
*Byuur!!
Anas langsung menyiram tubuh Sofia yang tergeletak di lantai.
"Kok disiram?" seru Janie
"Biar gak kesurupan lagi kaya tadi," jawab Anas
Tidak lama Sofia membuka matanya.
"Apa yang terjadi?" tanya Sofia
Janie kemudian mendekati wanita itu dan duduk di sampingnya. Ia perlahan menceritakan semua yang terjadi kepada Sofia. Wanita itu seketika menangis tersedu-sedu saat mengetahui jika putra semata wayangnya Deden meninggal dunia.
Ia buru-buru bangun dan berlari untuk memastikan sediri kondisi putranya.
"Deden!" ia memeluk erat tubuh Deden yang sudah kaku tak bernyawa
Tangisnya menggema membuat Janie dan Anas ikut terisak.
Sementara itu di sebuah ledakan terjadi di kediaman Mbah Bajul.
"Duar!!" dukun lelaki itu seketika melompat saat anglo tempat pembakaran dupa miliknya meledak.
Lelaki itu segera melompat saat melihat sesosok pria keluar dari anglo tersebut.
"Ah, jadi ini dukun keparat yang sudah menyiksa banyak arwah!" seru Rangga kemudian berjalan mendekati Bajul.
"Siapa kalian!" seru Ki Bajul tampak terkejut saat kedatangan tiga sosok hantu tampan.
"Siapa ya, kasih tahu gak ya?" jawab Rangga
"Kasih tahu aja Ran, pasti dia kenal tuh sama lo. Secara sama-sama dukun santet," celetuk Barra
"Sue Lo!"
"Kenalin Rangga Arya Seta, dukun santet tersakti dari Rawa Buaya!" ucap Gilang
"Emang bener Ran?" tanya Barra m
"Entahlah, sepertinya Gilang lebih tahu siapa aku," jawab Rangga
"Ki Rangga!!"
Seketika wajah Ki Bajul berubah pucat saat mendengar nama Rangga.
"Tolong jangan sakiti aku, kau hanya melakukan apa yang diminta oleh pasienku," ujar Ki Bajul
"Kami memang tak bisa menghukum mu Aki, tapi sepertinya Arwah orang-orang yang sudah kau santet ingin membalas dendam kepada mu. Jadi bersiaplah menghadapi serangan dari para arwah penasaran!" ujar Rangga
__ADS_1
Saat Rangga dan kedua sahabatnya menghilang puluhan arwah korban santet Ki Bajul pun merangsek maju menyerang lelaki tua itu.
"Karena Ki Bajul sudah kita beri pelajaran sekarang siapa lagi?" tanya Barra
"Pria itu!" ujar Rangga menunjuk kearah Radit
"Aku yakin semuanya bermula dari sikap sok jagoannya yang suka menindas, membully teman-temannya sehingga membuat Deden bersekutu dengan makhluk halus untuk bisa membalas perlakuannya. Kita tidak perlu menghukumnya, hanya saja kita harus memberinya pelajaran agar ia tidak melakukan pembullyan lagi," imbuhnya
"Setuju Ran,"
Rangga kemudian memanggil arwah Deden dan Audi untuk menakuti Radit dan kawan-kawannya yang sedang berkumpul di sebuah club malam.
"Ayo Dit, sekarang giliran lo!" ucap seorang pria menyodorkan segelas minuman kepadanya.
"Ah, rasanya aku udah gak kuat!" jawab Radit kemudian mendorong minuman itu.
"Hueek!!"
Radit kemudian memuntahkan semua isi perutnya saat berusaha meminum minuman keras tersebut.
"Ah Cemen lo, masa baru segitu saja sudah gak kuat!" seru salah seorang temannya
Radit yang tidak terima saat di cela segera menoleh kearahnya sambil melepaskan tinjunya. Tiba-tiba ia mengurungkan niatnya saat melihat sosok Audi berdiri di belakang lelaki yang mencibirnya itu.
"Tidak mungkin, Audi sudah mati!' ucap Radit beringsut mundur
Radit buru-buru masuk kedalam mobil. Saat ia hendak memasang save belt ia terkejut saat melihat Deden duduk di sampingnya.
Wajah Deden yang berubah pucat pasi, dengan beberapa bunga melati di mulutnya membuat Radit seketika sadar jika lelaki itu sudah mati.
"Tolong jangan ganggu aku Deden, bukan aku pelakunya. Bukan aku yang menyantet mu!" seru Radit kemudian buru-buru turun dari mobilnya
Saat membalikkan badannya ia berteriak histeris ketika melihat Audi sudah berdiri di belakangnya.
Dengan cepat Audi langsung mencekiknya, hingga membuat Radit kesulitan bernafas.
Iapun mengerahkan seluruh kekuatannya untuk bisa lepas dari cengkraman hantu Audi.
Radit mengeluarkan tendangan keras kearah Audi hingga ia terjerembab ke tanah.
Melihat Audi tumbang, ia pun segera berlari meninggalkan tempat itu. Saat ia hendak menyeberang jalan tiba-tiba dari arah berlawanan muncul sebuah mini bus melaju dengan kecepatan tinggi.
*Buughhh!!
Tubuh Radit terhempas ke trotoar saat tertabrak mobil minibus tersebut.
"Sekarang dendam kalian sudah terbalas bukan, jadi kembalilah ke alam kalian dan beristirahat lah dengan tenang," ucap Rangga
Seketika Audi dan Deden pun menghilang dari hadapannya.
__ADS_1
"Kenapa cuma Deden dan Audi yang disuruh beristirahat dengan tenang, kenapa kalian enggak?" tanya Barra
"Karena gak ada kita gak rame eaaa!!" seru Gilang
"Bukan gitu Lang, yang bener tuh kita akan selalu ada di dunia ini karena masih banyak para makhluk gaib jahat yang mengganggu manusia," jawab Rangga
"Oh begitu rupanya. Tapi kan sudah ada gue, bangsa makhluk gaib yang baik hati!"
"Iya Baik kalau ada maunya doang, eaaa!" sahut Gilang
"Kata siapa Lang, gue ikhlas kok kalau batu orang swear!"
"Iya aku percaya Bar," jawab Gilang
"Karena urusan kita sudah selesai di sini gimana kalau kita pindah ke sebelah yuk?" ajak Gilang
"Kemana?" tanya Rangga
"Kepo ya?, makanya buat para pembaca Parewangan abis ini cus ke novel baru author ya yang judulnya JERAT PEMUJA IBLIS, nah di sana kita juga ada loh meskipun nanti di part 20 an, jadi jangan lupa ya baca JERAT PEMUJA IBLIS juga,"
"Yaudah kuy merapat!"
***********
Pagi harinya Rumah Deden dipenuhi dengan para pelayat yang berdatangan untuk bertakziah.
Sofia terlihat begitu terguncang hingga ia beberapa kali pingsan saat acara pemakaman Deden.
Karena tak tega melihat kondisi Sofia, Janie kemudian membawa wanita itu pulang lebih dulu sebelum acara pemakaman selesai.
Bukan hanya Janie yang merasa iba dengan wanita itu namun juga Fikri yang bisa merasakan bagaimana rasanya hidup seorang diri tanpa sanak saudara.
"Ibu yang sabar saja ya, Insya Allah dengan begitu Deden akan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Tapi jika ibu tidak ikhlas melepasnya maka Deden pun akan tersiksa di sana. Jika ibu rindu dengan Deden, maka anggap saja aku sebagai Deden putra ibu. Kebetulan aku juga seorang yatim piatu yang tak punya siapa-siapa. Insya Allah Fikri juga ikhlas untuk menjaga dan merawat Ibu," ucap Fikri
Sofia langsung memeluknya erat sambil menangis tersedu-sedu.
"Iya nak, terimakasih sudah mau menjadi pengganti Deden," ucap Sofia terisak
Janie tak bisa menahan air matanya saat melihat ketulusan hati Fikri.
Aku tidak menyangka jika kau memiliki hati yang begitu mulia,
Saat Janie mengusap air matanya, tiba-tiba ia melihat sosok Ken dalam diri Fikri.
"Ken," seketika Janie mulai mengingat kembali bagaimana Fikri selalu datang untuk menyelamatkannya di saat ia membutuhkan pertolongan sama seperti yang dilakukan Ken.
Ternyata aku benar. Selama ini kau tidak benar-benar pergi. Seperti janjimu kau selalu menjaga dan melindungi ku meskipun dalam diri orang lain, terimakasih Ken
********TAMAT******
__ADS_1