PAREWANGAN

PAREWANGAN
PAREWANGAN SEASON 2 KHODAM PENJAGA


__ADS_3

#Bagi yang sudah baca episode 60 harap baca ulang ya soalnya sudah aku perbarui, terimakasih.


*Grep!!


Wanita itu menyeringai saat mencekik leher Janie. Janie tak bisa bernafas, dadanya terasa panas hingga tubuhnya seperti terbakar. Ia berusaha melepaskan diri dari cekikan wanita itu namun tubuhnya mendadak lemah, dan iapun tak sadarkan diri.


#Pov Fikri


Ku buka mataku perlahan dan ku tatap sekelilingku. Tak ada apa-apa hanya baki sesaji dan Dupa yang masih menyala membuat dadaku terasa sesak.


Entah sudah berapa lama aku tertidur hingga ku rasakan kerongkongan ku terasa kering.


Hingga aku merasa seperti tercekik. Ku edarkan pandanganku mencari air. Ku tarik baki sesaji dan ku ambil gelas berisi kopi hitam.


*Glek, glek, glek!!


"Ah,"


Rasanya dahagaku belum hilang, ku coba mengambil mangkuk berisi cairan berwarna merah pekat, aky kira itu sirup hingga ku teguk habis isinya.


Entah kenapa rasanya aneh, ada bau anyir setelah ku minum. Saat ku berdiri dan menatap diri dalam cermin ternyata mulutku dipenuhi darah.


Ternyata yang ku minum adalah darah. Buru-buru aku berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan cairan itu, namun sayangnya tak bisa keluar meskipun aku berusaha mengeluarkannya.


Buru-buru aku keluar untuk mencari air. Ku berlari menuju ke dapur dan mengambil teko berisi air.


Aku meneguknya hingga habis.


"Ah!"


"Apa rasa dahagamu sudah ilang cah bagus?"


Tiba-tiba seorang wanita muncul menghampiriku. Entah kenapa aku seolah tak asing dengan wanita itu.


"Siapa kau??"


Aku beringsut mundur saat wanita itu menghampiri ku.


"Tentu saja aku harus menjagamu, dan memastikan kau tidak kabur dari tempat ini," jawab wanita itu mengitari ku


Kini ia mengendus-endus tubuhku dengan tatapan mata penuh curiga.


"Sepertinya kau meminum sesuatu yang seharusnya tidak kau minum anak muda," ucap wanita itu kemudian bergegas masuk ke kamarku dan memeriksa baki sesaji.


Ia menyeringai kemudian tertawa terbahak-bahak saat melihat mangkuk kecil itu sudah kosong.


"Sepertinya bencana besar akan segera datang, bersiaplah anak muda," wanita itu berlalu pergi setelah memperingatkan ku .


"Bahaya besar apa??"


Seketika aku buru-buru pergi menyusul wanita itu, namun sialnya tiba-tiba pintu kamar tertutup dan aku tidak bisa keluar.


"Buka pintunya!" seruku sambil menggedor-gedor pintu tapi tak ada seorangpun yang membukakan pintu kamarku.


*Tak, tak, tak!!


Saat aku mulai putus asa, tiba-tiba terdengar suara derap langkah mendekat menuju ke kamarku.


*Brakk!!

__ADS_1


Tardengar suara seseorang berusaha membongkar pintu kamarku. Seulas senyumku mengembang karena aku berharap orang itu datang untuk menyelamatkan ku, membawaku keluar dari kamar ini.


*Brakkk!!


Bulu kudukku tiba-tiba berdiri saat melihat bekas tebasan benda tajam seperti kapak di pintu kamarku.


Sepertinya orang di luar sengaja membuka pintu kamarku dengan menggunakan kapak.


"Lari Fikri!!"


Tiba-tiba ku lihat Ibu dari balik pantulan kaca lemari.


"Lari Fikri!"


*Brakkk!!


Mataku membelalak saat melihat sosok wanita menyeringai membawa kapak di tangannya.


"Jangan ganggu putraku!"


*Praangg!!


Tiba-tiba wanita itu melemparkan kapaknya ke lemari hingga kacanya pecah.


"Kau pikir bisa mengacaukan rencana ku, dasar wanita laknat!"


Aku berusaha menjauh saat wanita itu berjalan mendekati ku.


"Sebaiknya kau mati saja Fikri daripada kau harus menjadi pengabdi setan seumur hidupmu seperti ibumu!"


"Tidak, Kau salah...aku bukan pengabdi setan!"


*Grep!


"Akh...Rasanya leherku begitu sakit saat kuku-kuku tajam wanita itu menusuk leherku.


Aku harus berbuat sesuatu agar bisa terlepas dari cekikannya.


Jika aku melihatnya, aku yakin dia adalah seorang manusia. Dia bukan makhluk halus karena kakinya masih menginjak tanah.


Tidak lama seorang pria menghampiri kami.


"Semuanya sudah siap mbak,"


*Buughhh!!


Tiba-tiba semuanya gelap saat sesuatu mengenai tengkuk kepalaku.


#Di kamar sebelah


"Janie bangun, Janie," Perlahan Janie membuka matanya


"Ken," ia tersenyum saat melihat Ken ada di depannya.


Ia langsung memeluknya erat.


"Aku sangat merindukanmu Ken," ucapnya lirih


"Aku juga merindukanmu Janie, terimakasih sudah mencari ku," jawab Ken

__ADS_1


"Kita ada dimana sekarang?" tanya Janie


"Kita sedang berada di rumah seorang pemburu hantu," jawab Ken


"Pemburu hantu, dukun??" tanya Janie


"Bisa dibilang dia memiliki kekuatan supranatural yang sangat tinggi bahkan melebihi seorang dukun,"


"Kenapa kau bisa berada di sini?" tanya Janie


"Ceritanya panjang, yang jelas aku terperangkap di sini karena Angel. Untuk itulah aku minta bantuan mu untuk mengeluarkan aku dari sini,"


"Kenapa harus aku, bukankah kau seorang cinta yang memiliki kekuatan supernonim terlalu tinggi saat ini untuk apa kamu minta bantuanku aku yakin kau pasti bisa melepaskan diri dari rumah ini," jawab Janie


"Semua makhluk gaib yang terperangkap di rumah ini tidak akan bisa keluar hidup-hidup tanpa adanya bantuan dari manusia. Entah kekuatan apa yang dimiliki pemilik penginapan ini hingga mampu membunuh para lelembut,"


"Sepertinya aku tidak asing jika ada makhluk gaib yang takut dengan manusia yang berilmu tinggi. Karena bagaimanapun juga manusia memang makhluk Tuhan yang paling sempurna, dan sudah sepatutnya mereka bisa mengalahkan para makhluk gaib dengan kesempurnaannya itu,"


"Untuk itulah bantu aku keluar dari sini Janie,"


Janie kemudian menggandeng lengan Ken dan mengajaknya keluar dari tempat itu.


Baru saja keduanya keluar beberapa makhluk gaib sudah menghadangnya.


"Aku yakin yang mengurung mu adalah seorang pengabdi setan,"


Janie menyeringai melihat makhluk-makhluk menyeramkan yang mulai menyerangnya.


"Kau pikir aku takut dengan makhluk cacat seperti kalian!"


Saat Janie hendak menyerang makhluk-makhluk itu Ken melarangnya, "Biar aku saja yang menghadapi mereka,"


Ken berusaha menggunakan kekuatannya untuk menghalau para lelembut yang berusaha menghadang jalannya. Namun entah kenapa tiba-tiba kekuatannya menghilang dan ia tidak bisa menggunakan ilmu Kanuragan yang dimilikinya.


Sesosok makhluk tinggi besar langsung menghajarnya membuat Ken langsung terhempas menghantam pintu kamar.


*Braakkkk!


Janie seketika menghela nafas panjang. Sekarang ia tahu kenapa Ken terkurung di penginapan itu dan tidak bisa keluar.


Ia menyeringai menatap sosok Gondoruwo di depannya.


Janie mengeluarkan sebuah kotak tembaga yang ia ambil dari lemari Sri. Ia kemudian membukanya, dan mengambil beberapa pucuk bunga kantil segar dan memakannya.


"Sebaiknya kalian pergi dari sini jika tidak ingin aku hancurkan sukma kalian!" ancam Janie


"Hahahaha!!"


Tiba-tiba terdengar suara tawa menggelegar sosok Gondoruwo didepannya.


"Kau pikir aku akan percaya dengan ucapan bocah ingusan seperti mu!"


"Baiklah kalau kau tak percaya,"


Janie kemudian menyemburkan ampas bunga kantil yang ia kunyah ke wajah sang Gondoruwo.


Tiba-tiba terdengar suara erangan makhluk itu saat sebuah api membakar wajahnya.


"Sekarang siapa lagi yang akan aku kirim ke Neraka!" hardik Janie

__ADS_1


__ADS_2