
***MAAF,kata yang simple tapi sulit di ucapkan.
πΌGwenπΌ***
πΏπΏπΏ
Seminggu berlalu setelah kejadian pengeroyokan Mark.
Aku mulai menjalani hidupku dengan yaaaaa lumayan Normal.
Aku mulai terbiasa hidup tanpa ponsel selama hampir sebulanan.Awalnya memang sulit dan itu membuat aku frustasi.Tapi life must go on.
Dengan atau tanpa ponsel nyatanya aku masih bernafas sampai sekarang.
Dulu,aku tidak bisa lepas dari ponsel terlebih setelah aku bisa menghasilkan uang dengan meng endorse barang.
Sekarang terima aja lah.Percaya aja sama Tuhan pasti kasih jalan biar bisa punya ponsel lagi.Aku yakin keterpurukan ku ini hanya sementara.Ponsel ambyar kita bisa beli lagi.
Keadaan ini tak ada apa-apanya dengan rasa sedih kehilangan orang tua.Aku sebagai anak yang lumayan manja dan nakal langsung terpuruk ketika Ayah dan Bunda meninggal dalam suatu kecelakaan.Aku yang nakal dan selalu membantah Bunda sangat menyesal karena tak pernah bisa membuat bunda bangga.
Yang aku punya hanya Kak Andy.Aku sekarang selalu dan patuh dengan tutur katanya.Termasuk dalam hal pacar,Kak Andy mewanti-wanti agar aku tidak pacaran dulu.Karena ada hal lain yang harus di raih lebih dari sekedar hubungan lawan jenis.
Aku punya cita cita yang mulia dan aku pasti akan mewujudkannya.
Sore ini aku berjalan kaki pulang dari kampus.Aku kuliah semester akhir dan sebentar lagi akan lulus.
Lulus kuliah di usia 24 tahun tidak terlalu buruk.Yang penting kuliah biar ada modal nyari kerjaan.
Aku berjalan di pusat perbelanjaan terkenal di Seoul.Aku pengen banget beli jajanan yang di jual di kaki lima.Tapi kalau ingat uang yang ada di kantong celana jeansku,rasanya aku pengen nangis aja!
Keadaan keuangan sedang buruk.
Aku cuma bisa menelan ludah melihat roti-roti yang keluar dari panggangan,sosis yang di bakar di oles mentega dan pizza mini dengan keju mozzarella.Asap beraroma latte mengepul di sekeliling hidungku.
Sial banget sih,nyesel aku lewat sini.Tapi kalau lewat jalan pintas yang kemaren??aku jadi begidik ngeri.Gak lagi-lagi dah lewat situ.Di kejar anjing masih mending.Kalau di kejar preman??Bisa amsyong saya!
Kulangkahlan kaki ku dengan kesal dan mengehentak-hentakkan kakiku di aspal.Kalau lagi sebel begini kata Kak Andy aku mirip anak kecil.
Aku berhenti dan melihat ke arah layar LCD yang lumayan besar di depan counter brand fashion ternama.Ukurannya kira-kira 1x2 meter.
Disana ada foto Mark sebagai brand ambassador fashion tersebut. Dia mengenakan jas berwarna putih dengan motif print.Mengenakan kaos dan celana jeans.Rambutnya yang berwarna coklat tua tersisir rapi.
Posenya memukau dan dia terlihat very handsome.
__ADS_1
Dia memang memiliki aura bintang.Ketampanannya lagi-lagi menguasai pikiranku.
"Hei..." ada seseorang yang berbisik dengan mencolek lengan kemeja polkadotku.Aku yang sedang gak mau di ganggu melihat foto Mark gak memperdulikan colekan itu.Bodo amat lah,aku paling juga gak kenal.
Dia gak nyerah dan mencolek aku lagi dengan agak menarik lenganku.Aku menepisnya.
Apaan sih rese banget gangguin aja!
"Pergilah...." aku menoleh ke sumber kerusuhan ini.
Aku berjingkat,jantungku berdegup tak normal,lebih kencang dari biasanya.Enggak tau kenapa,tapi aku gak suka dia menciduk aku dalam keadaan memalukan kayak gini.
Dia menyunggingakan senyum palsunya satu juta mega watt.Nyutttt,kayak kesetrum aku.
"Kau kagum padaku kan??Melihatku sampai seperti itu"
Aku yang tertangkap basah sedikit mengagumi fotonya hanya bisa mencari-cari alasan yang pas.
"Apa berharap aku akan mengidolakanmu??" Aku menyengir kesal ke arahnya sebagai kamuflase kegugupanku.
Dia mempoutkan bibir tipis merah mudanya dengan melirikku.Aku jadi makin gak kondusif.
Sumpah kaki ku gemetar.Help me!!!
"Yakin begitu??" katanya tak percaya.
"Jangan merasa kau yang paling tinggi.Tak semua orang suka padamu.Aku melihat fotomu karena aku baru sadar kalau lubang hidungmu besar sekali." Aku menunjukkan kedua jari ke arah lubang hidung.
Memang kan dia ini sombong banget???
Aku putuskan aku pergi saja.Aku gak mau berurusan sama Mark lagi.Kalau ada paparazi yang liat kami bisa-bisa aku di sangka sasaeng dan di gosipin lagi.
Tapi dia dengan cepat menarik lenganku.
"Eittss...." dia seperti mencegah aku pergi.
Apalagi sih???
Aku berbalik ke arahnya.Duh tatapan itu lagi.
"Apa??" kataku dengan menaikkan alisku.
Dia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.Sebuah ponsel merk nanas edisi terbaru.
__ADS_1
Ngapain juga dia nunjukin ponselnya ke aku??Mau pamer kalau dia mampu beli ponsel baru lagi??Enggak puas tiap hari muncul di acara musik,TV,majalah,akun gosip,youtube dan medsos yang lain??
Sekarang dia pamer di depan mataku juga??Yang notabene apalah aku di banding dia,aku cuma imigran dan ingin hidup tenang.
Dia bersikap seolah-olah penggemar di seluruh dunia masih belum cukup hingga dia harus pamer ke seorang fans Bollywood yang cuma minoritas disini.
"Untukmu" dia menyodorkan ponsel itu ke arahku.
Buat aku?
"Maksudnya???" Ini beneran aku gak ngerti apa maksud Mark.
"Aku mengganti ponselmu." kata-katanya terdengar tulus di telingaku.Di tambah senyum itu.
Siapa sih yang gak seneng kalau dia insyaf dan mau mengganti ponselku yang sudah di banting??Dengan tangan gemetar aku menerimanya.
"Aku tau kau tidak akan mampu membelinya lagi makanya aku ganti.."
siii****ttt...!!!!
Perkataan Mark membuat imanku goyah.Ingin ngumpat.
Aku yang hampir 99% percaya kalau Mark anak baik seketika ambyar seperti hilang kesapu angin tornado!
Aku batal mengambil ponsel itu karena mendengar hinaannya.
"Kau harus tau MARK LEE.Aku memang kesulitan membeli ponsel baru lagi,tapi aku yakin dengan keputusanku untuk merelakan ponselku yang sudah kau hancurkan.Jadi,simpan saja benda ini atau kalau kau tak suka,kau bisa membantingnya.."
Dengan menarik tali tas punggungku aku berjalan dengan kepala tegak.Enggak lagi-lagi dah aku di rendahin idol kayak dia.
Berniat minta maaf aja gak ada dalam otaknya.
Kadang manusia hanya butuh maaf meskipun apa yang berharga sudah gak ada lagi.
Tapi Mark tak ingin minta maaf padaku.
Lupakan urusan dengan dia.Aku ingin hidup TENANG!!
πππππ
baru up....!! thanks yang sudah baca n like.
mau promosi bisa ya..silakaaannn.
__ADS_1