PAREWANGAN

PAREWANGAN
PAREWANGAN SEASON 2 KHODAM PENJAGA


__ADS_3

"Apa kabar Janie?" sapa Ken tersenyum simpul kepadanya


"Ken??" Janie tampak begitu senang saat melihat Ken hingga langsung memeluknya.


"Syukurlah kamu selamat ku kira kamu akan menghilang selamanya,"


"Tentu saja aku tidak bisa pergi meninggalkan mu jika kau dalam bahaya," jawab Ken


"Terus kedatangan kamu ke sini untuk apa?" tanya Janie


"Untuk menyelesaikan semuanya. Semuanya berasal dari sini jadi aku harus menyelesaikannya di sini," jawab Ken


"Tapi...ini kan kampus apa kamu mau jadi mahasiswa di sini?" tanya Janie penasaran


"Semuanya bisa ku kendalikan tenang saja," jawab Ken


"Oklah kalau begitu," Janie kemudian berjalan memasuki lobby kampus.


Radit yang terus memperhatikan keduanya segera menghampiri mereka.


"Siapa dia?" tanyanya sinis


Janie tampak kebingungan saat hendak memperkenalkan Ken kepada Radit.


"Aku Ken sepupunya Janie," jawabnya singkat


Radit tampak sinis menatap pemuda itu apalagi saat ia mengaku sebagai sepupu kekasihnya itu.


Ia bahkan langsung menarik Janie agar menjauh darinya.


"Meskipun kalian sepupu tapi tidak harus sedekat itu kan," pungkasnya


"Kenapa sih dateng-dateng jutek gitu, biasanya juga lo gak pernah masalah kalau gue dekat sama siapapun," sahut Janie


"Bedalah, selama ini gue tahu semua cowok-cowok yang deket sama lo, tapi dia... Entah kenapa aku gak percaya kalau dia itu sepupu Lo. Jelas banget dari gesture tubuhnya mengisyaratkan kalau dia itu suka sama kamu,"


"Sudahlah jangan diperpanjang Dit, lo tahu gue kan?. Gue ini Janie bukan Radit yang suka jelalatan kalau ada cewek cantik. Lo bisa pegang omongan gue, kalau gue gak akan jatuh cinta sama Ken," jawab Janie kemudian pergi meninggalkan Radit


Radit berusaha mengejarnya. Ia yang mengira Janie marah karenanya berusaha memberikan penjelasan namun Janie yang sudah kesal dengan sikap posesif Radit tak menghiraukan ucapannya.


Radit yang tak pernah diacuhkan oleh seorang wanita merasa terluka dengan sikap acuh Janie sehingga berusaha membuat gadis itu tetap berada dalam kendalinya.


Namun Janie bukanlah wanita biasa, semakin Radit berusaha mengekangnya dia semakin memberontak. Hal itu membuat Radit terpaksa menarik Janie untuk ikut dengannya.


"Lepasin Radit, sakit!" seru Janie saat Radit berusaha menarik gadis itu agar mengikutinya.

__ADS_1


Radit tak menghiraukan Janie yang berteriak kesakitan, dan terus melaju pergi.


Ken yang melihat Janie kesakitan tidak bisa membiarkannya, ia menghampiri keduanya dan menarik Janie dari Radit.


Tentu saja hal itu membuat Radit kesal dan keduanya kembali terlibat perkelahian.


 Radit berhasil memukul Ken hingga pemuda itu terhempas beberapa langkah darinya. Kini semua mahasiswa berkerumun menyaksikan perkelahian keduanya. Janie berusaha memisahkan keduanya namun Radit yang sudah kebakaran jenggot tak mau berhenti.


Ia semakin membenci Ken dan berusaha untuk menyakitinya. Ken yang tak mau kalah menggunakan kekuatan supranaturalnya saat melihat Radit hendak melepaskan tendangan ke arahnya. Tiba-tiba kaki Radit keram dan tak bisa digerakkan. Ia kemudian jatuh terkapar di halaman kampus semua orang yang menyaksikan kejadian itu langsung menghampirinya dan membantunya berdiri.


Sementara itu Janie mengajak Ken masuk ke ruang kelas. Mila yang melihat Ken tampak segar bugar langsung menyapanya.


"Bagaimana bisa kau baik-baik saja setelah menghilang secara misterius kemarin?" tanya Mila


"Semuanya bisa terjadi jika Allah menghendaki," jawab Ken dengan santai


Tidak lama Deden dan Angel datang memasuki kelas. Seketika Ken langsung berdiri dan menatap nyalang kearah Angel.


Ketegangan antara Angel dan Ken tak berlangsung lama karena seorang dosen keburu datang dan memberikan mata kuliah.


Semua mahasiswa tampak khusuk mendengar ceramah sang dosen. Berbeda dengan yang lain justru Ken dan Angel sedang beradu kekuatan untuk saling melumpuhkan.


Udara di dalam kelas kini mulai terasa panas meskipun ada dua ac menyala di ruangan itu.


Beberapa orang juga mengalami sesak nafas hingga pingsan. Sang dosen tampak panik dan kebingungan dengan suasana di kelasnya yang tiba-tiba berubah menjadi riuh karena semua Mahasiswa memutuskan untuk pergi meninggalkan ruang kelas karena merasa tersiksa.


Kini hanya tersisa lima orang di ruangan itu, Janie, Angel, Ken, Deden, dan Sang Dosen.


Sang Dosen tiba-tiba merasa kepalanya begitu sakit hingga dari hidungnya keluar darah.


Janie yang menyadari adanya kekuatan besar di ruangan itu kemudian menyuruh Deden untuk membawa sang dosen keluar.


Deden tak berkutik saat Angel melarangnya pergi.


"Jangan tinggalkan aku Den?" ucap Angel dengan tatapan mata penuh penekanan


"Cepat antar pak Rakhim atau kau akan menyesal seumur hidup Deden!" ancam Janie


Deden yang merupakan sahabat kecil Janie tak bisa menolak permintaan gadis itu.


Namun siapa sangka jika Angel pun mengancamnya akan meninggalkan pria itu jika ia menuruti Janie.


"Kamu pulih aku atau dia?" tanya Angel


Saat Deden kebingungan dan tak bisa memilih, maka Janie pun menggebrak meja hingga membuat Angel terhempas menghantam dinding kelas begitupun dengan Ken.

__ADS_1


Angel berusaha menggerakkan tangannya untuk menyerang Janie, namun dengan cepat Ken mengembalikan serangan Angel hingga membuat perempuan itu muntah darah.


"Bawa mereka keluar dari sini Janie, biar aku yang akan menghabisi iblis itu!" ucap Ken


Saat Janie mengajak Deden keluar Angel justru lebih dulu menarik pemuda itu dan menghilang bersamanya.


Janie berusaha menutup mata sang dosen agar pria itu tidak shock melihat pemandangan di depannya.


Janie kemudian membawa sang dosen ke klinik kampus, sementara Ken berusaha mengejar Angel.


Dari balik pintu Mila begitu shock saat melihat Ken menghilang di depan matanya.


Sebenarnya siapa dia, kenapa Ken bisa menghilang, dan Angela kenapa dia juga menghilang bersama Deden,


Rasa shock yang dialami Mila membuat perempuan berkacamata itu seperti orang Linglung. Ia jadi terlihat pendiam setelah kejadian itu. Ia bahkan mendatangi seorang paranormal hanya untuk memastikan siapa sosok Ken sebenarnya.


"Jin, aku yakin dia itu sejenis Jin atau lelembut. Karena hanya makhluk gaib yang bisa melakukan hal itu, sebab mustahil jika di jaman modern seperti sekarang ini ada manusia yang bisa menghilang," ucap sang dukun


"Lalu bagaimana agar saya bisa mengusirnya mbah, soalnya aku kasian sama temenku yang selalu diikuti olehnya?" jawab Mila


"Kalau dia muncul maka lemparkan daun kelor kepadanya, aku yakin dia pasti menghilang," jawab sang dukun


...🌿🌿🌿🌿...


Pagi itu Radit tampak menunggu kedatangan Janie di depan gerbang kampus sambil membawa buket mawar merah.


Ia hendak meminta maaf kepada gadis itu karena kejadian kemarin. Saat Janie muncul Radit segera menghampirinya.


"Sayang maafin gue soal kemarin ya," ucapnya sambil memberikan bunga kepadanya


"Ok, aku memaafkan kamu dengan catatan no posesif lagi. Karena aku paling gak suka sama cowok yang over posesif," jawab Janie


"Iya sayang aku percaya kok kalau kamu sama si cupu itu gak ada hubungan," jawab Radit


Janie menatap tangan Radit yang terluka karena perkelahian kemarin dengan Ken.


"Janie!"


Janie langsung menoleh kearah Ken yang baru tiba. Lelaki itu tampak menawan dengan setelah denim dengan sepatu sport putih biru.


Ia langsung menghampiri Janie dan membuat perhatian gadis itu teralih padanya.


Radit yang sebenarnya tak suka dengan Ken berusaha menahan amarahnya demi Janie.


Sementara itu Mila yang sudah menunggu kedatangan Ken langsung menaburkan daun kelor ke arah Ken hingga pria itu jatuh terkulai ke tanah.

__ADS_1


__ADS_2