PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 74 :RELATIONSHIT !!


__ADS_3

Kalau hubungan saling menyayangi itu namanya RELATIONSHIP, kalau hubungan yang cuma menyiksa batin dan menyedot kesabaran jiwa itu namanya RELATIONSHIT !!


Anggap aja typo!!!


๐ŸŒผMahasiswimabokujian๐ŸŒผ


๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“


Ujian hidup, ujian rumah tangga ujian lulus universitas akhir-akhir ini sedang akrab menyapa hidupku.


Aku hanya berharap asupan vitamin C ku cukup untuk mengahadapi hari-hari berikutnya yang lebih menyedihkan.


Aku tak membalas pelukan Mark saat dia memelukku kemarin, Tapi suara merdu Suami KW yang minta maaf membuat tembok pertahanan bodo amat-ku runtuh. Aku ingin meneteskan air mata melihat ke insyafan suamiku.


Tapi namanya juga Mark Lee, saat aku mau menjawab permintaan maafnya, tiba-tiba dia mendorongku dengan kasar dan memerintahku bersih-bersih.


Aku yang akan terharu dengan permintaan maafnya seketika sebal dengan perlakuannya.


Memang Siluman Buaya.


********* !!!


Tak hanya di situ saja, Mark menyuruhku menggosok setumpuk pakaian yang semuanya model kemeja dan bermerk.


Sepanjang hidup aku menyetrika pakaian, aku rasa ini yang paling ekstrim, karena baju Mark semuanya bermerk. Tanganku tak henti-hentinya bergetar. Bahkan untuk menghafalkan materi presentasi saja aku takut. Melamun akan membuat ku terlena dan baju Mark bisa hangus.


Tapi aku enggak jadi sebal saat selesai menggosok pakaian, Mark menyiapkanku makanan.


Aku tak mengerti ada hal apa yang membuat suami KW ku kadang sweet kadang ngeselin.


Akupun bertanya Mbah Netizen sejuta umat siapa lagi kalau bukan Mbah Google untuk jawaban yang tidak akan pernah aku temukan di tempat lain.



Sudah beberapa kali Mbah Google yang kupercaya bisa menembus mata batin seseorang seperti Roy Kiyoshi lagi-lagi memberikan jawaban absurd untuk pertanyaanku.


Namun entah mengapa aku tak kapok.


Aku yang kurang puas dengan jawaban Google langsung memilih opsi kedua yaitu Chat a Friend.


Aku hanya punya satu teman akrab di Korea yaitu Leona, meskipun Leona super ngeselin dan suka memanfaatkan teman, tapi jam terbang Leona untuk masalah percintaan lebih tinggi dariku.


Leona dengan bangganya pernah bilang dia punya mantan 6 dan 2 selingkuhan.


Aku rasa Leona bisa aku tanyai.


Akupun segera menge-chat Leona.




Aku menyesal menghubunginya, bukannya dia memberikan jawaban malah dia kepo dengan Rumah Tanggaku.


Agar dia tak menggangguku terpaksa aku memblokirnya.


"Makanlah, jangan main ponsel terus" Tegur Mark.


Aku yang tiba-tiba terfokus dengan chat Leona yang menyinggung situs Dispet harus menaruh ponsel sebentar untuk makan.


Biarlah rasa penasaran akan pria yang duduk di depanku ini aku tunda.


Giliran aku makan, ponsel Mark yang berdering.


Setelah menerima telpon yang entah dari siapa, wajah Mark berubah serius.


Makanan yang belum habis makan di tinggalkan begitu saja.


Tanpa berpamitan mau kemana Mark pergi keluar rumah.


Aku melongo melihatnya pergi dengan deru laju mobil yang sangat kencang.


.


.


.


.


Malam ini aku masih duduk di meja belajar, aku melihat jam di ponsel menunjukkan jam 22.30 malam.


Aku masih belajar untuk persiapan materi presentasi besok.


Mark kemana ya.....??


Aku coba membuka situs Dispet, aku jarang membukanya karena sekali berita buruk tentang Mark muncul, mataku langsung panas ketika membacanya.


Walaupun aku cuma istri-istrian, perasaanku padanya lebih daripada itu.


Aku beranikan diri membuka portal berita gosip artis itu, aku harus siap jika ada berita yang bikin nyesek.


Sudah kuduga, berita di situs Dispet sedang hangat-hangat nya membahas hubungan Mark dengan konsultan pajak pemerintah, Jung Hye Ri.

__ADS_1


Dan aku jadi tau kalau Mark tak jadi bertemu di Namsan Tower karena situs Dispet mengunggah foto Mark yang terciduk tengah masuk ke apartemen Hye Ri siang itu.


Aku menghempaskan punggungku di kursi ergonomis.


Jika Mark membatalkan sesuatu pasti ada hubungannya dengan wanita itu.


Aku menelpon Mark ingin menanyakan dia pulang atau tidak, tapi setelah 3 kali aku menelpon, tak kunjung di angkat juga.


Aku menelungkupkan wajahku di meja belajar. Materi yang aku hafalkan seketika buyar !!!


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Aku tau Mark tak pulang kerumah.


Aku sengaja tak memasak dan bersih-bersih rumah karena pagi ini aku harus presentasi untuk peneliatianku.


Aku harus mengesampingkan urusan pribadiku saat ini agar aku fokus untuk tugas akhirku.


Aku duduk di sofa sebelum aku berangkat ke kampus.


Dengan pakaian formal hitam putih layaknya karyawan yang akan pertama kali masuk kerja aku telah siap.


Aku harus semangat.


Ketika aku akan membuka pintu depan , Mark datang.


Wajahnya lesu seperti kurang tidur.


"Hai Mark, kau baru pulang? Semalam aku menelponmu, harusnya kau memberi kabar" Aku langsung protes karena dia melanggar peraturan.


"Semalam aku di minta Hye Ri untuk menjaganya. Dia ketakutan karena laki-laki jahat itu terus menerornya" Jawab Mark.


"Dia bisa menjaga dirinya sendiri. Kalau perlu panggil saja polisi atau menyewa bodyguard !!"


Wajar lah kalau aku bilang begini, karena ini menyangkut keamanan seseorang. Tidak bisa di anggap remeh. Namun Mark memberiku jawaban mengejutkan.


"Hye Ri itu berbeda denganmu, kau bisa membela dirimu sendiri, kau terlalu kuat. Bahkan aku saja kalah jika melawanmu. Lagipula aku sudah berjanji padanya untuk selalu menjaganya".


Aku tersenyum kecut.


Aku ingin memulai hari dengan semangat mengingat hari ini aku presentasi, tapi lagi-lagi semangat ku terpatahkan karena Mark.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Aku menunggu giliran namaku di panggil untuk presentasi.


Aku hanya bisa berdoa sekarang agar semua urusanku lancar.


Sepanjang jalan, aku menyemangati diri sendiri untuk fokus ke tujuanku.


Mark telah berjanji untuk selalu menjaga Hye Ri. Aku rasa Mark tak bisa melanjutkan ini lagi .


Aku tak bisa bertahan lebih lama lagi


Hati Mark bukan untukku.


.


.


.


.


Aku keluar dari ruang presentasi dengan nafas lega, aku bisa melakukannya dengan baik, dan aku lulus.


Buru-buru aku mengambil ponsel dan ingin mengabari Mark, namun aku urungkan niatku. Rasanya Mark tak butuh kabar baik tentang aku.


Lalu aku beralih memencet nama Kak Andy, aku mengirim sebuah pesan jika aku di nyatakan lulus.


"Gwen" Suara familiar memanggilku.


"Direktur Byun" sahutku dengan mata berbinar.


Aku tak menyangka dia ada disini pas aku selesai presentasi.


"Selamat ya, aku dengar kau di nyatakan lulus hari ini" Direktur Byun mengulurkan tangan tanda selamat. Aku memyambut uluran tangannya.


"Terima kasih, kau banyak membantuku. Aku merasa penelitian ku lancar karena kau banyak membantuku"


Meskipun Mark lebih banyak membantu, namun Direktur Byun juga memudahkan aku untuk melakukan penelitian di perusahaan nya.


*


Aku dan Direktur Byun duduk di kursi taman dekat air mancur areal kampus.


"Sebentar lagi kau akan wisuda, setelah ini apa rencanamu?" tanya Direktur Byun.


Aku menunduk. Sejujurnya aku belum punya rencana apapun. Karena masalah pernikahan settingan ini menggerogoti jiwaku.


"Aku belum tau, mungkin aku akan mewujudkan cita-cita ku." Jawabku sekenanya.


Aku tak punya cita-cita. Hidupku tak berkonsep. Karena saat aku membuat konsep masa depan, ada saja pengahalangnya.

__ADS_1


"Aku pikir kau akan jadi Ibu Rumah Tangga yang baik" Direktur Byun berseloroh.


Aku tersenyum miris.


Maunya sih gitu?? Tapi kalau Bapak rumah tangganya tidak berkenan, aku mah bisa apa?? Itu cuma angan-angan dan tak akan jadi kenyataan.


Suamiku saja lebih mementingkan Hye Ri.


"Sepertinya aku menyerah." Jawabku spontan.


"Kalau kau menyerah jadi istri seorang Idol, ingatlah aku yang akan menunggumu"


Akupun menghela nafas, kenapa lagi sih ngungkit hal ini???


"Maksudmu Direktur Byun??" Aku pura-pura b*ego.


Usiaku sudah hampir 25 tahun, rasanya tak pantas untuk tidak tau tentang cinta, aku berpura-pura bodoh untuk mengelabuinya.


"Aku memang keterlaluan, tapi aku tau kau dan Mark hanya membohongi publik. Aku memang sedikit memaksa, tapi jika kau dan Mark sudah berakhir ingatlah aku yang selalu menunggumu"


Direktur Byun berbicara tentang perasaanya padaku. Apa aku harus menjawabnya sekarang?? Aku tak ingin dia menyinggung ini lagi


"Maafkan aku Direktur Byun, tapi kau tak perlu menungguku" Jawabku sedikit tegas.


"Apa kau mencintai Mark sekarang??"


Aku tak langsung menjawab. Dengan mulutku yang terdiam seharusnya dia tau apa jawabanku.


"Baiklah, aku harus pulang sekarang. Sekali lagi terima kasih atas bantuanmu". Aku membungkuk hormat kemudian kabur dari sana.


Enggak lagi-lagi deh ngobrol berdua sama dia.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Sore ini aku membaca buku di sofa. Hatiku sedikit lega karena saat aku pulang kerumah aku mendapat pesan tertulis di tempel di pintu kulkas.


Mark seolah tau, jika aku pulang aku selalu menuju kulkas lebih dulu untuk minum.


Aku ke studio, pulang malam hari


Senyumku mengembang, setidaknya dia tidak pergi ke apartemen Siluman Ular betina itu.


Akhir-akhir ini aku sering membaca jurnal usang milik ayahku. Aku membaca tentang perjalanan karirnya yang ditulis di buku ini.


Namun sayang, ayah tak menuliskan kisah cintanya dengan Bunda.


Bel di depan berbunyi, siapa yang datang ya??


Aku buru-buru membuka pintu.


Seorang wanita cantik mirip barbie dan berambut hitam panjang berdiri di depan pinty yang baru saja ku buka


Aku mempersilahkan dia masuk.


"Apa kau mau mencari Mark?? Dia tak ada di rumah, dia ke studio" Kataku berusaha ramah, padahal aku muak melihat wajahnya.


"Aku kesini untuk bertemu denganmu" Jawabnya dengan wajah elegan.


Aku cuma menjawab oh...


Ngapain ya manusia setengah bidadari mau ketemu Imigran??


"Selamat ya akhirnya kau lulus dari universitas, yah meskipun di usia mu yang sudah 25 tahun"


Aku harus bertepuk tangan untuk ini. Aku akui aku memang terlambat masuk kuliah. 2 tahun aku belajar bahasa Korea dan itu tak mudah.


"Terima kasih, lalu apa yang membawamu kemari??" Setelah dia killing me softly aku tak mau berbasa-basi lagi.


"Aku tau pernikahan kalian itu palsu kan?? Mark hanya mencintaiku. Dia sudah berjanji untuk ada di sisiku"


"Apa buktinya dia masih mencintaimu?? Nyatanya dia menikah denganku. Kalau dia memang mencintaimu, harusnya kau sudah menikah dengannya sekarang"


Balasku tegas. Bukannya dia di lamar nolak ya??


"Sebentar lagi kau akan melihatnya, kau harus siap jika dia mengabaikanmu" Jawabnya seperti tak terpancing dengan kata-kataku.


"Aku tak ingin Mark menderita menjalani pernikahan tanpa cinta"


Kata terakhir Hye Ri terasa mak jleb tepat menusuk jantungku.


Hye Ri pamit undur diri dan dia pergi


Aku hanya bisa meresapi perkataan Hye Ri.


Apa selama ini aku menyiksanya??


Dengan perasaan sepihak ini???


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


inginnya ending manis tapi kurang maksimal.


maafkann readers saya mengecewakan.

__ADS_1


๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ


__ADS_2