
"Aku tahu kamu akan bangun lagi mbak," ujar Jalu
Lelaki itu buru-buru mengambil secangkir darah ayam hitam dan memberikannya kepada wanita itu.
*Wushh!!
Tiba-tiba Janie melesat dan menyambar gelas itu darinya, membuat Jalu terkesiap melihatnya.
"Siapa sebenarnya dirimu?" tanya Jalu
"Perkenalkan saya adalah titisan raja Singosari Gilang!"
*Klontang!!!
Tiba-tiba semua orang tampak terkejut saat mendengar nama Janie.
"Sepertinya dugaan ku, di rasuki oleh Om Gilang. Tapi gimana ceritanya??" ujar Anas benar-benar tak percaya jika adiknya di rasuki oleh Gilang.
"Semuanya bisa saja terjadi atas izin Allah, Kun Fayakun!" seru Fikri dengan matanya yang berubah memutih.
Lelaki itu juga seketika melesat menghampiri Janie.
*Wuushh!!
Ia buru-buru menyambar tubuh Janie tepat saat Sari hendak menerkamnya.
*Deg!
"Aduh kenapa jadi deg-degan gini, apa si Janie suka sama Fikri, hadeeh gawat ini!" ucap Gilang buru-buru memalingkan pandangannya
"Wait, sepertinya ada yang beda di mata fikri, kaya ada pelangi?" Buru-buru Janie memutar kepalanya dan menatap lekat kearah Fikri.
"Wah beneran ada yang lain di matamu?"
"Emang ada apa Om di mata Fikri?" tanya Anas menghampirinya
"Ada beleknya,"
"Sue, canda aja ih si Om!" gerutu Anas
"Beneran Nas, lihat aja noh mata si Fikri putih semua gak ada item-itemnya.
"Sekarang apa lagi, apa Fikri juga dirasuki oleh roh??" pungkas Anas
"Bukan, sepertinya dia akan berubah?"
"Berubah jadi apa Om?" tanya Anas begitu serius
"Kalau di avenger itu ada Hulk maka di Indonesia ada Buto Ijo. Jika Warcraft punya Durotan maka kita punya Gondoruwo yang tak kalah kuat darinya," jawab Gilang
"Jadi Fikri akan berubah menjadi Buto Ijo atau Gondoruwo?" tanya Anas penasaran
"Dia memiliki kekuatan Buto ijo dari ibunya dan ia mendapatkan kekuatan Gondoruwo dari seorang pangeran Gondoruwo yang berusaha mencuri sukmanya. Tapi sayangnya Ken justru memilih memberikan sukma Fikri agar bisa melindungi Janie,"
"Wow, kerennya Fikri?"
"Sepertinya itu yang terjadi kepada Sari dulu kala. Dia adalah anak manusia yang harus menanggung karma dari orang tuanya yang merupakan penganut ilmu yang dibunuh oleh seseorang dengan menggunakan kekuatan ilmu hitam pula saat ia masih dalam kandungan. Tapi sayangnya Tuhan justru menyelamatkannya. Dan ilmu hitam itu yang justru menjadi kelebihannya,"
"Bagaimana Om tahu?"
__ADS_1
"Aku bisa melihatnya saat ia menghajar ku tadi?" jawab Gilang
"Apa itu alasannya dia membawa Fikri kemari??" tanya Anas
"Benar, dia ingin membunuhnya karena ia tak mau Fikri bernasib sama sepertinya.. Menjadi manusia aneh yang suka membunuh para lelembut,"
*Arrgghhh!!
Anas seketika berlindung di belakang Janie saat melihat Sari bangkit dan membawa keris di tangannya.
Wanita itu menyeringai, saat melihat Fikri yang sudah berubah menjadi sosok yang berbeda.
"Kau sekarang sudah berani menunjukkan wujud aslimu, Fikri!" ia menyeringai sambil mengusap lembut wajah Fikri
Jalu segera menutup rapat-rapat semua pintu dan jendela ruangan itu.
Saat lelaki itu hendak mengambil baki sesaji, Janie langsung menangkapnya dan menyuruh Anas untuk mengikatnya.
Sementara itu Sari mulai mencarinya.
"Jalu, dimana kamu, cepat bawa sesajinya kemari!"
Namun Jalu yang sudah diikat dan disumbat mulutnya tak bisa memberitahukan majikannya jika ia kini tak bisa membantunya lagi.
Sari membalikan tubuhnya dan mencari keberadaan Jalu. Sepertinya Wanita itu mengalami gangguan dengan penglihatannya.
Terbukti ia tak bisa melihat Jalu meskipun ia berada tepat di depannya.
Sementara, Gilang yang mulai menyadari kelemahan Sari tersenyum simpul sambil memikirkan bagaimana caranya menyingkirkan wanita itu.
Meskipun ia tak bisa melihat sekarang, tapi aku yakin mata batinnya sangat tajam.
Sari berjalan menuju ke sudut ruangan. Ia kemudian membuka lemari yang ada di sana.
Semuanya terkesiap saat melihat Mila keluar dari dalam lemari dengan wajah pucat.
"Mila???"
Anas buru-buru berlari untuk menyelamatkannya, namun lagi-lagi Gilang menghentikannya.
"Jangan sekarang, aku harus tahu dulu apa yang akan dilakukan olehnya. Aku belum tahu bagaimana kekuatan wanita itu. Jadi jangan gegabah!" ujar Gilang
Kini Sari menyeret Mila yang tak sadarkan diri. Ia membawanya ke altar persembahan dan membaringkannya di sana.
Ia mengambil air kembang yang sudah di persiapkan dan memandikan wanita itu.
"Sebenarnya apa yang akan ia lakukan??"
"Hari ini kau harusnya bahagia karena aku akan menjadikan mu sebagai ratu ilmu hitam. Kau akan menjadi tumbalku untuk menghabisi para lelembut yang selalu menyesatkan manusia. Untuk melakukan tugas mulia ini aku hanya butuh darah perawan mu untuk menyempurnakan ilmuku,"
*Deg!
Seketika Gilang langsung mengingat seorang dukun ilmu hitam yang melakukan praktek yang sama dengan yang dilakukan oleh Sari.
"Hmm, sekarang aku tahu apa yang akan kau lakukan,"
Gilang segera bergerak saat Sari mgakulai mengambil Golok tajam untuk memutilasi Mila.
Dengan cepat Gilang menyambar tubuh Mila dan menyelamatkannya dari tebasan golok Sari.
__ADS_1
Sari yang marah karena Gilang menggagalkan rencananya langsung menggerakkan tangannya ke atas.
Tiba-tiba semua jendela dan pintu terbuka. Suara derap langkah kaki tiba-tiba mengguncang tempat itu seolah ada bala tentara yang datang menyerbu ruangan itu.
Guncangan yang kencang membuat ruangan itu bergetar hebat hingga benda-benda yang ada di sana berjatuhan.
"Ada gempa!" Anas Buru-buru menyeret Radit keluar. Namun baru saja ia tiba di bibir pintu, puluhan lelembut sudah menghadangnya.
"Astaga, mimpi apa aku semalam sampai di serang ratusan demit," tukas Anas langsung membalikkan badannya
"Daddy help!" serunya saat melihat demit lain yang mulai menghadangnya
Melihat Anas yang dikepung demit membuat Fikri langsung melesat menghampirinya. Dengan cepat ia berhasil memukul mundur satu persatu demit yang menyerang Anas.
"Makasih bro, untung ada Lo. Btw tolong bantu kakak gue, eh maksud gue Janie yang lagi di rasukin Om Gilang. Sepertinya dia kewalahan menghadapi para lelembut itu," tukas Anas sambil mengipasi wajahnya
Fikri menoleh kearah Janie yang sedang dikerumuni oleh ratusan lelembut.
Saat ia hendak mendekatinya, Sari langsung menghadangnya dengan golok ditangannya.
"Kalau aku tidak bisa mendapatkan darah perawan maka aku juga bisa memakai darah perjaka mu bukan, hahahaha!"
*Hiaaat!!
Sari melompat dan menebaskan goloknya kearah Fikri, beruntung gerakan gesitnya mampu menyelamatkàcepat hampir saja membuatnya terkena tajamnya golok wanita itu.
Namun seberapa cepat Fikri berusaha menghindari tebasan golok Sari.
Fikri mengerang kesakitan saat golok Sari berhasil melukai lengannya.
Melihat musuhnya yang terus bermunculan Gilang berinisiatif untuk menggunakan kekuatan Pamungkasnya.
"Sepertinya gak ada jalan lain, capek ngadepin mereka satu-persatu!" keluahnya.
Melihat Fikri nyaris di mati karena golok Sari mau tidak mau Gilang menyelamatkan dulu pemuda itu.
Gilang melepaskan tendangannya tepat saat Sari hendak menebaskan goloknya.
*Pranngg!!!
Gilang buru-buru berlari untuk mengambil golok itu. Ia dan Sari berkejaran mengambil golok itu.
*Priiit!!
Anas sengaja meniup peluit untuk menghentikan keduanya.
Ia buru-buru mengambil golok itu dan melemparnya kepada Gilang.
"Tangkap Om!"
Gilang segera melompat untuk menangkapnya, namun siapa sangka Sari langsung menendangnya hingga Gilang terhempas.
Sari langsung melompat untuk menangkap golok itu, tapi siapa sangka ia terpeleset hingga membuatnya terjatuh.
*Jrasshh!!
Gilang dan Anas terkesiap saat melihat tangan Sari putus setelah terkena sabetan golok yang melesat kearahnya.
Hanya dengan menjentikkan jarinya tiba-tiba lengan Sari berhasil terpasang kembali.
__ADS_1
"Anj*r ilmu apa itu Om?"
"Rawa rontek!"