PAREWANGAN

PAREWANGAN
PAREWANGAN SEASON 2 KHODAM PENJAGA


__ADS_3

Pukul delapan malam Nandar tiba di kediamannya di desa kecil kelurahan Temanggung.


Lelaki itu langsung masuk menuju pondok sederhana yang dipenuhi beberapa orang yang sedang membacakan yasin di depan jenazah ibunya.


Setibanya di sana ia langsung memeluk erat jenazah sang ibu. Ia menangis sambil meminta maaf kepadanya.


"Maafkan Nandar ya Bu, gak bisa merawat ibu selama ibu sakit," ucapnya sambil terisak


Angel yang mendengar suara Nandar segera keluar dari kamar dan menatapnya sinis.


"Sebaiknya kau perbaiki saja akhlakmu, itu lebih baik, daripada hanya permintaan maaf palsu," sindir Angel membuat Nandar langsung mendongakkan kepalanya


Ia mengeratkan giginya saat melihat Angel tersenyum sinis kepadanya.


Bagaimana bisa dia sampai lebih dulu dariku?


"Bisa saja, sekarang ini jaman sudah modern Om," jawab Angel dengan enteng


Melihat kesombongan Angel membuat Pria itu semakin murka kepadanya. Ia yang sudah terprovokasi dengan ucapan Angel segera berdiri dan menatap nanar kearah gadis itu.


Sofia yang tak mau melihat adanya keributan segera menyuruh Deden untuk membawa Angel pergi dari ruangan itu. Ia tahu benar jika suaminya akan melakukan apapun saat ia sedang marah. Tidak peduli dengan lingkungan sekitar atau kondisi yang terjadi di depannya, seorang Nandar akan melakukan apapun jika ia sudah berkehendak.


"Sebaiknya kamu bawa Angel ke rumah Bu Dhe Ambar, sebelum ayahmu benar-benar marah," tukas Sofia


Saat Angel dan Deden pergi keluar, Nandar pun mengikuti mereka diam-diam.


Sofia pun langsung menghampiri suaminya itu agar tidak mengejar Angel.


"Sudahlah lah ayah jangan diambil hati, namanya anak muda suka ceplas-ceplos," tukas Sofia berusaha menghentikan suaminya


"Tapi dia sudah keterlaluan, memangnya dia itu siapa berani berkata seperti itu padaku," tegas Nandar


Lelaki itu mengibaskan lengan Sofia yang menahannya. Dengan langkah cepat Nandar berusaha mengejar Angel dan Deden.


Sofia kembali meraih lengan Nandar, namun kali ini Nandar yang sudah di bakar api kemarahan bahkan mendorongnya hingga wanita itu terjatuh ke lantai.


*Bruughhh!!


"Ayah!" seru Sofia namun Nandar tak menghiraukan ucapan istrinya itu dan memilih terus melangkah mengejar Deden dan Angela.


Sementara itu Deden semakin mempercepat langkahnya saat melihat Nandar semakin mendekat kearahnya.


"Ayo Angel cepat!" seru Deden menyeret gadis itu


"Ayah tolong jangan buat keributan di hari kematian ibumu. Ingat kita sedang berduka jadi tolong jangan buat keributan di sini!" ucap Sofia kembali menahan suaminya

__ADS_1


Nandar kembali mendorong Sofia hingga wanita itu jatuh tersungkur.


*Bruughh!!


Mendengar suara ibunya Deden langsung menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang. Pemuda itu benar-benar ketakutan saat melihat Nandar menatap nanar kearahnya sambil mengejarnya.


Ia segera menarik Angel dan membawanya pergi.


"Berhenti!" seru Nandar


Deden terus menarik Angel untuk berlari meninggalkan tempat itu. Namun Angel yang sudah tak sabar untuk mengakhiri hidup Deden pun menepis lengan Deden.


Gadis itu kemudian berbalik menatap Nanar kearah Nandar yang terus mendekat kearahnya.


"Dasar anak durhaka!" teriak Nandar membuat semua orang menatap kearah Deden dan Angela


Angela tersenyum dan begitu santai menghadapi tuduhan pria itu.


Nandar yang sudah gemas segera mengambil sebuah tongkat rotan yang tergeletak di dekatnya.


Ia mengambil rotan tersebut dan berusaha untuk melepasnya kearah Angela.


*Blakk!!


Dengan santai Angela memiringkan kepalanya ke kiri membuat Nadar langsung terhempas ke sebelah kiri.


*Dug!!


Tubuh Deden menghantam dinding rumahnya hingga membuat kepala pria itu dipenuhi oleh darah.


Semua orang yang ada di sana terkesiap melihat Nandar yang bersimbah darah. Sofia berusaha bangun dan berdiri. Wanita itu berjalan tertatih menghampiri suaminya.


Sementara itu, Nandar berusaha bangun dan kembali hendak menyerang Angel. Kali ini Angel memiringkan kepalanya ke kanan hingga membuat tubuh Nandar lagi-lagi terhempas menghantam dinding ruangan itu untuk kedu kalinya.


"Dasar bocah Iblis !" seru Nandar kemudian seger bangkit dan kembali menghampiri Angel.


Kali ini Angel tak menyerang Nandar membuat pria itu semakin bersemangat untuk menyerang Angel.


Saat ia hendak menampar Angel tiba-tiba tangannya berhenti seolah ada seseorang yang menahannya. Tentu saja hal itu membuat Nandar berpikir jika Angela bukan gadis biasa.


Bukan hanya Nandar yang berpikir jika Angela itu bukan wanita biasa tapi juga Sofia.


"Sudah ku duga kalau dia memang bukan seorang manusia?" ucap Nandar menyeringai menatapnya.


Kini Nandar menggerakkan tangannya untuk mengambil sebuah pisau yang tergeletak tak jauh darinya. Setelah berhasil mendapatkan pisau itu tanpa ragu ia berusaha menikam Angela. Namun siapa sangka pisau itu malah berbalik menyerang dirinya.

__ADS_1


Nandar yang sudah mengira akan terjadi hal seperti itu, berusaha mengendalikan dirinya sendiri. Namun kekuatan Angel begitu besar hingga membuatnya tak bisa mengendalikan tangannya yang tiba-tiba menyayat tubuhnya sendiri dengan brutal.


"Ayah hentikan!" seru Sofia berlari menghampirinya


Seketika Nandar terkapar bersimbah darah dengan luka-luka di sekujur tubuhnya.


*Bruugghhh!!


Semua pelayat berteriak histeris saat melihat Nandar tergeletak di lantai.


Saat Mereka berusaha menolong Nandar tiba-tiba seperti ada magnet yang menahan langkah mereka. Hanya Sofia yang berhasil mendekatinya.


Ia langsung memeluknya dan berusaha menolongnya.


Nandar yang udah kalap berusaha bangun dibantu oleh Sofia. Ia yang belum putus asa menyerang Angel, menggunakan sisa tenaganya untuk menyerang gadis itu. Ia tak peduli jika pada akhirnya ia akan kalah melawan gadis iblis itu.


"Ayah sudah cukup Ayah, jangan melangkah lebih jauh lagi jika kau tidak ingin menyesal nantinya," ucap Sofia yang lagi-lagi berusaha menghentikannya


"Aku tidak peduli, meksipun aku harus mati aku harus melawan Iblis itu!" seru Nandar


Angela kini menjentikkan jarinya, dan sebuah lampu gantung terputus dan menghantam tubuh Nandar.


*Buugghh!!!


Seketika Nandar langsung kejang dan kemudian nafasnya berhenti.


Sofia berteriak histeris saat melihat kondisi suaminya. Wanita itu kemudian berlari menghampirinya dan menangis' tersedu-sedu.


Semua orang seketika menggunjingkan kematian Nandar yang begitu tragis di hari kematian sang ibu. Mereka bahkan menganggap jika kematian Nandar adalah karma yang harus ia terima karena menelantarkan ibunya hingga ia meninggal dunia.


Tak lama Janie dan Anas memasuki halaman rumah duka.


Gadis itu berjalan pelan memasuki kediaman nenek Deden. Ia terkesiap saat melihat Sofia tengah memeluk mayat Nandar sambil menangisi kematiannya.


Tatapannya kini beralih kepada Angel.


Sepertinya aku terlambat,


Melihat kedatangan Janie membuat Deden langsung membisikkan sesuatu kepada Angela. Angela tersenyum simpul saat mengetahui Janie sudah tiba di depannya.


Janie segera menghentikan langkahnya saat melihat Angela menyeringai kearahnya.


"Selamat datang Janie," sapa Angel mempersilakannya masuk.


Radit, Mila, dan Anas saling bertatap saat mendengar suara ramah Angel.

__ADS_1


__ADS_2