tampak membulatkan matanya saat mendengar ucapan Angela.


Ia seketika menoleh kearah Janie yang sudah menuruni gua.


"Jangan lakukan Deden, kau akan menyesal jika melakukan semua ini. Semuanya tidak ada yang abadi Deden. Kekayaan dan kekuatan semuanya itu fana. Kau bisa mendapatkan dengan cara mu sendiri tanpa harus mengabdi kepada Iblis!" tandas Janie


"Jangan mengorbankan ibumu apalagi dirimu, kau tidak akan kuat melayani nafsu bangsa Jin. Mereka hanya akan menghisap semua energi mu dan membunuhmu saat kau sudah tak bisa lagi memuaskannya," imbuhnya


"Sadarlah Deden, sadar!" seru Janie Kemudian mengguncang tubuh Deden


"Dasar manusia tak tahu diri tidak seharusnya kau berada di sini Janie!" Angel yang begitu murka melihat Janie terus berusaha mempengaruhi Deden berusaha menggunakan kekuatannya untuk menyingkirkan gadis itu.


"Matilah kau Janie!" Angel menggerakkan tangannya dan melemparkan tubuh Janie ke dinding gua.


*Grep!!


Fikri segera melesat dan menangkap tubuh Janie.


"Fikri??"


Ia kemudian menurunkan Janie dan menyuruh untuk menjauh.


"Pergi dari sini dan biarkan aku saja yang akan menghadapinya," pungkas Fikri.


Angel tersenyum mendengar ucapan darinya. Angel tak mengira jika Fikri lolos dari tangan Sari.


"Meskipun kau berhasil lolos dari Sari, tapi jangan harap kau bisa lolos dariku kali ini Fikri!" seru Angel kemudian menghilang.


Tiba-tiba ia berada di depan Fikri dan melepaskan tinjunya kearah pemuda itu hingga Fikri langsung terhempas ke lantai.


Angel menarik kerah bajunya untuk kembali meninjunya lagi, beruntung Fikri berhasil melepaskan diri darinya.

__ADS_1


Kini giliran Fikri melepaskan tinju kearah wanita itu.


*Bugghh!


Angel jatuh tersungkur dan berusaha bangkit lagi. Ia menyeringai dan mengatakan kepada Fikri jika apa yang ia lakukan hanya sia-sia belaka.


"Jika kau berhasil mengalahkan aku, maka itu berarti kau harus menyakiti gadis ini. Gadis yang aku pakai raganya selama ini.


"Jika aku mati, maka gadis ini pasti juga akan mati. Jadi silakan fikirkan baik-baik, apa kau masih ingin membunuhku?" tanya Angela


Sementara itu Janie masih berpikir keras untuk mencerna ucapan angel.


Lalu Bagaimana caranya untuk membunuh iblis itu tanpa melukai gadis utu ataupun Deden??


Sementara itu Fikri tak menghiraukan ucapan Angel, ia terus menyerang gadis itu tanpa memikirkan apapun.


*Brakkk!!


Angel jatuh terkapar setelah terkena tendangan dari Fikri.


"Bunuh saja aku, bunuh, hahahaha!" tantang Angel berusaha memprovokasinya


"Jangan bunuh dia Fikri!" seru Janie berusaha menahan Fikri


"Tapi hanya ini cara kita mengalahkannya, aku tak bisa menyia-nyiakan kesempatan ini, apapun resikonya?"


"Jangan pikirkan itu, sekarang yang terpenting adalah menyelamatkan temanmu bukan?" tanya Fikri


"Iya...Tapi tetap saja kita gak boleh egois. Meskipun kita harus menyelamatkan Deden kita tidak boleh mengorbankan orang lain," jawab Janie


"Itu hanya berlaku untuk manusi Janie, tapi tidak untuk bangsa iblis!" Fikri kembali menyerang Angel dengan kemampuannya.


"Hahahaha!" terdengar suara tawa Angel saat menghalau serangan Fikri membuat Janie dan Mila langsung menutup telinganya.


"Suara apa ini kenapa, Rasanya telingaku sakit sekali!" ucap Mila


"Ini adalah salah satu kekuatan gaib yang dimiliki oleh Angel untuk mengalahkan lawannya." Janie kemudian mengeluarkan ponselnya dan menghubungi sang ayah


"Halo Dad, kamu dimana?" tanya Angel


"Daddy lagi nyari wangsit Jan, kenapa emang?"


"Nagapain nyari wangsit jauh-jauh ke tengah hutan, di depan rumah juga banyak yang lewat kalau abis magrib,"


"Itu pangsit dodol," jawab Lingga disambut kekehan tawa Rinjanie


Sementara Janie sedang berkonsultasi dengan dengan sang ayah untuk mengalahkan Angel, Fikri mulai kewalahan menghadapi makhluk itu.


*Buughh!!

__ADS_1


Berkali-kali ia jatuh terhempas setelah terkena pukulan mematikan Angel.


"Satu, dua, Triple Kill!" seru Mila yang sedang asyik memainkan game online


"Hadeh, kalau begini terus aku bisa kalah ini," ucap Mila lagi


*Bruughhh!!


"Janie!" seru Fikri saat tubuhnya terhempas ke bebatuan


"Iya Fik sabar, nih aku lagi nanya Dady,"


"Sekarang matilah Kau Fikri!" seru Angel kembali melepaskan tendangannya hingga Fikri terhempas ke atas pohon


"Janie, bantu aku!" ucap Fikri dengan suara lantang


Namun Janie tak bergeming dari tempatnya, ia masih saja asyik berbincang dengan sang ayah. Begitupun dengan Mila yang tetap konsisten dengan game nya.


"Sebenarnya kalian sedang ngapain sih sampai melakukan apa sih sampai tak ingat kalau aku sedang sekarat," gerutu Fikri


"Tidak ada satupun dari mereka yang akan membantumu Fikri, itulah sifat manusia yang selalu ingkar setelah mereka mendapatkan apa yang mereka mau dari kita," jawab Angel


Perempuan itu kini menggerakkan tangannya membuat Fikri melesat terbang ke arahnya..


*Arrrrgghhh!!


Terdengar suara Fikri menjerit kesakitan saat Angel kembali melepaskan serangannya.


"Ok Dad aku mengerti," jawab Janie mengakhiri obrolannya dengan sang ayah.


yang menarik nafas dalam dalam dan minta secangkir kopi kepada Mila. Lila meneruskan keningnya saat mendengar permintaan sahabatnya itu kopi panas mana ada di tempat seperti ini kalau kamu mau ya keluar dulu terus beli deh!" seru Mila


"Tapi aku maunya sekarang?" jawab Janie


"Ah ada-ada saja!"


Mila kemudian melakukan searching di google dan menunjukkan gambar secangkir kopi hitam kepada Janie.


"Anggap saja itu nyata Jan," tukas Mila


"Thanks Mila!" seru Janie


Ia kemudian mengambil ponsel Mila dan meneguk kopi itu seolah nyata.


"Arrgghhh nikmatnya!" seru Janie kemudian menggerakkan lidahnya untuk membersihkan bibirnya dari sisa kopi yang menempel.


"dasar gila!" celetuk Mila


Janie melangkahkan kakinya ke depan sambil menggerakkan menggerakkan tangannya. Ia juga meliuk-liuk kan badannya seperti seorang yang sedang menari.

__ADS_1


__ADS_2