PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 73 : I WILL STRONG !!


__ADS_3

Hai Gwen, please move on dong dari Mark. Nih, gue kasih link tutorial move on di Youtube!! Heran gue cinta bet lu ama Mark!!!!


๐ŸŒผYangnulisikutangreget๐ŸŒผ


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Mark mendrible bola basket dan Gwen sedang berdiri di pinggir lapangan seraya melihat Mark.


Hari ini Mark memaksa Gwen untuk berolah raga karena semalam Mark memergoki Gwen makan Indomie dicampur nasi.


Mark yang baru pulang dari studio mengejutkan Gwen yang sedang makan sendirian di jam 00.00 tengah malam. Gwen memakan sebaskom Indomie beserta nasi dan di campur rata.


Gwen malam itu sangat lapar dan tak bisa tidur. Mark juga menepati janji kalau dia menghubungi Gwen kalau pulang terlambat.


"Astaga, kau makan seperti orang Kesurupan !" Tegur Mark malam itu.


Gwen masa bodoh dan tetep lanjut makan meskipun Mark mengatainya rakus.


Alhasil, Mark menyeret Gwen untuk berolah raga di hari minggu ini.


.


.


.


"Hei wanita lemah....!" Mark mengejek seraya melempar bola ke arah Gwen.


Mark mengode Gwen untuk ikut bermain basket. Tapi Gwen menolak karena dia capek lari-lari keliling lapangan.


"Aku mau pulang, aku belum memasak" Keluh Gwen dan diapun pergi dari sana.


Mark mengalah dan mengikuti langkah Gwen.


Mereka berjalan beriringan.


Rumah Mark tak jauh dari arena sport disini karena ini adalah fasilitas gratis untuk warga yang tinggal di kawasan ini.


Saat Mark menjahili Gwen dan menjambak rambut Gwen yang di kuncir, samar-samar terdengar suara jeritan wanita.


Mark tak tertarik untuk ikut campur urusan orang lain. Sedangkan Gwen merasa terpanggil untuk menolong wanita itu.


Betapa terkejutnya mereka setelah tau siapa yang menjerit tadi.


"Hye Ri !!" Mark memekik dan menghampiri Hye Ri yang beberapa detik lagi akan di pukul oleh pria itu.


Mark melindungi Hye Ri dan jadinya malah Mark yang kena tonjok.


Mark meringis kesakitan memegang rahangnya. Gwen histeris segera melihat wajah memar Mark yang baru saja kena bogem.


"Kenapa kau memukulnya??" Gwen berkecak pinggang menatap pria bergaya eksekutif muda itu dengan murka.


Dia tak terima suaminya yang tak tau apa-apa malah kena sasar.


"Aku tak ada urusan denganmu!!!!!" Balas pria tampan namun jahat itu dengan sengit.


"Yang kau pukul itu suamiku, dan Hye Ri adalah temanku" Teriak Gwen geram dengan mata menunjuk ke arah Mark yang sedang menenangkan Hye Ri yang menangis terisak.


"Oh, jadi kau membela suamimu??"


"Tentu saja, apa kau tak malu pria sepertimu memukul wanita. Dimana harga dirimu??"


Pria temperamental itu akan memukul Gwen, namun Gwen yang berlatih Kendo di Kampus bisa menangkap pergelangan tangan pria itu, dan memitingnya.


"Ayo pria lemah!! Keluarkan semua jurusmu!!"


Gwen sudah sangat siap berkelahi. Mark tak heran jika Gwen bisa menangkis serangan. Dulu Mark juga pernah di tolong Gwen saat di rampok preman.


"Ssaaa--- sakit...!!" Pria itu memekik kesakitan.


"Pergi dari sini dan jangan ganggu Hye Ri lagi!!" Gwen seketika mendorong pria itu dan kemudian jatuh tersungkur.


Pria itu langsung kabur mengendarai mobilnya.


Hye Ri memeluk Mark dengan perasaan ketakutan.


"Ayo Mark kita pergi, sebelum ada orang melihat kita"


Gwen membantu memapah Hye Ri, namun HYe Ri menghambur ke pelukan Mark.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Keadaan rumah hening setelah Mark mengantar Hye Ri pulang ke apartemen nya.


Gwen tak tau apa yang sebenarnya terjadi. Apakah Hye Ri mengenal pria jahat itu??


Apa Hye Ri ada hubungan dengan pria itu??


Pertanyaan demi pertanyaan menggerogoti hati dan pikiran Gwen.


Terlihat Mark sangat khawatir melihat kondisi Hye Ri yang sangat ketakutan.


Saat di rumah tadi, Mark dan Hye Ri hanya saling diam dan menatap.


Hanya isak tangis Hye Ri yang terdengar.


Gwen paham dengan kondisi ini. Tak mungkin kan suaminya membiarkan gadis yang di cintainya ketakutan.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ

__ADS_1


Yuri mengamuk pagi ini karena melihat foto-foto Mark yang sedang memeluk Hye Ri di rilis akun gosip No. 1 Korea, apalagi kalau bukan Dispet.


"Aku sudah pernah bilang padamu, jangan sering bertemu dengan dia. Tapi kau tak mau dengar. Lima belas ribu artikel buruk tentang dirimu beredar di Internet, Li-ma be-las- ribu!! Aku sedang berusaha menghapusnya sekarang, dan kau malah seenaknya!! Ayolah Mark, jangan rusak image mu yang sedang membaik dengan berita bodoh seperti ini!!!"


Yuri tak berhenti mengomel dan meluapkan rasa amarahnya terhadap Mark.


Matanya dari tadi tak lepas dari IPAD yang selalu di genggamnya.


Diapun menerima telpon setelah itu dia kembali mengamuk.


"Kau dengar??? Sponsor membatalakan kerja sama denganmu !!!" Yuri membuang nafas kasar lalu menghempaskan tubuhnya di sofa.


Sedangkan Mark hanya duduk dengan wajah datar.


Gwen menghampiri Yuri memberikannya segelas jus jeruk. Yuri langsung meneguk sampai tandas.


"Gwen, kau kan ada di sana saat kejadian itu, kenapa kau tak melindungi suamimu !!"


Gwen pun tak luput dari sasaran amukan Yuri.


"Aku pikir Hye Ri dan Mark kan memang teman. Hye Ri membutuhkan Mark."


"Astagaaaa, Masalahnya ini berbeda Gwen. Ini dunia entertainment, salah sedikit saja karir Mark bisa tamat. Tidak peduli teman atau orang yang tak di kenal sekalipun, jika itu menjurus ke arah skandal, bisa menjadi berita besar"


Gwen dan Mark yang kena omel langsung melempar pandangan satu sama lain.


Karena omongan Yuri persis yang pernah di alami mereka berdua. Dan dampaknya terasa sekarang. Gwen dan Mark terpaksa menikah.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Atas saran dari Yuri, sementara Mark tak akan bertemu dengan Hye Ri. Bukan karena takut ketenarannya akan terpuruk lagi, tapi lebih daripada itu, Dia tak ingin Gwen terluka.


Mark ingin menjaga perasaan Gwen.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Mark ada di studio saat Professor atau Dosen pembimbing menelponnya.


Dosen memberitahu Mark kalau tugas Gwen sudah di terima tinggal presentasi saja. Mark memang sering menelpon Dosen Gwen untuk menanyakan progres pendidikan istrinya itu. Tapi Mark bersikap seolah tak mengerti dan tak mau tau tentang pendidikan Gwen.


Sementara Gwen sedang jingkrak-jingkrak di depan ruang Dosen karena proyek penelitiannya di terima. Tinggal presentasi di depan Professor dan Gwen akan lulus.


Dan yang bikin dia senang adalah saat Dosen berkata :


"Tugasmu kali ini di luar dugaanku, Kau bisa menyelesaikannya dengan baik. Kau harus berterima kasih pada suamimu"


Gwen menatap Dosennya keheranan.


Kenapa harus terima kasih???


Gwen hanya tersenyum aneh.


Gwen tersenyum girang dengan dua tangan menggenggam di dada.


Terima kasih Tuhan


Terima kasih Mark Lee.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ




Mark memasukkan ponselnya ke saku celana jeansnya setelah berbalas pesan dengan Gwen di Whatsapp.


Gwen yang menerima pesan dari Suami KW bertambah senang karena Mark meminta bertemu di kawasan NAMSAN TOWER.


Gwen tak berhenti senyum-senyum sendiri meskipun sudah di dalam Subway.


.


.


.


Gwen sudah duduk di bangku taman depan gembok cinta. Dia masih menunggu kedatangan Mark.


Tak bisa di gambarkan lagi betapa senangnya dia hari ini.


Satu jam Menunggu, Gwen masih sabar.


Dua jam menunggu, Gwen masih berpikir positif.


Tiga jam menunggu, dia gusar bukan main. Pikirannya kemana-mana.


Di rogohnya ponsel di saku celananya.


Gwen coba menelpon Mark berkali-kali namun tak ada jawaban dari Mark.


Gwen mondar mandir di taman itu. Dia coba berpikir positif mungkin Mark terjebak macet.


Oke!! Calm down Gwen.


Dan sampai malam tiba Mark tak menampakkan batang hidungnya. Kejadian saat di bioskop terulang kembali.


Gwen masih menoleransi kejadian di bioskop waktu itu karena mungkin Mark baru saja menikah dengannya. Tapi kali ini beda menurut Gwen. Mereka sudah lama hidup bersama. Dan itu bukan perkara mudah.


Gwen hanya bisa meneteskan air mata.

__ADS_1


*Jangan berjanji lagi padaku !!!


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ*


Mark yang sedang melakukan perjalanan ke Namsan Tower untuk menemui Gwen di kejutkan dengan telepon dari sahabat Hye Ri, bernama Sun Mi.


Sun Mi bilang kalau Hye Ri di teror oleh pria yang tempo hari bertengkar dengannya di apartemen milik Hye Ri.


Mark segera balik kanan menemui Hye Ri di apartemennya.


Kondisi Hye Ri mengenaskan dengan rambut acak-acakan dan muka yang sembab.


Tangisannya begitu menyayat jiwa Mark.


Malam ini Mark di larang pulang kerumah. Hye Ri ingin Mark menemaninya malam ini.


Hye Ri duduk dengan memeluk lutut di atas sofa dan Mark duduk di sofa terpisah.


"Mark...." Panggil Hye Ri parau.


"Iya, aku disini" Jawab Mark dengan tatapan sendu.


"Aku pikir setelah mengenal pria itu, aku bisa melupakanmu " Mata Hye Ri berkaca-kaca dan tatapannya kosong.


Mark merasakan dadanya tersentak. Dia tak habis pikir, Hye Ri adalah orang yang selektif memilih teman. Kenapa dia bisa mengenal pria kurang ajar itu.


"Kenapa kau bisa mengenalnya??" Tanya Mark .


"Aku kehilanganmu. Semenjak kau menikah kau terasa jauh dariku. Kak Byun menganggapku seperti Byun Chae Young, adiknya yang sudah meninggal. Sedangkan kau menikah dengan gadis Imigran itu !! Aku begitu menyedihkan sekarang. Dan pria itu menerorku karena aku menolak cintanya."


Mark terdiam kali ini mendengar keluh kesah Hye Ri.


Hye Ri yang selalu ceria sekarang terlihat begitu mengenaskan.


"Aku sangat bahagia jika kau bisa bersamaku"


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Siang ini Mark pulang kerumah. Tak di dapatinya Gwen yang biasanya berkegiatan dirumah.


Mark berkeliling mencari sosok Gwen bahkan di kamarnya pun tidak ada. Tapi tasnya tergeletak di sofa ruang tengah beserta beberapa kaleng minuman bersoda.


Mark mencari di kamar, bahkan di kamar mandi namun tak ada. Di kitchen island atau di ruang laundry istrinya juga tak nampak.


Mark naik ke balkon tempat Gwen biasanya menjemur baju. Istrinya tetap tidak ada. Hanya jemurannya saja yang melambai tertiup angin.


Namun dari atas balkon, Mark melihat istrinya sedang membaca buku di ayunan kayu.


Mark segera menyusulnya.


"Gwen??" Panggil Mark lirih saat dia sudah berdiri di samping ayunan.


Gwen tak menyahut dan fokus membaca buku.


Mark mengerti kalau Gwen pasti kecewa karena Mark ingkar janji.


Mark pun duduk di ayunan kayu itu bersebelahan dengan istrinya.


Gwen yang merasakan seseorang ikut duduk di sebelahnya langsung kaget.


Begitu dia tau itu Mark, Gwen mengelus dada tanda lega.


Gwen melepas earphone wirelessnya.


"Pantas kau tidak mendengar aku memanggilmu" Mark pun berseloroh.


"Sejak kapan kau pulang??" Tanya Gwen.


Mark yang mendengar pertanyaan polos Gwen terheran, apa dia tak marah karena aku ingkar janji??? Batin Mark.


"Aku baru saja pulang" Jawab Mark gugup.


"Oh, apa kau sudah makan??" Tanya Gwen lagi.


"Belum" Mark Menggeleng dengan wajah nampak tegang. Mark tak habis pikir kenapa Gwen tak mengomel atau ngambek padanya. Kenapa dia bersikap seolah tak terjadi apa-apa.


"Baiklah, aku akan memasak untukmu sekarang" Gwen beranjak dari tempat duduknya tapi tangan Mark mencegah dia pergi


Gwen memejamkan mata sebentar,


Jangan buat aku menaruh harapan besar padamu , Mark Lee. Hati ini telah mati.


Dengan cepat Mark menarik Gwen ke pelukannya.


Gwen tak membalas pelukan itu, tatapan matanya kosong. Tak ada air mata yang keluar untuk laki-laki yang menjadi suami KW nya ini.


"Maafkan aku, Gwen....."


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Terima kasih untuk like n komen dan kuotanya ya teman-teman sesama authors, dan readers yang mendukung karya saya ini.


Tanpa kalian semua saya bukan apa-apa.


Tetep stay ya di karyaku ini, karena sebentaaaaarrr lagi udah mau END.


Gamawo, xie xie, makasih ya semua.


๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2