
"Mari semuanya kita menundukkan kepala dan berdoa untuk arwah sahabat kita Melvin bin Harist semoga diampuni dosa-dosanya, Berdoa dimulai,"
Semua Mahasiswa seketika menundukkan kepalanya kecuali Audi. Lelaki berusia dua puluh satu tahun itu tampak gelisah, punggungnya terasa berat hingga ia beberapa kali terlihat melakukan peregangan.
Selain gelisah ia kini diliputi rasa cemas dan takut yang luar biasa hingga membuatnya semakin tak tenang.
Puncaknya adalah saat acara tahlil di mulai, ia mulai merancau dan berbicara ngelantur di depan sang ustadz hingga seorang satpam menghampirinya dan berusaha menyuruhnya untuk keluar dari aula.
Tidak berhasil membawa Audi keluar dari Aula sang satpam harus mendapatkan luka karena Audi berhasil menghajarnya.
Melihat satpam jatuh tersungkur Audi langsung mengambil pisau kecil yang dibawa pria itu.
Sang ustadz dan beberapa mahasiswa mengerubungi Audi yang mengacungkan pisaunya kearah sang satpam.
Sang Ustadz berusaha mendekati Audi dan membisikkan ayat-ayat suci Al-Qur'an saat para mahasiswa berhasil menjegalnya.
Namun sial, lagi-lagi Audi berhasil melepaskan diri dari para mahasiswa itu dan mendorong sang Ustadz hingga jatuh tersungkur ke lantai.
Ia kembali mengacungkan pisaunya kearah Mahasiswa yang berusaha untuk menjegalnya lagi.
"Semua yang bersalah pasti mati, jadi jangan ikut campur!" seru Audi kemudian menyayat lehernya dengan pisaunya ditangannya hingga tubuhnya tumbang ke lantai.
*Bruughhh!!
Para mahasiswa langsung menggotong Audi dan membawanya ke klinik kampus.
Sementara itu Janie melihat sesosok wanita keluar dari tubuh Audi. Gadis itu segera berlari mengejar gadis itu hingga membuat Mila ikut mengejarnya.
*Grep!
Janie berhasil menangkap gadis itu, ia menarik bahu wanita itu namun betapa terkejutnya ia saat melihat wajahnya.
Tubuh Janie seketika terpental membuat Mila menjerit histeris.
"Janie!!"
"Jangan ikut campur anak muda, atau kau juga akan mati!" seru wanita itu dengan tatapan mata penuh kebencian
*Grep!!
Janie membulatkan matanya saat melihat Kanigara menangkap tubuhnya.
Lelaki itu segera menggerakkan tangannya hingga membuat Jin wanita yang merasuki Audi seketika terhempas menghantam dinding.
Ia kemudian menurunkan Janie dan menghampiri Jin wanita itu dan mengusap kepalanya hingga wanita itu menghilang menjadi kepulan asap.
"Janie!" Mila berlari menghampiri Janie.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanyanya cemas.
"Aku baik-baik saja Mil, Alhamdulillah," jawab Janie
__ADS_1
Mila membulatkan matanya saat melihat seorang pria tampan berjalan mendekati Janie.
"Siapa dia?" tanyanya penasaran
"Apa kau bisa melihatnya?" jawab Janie
Mila mengangguk.
"Dia Raden Mas Kanigara,"
"Dari namanya ia seperti seorang orang jadul gitu, apa dia dukun teman Deddy kamu?" celetuk Mila
"Bukan, dia itu temen aku dari kampung kebetulan mau sekolah di sini," jawab Janie kemudian merangkulnya
Kani terkejut saat mendengar ucapan Janie yang menganggapnya sebagai temannya.
"Iyian aja, gak mungkinkan kalau aku bilang kamu itu makhluk halus sama Mila, bisa heboh dunia," bisik Janie
"Hmm," jawab Kani mengangguk
"Oh begitu, Yaudah karena kamu baik-baik saja aku mau ke rumah sakit melihat kondisi Audi,"
"Aku ikut!" seru Janie kemudian berjalan di samping Mila.
Kedua gadis itu kemudian memesan taksi online. Setibanya di rumah sakit tampak orang tua Audi terlihat sedih melihat kondisi putra bungsunya.
"Siang Tante," sapa Mila menghampiri wanita itu
"Yang sabar ya Tante, mudah-mudahan Audi bisa cepat pulih," ucap Mila berusaha menenangkannya
"Ada yang bilang jika Audi kesurupan saat itu hingga ia berusaha membunuh dirinya sendiri, apa benar itu Mil?" tanya Ibu Audi
"Aku kurang paham hal-hal begituan Tante, mungkin untuk jelasnya Tante bisa tanyakan Ustadz yang ada di lokasi kejadian atau tanya Daddynya Janie," jawab Mila
Janie segera mencubit Mika saat gadis itu merekomendasikan ayahnya.
"Apaan si Lo pakai bawa-bawa nama bokap gue," bisik Janie
"Gak apa-apa Jan, gue cuma mau mastiin si Tante aja Jan," jawab Mila
"Ok Mil, makasih ya kalian udah jengukin Audi. Oh ya Janie boleh minta telpon ayah kamu gak soalnya ada yang mau Tante tanyain sama dia,"
"Boleh Tante," Janie kemudian memberikan nomor ayahnya kepada Ibu Audi
Tante Ani, ibu Audi tampak mengamati Kani yang terus menatap intens putranya.
"Siapa dia, sepertinya aku baru melihatnya?" tanya Ani
"Dia Ken Tante, temen Jani masih saudara juga, kebetulan dia mau pindah kuliah di sini," jawab Janie
"Oh begitu, pantas Tante baru liat,"
__ADS_1
"Lukanya tidak parah karena sudah langsung diobati. Sebaiknya perbanyak baca kitab suci Al-Qur'an di sampingnya agar makhluk itu tak datang lagi mengganggunya. Aku juga sudah melindunginya dengan pagar gaib semoga saja bisa melindunginya dari makhluk gaib yang ingin membunuhnya,"
Seketika netra Ani membulat sempurna saat mendengar ucapan Ken.
"Apa yang kamu ucapkan itu benar nak?" tanyanya terkejut
"Benar Ibu," jawab Ken begitu santun
"Oh iya Tante aku lupa kalau Ken ini kan masih saudaranya daddy jadi dia juga punya kekuatan supranatural juga kaya Daddy aku," tambah Janie
"Kalau begitu bantu Tante usir makhluk gaib yang mencoba mencelakai Audi, bisa kan?" tanya Ani
"Pada dasarnya makhluk gaib itu sama seperti manusia meskipun kita sudah mengusirnya ia bisa balik lagi, karena pada dasarnya hanya ketaqwaan manusia dan keimanannya yang mampu mengusir makhluk itu agar tak kembali lagi mengusiknya," jawab Ken
"Iya nak kamu benar nak, tapi tetap saja ibu sebagai orang awam khawatir apalagi keluarga kami ini kan bukan keluarga religius nak,"
"Jangan khawatir Ibu, aku sudah memasang pagar gaib untuk melindunginya," jawab Ken
"Terimakasih banyak nak Ken, ternyata selain tampak kamu juga sangat baik," jawab Ani
Sementara itu Lingga tampak terkejar saat menyadari Janie tak ada di rumahnya, ia bertanya kepada Istrinya Tari dimana sang putri.
"Janie ya kuliah dong Mas," jawab Tari sambil menyiangi sayuran
"Hadeeh, kan aku udah bilang kalau Janie itu jangan boleh keluar dulu, dia itu masih rawan!" seru Lingga
"Rawan kenapa??" tanya Tari melotot
"Rawan di gondol Jin!" sahut Lingga kemudian buru-buru memakai jaket dan melesat pergi menggunakan sepeda motornya.
Setibanya di kampus ia langsung menghubungi Janie, namun gadis itu memberitahunya jika ia berada di rumah sakit. Tanpa pikir panjang Lingga memutar balik sepeda motornya menuju rumah sakit yang di maksud Janie.
#Rumah Sakit Harapan Sehat
Janie dan Mila kemudian berpamitan pulang. Saat membuka pintu ruangan itu ketiganya terkejut saat melihat Radit berdiri di depannya.
"Ya ampun kamu ngagetin aja Dit," ucap Janie kemudian memukul pria itu.
Radit hanya diam, dan menatap nanar Ken.
"Siapa dia?" tanyanya ketus
"Dia Ken, saudara ku dari kampung?" jawab Janie
Radit langsung mendekatinya dan menyuruhnya menjauh dari Janie.
"Jangan dekat-dekat dengannya, Janie hanya milikku!" serunya kemudian mendorong Ken hingga memicu kemarahan pria itu.
Keduanya sempat mau berkelahi karena Ken tak terima dengan perlakuan kasar Radit.
Saat Ken hendak menghajar Radit tiba-tiba tubuhnya terpental dan menghilang.
__ADS_1
"Ken!"