PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 12 : PELAMPIASAN


__ADS_3

***jalan pintas itu rata rata bikin sial contohnya jalan pintas cepat kaya..bisa mengancam nyawa


--GwenSondakh***-----


#######


Aku pulang ke rumah dengan berjalan kaki karena aku tak punya ongkos untuk pulang.


Di temani lampu jalan yang temaram dan hawa dingin menusuk kulit.Aku pun memasukkan tangan ke saku jaketku dan segera berjalan lagi.


Aku harus bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan uang.Andai aku masih punya ponsel,aku bisa mengendorse barang dan makanan,skincare.Ahh SUDAHLAH!!


Aku punya sedikit tabungan tapi itu tidak cukup untuk membeli ponsel.Dan laptop ikutan error juga.


Kulihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 21.00.Aku harus segera mempercepat langkah agar cepat sampai rumah.


Seingatku disini ada jalan pintas.Aku pun berbelok berjalan memilih jalan pintas menuju rumah.


Jalanan ini teramat sepi.Ini adalah jalan di belakang gedung perkantoran dan sekolah.Di sebelahnya perumahan elite orang kaya yang di batasi pagar setinggi 4 meter .


Hawa tambah dingin.Aku tiba tiba merasakan hawa yang tak enak.Ah mngkin perasaanku saja,karena dari tadi kan mood ku sudah gak enak.


Mau balik putar arah juga tidak mungkin karena aku sudah separoh jalan.Ketika jalan ini berakhir aku hanya berbelok ke kiri dan tinggal masuk ke komplek rumah kakak.


Suasana begitu hening dan sepi sekali.Hanya terdengar suara langkah kaki ku yang menhentak di aspal.


Namun dari kejauhan kudengar ada suara beberapa orang yang berteriak.Dan entah kenapa aku jadi kepo sama suara yang tambah lama tambah dekat.Dalam keadaan yang hampir gelap dan nyaris minim penerangan.Aku samar samar melihat ada tiga orang pria.Satu gendut dan dua lagi berbadan tinggi tegap.


Dan mereka bertiga sedang mengeroyok seorang pria.


Aku tidak ingin berurusan dengan pria pria itu mengendap endap berjalan pelan sekali.Maksudku aku ingin sembunyi dulu.Setelah mereka selesai menyiksa orang itu,aku lanjut jalan lagi.


Aku baru menyadari,jalan pintas dalam hal apapun itu kadang bikin kita malah sial...!!!


Aku mengendap-endap sangat pelan ke arah tempat sembunyiku di balik tong sampah.Tapi lagi lagi,memang ini hari terburuk dari hidupku.Aku yang terlalu fokus melihat mereka,malah menendang setumpuk kaleng minuman kosong yang berserakan di sisi tempat sampah.Dan menimbulkan suara yang sukses membuat mereka mengalihkan perhatiannya.


Demi apapun,aku sial banget hari ini!!!!


"Ohhh rupanya ada saksi yang melihat kita.Cepat bereskan dia!!"


waduh...!!Gimana dong??Jantungku berdegup 2x lipat detak normal.Andai aja aku tadi gak lewat sini.!!!! Sudah terlambat.


Aku yang mengambil jurus langkah seribu tertangkap oleh pria yang berbadan tegap.


*T*idak ada jalan lain selain fight !

__ADS_1


Aku meronta ronta,tapi kata pelatih kendo ku di kampus,meronta ronta malah akan membuat cengkraman makin kuat.


*I*yain aja dah.


Aku pun pasrah di seret olehnya.Dan dia melemparku berkumpul dengan pria yang di keroyoknya ini.Aku melihat sekilas pria yang sedang menunduk sambil memegang perutnya yang di pukul preman preman ini.


Pria yang malang.


"Ternyata dia hanya seorang wanita,kau bisa kan menghabisi dia sendiri??" Kata preman bertubuh gendut pada temannya.


Pria yang menyeretku tadi sekarang memaksaku untuk berdiri dengan menjambak rambutku.Sumpah ini sakit banget,rambut panjang yang aku kuncir dan jarang rapi ini di jambak preman yang aku sebenernya gak ada urusan ama dia..


Memang hariku sedang sial!!!


Okee.Aku harus konsentrasi dengan apa yang guru ajarkan padaku.


Segera ku genggam tangan pria ini dengan cepat.Dan ku puntir tangannya.Dia pun kesakitan dan aku menendang dengkulnya,hingga dia jatuh tersungkur.


"Majulah Kalian!"


Aku menantang mereka bertiga berkelahi.


Aku memang tak yakin akan menang melawan mereka.Tapi tak ada jalan lain untuk menyelamatkan diri.Keluar hidup hidup dari sini,atau habis di tangan Mereka.


*K*akak,jika aku tak sampai rumah,maafkan atas semua kenakalanku selama ini.


Aku mencium bau alkohol menguar dari mulut dan badan mereka.Rupanya mereka semua setengah mabuk.


Akupun berhasil melawan mereka.Dengan semua pukulan dan tendanganku..


Entah kenapa aku jadi beringas seperti ini.Mungkin karena aku terbawa emosi pada Mark dan melampiaskan kepada para preman ini.


Mereka seperti samsak hidup yang aku tendang dan aku tinju!!


mereka semua jatuh tersungkur dan lari dari tempat itu.


Olah raga malam telah selesai.


Aku rasa tidak rugi ikut latihan kendo.Kakak ku bilang kalau wanita itu bukan makhluk lemah.


Huuuhh,aku membuang nafas kasar.


Ohh iya,pria itu!!


Aku buru-buru berlari ke arahnya.

__ADS_1


"Hei,apanya yang terluka???" kalau aku tanya apa kau baik baik saja?? Jelas itu pertanyaan ngaco! dia uda lemes babak belur begini.Gak mungkin dia baik baik aja.Aku kalau di tanya begitu saat sedang kayak gini bisa tambah ngamuk!!


Aku menggoyang goyangkan badan pria ini,tapi tak ada respon.


"Ayoo kita pergi dari sini sebelum mereka kesini dengan jumlah yang lebih banyak."


Kemungkinan itu ada kan??Mereka itu preman dan aku sudah mengetahui mereka.Bukan tidak mungkin mereka kembali kesini dengan membawa pasukan.


Pria inipun mendongakkan kepalanya.


Pria imut itu,tatapan mata mempesona itu,wajah yang tampan dan rambut messy tertiup semilir angin.


Wajahnya berada sangat dekat dengan wajahku.Hembusan nafasnya terasa di sekitar wajahku.


Aku menelan ludah dan memundurkan wajahku sedikit.


Dia sekarang terluka,di sudut bibir nya yang seksi dan berwarna pink terdapat sedikit darah,rambutnya acak acakan dengan wajah mengenaskan.


Kalau akun gosip mendapatkan foto mark dengan kondisi seperti ini,pasti HEBOH!


"Pergilah" katanya dengan suara parau,seolah olah dia mengerti kalau aku benci dia.Tak akan mungkin mau menolongnya.


Iya!!kalau ingat kesombongan dan arogannya padaku aku sangat tidak ingin menolongnya...!!


Sudah babak belur begini,masih tak mau di tolong.Baiklah aku pergi,biar nasib baik yang akan membawamu keluar dari tempat ini.Segini saja aku menolongmu....!!!!


"Baiklah." aku berdiri dari posisi jongkokku.


Aku berjalan pelan meninggalkannya.


Tapi aku sungguh tak tega melihatnya,kalau preman-preman itu datang lagi kesini dan membunuh Mark bagaimana??


Akupun berbalik arah dan berjongkok di depannya.


"Ayoo aku akan membawamu kerumah sakit..." aku menarik lengannya untuk memapah dia keluar dari tempat ini.


"Jangan....!!" katanya parau dengan memegang perut menahan sakit.


"Kau terluka." aku gak mau ya Mark,di salahkan lagi atas insiden ini!!


"Media akan heboh memberitakan aku."


Benar juga katanya,dia pun lemas dan pingsan....!!


#######

__ADS_1


like n comments jika anda suka...


thank you....


__ADS_2