
Ada idol di rumahkuuuuuu !
πΌGwenπΌ
ππππ
Kok bisa sih Mark di pukul sama preman-preman itu???
Apa Mark mengenalnya??Apa Mark gak ada yang ngawal apa gimana ya??
Pertanyaan demi pertanyaan mengganggu pikiranku.
Ah ntar aja aku tanyain dia kalau dia gak ngaku, yah aku pukul aja dia.Beres kan??
Upss !!,Dia kan lagi berbaring lemah di kamarku.
Iya, Kak Andy menyarankan agar Mark tidur ke kamarku saja karena kalau tidur di sofa Kakak Iparku jadi salah tingkah, dan bisa-bisa Kakak Iparku akan mengabaikan suaminya sendiri karena terfokus dengan Mark.
Kakak Iparku emang fans berat XXTC sejati.Maklumlah kalau tingakhnya jadi seperti ulat bulu tak terkendali.
Untung saja Kak Andy punya inisiatif menyita ponsel dan kamera DSLR punya Kakak Ipar.Karena kak Andy khawatir istrinya akan melakukan tindakan nekat mengambil foto Mark dan memposting nya di media sosial.
Kalau itu terjadi agensi Mark bisa menuntut Kakak Ipar.
Karena di Korea privasi seorang member boyband, aktor, aktri sangat terjaga.Bukan seperti di Indonesia, semakin di blow up semakin terkenal.Wara-wiri di variety show dan di undang talk show.
Kakak Iparku hanya bisa pasrah dan mengubur dalam-dalam keinginannya untuk berfoto bersama artis idolanya.
"Gak mau kan di sangka sasaeng??"
Ancaman Kak Andy membuat Kakak Iparku semakin pasrah.
Ibu-ibu hamil jadi sasaeng.??Ngebayanginnya aja ngeri-ngeri sedap.
Aku duduk di kursi belajar dalam kamarku, di sebelah meja belajarku ada ranjang yang di tiduri Mark.Kamarku berukuran sempit,di rumah ini cuma ada 2 kamar.
Aku yakin, Mark akan terkejut berada di ruangan sempit ini.Kamar Mark di rumahnya kan pasti jauh lebih besar dari ini.
Sembari menunggu dia sadar dari pingsannya tadi,aku membaca buku.
TENTANG KAMU
TERE LIYE
Aku suka quotes yang ada di buku-buku karya Tere Liye.
Inipun aku mendapatkan buku nya dengan cara jastip mas-mas TKI yang kerja di Korea Selatan.
Gamawoo mas-mas.
Aku membaca halaman demi halaman.
Ketika Zaman Zulkarnain menginjakkan kaki ke Pulau Bungin.Pulau terpadat di Indonesia, untuk mencari informasi tentang kliennya yang bernama Sri Ningsih yang sudah meninggal dunia.
__ADS_1
Sri Ningsih meninggalkan harta jutaan poundsterling berupa kepemilikan saham.
Walaupun aku berkali-kali membaca, aku masih sangat antusias .
Hingga suara parau dari arah ranjang mengalihkan perhatianku.
"Awww !!" Mark menjerit kesakitan seraya memegang rahangnya.
Dia pun bersandar di ranjang.
"Hati-hati, kau masih terluka"
Idol babak belur.
Aku memperbaiki posisi bantal biar dia merasa nyaman.
Dia hanya diam.Aku kira dia ngucapin terimakasih, ternyata enggak!
Ekspektasi mu tentang Mark kelewat tinggi Gwen !
"Aku dimana??" Tanyanya dengan mengedarkan pandangan ke sekeliling.
Masih lega kalau dia nanya begitu.Kalau dia nanya aku siapa?? Wahhh bisa GAWAT!
"Kau di kamarku sekarang, tadi kau pingsan.Aku tak tau dimana rumahmu, jadi aku bawa kesini.Kalau kau tak suka disini kau boleh pulang sekarang"
Ini sebenernya aku gak niat ngusir.Aku cuma jaga-jaga kalau dia tengil sok-sok an gak mau di tolong.
Aku membuka buku ku kembali dan membacanya.Oh iya,aku hampir melupakan sesuatu.
"Mark, apa kau kenal dengan orang yang memukulmu tadi??"
Aku serius nanya kayak gini.
Dia menunjukkan ekspresi tidak senang dengan pertanyaan ku.Aku mah bodo amat.Mau ekspresi ngamuk juga hayu aja yang penting dia jawab.
"Tidak"
Singkat padat jelas.
"Kalau tidak kenal kenapa mereka mengeroyokmu??Tidak mungkin kan kalau mereka fans yang tergila-gila padamu??"
Sumpah ini aku gak menghina dia lo.
Tatapannya langsung tajam dan gak selow
"Bukan urusanmu!!" Diapun ketus.
"Baiklah..."
Aku mengembalikan posisi kursi yang aku duduki di depan meja belajar.Membaca buku lebih baik kan daripada mengintrogasi dia??Dia juga gak mau kasih info.
Seharusnya aku gak nolongin dia tadi.
__ADS_1
Harusnya aku tadi ninggalin dia di sana sendirian,biar di makan sama anjing.Kesel aku lama-lama sama si Mark ini !
Kak Andy masuk ke kamarku yang dari tadi aku buka pintunya.Sengaja aku buka lebar-lebar biar gak timbul fitnah.
Kalau orang rumah curiga aku berbuat macam-macam gimana??
Apalagi ada Kakak Ipar yang keponya tingkat dewa.Kalah tu mimin akun gosip.
Kak Andy masuk dengan membawa baskom berisi air hangat dan handuk.Dia meletakkannya di meja belajarku.
Kakakku jadi perhatian gini??
Ah jangan-jangan mas lawyer kepo juga,mau nanya-nanya.
"Buat apa ini Kak??"
Mataku menunjuk ke arah baskom berisi air.
"Eh lalapannya mana??" Selorohku dengan bahasa Indonesia yang membuat mata Kak Andy gak selow.Upss aku kira kobokan.
"Ohh ini air hangat buat ngompres luka lebam di wajah Mark,biar bengkaknya berkurang.."
"Dia tidak perlu di kompres,dia juga mau pulang.Iya kan Mark??" Aku melirik kesal ke arah Mark,tapi Mark membalas dengan senyuman.
Ihhhhhh!!
"Gwen,dia terluka.Bisakah kau baik padanya??"
Nada bicara kakakku sudah level bariton.Alisnya mengkerut sedikit.Ini kode kalau aku mesti jadi anak baik dan sopan.
"Iyaaa...." akupun menjawab dengan malas seperti orang mengeluh dengan beban hidup yang sangat berat.
Gitu amat belain idol kesasar ini.
"Terima kasih Hyung,kau perhatian padaku dan merawatku."
Mark pun membungkuk dan tersenyum manis.
maniiiissss sekali.
"Iya tak masalah,kau sopan sekali.Walaupun kau seorang idol terkenal." kakakku menyunggingkan senyum terbaiknya.
Bahkan aku yang bersaudaKa dari lahir jarang dapat senyum kayak gini.
Akting anak baik Mark berhasil membuat kakakku terpukau padanya.
"Gwen,tolong rawatlah mark ya.Bersikaplah yang sopan padanya."
Kak Andy keluar dari kamarku.
Andai kau tau kak,kalau dia yang sudah membuat hidupku merana.Apa kau akan sebaik ini padanya???
πΌπΌπΌπΌπΌ
__ADS_1
malem malem gak bisa tidur up saja.
selamat malam readersku...