
***Semua orang berhak mendapat kesempatan kedua.
๐Gwen๐***
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Hari ini adalah hari libur terakhirku.Dosen ku sudah mengirim email ke ponselku untuk bertemu dengannya.
Di Korea, Dosen yang ngejar-ngejar mahasiswa kalau mau lulus.Di Indonesia kebalikannya, mahasiswa nya yang kelabakan ngejar-ngejar Dosen.
ย
Aku tersenyum miris.
Aku mencium bau masakan ku ini.Hari ini aku membuat rendang dan rencananya rendang ini akan aku bawa untuk mengunjungi Ibu.
Semalam Ibu menelpon menanyakan keadaan Mark setelah terguling karena menolongku.
Aku bilang punggung tangannya terluka.Dan itu membuat Ibu merasa sedih.
Aku tau, Ibu sangat menyayangi Mark.Ibu menyesal karena dulu pernah mengusir Mark.Aku belum punya ide bagaimana menyatukan mereka lagi.
Aku tau, aku istri pura-pura nya.Dan terlihat lucu kalau aku ikut campur urusan pribadinya.Seharusnya aku biarkan hubungan mereka seperti apa adanya.
Tapi aku tak tega melihat Ibu yang sangat menyesal dan merindukan anaknya.Sedangkan anaknya yang tengil itu seperti tidak butuh ibunya lagi.
Aku mencicip masakanku sekali lagi sebelum mematikan kompor.Rasanya sudah rendang banget.
Mark menuruni tangga ulir, dan langsung menuju ke Kitchen Island tempatku memasak.
Tanpa menyapaku dulu atau basa basi, dia langsung mengaduk-aduk masakanku dengan spatula kayu itu.
Aku sekilas melihat wajah Mark yang seperti bangun tidur dan belum mencuci muka.
"Hei, cuci muka sana, jangan menyentuh makanan dulu...." Aku protes seraya menampik tangan Mark yang sedang mengaduk rendang.
"Aku mau membantumu" Jawabnya ngeles.
Ni orang yaa, gak bisa di bilangin.
Aku merebut spatula dari tangannya.
"Kau boleh membantuku tapi cuci muka dulu sana....." Mataku menunjuk ke arah kamar mandi di sebelah ruang laundry.
Suami KW ku itupun menurut dan segera mencuci muka.
Aku mematikan kompor dan segera mengambil cabai hijau yang ada di kulkas.
Demi apa aku kemarin jastip cabe hijau dari Indonesia...??
Aku hanya rindu sambel hijau.Air liurku serasa menetes jika membayangkan makanan Indonesia yang super enak itu.
Mark menuju ke dapur lagi setelah dia dari kamar mandi.Wajahnya tampak segar sekaranh dan ujung poninya juga terlihat sedikit basah dan itu membuat wajahnya makin tampan.
"Sudah berapa kali aku bilang padamu, kalau sedang memasak, rambutnya di kuncir"
Mark membelai rambutku yang dari tadi tergerai.Aku tadi kesiangan jadi aku lupa mengikat rambut.
Aku memejamkan mata saat dia mulai mengikat rambutku.Aku rasakan dadaku berdesir merasakan sentuhannya.
Ya Tuhan, jika waktu bisa ku hentikan, aku ingin Kau menghentikannya walau 5 menit saja.
"Aku tidak mau rambutmu nanti rontok dan masuk ke dalam makanan.Kalau aku tersedak gara-gara rambutmu bagaimana.Dasar jorok!"
Aku yang masih menikmati sentuhan lembut Mark segera membuka mata saat telingaku mendengar Mark mengatai ku jorok!!
Mark berjalan menuju kursi makan dan duduk.
"Bagaimana bisa otakmu berpikiran seperti itu??" Aku mempoutkan bibir tak terima dengan ucapannya.
Mark duduk santai di kursi makan.Seharusnya dia membantu ku menyapu, mengepel dan membersihkan rumah.Dia kan sekarang pengangguran, dan menghabiskan banyak waktu di rumah.
Bukannya jadi pemalas seperti ini??
Saat aku kesal dengan kelakuan pemalasnya dia malah menguap sangat lebar tanpa menutupnya dengan tangan.
Astagaaaa, Idol yang di puja para gadis kalau nguap mirip kuda nil.Aku terbahak dalam hati.
"Apa kau tak ingin membantuku membersihkan rumah??" teriakku dari dapur yang hanya berjarak 5 Meter dari meja makan tempat Mark duduk.
"Aku pemilik rumah ini.Terserah aku mau aku mau melakukan apa.Justru kau kan yang memumpang di rumahku?? Kau yang harus mengerjakan semuanya.Jadi istri jangan malas.Apa karena aku banyak uang aku akan membayar asisten rumah tangga???Itu tidak akan terjadi.Yang benar saja."
Jiwa majikan Mark kumat.Dia malah mengomel panjang dan mengungkitku yang hanya menumpang di rumahnya.Apa dia gak sadar dia sekarang pengangguran???
__ADS_1
Sok-sok an mau bayar asisten rumah tangga??Bilang aja bokek gak punya duit.
Aku sebal !!!
"Aku kan hanya bertanya padamu, kenapa kau marah???"
Aku yang sangat kesal dengan sengaja menaruh piring agak kasar di tempat pencucian piring.
"Hei hati-hati ! Kalau piringku pecah kau harus menggantinya." Mark berteriak memperingatiku untuk tidak merusak barangnya.
Dia ini sebenarnya kenapa sih?? Suka sekali membuat keributan di pagi hari.Kita tinggal di rumah ini hanya berdua, tapi saat kita berdebat ramenya seperti pasar.
Setelah selesai mencuci piring aku mengambil alat pel yang ada di ruang laundry dan segera mengepel lantai
Aku tak ingin Mark yang cerewet memerintah ku dengan kasar dan mengataiku pemalas.
Aku mengepel areal ruang tengah dimana di situ ada sofa.Mark tiba-tiba duduk di sofa dan kelihatan dia pengen banget ganggu aku.
"Itu yang sebelah sana masih kotor.Gosok sampai lantainya mengkilap.Kalau bisa di buat ngaca itu lebih bagus"
Dari pada aku meladeni ocehannya lebih baik aku fokus mengepel lantai.
Aku memaju mundurkan alat pel untuk membersihkan lantai di sela-sela Sofa dimana Kaki Mark ada di lantai itu.
"Kau tidak lihat ya ada aku disini"
Aku memang sengaja menyodok kaki Mark dengan ujung alat pel itu hingga mengenai kakinya.
"Maaf ya Mark, aku tidak sengaja" ucapku dengan suara super lembut untuk mengejeknya.Aku juga tersenyum lebar ke arahnya.
Dia hanya bengong tak percaya dengan apa yang kulakukan.
.
.
.
.
"Kau mau kemana??Rapi begitu??" mata Mark menunjuk ke arah pakaian yang aku kenakan.Mungkin dia heran karena aku tumbenan pakai rok berbahan jeans panjang di bawah lutut dan kemeja lengan pendek berwarna pastel.
"Aku mau pergi..." jawabku fokus mengambil nasi dan memindahkannya di piring.
"Biasanya kau mengambil sendiri" Aku mengambil piring Mark dan mengambilkannya nasi.
"Kau kan istriku, ya wajar kalau aku minta di ambilkan nasi" jawabnya cuek seraya mengambil piring yang kusodorkan padanya.
Meskipun terkesan cuek, dia spontan mengatakan ini.Apa alam bawah sadarnya menganggap aku istrinya??
Aku segera menggeleng.
Itu tidak mungkin !!
Kami berdua memikmati rendang yang aku masak.Aku yakin Mark tak pernah makan ini.Mark memang pernah konser ke Indonesia, tapi yang aku lihat di beberapa video youtube dia makan nasi goreng dan nasi ayam.
"Kau belum jawab pertanyaan ku, kau mau kemana??" Dia masih penasaran rupanya, kenapa aku berpenampilan beda dari biasanya.
"Aku akan pergi ke rumah Ibu" Jawabku santai lalu menggigit potongan daging.
"Aku tidak ikut" jawab Mark sinis dengan melirikku.
"Siapa juga yang mengajakmu, aku kesana sendiri." Aku tersenyum mengejek.
Mark tak menanggapi dan memilih untuk menggigit daging rendang itu.
"Untuk apa mengajakmu??Bukankah kau sangat membenci Ibu??Ibu tidak akan rugi kehilangan anak sepertimu . Dia akan beruntung jika mendapatkan aku sebagai gantinya."
Aku memang sengaja manasin suami KW.Aku sangat siap jika dia mau ngamuk.
Kalau dia berani menghina Ibu di depanku, aku bersumpah akan menyumpal mulutnya dengan rendang.
"Aku juga cantik dan baik hati, Ibu pasti menyukaiku.Tuhan itu memang adil.Aku kehilangan Ibuku setelah aku bertengkar denagnnya, tapi Tuhan menggantinya dengan Ibu yang sangat baik."
Tak ada reaksi kemarahan dari Mark.Bahkan dari sorot mata nya saja ekspresi marah tidak tampak sedikitpun
Yang aku baca adalah raut wajahnya berubah jadi sendu.
Aku sudah selesai makan dan mencuci piring kotor bekas makanku barusan.
"Aku pergi ya, kalau kau malas mencuci piringmu sendiri kau bisa menaruhnya di wastafel nanti aku akan membersihkannya."
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
__ADS_1
"Gwen, terima kasih kau mau kesini lagi mengunjungi ibu.Apa ini masakan buatanmu?" Ibu benar-benar telah berubah.Ibu yang biasanya menampilakan wajah garang kini berubah jadi Ibu yang lembut.Bahkan ibu sekarang memakai hanbok dan itu menambah kesan anggun.
"Iya Ibu, aku harap Ibu menyukainya" aku mengangguk tersenyum.Aku bahagia Ibu kelihatan ceria sekarang.
Ibu tersenyum kemudian mengelus pipiku dengan jarinya yang lembut.Aku memjamkan mata untuk menerima perlakuan Ibu padaku.
Aku merindukan seorang Ibu
"Aku yakin kau gadis yang baik.Jadi berjanjilah padaku, jagalah Mark untukku.Buat dia tersenyum.Temani dia dalam suka dan duka"
Aku mengangguk.
Tentu saja Ibu, aku sudah berjanji di hadapan Tuhan saat aku menikah, aku harus ada saat suka dan duka.
Ibu melepas elusan tangannya.Dan matanya menatap lurus ke depan.
"Sekarang Karir Mark sedang buruk.Dukunglah dia.Dan jangan sampai dia terlalu dekat dengan Hye Ri "
Aku terperangah mendengar akhir kalimat yang ibu ucapkan.Kenapa ibu sepertinya tak suka dengan Hye Ri?
"Kau mengenalnya kan??"
Aku mengangguk.
Jangan di tanya lagi, aku mengenalnya.Dia adalah wanita yang suka berubah-ubah karakter.Di depanku dia sinis tapi jika ada Mark dia baik dan ramah.
Memang pantas dia di sebut Siluman Ularr!!
"Aku tak menyukainya.Mark pernah frustrasi saat Hye Ri memilih untuk berkuliah di Harvard.Aku tau Mark menyukainya.Dan aku mendengar dari Yuri jika lamaran Mark di tolak mentah-mentah Hye Ri di acara ulang tahun Byun Hak Do."
Aku hampir tak percaya dengan cerita yang Ibu sampaikan melalui menejer Mark.Bahwa suami KW ku itu sebelumnya pernah melamar Hye Ri dan di tolak??
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Tak terasa hari sudah akan berganti malam.Mark dari tadi menerorku lewat telpon dan menyuruhku pulang.Padahal ibu kan menyuruhku menginap.Tapi Mark melarang karena kalau aku menginap siapa yang akan memasak makan malam.
Aku mendengus kesal jika alasannya selalu tentang lapar lapar dan lapar.Apa tak ada alasan lain????
Aku memakai jaket dan memeriksa tas selempangku apa ada yang ketinggalan.Setelah memastikan semuanya sudah masuk tas aku berniat menyusul Ibu yang ada di dapur untuk berpamitan.
Tapi tak kusangka suara Mark memanggilku.Aku tak Yakin . Ngapain Mark kesini??Bukannya dia bersumpah untuk tak menginjakkan kakinya di rumah ini???
Sebuah tangan hangat meraih tanganku.Aku tidak berhalusinasi dan memang nyata Mark disini.
"Untuk apa kau kesini?" tanyaku Mengejek.
"Aku menjemputmu.Rumah sudah kotor lagi dan aku lapar.Jangan menginap disini !" Dia mendelik menatap horor ke arahku.
Aku mendengus kesal.Jadi dia repot menjemputku hanya untuk ini??
"Ayo kita pulang" Dia tak sabaran menarik sikuku untuk pergi dari rumah ibu.
"Tapi aku belum berpamitan" Aku ingin melepaskan cengkraman sikuku darinya
"Gwen" suara Ibu memanggil seraya berjalan menuju tempatku berada.
Wajah Ibu terlihat terkejut ketika melihat anak yang dirindukannya sedang menyeret Istrinya pulang.
"Maaf Ibu, Mark menjemputku dan aku harus pulang sekarang"
Tanpa mempedulikan ku yang sedang berpamitan Mark menyeretku Lagi.Aku membungkuk hormat dengan langkah terseok-seok.
"Mark" suara Ibu bergetar memanggil anaknya ini.
Mark mengehntikan langkahnya tapi masih menggenggam erat tanganku.
Ibu segera menghambur memeluk Mark dari belakang.Ibu memeluk erat anak yang selama ini dirindukannya dan tak pernah mau bertemu dengannya.
"Mark, maafkan ibu..." Ibu terisak.Tangis Ibu pecah seketika.Mark terdiam dengan wajah sendu.Aku tau Mark juga pasti merindukan Ibunya.
Tak di hiraukan kemeja yang sudah basah karena air mata yang Ibu tumpahkan di punggung anaknya itu.
Mark pelan-pelan melepas pelukan ibu dan langsung memeluknya lagi
Tak terasa air mataku menetes melihat pertemuan Ibu dan anak yang berselisih selama bertahun-tahun.
Thanks God !!
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Amburadul banget sih kata-katanya. Gak fokus.
maafkan ya pembaca dan authors. kalau di chapter ini lagi-lagi saya gak maksimal dan mengecewakan kalian.
__ADS_1
Saya masih tahap belajar dan belajar buanyakk dalam menulis.Makasih yang tetep setia kasih semangattt....