PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 75 : KAMPRET MOMEN !


__ADS_3

Kalian pernah enggak nahan jealous sama makan burger??? seret-seret nyesek gimana gitu!!!!!


๐ŸŒผGwen๐ŸŒผ


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Gosip tentang Mark Lee berkencan dengan Jung Hye Ri belakangan santer terdengar. Tak sekali atau dua kali Dispet merilis foto mereka.


Akhir-akhir ini memang Mark jarang dirumah. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya di studio.


Jika Mark mengabaikanmu, sebaiknya kalian berpisah saja. Aku tak mau melihat Mark menjalani pernikahan tanpa cinta.


Obrolan dengan Hye Ri seminggu yang lalu terngiang di telinga Gwen.


Apa aku begitu egois dengan pernikahan ini?? Apa aku menyiksa perasaan dan batin suamiku sendiri??


Gwen tak henti-hentinya melamun memikirkan rumah tangganya.


Memang tak bisa di pungkiri jika Gwen mencintai Mark.


Namun, apa pria yang menjadi suami KW nya itu juga mencintainya???


Rasa-rasanya tidak mungkin.


Kemarin malam saat mereka sedang asyik bermain monopoli Hye Ri menelpon dan meminta bertemu.


Setelah itu Mark pulang larut malam.


Seperti itu kegiatan Mark selama seminggu ini.


Yuri juga mengeluh kalau Mark tak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya karena Hye Ri terus-terusan mendatanginya.


Yuri pun meminta tolong Gwen untuk mengingatkan suaminya itu agar jangan terlalu dekat dengan Hye Ri karena akan berakibat fatal bagi Mark.


Image Mark sebagai pria romantis dan manis bisa rusak jika Mark sering bertemu dengan Hye Ri.


Gwen yang sangat pusing memikirkan pernikahan settingan ini memutuskan untuk menonton Drama India berjudul Dil Hai Tumhara.


Alih-alih mendapatkan ketenangan batin dan jiwa, diapun ikut hanyut dalam kisah cinta segitiga Arjun Rampal dan Preity Zinta.


Gwen menangis ketika Shalu memilih untuk mengalah menyerahkan Dev untuk kakak tirinya, Naina.


Entah Gwen menonton film ini sudah keberapa kalinya tapi tetap saja dia menangis.


Lalu dia menyamakan kondisi ini dengan kondisinya sendiri, dia mencintai Mark sedang Mark masih mencintai Hye Ri.


Mark memang lelaki yang luar biasa, sekali jatuh cinta dia akan setia. Beruntung sekali Hye Ri bisa di cintai Mark. Gwen membatin seraya mengerucutkan bibir.


Gwen merasa sangat tak seimbang dibanding Hye Ri. Seperti Hye Ri Bilang, Gwen hanya imigran, bahkan di usia yang sudah tak muda lagi Gwen baru lulus kuliah. Dari segi penampilan pun Gwen kalah telak, bahkan parfum Gwen saja kalah wangi dari Hye Ri.


Gwen semakin tenggelam dalam kegelisahannya sendiri seraya menelungkupkan kepala di meja belajar dengan laptop masih menyala menampilkan adegan saat para pemain Dil Hai Tumhara bernyanyi Oh Sahiba.


Dan itu membuat Gwen tambah galau.....


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Yuri mempoutkan bibir saat Hye Ri nyelonong masuk ke studio tempat Mark bekerja layaknya rumah sendiri.


"Ya Ampun Hye Ri, kau itu konsultan pajak. Apa kau tak punya kegiatan lain selain mengganggu suami orang???" Yuri yang jengah dengan kedatangan Hye Ri yang intens akhir-akhir ini sekarang berani menyindir Hye Ri tak punya kerjaan.


"Mark adalah sahabatku, aku dengan senang hati menemani Mark" Hye Ri yang mendapat julukan paten dari Gwen sebagai Siluman Ular Betina memang benar-benar mirip Siluman. Dia berkata manis agar Mark membelanya.


"Hentikan Yuri....! Hye Ri teman kita juga kan??"


Kekesalan Yuri kian bertambah jika Mark membela wanita itu.


Andai saja Gwen kemari dan memergoki mereka !!! Batin Yuri mendesah.


.


.


.


.


Dengan membawa kotak makan siang yang telah di siapkan untuk Mark, Gwen menuju Studio Mark yang berjarak satu jam perjalanan dari Rumah.


Gwen membuat beberapa kimbap dan burger untuk di berikan pada suaminya itu.


Meskipun Gwen tau, cintanya tak berbalas, dia harus berjuang untuk mendapatkan cintanya itu hingga Mark lah yang menyuruhnya pergi.


Gwen juga ingin membuat kesan indah untuk pernikahan ini sebelum semuanya berakhir.

__ADS_1


Gwen tersenyum miris, dia berjanji tak akan menyesal dengan apa yang di lakukannya.


Tibalah Gwen di depan studio Mark berlantai dua ini. Workshop Mark ada di lantai dua.


Gwen memantapkan langkah masuk ke sana.


Biasanya Yuri ada di lobi kali ini tak nampak. Hanya ada beberapa staf di ruangan kerja mereka.


Gwen menghela nafas pelan lalu dengan tersenyum lebar dia mengetuk pintu.


Setelah Gwen mendengar suara Mark yang mempersilahkan masuk, Gwen membuka pintu pelan-pelan.


Betapa terperanjatnya Gwen mendapati Suami KW tengah makan siang dengan Hye Ri.


Pemandangan ini begiitu menyesakkan dada. Ya Tuhan, tolong aku agar kakiku kuat berdiri. Gwen berdoa dalam hati.


"Hai selamat siang...." Gwen berusaha tegar menutupi rasa sesak di dada.


"Hai Gwen... Kemarilah.."


Gwen sebenarnya malas mengahadapi sifat munafik Hye Ri, walaupun begitu tak mungkin kan Gwen langsung menuduh Hye Ri yang bukan-bukan.


Apalagi di lihatnya Suami KW nya itu baru saja melahap sepotong daging.


Gwen mau tak mau duduk satu meja dengan dua orang yang mencintai ini.


Duduk bertiga seperti ini seperti obat nyamuk. Harusnya aku enggak kesini.


Gwen serasa menjadi orang ketiga di antara mereka.


Gwen melirik Mark yang dari tadi diam.


"Aku membawakanmu makan siang, tapi mungkin aku sedikit terlambat" Gwen membuka kata agar suasana tak lantas menjadi awkward.


"Aku sebenarnya rindu masakanmu, aku tadi mau menelpon agar kau kesini membawakanku makanan, tapi Hye Ri datang membawakanku makanan. Hye Ri merayakan keberhasilan nya menjadi staf pribadi Menteri Strategi dan Keuangan" tutur Mark memberikan alasan kenapa Hye Ri kesini.


"Selamat ya Hye Ri atas keberhasilan mu.." Gwen pun tersenyum membungkuk hormat.


Mark sedikit bernafas lega, ia tak ingin Gwen berpikir macam-macam tentangnya. Mark jujur dengan alasan itu, tapi untuk kejadian sama beberapa hari yang lalu, Hye Ri selalu beralasan kalau dia tak bisa makan jika tak punya teman. Dan kalau Hye Ri telat makan, Asam Lambungnya kumat dan Mark tak mau itu terjadi.


Mereka bertiga makan dalam hening dan Mark lebih memilih makan masakan yang di bawakan Gwen ketimbang makanan yang di bawa Hye Ri.


Gwen tersenyum kecil melihat suaminya yang lahap memakan masakannya.


Mark pun menyambut suapan Hye Ri. Hye Ri tak akan membiarkan Mark lebih memilih makan masakan Gwen. Tapi Hye Ri sangat pintar menutupi itu semua.


Hye Ri tak henti-hentinya membuat Gwen menahan sesak di dada. Dengan mulut penuh burger Gwen merasakan cemburu.


Tapi Gwen tak menyerah. Dia harus bisa menahannya.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Gwen yang tak peduli tentang gosip panas yang menerpa suaminya dengan santai melangkah ke kampus untuk membayar uang kuliahnya yang hari ini jatuh tempo pelunasannya.


Untung asuransi yang di tinggalkan orang tuanya masih ada jadi Gwen bisa menggunakannya untuk berkuliah.


Gwen hanya perlu memverivikasi lagi berapa yang harus di bayarkan ke pihak kampus.


Biasanya Kak Andy yang membayarkannya, namun setelah Gwen menikah tentu saja Gwen harus membayar sendiri.


Tidak mungkin kan biaya kuliahnya di tanggung Suami KW????


Semenjak kejadian kemarin siang di Studio, Mark lebih sering berkabar padanya walaupun hanya lewat pesan singkat di Whatsapp.


Dan itu membuat Gwen lega karena Mark masih menghargai pernikahan ini.


Saat Gwen akan meminta kode verifikasi invoice biaya kuliah pada staf admin kampus, Gwen mendapati fakta mengejutkan kalau uang kuliahnya sudah di bayar Mark 2 bulan yang lalu.


"Suami mu Mark Lee sudah membayar semuanya" Suara ramah staf admin kampus masih terngiang di telinga Gwen.


Gwen tersenyum kecil dengan perhatian Mark. Diam-diam Mark perhatian padanya, bagaimana bisa dia menghilangkan perasaan cintanya begitu saja...


Saat tengah melamun seraya berjalan di parkiran kampus, secara bertubi-tubi segerombolan wartawan mengepung Gwen untuk dimintai klarifikasi.


Gwen yang sangat shock tak bisa mengambil langkah seribu karena para wartawan itu berdiri mengelilinginya.


"Maaf Nona, kami ingin meminta klarifikasi padamu tentang hubungan suamimu Mark Lee dengan Jung Hye Ri??"


Gwen ingin menghindar dari pertanyaan wartawan yang mengerubutinya namun mau tak mau Gwen harus mengklarifikasi ini agar Mark tak tertimpa masalah.


"Baiklah, aku akan mengklarifikasi. Jadi Suamiku dengan Jung Hye Ri memang bersahabat, dia adalah sahabat suamiku dari kecil. Jadi aku rasa wajar jika mereka sering bertemu. Aku mohon kalian jangan berspekulasi tentang hubungan mereka"


Gwen menuturkan penjelasannya dengan gamblang dan tersenyum lebar agar pemberitaan tidak menyebar lagi.

__ADS_1


"Lalu, apa tanggapanmu dengan foto-foto mereka yang beredar di internet??" Tanya wartawan lagi.


"Oh, suamiku akhir-akhir ini sering berkonsultasi tentang pajak dengannya. Bukankah itu hal yang wajar jika dia meminta tolong sahabatnya. Jung Hye Ri adalah konsultan pajak yang kompeteng. Jadi aku rasa tak ada masalah. Baiklah aku harus pergi, maaf ya.."


Gwen pun menunduk dari sorotan kamera dan membelah kerumunan wartawan yang mengepungnya untuk kabur dari sana.


Beruntung ada taksi yang lewat dan Gwen segera menaiki taksi itu.


Gwen pun bisa bernafas lega.


.


.


.


.


Gwen malam ini duduk di balkon atas tempat dia biasa menjemur pakaian untuk menikmati keindahan lampu kelap-kelip yang ada di seberang waduk.


Susana damai terasa saat Gwen merasakan angin menerpa tubuhnya.


Ponsel Gwen bergetar dan ada chat yang masuk. Ternyata dari Mark dan Mark menanyakan dimana dirinya saat ini.


Tak lama setelah Gwen membalas pesannya Mark datang mengahmpiri Gwen di balkon.


"Kau sudah makan??" Gwen pun bangkit dari kursinya dan ingin segera memasak. Ini masih jam 19.00 pasti Mark belum makan.


"Aku belum lapar" Jawab Mark seraya memposisikan berdiri di samping tempat duduk Gwen.


"Aku kira kau pulang malam, jadi aku tak masak." Gwen pun ingin duduk tapi ketika melihat suaminya berdiri diapun tak jadi duduk. Gwen yang tak melupakan adat ketimurannya merasa tak enak jika dia duduk dan suaminya harus berdiri.


"Duduk saja." Mark menggeret tangan Gwen untuk duduk di kursi yang hanya satu-satunya. Gwen pun tersenyum kecil sekaligus heran.


Biasanya kan Mark bertingkah seperti Yang Mulia Raja.


"Aku melihatmu di televisi tadi siang" Kata Mark seraya memasukkan tangan di saku jaketnya.


"Ohh itu...." Gwen pun menghela nafas. Ia tak menyangka Mark update berita. Gwen tak langsung meneruskan kata-katanya yang menggantung.


Mark hanya diam menatap Gwen.


"Aaa... Aku tadi tak sengaja bertemu mereka di kampus. Aku tak sempat menghindar...."


"Kenapa kau bicara seperti itu di depan wartawan??" potong Mark cepat.


"Memangnya aku harus bicara apa lagi?? Kalau aku bilang kau dan Hye Ri punya hubungan lalu bagaimana karirmu??" Gwen mempoutkan bibirnya lalu berdiri di samping Mark.


Sekarang gantian Mark yang duduk di kursi. Dia lelah hari ini harus bolak balik ke studio.


"Oh, memang Hye Ri belakangan ini sedang dekat denganku...."


Gwen pun menunduk, memejamkan mata. Mendengar itu dari mulut Mark langsung. Seketika hatinya sakit. Tapi setidaknya Mark jujur tentang perasaannya.


Jadi Gwen tau dia harus maju atau mundur alon-alon.


"Mark, terima kasih kau sudah membayar biaya kuliahku. Kirim saja nomer rekening mu ke pesan singkat. Aku akan menggantinya."


Gwen yang masih membelakangi Mark mencoba tegar dan berterima kasih. Mark membayarnya karena ingin membantu Gwen saja tak ada yang lain.


"Kau tak perlu menggantinya. Kau istriku sudah seharusnya aku membayarnya. Tapi kenapa kau memberikan pernyataan itu di depan wartawan?" Mark masih penasaran kenapa Gwen mau menanggapi para wartawan itu.


Gwen berbalik menghadap Mark yang duduk di belakangnya.


"Kembalilah dengan Hye Ri, aku akan melindungimu" Jawab Gwen dengan menatap suaminya lekat-lekat.


Seketika Gwen terkejut karena Mark menarik tangannya dan duduk di pangkuan Mark.


Gwen yang shock ingin menghindar karena ia tau Mark tak akan sudi Gwen duduk di pangkuannya.


"Kakimu pasti capek kan berdiri terus, aku juga. Jadi kita harus berbagi tempat duduk kan???" Mark dan Gwen saling memandang lalu mereka tertawa.


Kampret !!


Batin Gwen ! Ia ingin membuang jauh-jauh perasaan cintanya sama suami KW. Eh, dia malah terjebak lebih dalam lagi dengan perlakuan Mark.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Sorry too late. Kemarin sangat buntu otak saya. Finally saya bisa memecah kebuntuan.


Thanks yang masih setia mendukung karya sayaa.


Jaga kesehatan selalu ya sayang-sayangkuuu๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2