PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 59 : SILUMAN ULAR !


__ADS_3

***Ambyar adalah suatu keadaan dimana harapan dan realita bertolak belakang.Mending mundur alon-alon deh!


๐ŸŒธIstri-istrian๐ŸŒธ***


๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ


Hari ini aku ke kampus karena Dosen memintaku bertemu untuk membahas perihal ujian kelulusanku nanti.


Dan aku meninggalkan Mark sendirian dirumah.


Ya, semenjak Mark mengundurkan diri dari grup dia banyak menghabiskan waktu di rumah.Kadang dia keluar rumah untuk berolah raga dan mencari udara segar.


Tapi, aku membaca tak ada gurat kesedihan yang terpancar dari wajah Mark karena keputusannya itu.


Saat dia kembali dari preskon tiga hari lalu, dia memang sedikit pendiam.Tapi, hatinya terlihat lebih tenang dan jarang marah-marah jika pekerjaan rumah yang aku kerjakan tak sesuai dengan keinginannya.


Semoga suami KW ku terus baik padaku.Aku ingin rumah tanggaku berjalan damai.Walaupun 6 bulan kedepan kami akan berpisah.


Setelah aku selesai berdiskusi dengan Dosen pembimbing ku, aku keluar dengan perasaan lega.Karena ujian kelulusanku sudah di depan mata.Aku di beri proyek penelitian oleh pihak kampus.Tapi aku belum tau, itu proyek yang seperti apa.


Aku berjalan menuruni anak tangga di halaman gedung Universitas. Aku ingin segera pulang karena aku ingin sekali bertemu dengan Mark.


Ya, walaupun aku mulai mencintai nya saat ini dan dia tidak mencintaiku, aku harus memerankan drama ini dengan baik.


Aku tau, Mark hanya mencintai Hye Ri.Bukan aku !


Dosen juga memberitahuku kalau kuliahku libur satu minggu.Tentu saja aku senang sekali karena aku bisa di rumah sama Mark terus.Lagipula, aku juga masih punya satu misi lagi.


Aku sama sekali belum mengunjungi Ibu mertua.Karena kesibukan kami dan masalah yang di hadapi Mark membuatku melupakan kalau aku harus menemuinya.


Sepertinya aku harus membujuk Mark agar kami bisa bertemu Ibu secepatnya.


"Gwen" Suara lembut menyapaku.


Aku setengah terkejut mendapati Hye Ri ada di kampusku hari ini.


Ngapain dia kesini???


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Kami berdua memutuskan untuk berbicara di taman samping kampus.Kami duduk bersebelahan di kursi kayu yang ada di taman ini.


Sejujurnya aku sedang deg-degan sekarang melihat Hye Ri yang di cintai Mark datang menemuiku.Kenapa dia tiba-tiba kesini??


"Apa kau ada keperluan di kampus??" Pertanyaan yang ku lontarkan untuk Hye Ri bodoh banget??Gak mungkin lah dia datang kesini??Buat apa coba??Dia lulusan Harvard.Bukan alumni Universitas Han !


"Aku sengaja ingin menemuimu, kegiatanmu kan hanya kuliah.Jadi aku tak perlu buat janji untuk bertemu denganmu" Hye Ri menyunggingkan senyum namun senyum itu seperti senyum-senyum licik khas orang jahat di sinetron.


Saat aku baru pertama kali bertemu di restoran Italia dulu, dia tidak seperti ini.Wajahnya yang cantik terlihat selalu menyunggingkan senyum ceria.


Beda jauh dengan yang ini.


"Iya, aku memang hanya kuliah.Setiap hari aku ada di kampus" Aku membalasnya dengan senyuman songong.Dan aku sebenarnya tak terima jika di sebut hanya kuliah.

__ADS_1


Aku disini berjuang mati-matian selama hampir 4tahun.Belajar dengan rajin walau aku tau aku tak akan pandai.Membuat contekan di telapak tangan agar bisa menorehkan hanya sekedar nilai B.


Oh iya ya, dia kan beda jauh denganku, dia lulusan Harvard.Ok ! Aku memang kalah untuk urusan akademik.


"Aku tak perlu mengobrol lama denganmu.Kau tau kan aku dan Mark bersahabat sudah cukup lama" Dia mulai pembicaraan seriusnya.


Aku mengangguk.


Ya aku tau kalian bersahabat dan bertetangga.Lalu suami KW menyukai mu dalam diam selama kurang lebih 18 tahun.


"Mark meniti karir sebagai idol benar-benar dari bawah.Dia adalah pria yang pemalu, aku saja masih tidak percaya dia sekarang berubah menjadi idola di Korea.Saat aku berkuliah Harvard dan Mark di Seoul aku sering memberinya semangat.Hingga dia mencapai puncak karirnya sekarang." Hye Ri memberi jeda pada ceritanya lalu :


"Saat aku tau dia menikah denganmu, aku agak terkejut.Aku tak ingin berprasangka buruk, tapi aku melihat Mark sekarang adalah orang yang berbeda.Dia memutuskan untuk mundur dari grup, semua orang menyalahkan Mark karena pernikahan kalian.Kalian terlibat skandal memalukan itu.Aku tau dia hanya kasihan padamu..Dia tidak benar-benar mencintaimu.Aku tau yang dicintai Mark adalah aku."


Seluruh dadaku bergetar mendengarkan penuturan boneka barbie yang sekarang duduk di sebelahku.Pengunduran diri Mark membuat dia mengira aku yang menyuruhnya.


"Apa kau tau tentang petisi mendepak Mark dari grup??" Wajah Hye Ri merah padam memendam amarahnya yang akan di lampiaskan kepadaku.


"Apa kau sudah membaca komentar pedas netizen diluar sana??"


"Apa kau tau hati Mark sedang terluka??"


Pertanyaan-pertanyaan Hye Ri yang bertubi-tubi di lontarkan kepadaku seperti pedang tajam yang menghunus jantungku.


Aku tau semuanya Hye Ri


Aku tau.


Aku tau tentang petisi mendepak Mark dari grup.


Aku tau Mark terluka.


Aku hanya diam menunduk meremas tas ransel yang aku pangku.Sakit hatiku tertahan.Air mata serasa mau jatuh.


"Kau hebat!" ucap Hye Ri sarkas.


Aku semakin menunduk.Tenggelam dalam perasaanku sendiri yang berkecamuk.Antara sakit hati, jengkel, semua jadi satu.


"Apa alasanmu menikahinya, apa karena kau ingin aman tinggal di Negara ini?"


Aku terkesiap mendengar ucapannya yang 100% mendekati kebenaran.Apa dia tau kalau aku???


"Aku juga tau, Kakakmu yang pengacara itu juga menikah dengan wanita Korea.Kalian hanya Imigran.Cuma itu satu-satunya jalan agar kalian bertahan dengan aman disini.Apa aku benar??"


Kenapa dia menyangkut Kak Andy juga.Apa kakakku juga bersalah padamu Hye Ri.


Air mataku ingin jatuh tapi aku berusaha menahannya.


"Apa hanya itu yang ingin kau katakan padaku??Dengarkan aku, aku menikah dengan Mark karena mencintainya.Apa itu sudah mewakili semuanya?"


Mataku berkaca-kaca memandang wajah Hye Ri yang terperangah mendengar kalimat yang ku ucapkan setelah aku di berondong kata-kata yang menyakitkan darinya.


"Maaf, aku harus pergi" Aku membungkuk hormat sebentar kemudian berdiri dan beranjak pulang.

__ADS_1


"Apa kau yakin Mark mencintaimu?? Bukankah kau tau kalau Mark dari dulu mencintaiku??"


Aku berhenti tanpa menoleh mendengar ucapannya.Di saat aku sudah pamit pergi pun dia masih saja berkata yang menyakitkan.


"Aku harap kau akan melihat kenyataannya nanti"


Aku memejamkan mata sebentar untuk meresapi setiap kalimat dari wanita bermulut tajam seperti Hye Ri.Aku menghembuskan nafas perlahan, membuka mata kembali.Lalu dengan tas ransel di punggung aku mantap melangkah pergi.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Aku tadi tak langsung pulang kerumah.Aku mampir ke rumah Kak Andy untuk mengambil sebuah buku jurnal dan mampir ke supermarket untuk berbelanja.


Tadi Mark sempat menelpon untuk segera menyuruhku pulang.Karena rumah sudah kotor dan dia lapar.


Aku tersenyum kecut.Mark menyuruhku pulang hanya karena aku belum bersih-bersih dan dia kelaparan.


Sepertinya aku hidup hanya untuk memenuhi hidup orang lain.


Aku hari ini kurang semangat karena ada yang mematahkannya.Apa yang di bilang Hye Ri memang benar kalau aku memanfaatkan Mark untuk menghindari Deportasi.


Aku tak memungkiri itu.


Tapi aku sekarang mencintainya.


Aku sudah di depan pintu rumah dan akan memasukinya.


Aku menghela nafas pelan dan menarik kedua sudut bibir ke atas untuk tersenyum.Aku tak mau bertemu Mark dengan muka lecek dan sedih.


Saat aku melangkah masuk ke ruang tengah aku mendengar suara Mark tertawa riang.Di sela-sela suara tawanya ada suara tawa wanita yang ceria dan cenderung terbahak-bahak.


"Haid Gwen, kau sudah datang" Perempuan itu menyapaku riang.


Mark dan perempuan itu sedang memasak bersama di dapur.Mereka berdua kompak mengenakan celemek.Mark memperlihatkan senyum bahagianya ke arahku.


Aku seketika kecewa dengan kedua tangan menenteng 2 kantong belanjaan.Aku yang sedianya akan memasak Untuk Mark kali ini mengurungkan niat melihat mereka memasak bersama.


"Iya, aku baru pulang" Aku membungkuk hormat ke arah wanita itu.


"Maaf, aku harus pergi ke kamar" Aku memutuskan masuk saja ke kamarku.


Aku tak ingin melihat pemandangan yang membuat mataku sakit.


Aku menutup pintu perlahan.Berjalan ke arah ranjang dan duduk terpekur di lantai kamar bersandar ranjang.


Aku memeluk lutut menangis untuk menumpahkan semua air mata yang tadi siang aku tahan.


Ya,wanita yang sedang bersama Mark di dapur saat ini adalah Hye Ri .


Wanita bermulut tajam yang tadi siang melabrakku dan menyunggingkan senyum tak sukanya padaku.Dan tadi aku melihatnya sendiri, saat aku masuk dia tersenyum ceria seolah tak terjadi apa-apa di antara kami tadi siang.


***Dasar Siluman Ularrr!!!!!!!!


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ***

__ADS_1


Halloo semua readers, authors dan silent readers (kalau ada) Terimakasih hingga hari ini kalian masih setia mendukung dan kasih semangat untuk saya.


See you next chapter.......๐ŸŒธ


__ADS_2