PAREWANGAN

PAREWANGAN
PAREWANGAN SEASON 2 KHODAM PENJAGA


__ADS_3

Suryati terkapar bersimbah darah.


"Tolong selamatkan keponakan ku," ucap Suryati sebelum ajalnya.


Ken termangu menatap kematian Suryati tanpa bisa menyelamatkannya.


Sementara Angel terlihat begitu bahagia saat berhasil menyingkirkan wanita tua itu.


"Kau tidak akan bisa menyelamatkan bocah malang itu, karena jika kau menyuruhnya kembali ke jasadnya maka kau yang akan mati. Ingat kau adalah jin lemah yang tak bisa hidup tanpa bantuan manusia. Kalau kau mau menjadi kuat maka mintalah tumbal kepada wanita itu," bisik Angel


"Pikirkan baik-baik pangeran, kau atau dia yang mati," imbuhnya


Angel kemudian menghampiri Fikri yang tergeletak di lantai, sementara Ken hanya memandanginya dengan kebingungan yang mulai berkecamuk dalam benaknya.


Ia tampak bingung saat melihat Angel berusaha untuk menyingkirkan pemuda itu.


Sebenarnya ia ingin menyelamatkannya, namun seperti yang Angel katakan jika ia juga membutuhkan sukma Fikri jika ia ingin tetap melindungi Janie. Karena ia adalah Jin lemah yang membutuhkan sukma manusia untuk bertahan hidup.


Tapi di sisi lain ia juga tidak bisa membiarkan Angel mencelakai Fikri.


Sekarang apa yang harus aku lakukan??


Dasar bodoh selamanya kau akan jadi Pangeran Jin yang bodoh,


Angel tersenyum sinis saat menatap Kani yang masih diam mematung di depannya. Kali ini Angel merasa menang melawan Kani Pangeran Jin yang dulu memenjarakannya.


Bagaimana bisa seorang pangeran jin yang kuat tiba-tiba berubah menjadi pangeran pengecut dan lemah??


Saat Angel berusaha untuk membawa Fikri pergi, Kani langsung menahannya.


"Jangan bawa dia!"


Angel langsung menepis lengannya dan berlalu pergi.


"Lepaskan dia Angel!" seru Kani kali ini dengan suara yang meninggi.


Namun Angel tak menghiraukan ucapannya dan terus berlalu pergi. Tentu saja hal itu membuat Kani begitu marah hingga melepaskan kekuatan supranaturalnya kepada perempuan itu.


*Jrasshh!!


Angel menghentikan langkahnya saat merasakan darah segar menetes dari hidungnya. Ia segera membalikkan badannya dan menatap lekat kearah Kani.


"Kau akan menyesal karena sudah berusaha menghentikan aku," ucap Angel


Ia menyeringai menatap Kani seolah mengintimidasi pria itu.


Ia kemudian melemparkan tubuh Fikri hingga Kani langsung melesat untuk menangkap Fikri.

__ADS_1


Namun siapa sangka Angel justru memanfaatkan hal itu untuk menyerang Kani. Ia melepaskan kilatan cahaya berwarna putih kearahnya.


"Sekarang matilah kalian berdua!"


Wanita itu sengaja menggunakan kekuatannya untuk menghabisi Kanigara.


*Buugghh!!!


Seketika tubuh Kani terhempas dan jatuh tersungkur di lantai sambil memeluk tubuh Fikri.


Sementara di tempat berbeda Janie yang bisa merasakan apa yang dirasakan olehnya menjerit histeris saat melihat Ken terluka di depannya.


"Ken!!"


Tiba-tiba Janie terbangun dari tidurnya. Gadis manis berlesung pipi itu langsung mengusap keringatnya yang membanjiri keningnya.


Seperti sebuah firasat ia seolah melihat Kani yang terluka terkena serangan gaib Angel.


Ia segera bangun dan menuju ke kamar mandi. Dia yang khawatir dengan keadaan Kani kemudian berusaha memanggilnya.


"Ken...Ken... datanglah aku memanggilmu!" seru Janie


Cukup lama ia memanggil namanya namun tidak seperti biasanya yang selalu muncul saat Janie memanggilnya . Kali ini Ken benar-benar tak muncul. Tentu saja hal itu membuat Janie semakin khawatir.


Apa benar terjadi sesuatu denganmu hingga kau tak mendengar panggilan ku??


Udara malam tampak begitu sejuk menerpa wajah ayunya.


Dalam kesendiriannya, tiba-tiba Janie merasakan ada sepasang mata yang mengawasinya.


Iapun menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang menguntitnya.


Namun tidak ada siapapun di sana, ia yang penasaran mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya, namun tidak ada siapapun di sana, hanya suara jangkrik yang membuat suasana malam semakin mencekam.


Jangankan orang bahkan semua binatang pun sudah tidur jam segini.


Ia buru-buru masuk ke dalam rumah saat menyadari malam telah larut.


Ia kemudian merebahkan tubuhnya kembali di atas ranjangnya dan menarik selimutnya.


Saat hendak memejamkan matanya ia merasakan ada seseorang yang terus memperhatikannya membuat ia kembali membuka matanya.


Kini netranya membulat sempurna saat melihat sosok tinggi besar berada di depannya. Ingin ia berteriak memanggil ayahnya namun mulutnya seolah terkunci. Meskipun ia sudah berteriak memanggil sang ayah, tetap saja suaranya tak keluar.


Begitupun saat ia berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman makhluk itu, ia bahkan tak mempunyai kekuatan untuk melepaskan diri darinya.


Ya Tuhan tolong Janie, Janie gak mau jadi budak nafsu makhluk gaib itu!

__ADS_1


Ia hanya bisa meneteskan air mata sambil meminta pertolongan kepada sang Pencipta saat makhluk itu berusaha menyetuhnya.


Ia mencoba membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an dalam hati tapi tetap sama saja, makhluk itu pun tak kunjung pergi.


Saat makhluk itu mulai membuka pakaiannya sekelebat bayangan muncul dan menghalaunya.


"Ken," Janie akhirnya bisa bersuara lagi saat makhluk itu berhasil menjauh darinya.


Ia segera bersembunyi dibelakang Ken.


Makhluk itu segera bangkit dan menyeringai menatap kehadiran Ken .


Ia tak terima saat pria itu mengganggu malam pertamanya dengan Janie.


"Dia adalah istriku jadi jangan ganggu kami!" serunya dengan nada tinggi


"Sejak kapan Janie menikahi mu?" tanya Ken


"Sejak Nyai Angela Sariti menyerahkannya kepadaku malam itu," jawabnya


Kini Ken mengerti kenapa Angel membawa Janie ke laut. Ternyata siluman itu berusaha menyerahkan Janie kepada penguasa laut untuk mendapatkan kekuatan darinya.


"Tapi selama aku masih di sisinya aku tak akan membiarkan makhluk apapun mengganggunya kecuali kau sudah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya," sahut Ken


Makhluk itu semakin geram dengan ucapan Ken dan berusaha menyerangnya.


Meksipun tubuh Ken sedang lemah setelah terkena serangan Angela, namun ia berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkan makhluk itu agar tak menjadikan Janie sebagai istrinya.


Ken bahkan jatuh tersungkur dan memuntahkan darah segar saat makhluk itu menyerangnya bertubi-tubi.


Melihat Ken yang terluka, Janie segera memeluknya saat makhluk itu hendak membunuhnya dengan tongkat saktinya.


Seketika sebuah cahaya keluar dari tubuh gadis itu membuat sang makhluk gaib menghilang dari hadapannya.


"Kamu tak apa-apa Ken?" tanya Janie yang begitu khawatir saat melihat sosok Ken yang terluka parah.


"Apapun yang terjadi padaku, aku berjanji akan selalu datang melindungi mu. Tapi sepertinya sekarang aku tak bisa melindungi mu lagi karena aku semakin lemah," ucap Ken dengan suara lirih


Benar saja, tiba-tiba tubuh Ken menghilang sedikit demi sedikit menjadi kepulan asap putih membuat Janie teriak menangisi kepergiannya.


"Jangan pergi Ken!"


"Ken!" seru Janie berteriak histeris hingga menangis tersedu-sedu.


Entah kenapa ia merasa begitu kehilangan dan hatinya terasa sakit saat harus berpisah dengannya.


Ia berusaha mencari benda-benda klenik milik sang ayah agar bisa membuatnya menghilang menyusul Ken. Namun semua usahanya sia-sia karena ia memang tak memiliki kekuatan supranatural.

__ADS_1


__ADS_2