
Kenapa aku selalu percaya ama omongan Siluman Buaya??Karena LIDAH BUAYA banyak manfaatnyaaa!
πGwenπ
πππ
Aku memandangi foto profil kontak Whatsapp Mark di ponselku.
Sebenarnya aku sekarang sedang belajar tapi aku enggak fokus dan memilih untuk memikirkan Mark.
Emang bener kata Orang-orang tua kalau masih kuliah jangan keburu nikah dulu.Pikirin tugas numpuk masih banyak,belum lagi Praktek Kerja Lapangan,belum juga magang, di kejar-kejar deadline , bayar uang kuliah.
Eh, masih ngurusin suami ,ngurusin rumah, ngasih makan ,gosok baju ,belanja.Apalagi dapat suami galak kayak aku ini??Bisa-bisa kesurupan.
Aku dari tadi mengeluh tentang kehidupan rumah tangga yang membosankan.Setiap hari, aku ngapa-ngapain sendirian.Orang liat aku punya suami, tapi kayak enggak punya suami.
Suamiku malah sibuk ngurusin masa lalu nya dia.Ada istri dirumah, urusin hidup istri ngapa??
Aku ngacak-ngacak rambut yang dari kemarin emang kusut karena enggak aku sisir.Sewaktu abis pulang dari Rumah Sakit kemarin aku emang males ngapa-ngapain dan Mark juga pulang sebentar tanpa menyapa ku.
Aku intip dari lantai atas, dia bikin bubur.Palingan bikin buat Hye Ri.Setelah itu dia balik lagi.
Aku rasa bener kata Yuri memang Mark itu ngejar-ngejar Hye Ri udah mirip anak anjing.
Aku kacau.Apalagi di tambah abis nonton streaming sinetron Indonesia.Aku kira menonton adegan istri teraniaya dan suami yang selingkuh membuat diriku dapat pencerahan.
Enggak taunya, si istri nangis melulu baper dan suaminya ceraikan sang istri.
Aku talak kamu!!!!
Abis itu mereka pisah, suami sama pelakor.Udah gitu doang ceritanya.Ganti judul ganti pemain inti cerita tetep sama.
Aku coba nonton drakor yang judulnya ada Merid-Merid nya gitu.Ini malah lebih ekstrim pelakornya.Bikin gemes pengen nglempar piring si pelakornya.
Emang paling bener nonton film Armageddon atau The Day After Tommorow yang nayangin adegan mau kiamat.
Atau nonton film horor yang ada adegan mantap-mantapnya.
Aku hampir gila memikirkan ini semua.
Aku menunduk di meja ruang tengah dan duduk bersila di lantai.
Ku ambil ponsel di meja dan aku ketik pencarian Google.
Daripada aku terus-terusan uringan seperti ini lebih baik aku makan deh.
Biar moodku stabil.
Kan enggak lucu kalau nikah cuma di atas kertas tapi perasaannya beneran??
Kalau Mark milih bersama Hye Ri, aku juga tidak boleh marah.
Aku enggak boleh mikirin Mark terus.
Enggak boleh !!
Dengan kemampuan yang aku miliki, aku mencoba membuat cake coklat dengan bahan yang ada di kulkas.
__ADS_1
Aku dulu belajar bikin kue dari tante yang tinggal di sebelah rumah.Dia sering perhatian sama aku dan Kak Andy waktu dulu Bunda dan Ayah baru saja meninggal.
Katanya aku masih punya nenek di Turki, tapi aku belum pernah menemuinya.
Tak beberapa lama Cake coklat berhias potongan strawberry sudah siap untuk dimakan.
Kue ini lebih enak di makan bersama Mark sih sebenarnya daripada di makan sendiri.
"Kau sedang makan apa??" Entah sejak kapan Mark datang dan menegurku yang baru saja akan menyendok cake coklat itu.
Dia buru-buru mendekat dan ikutan duduk di kursi makan.
"Aku sedang makan kue coklat" Aku menjawab malas dan akan menyendok kue itu tanpa mempedulikannya.
Tapi bukan Mark namanya kalau enggak bikin kekacauan, dia dengan cepat merebut sendok itu dariku dan memakan kue nya.
Aku cemberut melihat tingkahnya yang tanpa dosa.
"Kenapa kau pulang?Baru saja aku akan mengemasi barang-barang mu dan mengantarnya ke Rumah Sakit" Kataku menyindir dia yang tidak pulang kerumah.
Dia yang daritadi keasyikan makan menghentikan kunyahannya.Aku siap kalau setelah ini akan terjadi keributan besar.
"Hye Ri sudah pulang dari kemarin" katanya lirih.
"Benarkah??Kenapa kau baru pulang sekarang??Kenapa kau tidak mengabariku??Aku tau aku menumpang tinggal di rumahmu, tapi setidaknya kau anggap aku ada dirumah ini"
Entah kenapa aku tiba-tiba jadi kesal dengan kelakuannya akhir-akhir ini.Di kira aku enggak nungguin dia pulang??
"Maaf......" Dia menunduk lagi dan menyendok kue itu.
"Jangan marah-marah terus,makanlah...."
Dengan wajah unyu yang bisa membuat para gadis pingsan dia menyodorkan sendok yang berisi cake di depan mulutku.
Aku selalu kalah Jika Mark memperlakukanku seperti ini.Aku membuka mulut dan memakan cake itu.
"Enak kan??"
"Tentu saja, aku yang membuatnya" Aku menahan senyum karena secara enggak langsung Mark mengakui kalau cake nya enak.
"Aku kira beli" katanya seperti menyesal bilang kalau cake nya enak.
"Mulai sekarang, kau harus belajar menghilangkan gengsimu.Akui saja sesuai dengan kata hatimu maka hidupmu tidak akan menanggung beban yang berat". Kataku filosofis menasehatinya.Karena aku juga bukan orang yang gengsian untuk mengakui sesuatu.
"Apa benar begitu??Mahasiswi jaman sekarang selalu berpikir naif" Katanya dengan mengayunkan sendok yang daritdi di pegangnya.
"Apa mentang-mentang kau sudah bergelar S2 Art lalu meremehkan ilmuku yang masih mahasiswi??Ilmu tentang gengsi dan ketulusan cinta tidak di ajarkan di bangku kuliah.Kalau ada mata kuliah seperti itu,Tidak akan ada Sarjana yang galau karena cinta.Apalagi memendam cinta sendirian begitu lama...." Aku merebut sendok di tangannya dan memotong kue lagi.Kalau enggak segera aku makan,bisa habis di makan Mark semua.Ini aja udah tinggal setengah.
Kami berdua diam dalam hening.Mark tampak meresapi kata-kata yang barusan keluar dari mulutku.
Padahal itu kata ngasal yang enggak sengaja aku katakan.
Dia hanya memandangiku dari seberang meja tempat dia duduk.Aku yang dipandang malah jadi salting.Dia memandang kayak bukan kagum tapi kayak jijik gitu.Kenapa dah si Mark ini??
"Kata-kata mu bagus, tapi lihatlah dirimu.Rambutmu mirip seperti singa, berapa hari kau tak menyisir rambut??Jangan-jangan kau juga tidak mandi dan keramas??"
Jleb!
Nyinyiran pedas level setan Dari Mark buat aku kicep.
Bener sih yang dia bilang kalau aku enggak nyisir dan enggak keramas.
__ADS_1
"Tunggu dulu.." Dia bergegas bangkit dari duduknya dan masuk naik ke lantai atas .Tidak berselang lama dia balik ke lantai bawah lagi.
Dia tidak ke dapur tapi malah duduk di sofa raung tengah.
"Kemarilah Gwen!" dia berteriak melambaikan tangan menyuruhku kesana.
Aku dengan malas menghampirinya.
"Ada apa??" Tanyaku bodo amat.Paling dia nyuruh aku bersihin rumah.
"Ayo, duduklah disini" Mark menepuk sofa memberi isyarat untuk duduk di sampingnya.
Ngapain sih dia nyuruh aku duduk dekat dengannya??Biasanya kan kita duduknya di sofa terpisah.
Dia mengangguk meyakinkanku.
Aku duduk di sebelahnya.
"Lalu apa??" Tanyaku penasaran ketika kita sudah duduk berdekatan.
"Hadap sana" Mata Mark menunjuk untuk menghadap membelakanginya.
Aku yang masih penasaran dengan maksud semua ini malah jadi bengong.
"Ayolah hadap sana" Kedua Tangan Mark memegang bahuku untuk mengahadap sesuai yang dia inginkan.
Aku rasakan tangannya menyentuh rambutku.Lembut sekali.
Setelah itu, sebuah sisir kurasakan menyentuh rambut.
Dia nyisir rambutku????
Aku terdiam menerima perlakuan Mark yang menyisir rambutku pelan dan enggak sakit saat dia menariknya.
Dan ta raaaaa!!
Dia ngikat rambutku.
Demi Apa Mark kayak gini??
"Nah, selesai.Sekarang sudah rapi." Mark tersenyum senang setelah menguncir rambutku.
Aku menyentuh rambut yang di kuncir dan meraba pitanya.Ini seperti ikat rambut yang di Beli Mark saat kami di Milan.Ikat rambut yang di hiasi manik-manik kecil mutiara yang dulu ku kira dia beli buat Hye Ri ternyata di pakai untuk menguncir rambut ku???
"Ini seperti ikat rambut yang kau beli di Milan??" tanyaku untuk memperjelas rasa penasaranku.
Dia mengangguk.
"Iya, aku beli karena aku lihat tatanan rambutmu selalu berantakan dan terlihat seperti orang kampung.Makanya aku beli"
Dia beli buat aku cuma buat menghinaku??
Hebat banget.
"Ya sudah pakai saja." Mark beranjak dari tempat duduknya dan menaiki tangga ulir menuju ke lantai atas.
"Jangan lupa memasak dan membersihkan rumah." Tak lupa dia berteriak mengingatkan pekerjaan rumah yang harus aku kerjakan.
Aku meraba lagi ikat rambut yang di berikan Mark padaku.Aku ingat ikat rambut ini cuma ada satu saat itu.Berarti dia kasih ini cuma buat aku.
Aku mengulum senyum.
__ADS_1
Jantungku yang daritadi berdegub kencang tak beraturan malah jadi enggak karuan.
ππππππ