PAREWANGAN

PAREWANGAN
PAREWANGAN SEASON 2 KHODAM PENJAGA


__ADS_3

*Flash Back!


Hari itu Radit yang kesal karena Janie mulai dekat dengan Ken sengaja mengunjungi Audi di rumah sakit.


Saat itu Ibu Audi sedang tidak ada jadi ia langsung masuk untuk menemui Audi.


"Halo Bro, gimana kabarnya?" sapa Radit


Audi yang kala itu sudah siuman begitu ketakutan saat Radit menjenguknya. Bukan tanpa alasan Audi ketakutan tentu saja karena Radit dulu suka membullynya.


Melihat gelagat Audi yang ketakutan Radit pun berusaha menenangkan teman sekelasnya itu.


"Santai aja Bro, gue datang kemari bukan buat bully lo!" cibir Radit


Ia kemudian menarik kursi dan duduk di samping ranjang Audi. Ia mengambil sebuah apel yang ada di meja dan mengunyahnya.


Sambil memakan apel Radit pun mulai menyampaikan keluh kesalnya tentang sikap Janie yang berubah pasca bertemu Ken. Ia juga menceritakan bagaimana ia sangat membenci Ken dan ingin sekali menyingkirkannya dari sisi Janie. Kebencian Radit kepada Ken begitu tergambar jelas dari cara lelaki itu menceritakan tentang Ken.


"Andai saja ia tidak bisa beladiri pasti dia sudah babak belur di tanganku,"


"Apa kamu selalu kalah saat melawannya?" tanya Audi mulai merespon pembicaraan Radit


"Sebenarnya bukan kalah sih, hanya saja aku berpikir kalau dia itu memiliki kekuatan gaib kaya dukun gitu loh. Masa gue selalu merasakan hal aneh saat berusaha menyerangnya!" cerca Radit


"Itu karena dia memang memiliki kekuatan gaib," jawab Audi


"Bagaimana kau tahu?, apa kau kenal dengan Ken?" tanyanya penasaran


"Bukan kenal lagi, tapi dia adalah musuhku!" jawab Audi mengepalkan tangannya


Ia kemudian menyingkap selimutnya kemudian duduk di bibir ranjang menghadap Radit. Ia kemudian mencengkram bahu Radit membuat pria itu kaget.


Ia berusaha menyingkirkan lengan Audi namun Audi justru menatapnya tajam membuat Radit seketika luruh.


"Apa kau ingin mengalahkan Ken?" tanyanya


Radit seketika mengangguk.


Audi tersenyum simpul mendengar jawaban Radit.


Ia kemudian meniupkan sesuatu di atas telapak tangannya. Beberapa kuntum bunga melati kini terlihat di atas telapak tangan pemuda itu membuat Radit langsung melompat dari kursinya.


Radit mulai sadar jika yang dihadapannya bukan Audi tapi sesosok makhluk gaib.


Ia beringsut mundur berusaha kabur dari ruangan itu, namun dengan cepat Audi langsung menangkapnya.


"Ku lihat banyak kebencian dimata mu dan aku sangat menyukainya, aku yakin orang seperti mu akan bisa membantuku mengalahkan Ken,"


"Tolong lepaskan aku!" seru Radit ketakutan

__ADS_1


Audi menyeringai menatap Radit yang ketakutan.


"Apa kau tidak mau menyingkirkan Ken?"


"Iya aku mau," jawab Radit semakin ketakutan saat melihat mata Audi yang berubah merah.


"Kalau begitu aku akan membantumu, asalkan kau mau mengikuti semua permintaan ku," Audi kemudian melepaskan Radit


"Katakan saja apa yang harus aku lakukan?" tanya Radit sambil mengatur nafasnya


Tiba-tiba sesosok wanita keluar dari tubuh Audi.


Radit begitu terkejut saat melihat sosok wanita yang lebih mirip dengan Ratu kerajaan itu berjalan mendekatinya.


"Aku janji akan memberikan mu kekuatan agar bisa mengalahkan Ken dan bila perlu bunuh dia," ucap wanita itu mengusap lembut wajah Radit


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Radit


"Bunuh dia!" jawab wanita itu menunjuk kearah Audi


Seketika Audi membelakakan matanya mendengar ucapan wanita itu.


"Tidak mungkin, bagaimana bisa aku membunuh Audi di ruangan yang dilengkapi dengan cctv, aku masih waras dan aku tidak mau masuk penjara gara-gara membunuh temanku sendiri," jawab Radit


Seketika wanita itu tertawa mendengar jawaban Radit.


"Sial, bagaimana dia bisa tahu!" gerutu Radit.


"Sekarang bunuh dia atau aku yang akan membunuh mu!" seru wanita itu


"Bagaimana caranya, kenapa tidak kau saja yang melakukannya. Bukankah kau memiliki kekuatan supranatural jadi gunakan saja kekuatan mu itu untuk menyingkirkan Audi bereskan!" seru Radit


"Kau benar-benar makhluk yang menyebalkan!" wanita itu kemudian melemparkan dua kelopak melati ke wajah Radit membuat pemuda itu seketika tak sadarkan diri.


Ia kemudian menempelkan telapak tangannya di wajah pemuda itu dan Radit Pun langsung bangun.


Wanita itupun kemudian menyuruhnya untuk menyingkirkan Audi.


"Habisi dia, dengan begitu kau akan mendapatkan kekuatan besar dariku!" ucap wanita itu


Seperti kerbau yang di cocok hidungnya m, Radit pun menuruti perintah wanita itu.


Ia melemparkan dua kuantum bunga melati ke wajah Audi kemudian mencekiknya.


Sementara itu wanita itu tampak menari saat melihat Audi sekarat.


Melihat Audi yang sudah terkulai Radit pun melepas cekikannya.


Ia buru-buru merapikan ruangan itu dan segera keluar dari kamar tersebut. Sementara itu sang wanita misterius langsung memasukinya saat melihat kedatangan Ibu Audi.

__ADS_1


*Krieet!!


Ibu Audi begitu terkejut saat mengetahui putranya tergelak di lantai. Ia buru-buru menghubungi dokter untuk membantunya memindahkan Audi ke ranjangnya.


Beruntung dokter masih bisa menyelamatkan nyawa Audi. Saat sadar Audi buru-buru menuliskan sesuatu dan meminta sang Ibu untuk memberikan kepada Mila.


"Tolong berikan ini kepada Mila Bu," ucapnya lirih


"Sebenarnya apa yang terjadi nak, kenapa kau bisa terjatuh dari ranjang dan nyaris mati?"


Saat Audi hendak menceritakan apa yang dialaminya kepada sang Ibu, tiba-tiba merasakan lehernya seperti dicekik.


Melihat putranya kesulitan bernafas, maka sang ibu pun kembali menghubungi dokter untuk memeriksanya.


Namun saat dokter tiba, Audi sudah tak bernyawa. Wanita itu menangis histeris saat mengetahui kematian putra semata wayangnya.


Tidak lama Radit kembali datang mengunjungi Audi.


Kali ini kedatangan Radit untuk berbelasungkawa. Ia bahkan terlihat sedih saat mengetahui kematian Audi.


"Aku turut berdukacita atas kematian Audi Tante, semoga Tante sabar ya menerima cobaan ini," ucap Radit menggembirakan jemari Ibu Audi


"Terimakasih nak,"


Radit kemudian menghampiri Audi dan mengusap wajahnya. Senyumnya menyeringai saat Melia wajah pucat Audi.


Tugas pertama sudah selesai, sekarang saatnya untuk menyingkirkan Ken. Saat hendak pergi tiba-tiba Ibu Audi menahannya.


"Tunggu dulu nak, sepertinya ada sesuatu yang tertinggal," ucap wanita itu buru-buru menghampiri Radit dan memberikan sebuah kotak kecil kepadanya.


Radit kemudian membuka kotak itu dan terkejut saat melihat isinya.


"Bunga melati?" ucapnya seraya mengernyitkan dahinya


"Iya, memangnya itu bukan milik kamu toh?"


Radit menggeleng.


"Ada yang bilang kalau bunga melati itu adalah salah satu simbol santet, mungkin Audi meninggal bukan karena penyakit Tante tapi karena santet. Apalagi Tante bilang kalau ia sudah sehat bukan?" ucap Radit


"Benar, apalagi kematiannya begitu mendadak, bahkan hasil lab dokter belun keluar?"


"Coba Tante ingat-ingat siapa orang yang sedang bersitegang dengan Audi?" tanya Radit lagi


"Terakhir kali Audi mengatakan kalau ia sedang tidak akur dengan Deden sahabat karibnya. Audi bilang itu karena kesalahannya yang tak bisa menolong Deden saat teman-temannya membully dia. Padahal Au sudah minta maaf sama dia tapi sampai sekarang Deden belum memaafkannya. Bahkan selama sakit ia sama sekali belum pernah mengunjunginya, padahal dulu keduanya sangat dekat," kenang wanita itu


"Tidak salah lagi, pasti pelakunya adalah Deden!"


Radit mengambil sebuah bunga melati yang tergeletak di bawah bantal Audi dan menyerahkannya kepada Ibu Audi.

__ADS_1


__ADS_2