PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 35: ME VS SILUMAN BUAYA.


__ADS_3

***AKU SEDANG SERIUS TAPI SALAH ORANG!!


(MARK LEE&GWEN SONDAKH***)


🌸🌸🌸🌸


Aku dan Mark sekarang sedang duduk berhadapan di kursi makan rumah Mark.Sebenarnya aku tak mau di ajak kesini,tapi mengingat kami akan menjalankan misi rahasia,rumah Mark adalah tempat yang paling aman.


Saat pertama kali aku masuk kesini,aku merasa nyaman.Rumah Mark sangat bersih,interiornya minimalis dengan jendela kaca yang lebar dan tinggi.


Dapur di rumah Mark juga bersih dan rapi.Di tembok ruang tengah terpampang nyata foto Mark Lee dengan pose yang bisa membuat kaum hawa menjerit(kecuali aku).Aku sih B aja.


Di sisi tengah ruangan ada tangga ulir yang menghubungkan lantai bawah dan atas.


Pemandangan di halaman belakang juga menakjubkan.Aku bisa melihat waduk buatan disana.


Menurutku Mark sangat pandai mencari tempat tinggal.Suasana disini sepi,tetangga hanya ada beberapa rumah saja tapi sayangnya kawasan ini agak jauh dari Seoul dan aku harus berjalan kaki 300m menuju halte bis.


Masing-masing dari kami sudah memegang secarik kertas berwarna putih yang masih hangat baru keluar dari mesin printer.Mark yang mengetiknya setelah melalui adu mulut dan perdebatan yang sengit.


Untuk merumuskan poin-poin di surat perjanjian pernikahan kami yang kata Mark ada expirednya.


Persetan dengan expired!! Aku cuma mikir gimana kuliahku kalau aku di deportasi.Kata -kata Mark kemarin ada benarnya,kalau aku tak boleh pulang dengan tangan hampa.


Belum lagi ceramahan kak Andy.Ngebayangin dia marah aja bikin ngeri.


Tapi,ada hal yang masih mengganjal di pikiran.Tujuanku jelas,pernikahan ini aku lakukan karena aku gak mau di deportasi,kalau Mark???Enggak mungkin siluman buaya berubah jadi angel untuk menolong imigran seperti aku??


Imigran adalah kata-kata yang di agungkan ketika menghinaku!


Aku yang dari tadi menunduk melirik ke arah Mark yang memijit-mijit pelipis kepalanya dengan jari telunjuk.Mungkin dia lagi menghayati,menimbang-nimbang,mikir-mikir poin yang ada dalam surat perjanjian ini,sebelum kita semua teken!


"Aku rasa,aku setuju dengan perjanjian ini" katanya setelah lama kita diam dalam keheningan.


"Baiklah,kalau begitu bacakan!" Aku memerintahnya.


"Kau saja yang Membaca,kan aku sudah mengetik."


Sudah kuduga,selain suka itung-itungan,mana mau Mark di perintah sama Gwen???


Aku menyengir,kemudian membaca surat perjanjian itu.


"Surat perjanjian pernikahan,pihak pertama dalam hal ini Mark Lee,lahir di Ilsan,24 april 1990 dan pihak kedua ialah Gwen Sondakh lahir di Manado 13 Desember 1996,dengan perjanjian pernikahan sebagai berikut:SATU : kedua belah pihak bekerja sama melakukan pernikahan selama 8 bulan terhitung sejak surat perjanjian ini di tanda tangani.DUA,kedua belah pihak tinggal bersama dalam satu rumah dengan kamar terpisah.TIGA,tidak ada kontak fisik terkecuali di depan publik,media dan di tempat umum.Kontak fisik seperti berpegangan tangan,memeluk bahkan mencium bisa di mungkinkan demi menjaga reputasi sebagai suami istri....."


Perasaanku gak enak saat aku nyebut poin ketiga,di tempat umum harus tampil mesra gitu???Poin inilah yang sempat aku perdebatkan dengan Mark.Mark juga bilang kalau dia juga terpaksa harus mencantumkan poin ketiga ini.Hufffttt..!! Dasar siluman buaya!!


"Hei,ayo baca lagi...." perintah Mark membuatku sadar dari pikiranku yang mblayang kemana-mana.


"EMPAT,pihak kedua melakukan kewajiban sebagai istri dan bekerja sama dalam rumah tangga.LIM,pihak kedua tidak boleh menggunakan media sosialnya seperti INSTAGRAM,FACEBOOK,WEIBO dll .ENAM,kedua belah pihak tidak boleh saling mencintai.TUJUH,Jika salah satu pihak tidak bisa menjaga rahasia ini dan terbongkar di depan publik,maka pihak yang dirugikan menerima kompensasi sebesar 100juta won..!" Aku pun mengakhiri surat perjanjian itu dengan cengiran.


Gini amat yak dendanya 100juta won!!! Dan lagi aku gak boleh gunain media sosial untuk menjaga privasi dan kerahasiaan pernikahan kita dari sorotan publik.Dan yang paling mencengangkan diaantara kita tidak boleh saling mencintai.


Aku berdecih.

__ADS_1


Yang bener aja,itu enggak akan pernah terjadi.


Aku memegang pulpen dan menandatangani surat perjanjian pernikahan settingan ini.


Settingan??


Bagus banget nasibku sekarang,hanya 8 bulan dan aku jadi janda di usia 25 tahun.Aku tersenyum miris.


Aku berjabat tangan dengan Mark tanda deal!!


"Kapan aku bisa bertemu dengan kakakmu??"pertanyaan Mark membuatku terkesiap karena aku dari tadi memikirkan nasibku yang akan jadi janda,cepat atau lambat.


"Apa??" aku reflek menjawabnya.


"Aku kan akan melamarmu dan minta ijin menikahimu." balasnya lagi.


"Ohh,tadi aku sudah menelponnya,dia ada waktu sore ini."


Ini sudah jam 14.00 dan sebentar lagi mau sore.Aku sungguh deg-deg an akan menjalani pernikahan ini.Pernikahan terpaksa yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.Aku membuang nafas perlahan.


🌸🌸🌸🌸🌸


"Jadi,kau akan menikahi Gwen adikku??" Pertanyaan mantap Kak Andy untuk Mark yang kini sedang berhadapan dengan kakakku.


Aku ada disamping Mark.


"Iya Hyung.." jawab Mark dengan menunduk hormat.


"Kenapa kau terburu-buru?Bukankah kalian baru saja saling mengenal?" seperti biasa Kak Andy penuh selidik dan mendetail.


"Saat aku pertama kali bertemu dengannya aku tidak yakin kalau kita akan saling mencintai.Setelah mengenalnya,aku merasa dia adalah orang yang bisa menemaniku----selamanya." ada jeda antara kata menemaniku dan selamanya.


Tentu saja tidak akan selamanya karena 8bulan kemudian,kami akan bercerai.


Aku yakin sebenarnya Mark juga tak ingin membohongi kakakku.


"Kau dan adikku,perbedaan kalian sangat jauh.Kau seorang idol dan adikku hanya orang asing." Kak Andy ragu mengatakan ini dengan nada yang gugup.


"Aku tidak peduli dia asing atau tidak,aku mencintainya,aku meminta restu padamu Hyung.Untuk menikahi adikmu,aku tak biasa berbasa-basi,tapi aku berjanji,aku tidak akan membuat adikmu menangis."


Aku yang dari tadi menunduk karena takut akan jawaban dari Mark dibuat tercengang dengan jawaban meyakinkan darinya.Aku seketika berani untuk menatap Mark yang ada disampingku.


Janji ini bagian dari drama kami atau bukan??Karena suara Mark terdengar sangat lembut dan jujur.Seperti laki-laki yang sungguh -sungguh ingin menikahi kekasihnya.Bukan hanya sekedar drama.


"Gwen apa kau juga mencintai Mark???"


Mark pun menatapku ingin mendengar jawabanku.


"Aku----juga mencintainya.Kakak tak usah khawatir padaku." aku menatap Mark dalam- dalam.


Kini pandangan kami sama sama tertuju ke arah kakakku.


"Kalau kalian sudah yakin dengan keptusan kalian,aku merestui..." kini giliran kakakku yang menunduk dan dia mengusap matanya.

__ADS_1


Kakakku menangis???


Diapun duduk tegak.


"Aku dan adikku,kami berdua sudah tidak punya orang tua lagi.Akulah yang selalu menjaga adikku dan sekarang aku mohon padamu Mark Lee,jagalah adikku seperti aku menjaganya.Aku tau dia itu gadis yang kuat,tapi jagalah dia selalu..." Wajah kakakku merah dan matanya sudah berkaca kaca.


Mark membungkuk hormat pada kak andy.


"Terima kasih kau telah memberikan adikmu yang sangat berharga untuk pria seperti aku." kata Mark lirih.


Kakakku berlalu dari hadapanku masuk ke dalam kamarnya.Aku yakin kakakku menangis disana dan kakak iparku sekarang yang sudah hamil menginjak usia 8bulan memilih beristirahat di Busan sampai dia melahirkan.


Kakakku pasti menangis sendirian di kamarnya.


Aku yang ada di samping Mark hanya mematung dengan pandangan kabur karena terhalang oleh air mata yang sudah tak sanggup aku bendung lagi.


Aku menangis bukan karena aku bahagia.Aku menangis karena kesal telah membohonginya.Aku sekarang merasa sangat hina dan rendah.Aku tega membohongi kakakku dengan pernikahan settingan ini.


Aku hanya berharap ketika pernikahan ini berakhir Kakakku bersedia memaafkan aku.


_🌸🌸🌸🌸


Pagi-pagi sekali Mark sudah menelponku karena Yuri akan menjemputku untuk berbelanja baju pengantin,cincin dan bunga.Dia mengingatkan aku sesaat setelah konferensi pers selesai.Dia bilang kalau pernikahan kita berlangsung tertutup,jadi jangan belanja yang berlebihan.


Mark tidak bisa mengantar karena dia sibuk dengan agensinya.Mungkin berita pernikahan Mark yang mendadak membuat agensinya shock!!


Aku melempar asal ponsel inventaris Mark ke ranjang.Memangnya siapa yang ingin kalap belanja buat nikahan dengan modal blackcard no limit pemberian Mark??


Ini pernikahan terpaksa yang aku jalani setengah hati.Tidak mungkin aku bisa mempersiapkannya dengan maksimal.


Aku memeluk lutut duduk di kursi belajar.Memandangi pemandangan diluar.Aku seketika teringat raut wajah Mark saat presskon berlangsung dan saat melamarku di depan Kak Andy..


Wajahnya sama,nada bicaranya juga sama.Terdengar jujur dan bukan gimmick.


Tapi,enggak mungkin lah Mark bisa suka sama aku.Ini kan cuma settingan..


Bahkan setelah melamarku kemarin malam,dia masih sempat menghinaku dan mengataiku Imigran dan tidak pantas menjadi istri Mark Lee!!!


Memangnya dia juga sudah merasa pantas menjadi suami Gwen????!!!!!!!


🌸🌸🌸🌸🌸


selamat malam para readers..silent readers...authors yang masih setia meluangkan waktu dan kuotanya membaca cerita recehku ini....


terimakasih untuk dukungan kalian semua.


apalah aku tanpa kalian...


oke...terima kasih juga untuk like komen n rate nya ya...


bagi yang ingin promosi karyanya silahkan...pasti kalau senggang saya mampir balik..


open order feedback an....hehehh...

__ADS_1


gamawo n see you next chapterπŸ€“πŸ€“πŸ€“πŸ€“πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2