PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 43 : BYUN HAK DO


__ADS_3

Di balik penampilan sempurna..ada hati yang ambyaarrrrr!!!!!


GWENSONDAKH


🐊🐊🐊🐊🐊


Alih-alih wawancara berjalan mulus di ruangan kebesaran seorang Direktur yang bernama Byun Hak Do, aku sama narasumber malah kesasar ke kawasan Itaewon.


"Kenapa kita harus kesini??" Tanyaku penasaran seraya mengedarkan pandangan ke seisi restoran.


Ya, Byun Hak Do menawarkan syarat gila kepadaku.Dia mau aku wawancara asal aku nemenin dia makan.


Sebenarnya aku malas di seret-seret keluar gini.Kalau gak ingat sama tugas kampus,aku gak bakalan mau kemari.


Bukan apa-apa.Konsentrasi ku mendadak hilang kalau aku bertatap muka lama-lama dengannya.


Teman siluman buaya ini mungkin juga sejenis siluman juga.Tapi aku belum bisa mastiin dia spesies apa.Siluman rubah, kucing atau bahkan siluman ular.


Dari luar tampilannya emang meyakinkan.Tapi kalau aku ingat tadi bertemu Hye Ri di depan pintu lift, aku jadi sangsi kalau dia pria baik -baik.....!


Gak mungkin kan Hye Ri ke kantor Byun.co.ltd kalau enggak ketemu direktur Byun??Yang tambah aneh dan gak wajar, gadis imut berpostur model itu pergi dalam keadaan nangis.Dan waktu aku sampai ke ruangan direktur Byun, dia kelihatan santai santai aja.Kayak gak ada masalah.


Malah ngajak aku kesini??


Pertemanan mereka bertiga membuat ku pusing dan hampir lupa tujuan utama ku menemui Byun Hak Do.


"Hai, kau kenapa??" Suara Byun Hak Do mengagetkan ku sesaat.


Aku yang dari tadi hanya menatap ke arah jendela sambil berpikir reflek memalingkan wajah ke arah direktur Byun.


"Apa??" Tanyaku melongo.


Dia tertawa.


Apa ekspresi ku lucu.


"Kenapa??Ada yang aneh???" Aku balas melempar senyum kemudian menggelembungkan pipiku.


Makanan terhidang di meja.Platingan yang cantik dan elegan menggugah selera.


Ada satu makanan yang aku kenal disini.Ini adalah Ratatouille.


Ya, kami sedang berada di Restoran Perancis.


Aku mengambil garpu dan mengotak atik Ratatouille itu.


"Disini yang masak koki manusia, bukan tikus" Seloroh Direktur Byun membuyarkan aktifitasku.


Aku yang kepergok sedang mengamati sayuran apa saja yang ada dalam makanan itu jadi terkekeh dan bermuka songong.


Rupanya dia mengira aku jijik karena terbayang film animasi buatan Disney Pixar berjudul Ratatouille dimana film itu menceritakan tikus yang menjadi koki dan bisa memasak Ratatouille yang enak.


"Makanlah yang banyak." Kata-kata Byun Hak Do mengingatkanku pada mendiang ayah.


Sewaktu Ayah masih hidup dia sering menyuruhku makan biar cepat besar.


"Kau tidak suka?" Tegurnya lagi yang melihatku melamun tentang Ayah.


"Kau mengingatkan ku pada Ayah.Dia selalu menyuruhku makan." kataku datar.


"Ayo kita makan." Lanjutku lagi.


Byun Hak Do pun terdiam sebentar kemudian tersenyum padaku.


"Oh iya, aku bisa mulai wawancara kan sambil makan??" Tentu saja aku masih ingat tujuanku kesini bukan semata-mata sangat ingin bertemu Direktur Byun untuk tujuan pribadi.

__ADS_1


"Tentu saja.Tanyakan apa yang ingin kau tanyakan." Jawabnya seraya mengiris daging yang aku tau itu foie grass yang harganya sangat mahal.


Aku nyalakan aplikasi recording yang ada di ponselku, agar aku nanti mudah mencatatnya lagi.


"Hallo Direktur Byun.Namaku Gwen Sondakh, aku dari Universitas Han ingin mewawancaraimu." Aku harus bicara formal karena ini juga bagian dari praktek.


"Hallo,aku Byun Hak Do.Senang bertemu denganmu." Rupanya Direktur Byun mengimbangi pembicaraanku.


"Aku ingin bertanya padamu.Saat awal kau merintis usaha di bidang retail ini,kau mulai membuka usaha seperti apa??" Pertanyaanku mungkin kurang berbobot.Aku gugup.Tapi dia harus maklum karena aku kan pemula.


Dia meletakkan pisau dan garpunya di piring dan ingin menjawab pertanyaan yang gak berbobot dariku.


"Saat aku seusia dirimu, aku sudah lulus dari Harvard University dan orang tuaku menyarankan agar aku melanjutkan bisnis mereka di bidang fashion dan teknologi.Tapi aku ingin memulai usahaku sendiri.Dengan bekal ilmu yang aku peroleh dari Harvard, aku memulai usahaku dengan membuka minimarket dan karena aku sungguh-sungguh, minimarket itu sekarang jadi berkembang dan bercabang dimana-mana" Katanya dengan mimik wajah yang cemerlang dan berwibawa.Sedang kedua tangannya tak berhenti bergerak.Seperti Pak SBY gitu.


"Wah, dan kau akhirnya sukses seperti sekarang karena usaha dan kegigihanmu..." Aku menanggapinya dengan takjub.


"Iya,bahkan aku tak takut rugi jika ada orang yang berbelanja disana gratis." katanya menahan tawa.


Aku yang jadi kicep?Bentar-bentar??S


Jadi,supermarket yang aku datangin kemarin punya dia???


Hmm,dia nyindir aku nih.Gegara kemarin aku belanja gratis.Aku udah niat bayar ya tapi karena udah di bayarin aku kan jadi mengurungkan niatku.


"Aku belanja bayar tapi ada seseorang yang memberiku gratis." Kataku berkilah dengan mempoutkan bibirku.


Aku memyendok creme brulle dan memasukkannya ke mulut.Rasanya sangat enak dan aku mengerjap-erjapkan mata saking enaknya.


"Kau harus coba ini." Byun Hak Do dengan cekatan dan elegan mengiris sepotong foia grass dan memberikan potongan itu padaku.


Dia mungkin akan menyuapiku tapi. aku ingat Aku sudah punya suami yang bernama Mark Lee.Biarpun suamiku itu songong aku gak boleh berhianat.


Aku mengambil garpu yang berisi sepotong foia grass dan menyuapkan sendiri ke mulutku.


Aku gak mau orang lain salah paham tentang hubunganku dengan Byun Hak Do.Terlebih lagi agar Byun Hak Do juga tak salah paham dengan sikapku padanya.


"Jadi, kau di Harvard mengambil jurusan apa??" Pertanyaan ini juga bagian dari wawancara tugas kampus.


"Kedokteran." jawabnya santai


Aku melongo.Mana mungkin kuliah kedokteran pas lulus buka supermarket???


Byun Hak Do tertawa lebar menanggapi ekspresi wajahku yang melongo dan tak percaya atas jawabannya.


"Aku berkuliah di jurusan Bussinese School.Bagaimana apa kau percaya sekarang???" Katanya menahan tawa.


"Oh iya, tanggal lahirmu berapa??" Tanyaku santai.


"Aku lahir di Ilsan 24 oktober 1988.Ini bagian dari wawancara kan???"


"Tentu saja."


"Aku kira kau akan mengingatnya dan memberikanku kado ulang tahun." balasnya menatapku tersenyum manis.


"Kau sudah punya segalanya.Aku yang cuma imigran tak bisa memberimu apa-apa..." Aku berkata seraya menyendok creme brulle lagi dan memakannya.


Byun Hak Do terlekeh.


"Apa pria seperti aku terlihat tak kekurangan apapun??" Dia bertanya dengan wajah serius dan membuatku menghentikan suapan sendok ke mulut.


Aku sejujurnya terkejut dengan pertanyaannya.


Aku mengeluarkan sendok itu dari mulutku dan menaruhnya di bowl.


"Aku yang mewawancaraimu sekarang.Kenapa malah kau yang bertanya?" Aku ngeles.Padahal aku gak tau mesti jawab apa.

__ADS_1


"Katakan saja.Aku butuh penilaian darimu." Balasnya tetap dengan pandangan yang sama.serius


Ibarat mesin pelacak, aku memindai seorang yang kini duduk berhadapan denganku di Restoran Perancis ini.Dia adalah Byun Hak Do.


Dia tampan, tajir, maskulin, penampilannya bonafit dan boyfriend material banget.Dia bersih dan juga wangi.


Tutur katanya sopan dan gaya makannya elegan.Senyumnya sangat manis.


Overall dari luar dia tidak kekurangan apapun.dia juga punya kekasih cantik dan imut seperti Hye Ri, kurang apa lagi??


Aku saja minder kalau harus berinteraksi dengan dia.


Dia menunggu jawabanku.


"Kau tak kekurangan apapun.Kau sempurna!" Kataku semangat dengan kedua tangan terbuka dengan kata lain uwowww bangeetttt!!!!


dia tertawa melihat tingkahku.


Acara interview berkedok makan siang telah berakhir.


Aku dan Direktur Byun memutuskan untuk pulang.Aku rasa wawancara kali ini sudah cukup dan nanti malam aku bisa mulai mengerjakan tugas menyusun artikel tentang profil pengusaha pemilik Byun.co.ltd.


Saat aku menunggu Byun Hak Do yang sedang ke toilet, aku melihat sesosok pria yang sedang berpelukan dengan wanita berambut hitam panjang bergelombang.


Tangan pria itu mengelus-elus punggung si wanita.


Aku tak asing dengan mereka.


"Gwen, ayo kita pergi." Ajakan Byun Hak Do mengehentikanku memandang dua orang yang sedang berpelukan itu.


"Ayo." Aku berjalan beriringan dengan Direktur Byun keluar dari restoran.


"Ayo aku antar kau pulang" Direktur Byun menawarkan diri mengantarku setelah kita sampai parkiran.


"Ohh, tidak perlu.Aku bisa pulang sendiri.Terimakasih kau bersedia aku wawancarai...." Aku tersenyum seraya membungkuk hormat.


"Lain kali kita bisa bertemu lagi kan?" Tanyanya dengan senyum penuh arti.


"Tentu saja" Balasku ramah.


Direktur Byun akan membuka pintu mobil.


"Direktur Byun." Aku memanggilnya.


Dia menolah ke arahku.


"Apa aku boleh bertanya lagi??" Tanyaku hati hati.


Dengan sabar dia mempersilakan.


"Ulang tahun Hye Ri tanggal berapa ya???"


🌼🌼🌼🌼🌼🌼


selamat malam...


wan an....


para readers ku dan authors semua yang budiman.


tetap semangat ya untuk berkarya....


please like n komen.


bagi yang mau feedback an silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar.

__ADS_1


makasih semua...xie xie...


see yuuu


__ADS_2