
Lidah Mertua dan Lidah Buaya sama-sama Indah.
๐ผGwen๐ผ
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Momen libur kuliah selama seminggu akan aku manfaatkan untuk kegiatan berguna.
Semenjak Hye Ri datang kerumah Mark 2 hari yang lalu, aku sama sekali tidak peduli terhadap Mark.Dalam artian, aku sudah tak peduli lagi tentang perasaanku padanya.
Aku putuskan, aku kubur dalam-dalam rasa cinta ini.Kita kan nikah juga Settingan.
Kalau feelingnya jadi kebablasan, berarti aku baperan dong.
Padahal Mark sama sekali enggak pernah menganggap pernikahan ini sungguhan.
Dia dengan mudah bercengkrama ria dengan Hye Ri di kitchen island sampai larut malam.
Saat jam 10 malam aku dengan mereka tertawa cekikikan di meja makan.
Mark tak pernah seperti itu padaku.
Mark juga tak membahas tentang kedatangan Hye Ri kerumah.
Tidak usah di jelasin juga aku sudah tau.Untuk apa?
Kita nikah di atas kertas.Titik!!
Jadi, jangan kebawa perasaan Gwen !!!
Justru aku pikir, ada hal yang lebih penting dari pernikahan ini.Yaitu Ibu Mertua.
Selain aku punya tugas kuliah, Aku juga punya tugas tak kalah penting yaitu mengunjungi ibu mertua.
Pagi ini aku mencoba membujuk Mark untuk berkunjung ke rumah Ibu, dan jawaban menohok yang aku dapatkan.
"Mark, bisakah kita berkunjung ke rumah Ibu??Saat Ibu terakhir kali kemari, beliau sepertinya sangat marah karena kita tak mengabarinya saat akan menikah dulu" Aku menunduk menatap piring saat kami sarapan pagi ini.
Aku sejujurnya takut pikiran Mark tak sejalan dengan ajakanku.
"Aku tidak bisa.Kesana saja sendiri!!" Jawabnya ketus
"Nanti kalau ibu menanyakanmu, aku harus jawab apa??" Tanyaku beralasan.
"Bilang saja aku sibuk" Mark berkilah dengan menatap wajahku sebentar kemudian melengos menatap jendela kaca.
"Kau sekarang kan tidak sibuk..."
Dia menatapku lebih tajam dari yang barusan.
"Kita hanya menikah pura-pura, untuk apa meributkan Ibuku?"
Menohok sekali kata-kata Suami KW ku ini.
Aku tidak tersinggung dia menolak ajakanku berkunjung ke Rumah Ibu.
Tapi saat dia bilang kalau pernikahan pura-pura yang kita jalani ini yang membuat hatiku sakit dan pipiku tertampar.
Sadarlah Gwen, Mark tak benar-benar menjalani pernikahan ini selayaknya pasangan lain.
Please, sadar donggg!!!!
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Setelah melalui perdebatan dengan Suami KW, aku sudah di beri alamat dimana mertua ku itu tinggal.
Aku sedikit tak percaya ketika rumah mertuaku ini terletak di perumahan elite kawasan Gangnam.Ternyata Keluarga Mark bukan orang sembarangan.
Aku memencet bel di pagar depan rumah elit ini.Pintu gerbang rumah mertuaku tertutup rapat.
Tak lama seorang pria berpakaian jas berwarna hitam keluar dari pagar.Di telinganya tersempil earphone.Aku merasa pria berbadan tegap ini adalah bodyguard seperti di film Hollywood yang FBI gitu.
"Maaf, aku kesini untuk bertemu dengan Nyonya Lee----Hye---Jin" Kataku membungkuk tersenyum dengan nada terbata-bata karena aku lupa-lupa ingat nama mertuaku.
Itupun saat aku bertanya nama ibu Mark siapa, Mark malah menjawab dengan membentakku.
Pria ini memindai tubuhku dari pandangan atas ke bawah lalu naik ke atas lagi.Dia mungkin bertanya-tanya, kenapa ada gadis berpenampilan biasa menemui atasannya.
"Apa kau sudah ada janji Nona?" tanya pria ini dengan wajaha datar.
__ADS_1
Aku menggeleng. "Tidak ada..."
Aku tersenyum songong.Mana mungkin aku membuat janji dengan mertuaku.Aku saja baru tau kalau rumahnya di sini.
Mau bertemu Ibu Mertua saja susahnya mint ampun.
Suara klakson mobil membuatku berjingkat kaget.Sebuah mobil SUV berwarna hitam masuk ke dalam halaman rumah mewah itu.
Bodyguard yang dari tadi menanyaiku buru-buru membukakan pintu mobil.
Seorang wanita muda berpakaian resmi dengan rambut di kuncir turun dari mobil itu, kemudian di susul dengan wanita berpakaian elegan turun juga.
Itu sekretaris Seo dan Ibu mertuaku.Aku menunduk karena takut sekaligus malu.
Ibu tak menghiraukanku dan langsung masuk kedalam rumah.
Aku bingung mau lanjut masuk atau balik kanan.Karena aku sudah keder duluan dengan sikap ibu yang tak menganggapku ada.
"Kalau kau tak ada janji dengan Nyonya sebaiknya kau pulang saja" Pria bodyguard dengan rahang tegas itu menghalauku yang dari tadi terpaku disana.
Aku yang menyerahpun akhirnya berbalik pulang.
"Nona Gwen" Suara sekretaris Seo memanggilku.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Ya Tuhan, tolong aku.
Aku seperti dalam kisah-kisah drama Menantu yang punya mertua galak.Aku menunduk.Kalian pernah menonton Meteor Garden kan??Nah, mertuaku sudah seperti ibu Tao Ming Shi yang menyeramkan sedangkan aku adalah Shanchai.Gadis yang tak punya apa-apa tapi berani mencintai anaknya.
"Bahkan, setelah kesini kau datang dengan tangan hampa.Dimana sopan santunmu??"
Mampusss Lo Gwen!!!!
Teriakku menggunakan bahasa gaul Jakarta dalam hati.Kenapa sih enggak kepikiran buat bawain mertua sesuatu.Bodoh banget!!
Aku hanya menunduk.Duduk di sofa berhadapan dengan Ibu Mark.Kenapa sih aku mendapatkan mertua seperti Ibu Mark ini??
Aku dapat anaknya yang tengil saja sudah membuat hidupku merana, di tambah mertua super galak dan nyeremin kayak Ibu Tao Ming Shi.
Aku hanya berdoa dalam hati agar aku keluar dari rumah ini dalam keadaan selamat.
"Suamimu tidak ikut...?" pertanyaan Ibu kali ini lebih melunak.Nada bicara nya lebih lembut dari yang tadi, sedikit.
"Maaf ibu, Mark sedang sibuk.Jadi aku saja yang mengunjungi Ibu" Aku tak langsung senang nada bicara Ibu melembut.Aku masih keringat dingin dengan hati yang di landa ombak Tsunami.
"Suamimu sekarang pengangguran, mana mungkin sibuk,!"
Suara lembut Ibu malah membuat dadaku tertohok.Aku semakin menunduk dan tenggelam dengan rasa malu yang teramat sangat.
"Aku tak pernah setuju dia Menjadi Idol..dan akhirnya kejadian ini menimpa dirinya kan??Menjadi Idol itu tidak selamanya..." Ibu bersandar di sofa dengan tangan bersedekap.
Asumsiku sementara, Mark terlibat permasalahan serius dengan Ibu.Tapi masalah yang seperti apa aku belum bisa menebak.
Aku masih menunduk.
"Angkat wajahmu jika berbicara denganku" Perkataan Ibu seperti perintah.Tapi aku masih tak berani menatap wajah Ibu.
"Apa kau tiap hari berdandan seperti ini??" Tanya Ibu lagi.Ibu selalu mengungkit penampilanku.Kemarin dia menangkap basah aku memakai daster batik, sekarang dia masih tak terima jika aku memakai celana jeans dan kemeja kotak-kotak dengan memakai jaket parka.Aku pikir aku tak bisa memakai dress karena aku harus berlarian ke stasiun kereta.
Anakmu yang galaknya seperti singa itu mana mau mengantarku???
"Iya Ibu.....Aku harus berlarian di stasiun agar tak ketinggalan kereta jadi aku memakai pakaian yang fleksibel" Aku agak sedikit mengangkat wajahku untuk menatap wajah ibu mertuaku.
"Kau kuliah dimana??" Tanya Ibu.
"Di Universitas Han" jawabku lirih.
"Jurusan apa??" tanya ibu lagi.
"Komunikasi Bisnis"
"Orang tuamu??"
Aku menunduk,
"Aku sudah tidak punya orang tua Ibu, aku memiliki seorang kakak laki-laki.Dia juga tinggal disini"
Aku tak ingin menjual cerita sedih tentang orang tuaku yang meninggal karena kecelakaan pesawat 8 tahun lalu agar Ibu mengasihaniku.
__ADS_1
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Aku menghela nafas lega setelah bertemu dengan Ibu Mertua ku.Aku akhirnya keluar dari rumah elit itu dengan selamat.
Setidaknya aku bersyukur ibu mau menerimaku dan tidak mengusir ku.Bahkan Ibu mengajak aku makan siang bersama tadi.Tapi tetap saja wajah tegas dan mata tajam seperti silet menyayat hatiku.
Aku harus sabar, aku harus baik pada Ibu.
Dan yang aku sesali, kenapa sih aku bodoh banget enggak bawa oleh-oleh??
Yang aku salut juga dengan mertuaku, beliau sama sekali tak mengungkit soal aku yang seorang Imigran.
Karena kata Ibu wajahku cocok kalau ngaku orang Korea.
Gimana ?? Enggak cocok??
Ya udah makasih.๐ค๐ค๐ค
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Aku pulang kerumah berjalan kaki dari jalan utama memasuki kawasan perumahan Rumah Mark yang tenang dan sepi.Setelah sebelumnya aku naik bis tadi.
Aku melihat sebuah mobil berwarna merah terparkir di halaman rumah.
Aku tak asing dengan mobil ini.Aku pernah melihatnya.Beberapa malam yang lalu.
Saat aku memasuki halaman Mark yang penuh dengan pot-pot sayuran yang aku tanam, aku mendengar suara wanita tertawa.
Aku mengendap-endap ke arah sumber suara untuk mengintip apa yang terjadi hingga membuat mereka tertawa.
Mereka berdua, maksudku Mark dan orang yang di cintai nya sedang mencuci mobil Mark.
Mereka kejar-kejaran dan main air hingga baju mereka semua basah.
Rambut Hye Ri yang terurai agak basah membuat wanita itu terlihat seksi.Dia memakai hotpants dan tanktop di lengkapi dengan outer kemeja kotak-kotak menambah kesan seksi wanita ini.
Pantas Mark menyukainya.
Aku tak langsung masuk ke rumah atau menyapa mereka.Aku cuma ingin mengintip, namun dengan resiko dadaku sesak dan mataku panas saat melihatnya.
Tak terasa pot berisi tanaman sawi di sebelahku aku remas sawinya saking gemasnya dengan ulah mereka.
Mereka akhirnya duduk di kursi kayu dekat dengan kran air.
"Mark, sepertinya aku harus sering kesini agar aku bisa melihat tawamu setiap hari..." Kata Hye Ri terengah-engah setengah tertawa karena mereka berdua abis kejar-kejaran.
"Begitu??" Mark melempar pertanyaan di selingi senyuman manis yang akhir-akhir ini jarang aku lihat.
"Tentu saja, aku harus menghiburmu.Bukankah Istrimu itu jarang ada untukmu??"
Mak jleb banget sih perkataan Hye Ri.
Mark hanya diam seribu bahasa tanpa menatap wajah Hye Ri.
"Sebenarnya aku tak begitu suka kau menikah dengannya...Dia hanya Imigran.Kau mungkin di manfaatkan olehnya.Dia bisa menikah dengan pria biasa.Kenapa harus menikah denganmu...?" Hye Ri tiba-tiba cemberut ketika membicarakan tentang ku.
Walaupun aku tak siap mendengar obrolan selanjutnya, aku harus nguping agar aku tau apa yang terjadi sebenarnya perihal Alasan Mark menikahiku.
"Bukankah kau sendiri yang memberiku semangat agar Gwen dan aku menikah??Apa kau peduli tentang ku??Kau sudah bahagia dengan Kak Byun kan??" Wajah Mark bergantu serius.
Mimik wajah Hye Ri yang cantik seketika berubah masam.
"Bukankah kau hanya menganggapku teman??Bahkan kau menolak lamaranku saat itu dan memilih mengejar Kak Byun??"
Suamiku membuka rahasia yang selama ini di sembunyikan dariku.
"Aku yakin kau tak mencintainya" Hye Ri berkata tegas.
Mark beranjak dari tempat duduknya.
"Sebaiknya kau pulang saja, terima kasih sudah datang.Sebentar lagi istriku pulang ke rumah."
Mark memang tak menjawab pernyataan sepihak Hye Ri.Meskipun aku menantikan jawaban itu...perintah Mark untuk menyuruh Siluman Ular Betina pulang membuat senyumku kembali merekah.
Mark masih mengingatku walaupun ada Hye Ri yang seksi di depannya.
Aku yang dari tadi frustrasi setelah bertemu dengan Ibu seolah mendapatkan angin segar dengan Sikap Mark.Aku tau ini bukan tanda cinta Mark padaku.Setidaknya aku di anggap ada di kehidupannya... Aku merasa terbang ke awang-awang.
__ADS_1
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ