
Nandar yang kesal dengan Deden segera membawa kopernya keluar. Sofia pun menghampiri Deden, "Kalau kamu takut nyasar, ajak saja Janie atau Anas. Aku yakin mereka akan mengantar mu ke rumah eyang," ucap Sofia kemudian memberikan tiga lembar uang ratusan ribu kepadanya
"Sudah biarkan saja dia, toh dia sudah besar jadi pasti bisa jalan sendiri dari Jakarta ke Temanggung. Makanya kalau anak cowok itu jangan suka di manja, jadi gini kan ngelunjak!" seru Nandar kemudian menarik Sofia
Tak lama Angel berjalan memasuki pelataran rumah Deden.
Nandar dan Sofia pun terkejut melihat kedatangan sosok cewek cantik di rumah mereka.
"Ade nyari siapa?" sapa Sofia
"Saya Angel Tante teman dekatnya Deden, apa dia ada di rumah?"
"Oh ada, silakan masuk," jawab Sofia
"Terimakasih,"
"Tumben si Deden punya temen, bukannya temennya dia cuma Janie ya. Jangan-jangan dia pakai pelet biar dapat tuh cewek cantik. Apalagi ayahnya si Janie itu kan seorang dukun, udah pasti Deden belajar ilmu pelet dari dia. Wong dia hari-harinya cuma main sama si Janie jadi gak percaya kalau si Deden punya temen cewek cantik pula. Kalau bukan di pelet ya berarti dia cewek bayaran, sekarang kan banyak cewek-cewek cantik penyedia jasa pacar sewaan!" celetuk Nandar
"Ayah apa-apaan sih!" ucap Sofia menegurnya
Angela menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Nandar. Gadis berambut pirang itu tersenyum menatap pria jangkung di depannya itu.
"Aku tahu kok kenapa Om bicara seperti itu. Dari kecil Om tidak pernah mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya sehingga harus mencari perhatian ke pada orang lain. Bahkan kau juga berusaha mencari perhatian kepada kedua orang tuamu dengan jadi pecandu minuman keras, dan narkoba. Sayangnya hingga ajal menjemput kedua orangtuanya tetap tak menyayanginya, kasian sekali...." ucap Angel seketika membuat Nandar langsung melotot kearahnya.
"Dia hanya bercanda Ayah," ucap Sofia berusaha meredam emosi Nandar yang sudah di ubun-ubun.
"Wah ... Lucu sekali bocah ini, untung kamu cewek, kalau cowok pasti sudah aku kirim ke rumah sakit, karena candaan kamu tuh garing, gak asyik!" tukas Nandar
"Apa Om mau tahu kenapa kedua orang tua Om tidak menyayangi Om?" tanya Angel
"Mboyak (tidak)!" saut Nandar
"Itu karena Om adalah anak yang tidak diinginkan, Om lahir dari hasil perselingkuhan Ibu Om dengan seorang...."
Belum selesai Angela menyelesaikan kata-katanya, Nandar langsung menghampirinya berusaha untuk membungkam mulutnya.
Beruntung Sofia langsung menarik pria itu. Begitupun dengan Deden yang langsung keluar dan menarik Angel. Ia menyembunyikan Gadis itu di belakangnya.
"Tutup mulutmu atau aku akan melempar mu ke jalanan!" seru Nandar
__ADS_1
"Sudahlah ayah, dia hanya bercanda jangan diambil hati," ujar Sofia berusaha meredam emosi suaminya
"Kamu itu masih bau kencur jadi jangan sok tahu kehidupan gue!" imbuh Nandar
Angel hanya tersenyum menanggapi kemarahan Nandar.
"Kalau kau mau aku bisa saja membunuhnya," bisik Angel kepada Deden
Deden seketika menoleh kearah Angela.
"Aku tahu selama ini kau sangat tertekan menghadapi pria ringan tangan sepertinya, kalau kau tidak berani membalas semua perbuatannya ijinkan aku yang akan membalaskan semua sakit hatimu," imbuh Angel
"Tapi... nenek baru saja meninggal,"
"Tenang saja semua bisa diatur,"
Setelah lama memberikan pengertian kepada suaminya, akhirnya Sofia berhasil membujuk Nandar untuk segera pergi meninggalkan kediamannya.
Deden kemudian mengajak Angel masuk.
"Darimana kau bisa tahu rumahku?" tanya Deden
"Bagi makhluk seperti ku mudah saja untuk mengetahui dimana rumahmu termasuk isi hatimu," jawab Angela
"Tentu saja kau bisa seperti diriku," jawab Angel
"Bagaimana caranya?"
"Bersekutu denganku, kita harus bersatu jika kau ingin memiliki kekuatan seperti diriku," jawab Angela
"Maksudnya gimana?"
"Kalau kau bersedia bersekutu denganku kau tinggal ikuti saja semua yang ku katakan maka semua yang kau inginkan akan terwujud. Kekuatan, kekayaan, bahkan umur panjang semuanya bisa kau dapatkan," terang Angel
"Baiklah kalau begitu aku setuju," jawab Deden tanpa berpikir panjang
"Kalau begitu malam Selasa Kliwon depan kita harus melakukan ritual penyatuan,"
"Apapun itu aku akan menyanggupi semuanya," jawab Deden
__ADS_1
"Apa kau yakin?" tanya Angela memastikan
"Tentu saja, aku sudah bosan hidup sebagai Deden pemuda miskin yang selalu dibully, dan di hina teman-teman. Aku juga ingin hidup bahagia seperti orang lain," jawab Deden
"Baiklah, sebaiknya sekarang kita pergi bergegas menyusul ibumu. Karena aku yakin dia akan membutuhkan dirimu setibanya di kediaman nenek mu nanti," ujar Angel
"Tunggu Janie dulu, karena aku belum hafal jalan menuju ke rumah Nenek,"
"Kenapa harus nunggu Janie, kan ada aku. Aku tahu semuanya bahkan dimana rumah nenek mu," jawab Angel
"Tapi...." Deden terlihat ragu saat mendengar Angel yang akan ikut dengannya
"Tak usah ragu, kita bahkan bisa tiba lebih dulu dari kedua orang tuamu. Karena aku bisa menembus ruang dan waktu, apa kau tidak penasaran untuk menembus waktu bersamaku?" tanya Angel
"Deden!" seru Janie yang baru tiba di depan halaman rumah Deden.
Gadis itu segera berlari menghampiri Deden saat melihat pemuda itu bersama Angela.
Tanpa menunggu jawaban Deden, Angel segera menarik pemuda itu dan menghilang tepat di depan Janie.
"Deden!"
Janie tampak terbelalak melihat Angel membawa sahabatnya itu pergi.
Ia buru-buru mengambil ponselnya dan menghubungi Sofia ibu Deden. Ia menanyakan kepada Sofia dimana keberadaannya sekarang.
Sofia menjelaskan jika ia sedang menuju ke kampung halaman suaminya karena ibu mertuanya meninggal.
Ia juga meminta Janie untuk mau mengantarkan Deden pulang ke Temanggung karena ia tahu Deden adalah anak penakut yang tidak berani melakukan perjalanan jauh sendirian.
Jadi Angela membawa Deden ke temanggung sekarang, tunggu ... Bukankah Ken juga memintaku untuk pergi ke desa T di Jawa Tengah. Apakah desa T yang dimaksud adalah Temanggung, Toh Temanggung juga ada di jawa Tengah?
Buru-buru Janie menyudahi obrolannya dengan Sofia dan bergegas pulang ke rumahnya.
Ia kemudian meminta Anas untuk menemaninya ke desa Temanggung karena sang Ayah sedang ke luar kota untuk mengobati pasien.
Namun saat Janie hendak pergi, tiba-tiba Radit dan Mila datang menyambangi kediamannya.
Keduanya bahkan memutuskan untuk ikut mengantar Janie ke Temanggung. Tentu saja Janir tidak bisa menolak permintaan kekasih dan sahabatnya itu. Akhirnya ke empat remaja itu pergi berangkat ke Temanggung menggunakan mobil Radit.
__ADS_1
"Kebetulan sekali kau mengajakku ke Temanggung Jan, karena sebenarnya aku juga mau menjenguk sahabat ku di sana. Kebetulan semalam aku mimpi buruk tentang dia. Jadi maaf kalau nanti aku mungkin tidak bisa menemani kamu ke rumahnya Om Nandar, kerena aku harus menjenguk Fikri," ujar Anas
"Fikri??" Janie tampak mengerutkan keningnya saat mendengar nama itu. Meskipun belum mengenalnya namun ia seolah akrab dengan pemuda itu.