
Saya gak suka main di rawa-rawa tapi kenapa bisa nikah ama siluman buaya????
πΈπΈπΈ
Dengan kostum mirip inem,lap di pundak dan memegang gagang senjata berupa alat mop aku sedang bersih-bersih rumah.
Aku sedikit terlena dengan perlakuan Mark padaku tadi malam.
Dia sweet.
Dia masak buat aku.
Dia kayak bukan siluman.
He is Angel.
Dia kayak merasa bersalah meskipun dia gak minta maaf walaupun gak ngomong langsung.
Tapi pagi ini,dia kembali ke mode siluman buaya.
Dia menyebalkan.
Dia pemerintah.
Kerjaan ku semua gak ada yang bener.
Yang makanan overcook lah.
Yang kaca jendela buram.
Pokoknya dia pagi ini nyari gara-gara.
Yaaa bukannya aku merasakan kenyamanan dan aku mengaharap dia baik kepadaku.
Memang secepat itu dia bisa berubah karakter,dari angel ke siluman???
Setelah dia pergi entah kemana,aku baru bisa bernafas lega.
Lepas dari jeratan reptil dengan pakaian berbandrol Gucci itu adalah sesuatu banget.
Aku memijit-mijit lengan yang pegel banget karena mengepel.
Lain kali aku harus hati-hati jika Mark tiba-tiba jadi baik.Kalau enggak ngeprank,yaa paling PHP.
Kalau hobinya seperti itu dia tidak cocok jadi member boyband yang terkenal.Dia lebih pantas jadi youtuber.
Apa ada hal lain tentang Mark yang belum aku ketahui??Banyak sih....
Aku mengambil ponsel di saku daster batik khas ibu-ibu,aku suka pakai daster saat sedang mengerjakan tugas rumah tangga.
Aku harus nanya mbah google yang pengetahuannya setara dengan Mbah Mijan untuk urusan yang masih jadi misteri.
Dalamnya lautan Samudera Atlantik aja mbah google tau,bukan gak mungkin kan mbah google juga tau perasaan Mark???
Dan Google memberikan jawaban absurd untuk pertanyaanku.
Aku menghempaskan badan ke sofa.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!"
Aku berteriak histeris seperti orang gila.
Kenapa aku bisa menikah dengan pria menyebalkan itu???
Kalau bukan karena deportasi,sampai kiamat juga aku tidak mau menikah sama Mark Lee.
Bel dari pintu depan berbunyi.
Ha??Siapa kira-kira yang bertamu pagi ini??
Kalau Mark yang datang,tidak perlu memencet bel,dia hanya cukup memasukkan tanggal lahir HyeRi maka pintu rumah langsung terbuka.
Aku melangkah menuju ruang depan dan membuka pintu.
Tampak seorang wanita paruh baya dengan rambut berwarna hitam legam sebahu.Di sampingnya berdiri wanita berusia sekitar 30an dengan pakaian kantor.
Aku sekilas terpana memandang dua wanita cantik nan elegan ini.
"Nyonya mencari siapa??" tanyaku dengan tersenyum.
ΓΓΓΓΓΓΓ
Aku mempersilahkan wanita paruh baya itu masuk.
Dan aku persilahkan mereka berdua duduk di sofa ruang tengah.
Mereka berdua ini siapa ya???
"Sehari-hari kau memakai pakaian seperti ini??" tanya wanita itu dengan tatapan tajam seperti ingin menguliti ku hidup-hidup.
Aku yang di tatap seperti itu mendadak malu.Dengan pakaian dinas ibu-ibu rumah tangga aku menemui tamu dengan pakaian elegan dan menawan.
Aku mengangguk. "Iya Nyonya,aku tadi sedang membersihkan rumah jadi aku memakai pakaian seperti ini"
"Di mana Mark??" tanya nya lagi dengan mengedarkan pandangan ke seisi rumah.
"Aku tidak tau" jawabku jujur.Memang aku tidak tau kan Mark ngilang kemana???
"Kau tidak tau??Istri macam apa yang tidak tau suaminya pergi kemana???"
Secara logika omongan ibu-ibu ini memang benar.Aku adalah istri Mark,sangat gak masuk akal kalau aku tidak tau kemana suamiku pergi.
"Maksudku dia ke...."
"Wanita macam apa yang telah dinikahi putraku???"
__ADS_1
Kegugupanku dalam menjawab pertanyaan wanita ini sukses membuat mulutku ternganga.
Dia ibu Mark???
Ibu....
Mark???
Please,jangan pingsan Gwen.
"I-Ibu???" aku melongo.
"Ya,aku ibu Mark"
Ingin aku nabok jidat sendiri untuk kebodohanku.Untung aja tadi aku sudah membuat 2 gelas teh omija untuk wanita yang sangat penting ini.Kalau tidak??Pasti aku dapat komenan pedass!!
"Maafkan aku Nyonya,ohh maksudku ibu mertua,aku tidak tau." Aku menunduk untuk menutupi rasa malu yang teramat sangat.
"Kau lihat kan sekretaris Seo???Wanita macam apa yang di nikahi putraku??" Ibu mertua ku berkata dengan nada datar namun terdengar menakutkan.
"Apa kau tidak tau kalau Mark juga punya keluarga??" Aku masih menunduk tidak berani menatap wajah ibu mertuaku ini.
Sedangkan kaki ku serasa gemetar di bawah sini.
"Saat menikah tidak memberi kabar kepada orang tua.Apa kau tidak tau kalau Mark masih punya keluarga??"
JLEB! Sebuah busur panah menancap tepat di jantungku.
"Apa kau tidak menanyakannya kepada suamimu?"
JLEB!
"Apa kau tidak perlu restu orang tua untuk pernikahan kalian??"
JLEB JLEBB!!!!
Aku rasa kalau sekarang aku sudah tewas di medan pertempuran.Melawan ibu mertua tidaklah gampang.
Ternyata Ibu Mark wanita yang sangat menakutkan.Saat bersitatap dengannya..Aku seperti Shanchai yang sedang di introgasi sama ibu Tao Ming Shi.
"Aku rasa,aku sudah tau wanita macam apa yang dinikahi oleh putraku" Ibu mertuaku berdiri dengan membawa tas tangan yang di pakaikannya di lengan.
"Ayo sekretaris Seo,kita pergi" Ibu mertua beserta sekertaris nya pergi keluar dari rumah.
Aku yang hampir kehilangan muka dan nyawa, lari ngibrit mengejar ibu mertuaku itu.Aku ingin meminta pengampunan darinya atas sikapku dan Mark tentang pernikahan kami.
"Iii-Ibu...Maafkan kami,Ka-Kami janji akan segera mengunjungi ibu...."
Ibu mertua tak menghiraukan permintaan maafku dan masuk kedalam mobil di ikuti sekretaris nya.
Sia-sia saja aku mengejar ibu mertua.Dia tidak akan mudah memaafkan kami.
Aku mematung di jalanan depan rumah Mark.
Kuhentak-hentakkan kaki ku ke aspal untuk mengekspresikan rasa kesalku!!
Tapi dengan songongnya dia bilang tidak perlu memberitahu keluarga karena pernikahan itu palsu.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Hari sudah berganti malam dan Mark belum pulang.
Aku sudah memasak dan menyeduh teh omija,agar kalau dia nanti pulang gak bikin ribet lagi.
Aku sama sekali tidak bisa berkonsentrasi mengerjakan tugas.
Bayangan tentang wajah ibu mertuaku masih terpampang jelas di pikiranku.
Dia adalah wanita cantik yang menawan,elegan,terkesan smart.Baju yang di kenakannya juga bermerk.
Orang-orang diluar sana yang tidak tau kehidupan rumah tanggaku yang sebenarnya,pasti mengira hidupku sangat enak.
Dapat suami idol yang di elu-elukan para gadis.Tampan,mapan,terkenal.
Punya ibu mertua yang cantik,elegan,tutur katanya berkelas,dan dari pakaian yang ibu kenakan,ibu jelas-jelas kaya raya.
Padahal,di balik itu semua,kami adalah sepasang PASUTRI SETTINGAN,di atas kontrak dan berbatas waktu.
Bahkan keadaan kontras tadi siang terjadi,ibu mertua yang cantik menawan berhadapan dengan menantu yang berbaju daster batik dan rambut di kuncir asal-asalan.
Tamatlah sudah riwayatku!!!
Aku tidak akan mengadu pada Mark lewat telpon.Aku akan menunggu dia pulang dan aku akan bilang kalau ibunya tadi siang kemari.
Beberapa detik kemudian Mark mengirim pesan whatsapp ke ponselku.
Idihhh!!! Kenapa dia menyuruhku untuk membawakan makanan untuknya??
Ditanya dia sekarang dimana malah foto selfie.
Dia di Rumah Sakit???
Ngapain??
Siapa yang sakit??
Apa mungkin Mark yang sakit???
πππππ
Aku sampai di Rumah sakit sesuai dengan info yang aku dapat darinya.
Pikiranku gak selow setelah Mark memberitahu kalau dia di RS.
Siapa yang sakit??Apa Mark yang mendadak sakit lalu di bawa kesini???
__ADS_1
Aku harus siap mental jika ada hal buruk yang terjadi menimpa Mark.
Aku telah sampai di depan pintu kamar tempat Mark sekarang.
Di tanganku sudah ku genggam sebuah paperbag berisi makanan dan charger ponsel yang diminta Mark.
Aku membuka pelan pintu itu.
"Mark,jika seseorang tak membalas cintamu,apa yang akan kau lakukan??" kudengar suara wanita berbisik terisak berbicara pada Mark.
Aku menghentikan langkah di ambang pintu dengan daun pintu terbuka sedikit.
Aku ingin,
Aku ingin mendengar pembicaraan ini lebih lanjut.
Ini adalah pembicaraan serius.
"Tenangkanlah pikiranmu,kau tak ingat kata dokter Nam kau harus banyak istirahat" Suara Mark lembut terdengar,dan kulihat dari tempatku mengintip mark mengelus rambut hitam si wanita.
"Aku tau,aku bodoh karena aku tak menyadari cinta mu untukku." balas si wanita dengan nafas sesenggukan.
Jantungku berdegub kencang.
Wanita yang terbaring lemah di ranjang itu mengakui penyesalannya mengabaikan Mark.
"Aku tau,kau tidak menyukai wanita itu.Kenapa kau menikah dengannya?Apa kau ingin menyakitiku?" tangisan wanita itu malah semakin meraung menggenggam tangan Mark.
"Sudahlah,sekarang pikirkan tentang kesehatanmu.Kau harus segera pulih."
Mark menenangkannya dengan mempererat genggaman tangannya.
"Kau harus janji padaku,jangan pergi dariku sebelum aku yang memintanya" Balas wanita itu lagi.
Mark menjawab dengan anggukan.
Aku kembali menutup pintu itu pelan-pelan saat Mark membujuk wanita itu untuk beristirahat dan tidur.
Aku belum ingin masuk kesana.
Biarkanlah mereka berdua bicara tentang waktu yang terbuang sia2 selama belasan tahun.Untuk perasaan cinta Mark yang sangat dalam.
Aku duduk menunggu di luar ruangan.
Ponsel bergetar di saku jaketku dan itu telpon dari Mark.
Seperti biasa dia mengomel karena aku belum datang juga.Padahal aku duduk disini sudah setengah jam semenjak aku nguping pembicaraan mereka.
Sedikit demi sedikit aku tau alasan Mark menikahiku.Mungkin ada hubungannya dengan dia,Hye Ri.Yang kini sedang sakit.
Dengan langkah mantap,aku masuk ke ruangan itu.
Hye Ri sudah tertidur lelap.
"Kenapa lama sekali" Mark memprotes.
"Makanya,kalau memilih tempat tinggal jangan yang jauh dari halte..." balasku berkilah.
Sebisa mungkin aku berakting seakan aku tak tau apa yang terjadi dengan hubungan mereka.
"Mana makan malamku??" dia menagih.
Aku menyerahkan paper bag itu padanya dan dia langsung membukanya.
Dia tersenyum riang mendapat makanan dariku.
"Kau kan bisa membeli sesuatu di kantin" kataku dengan menyander di sofa.
"Kalau aku ke kantin orang-orang akan heboh melihatku"
Mark menyumpit kimbap yang aku buat
"Benarkah??Apa eksistensi mu masih di akui sebagai idol??Boybandmu kan sudah lama vakum."
Kata-kata yang mungkin terdengar sebagai hinaan ku untuk Mark membuat dia mengehntikan kunyahannya sebentar.
"Kau bisa pulang sekarang,aku akan menunggu Hye Ri sampai dia pulih dan di perbolehkan pulang"
Aku sudah menyangka ini akan terjadi.Mark tidak akan mungkin membiarkan wanita yang di cintainya begitu saja.
Memangnya Hye Ri itu Gwen??Yang dengan teganya dia meninggalkan ku sendirian di gedung bioskop dengan film tembak-tembakan??
Impossible!
"Baiklah,aku pulang" aku beranjak dengan menenteng tas selempangku yang berisi handphone dan dompet.
"Mark" tiba-tiba aku teringat sesuatu.
Mark yang masih asik makan mendongak menatapku yang tengah berdiri di samping sofa.
"Tadi,ibu mertua ah maksudku ibumu datang ke rumah"
Mark langsung tersedak !
Whats wrong my husband?????
πΈπΈπΈπΈ
Ufffhhhh!!!! finally up juga part yang ke 50 cerita recehku ini.
Terimakasih atas kritik saran dan komentarnya dari author-author kece di sini.
Maaf karya saya ini memang tidak layak untuk dibaca.Tapi saya memang hobi nulis.Dan akan tetap berkarya meskipun enggak bagus.
Xie xie terima kasih.
Good Night......ππππ
__ADS_1