PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 64 : UP 2 U !!!!


__ADS_3

Pengen jadi cewek yang bodoamatan.Mau kau kejengkang mau kau balikan ama cinta pertama, TER-SE-RAH !!!


🌿GWEN🌿


🌸🌸🌸🌸


Sudah satu minggu sejak kejadian menyesakkan dada di studio milik Mark Lee, suami KW ku, kita seperti dua orang asing seperti dulu ketika kita baru saja menikah dan tinggal serumah.


Dalam seminggu ini Mark hanya tidur di rumah 3 hari, sisanya dia tidur di studio.


Aku memang sengaja ngambek sama Mark.Aku enggak nyapa dia.Tapi bagaimanapun juga kewajiban sebagai orang yang menumpang tinggal di rumah Mark harus aku jalankan.


Seperti memasak, bersih-bersih rumah, mengelap kaca dan mencuci pakaian.


Aku enggak mau di anggap sebagai parasit yang merugikan dia.


Kalau di pikir-pikir yang rugi banyak disini aku.


Lebih baik sekarang aku harus bodoamat sama suami KW.


Mau dia kejengkang, mau nyosor mau balikan ama Hye Ri aku sih ter-se-rah !!


Ngapain mikirin dia.


Gwen, seharusnya kamu sadar dari awal kamu itu siapa !


Lupa kalau si Mark Siluman Buaya itu menyebutmu cuma IMIGRAN !


Gak lebih dari itu.


Coba-coba mencintai Mark, tapi apa yang aku dapat selain kekecewaan??


Karena sampai kapanpun Mark hanya mencintai Hye Ri.


Aku masih rebahan di kamar saat alarm di ponsel berbunyi.Semalam Mark tak pulang dan tak ada kabar apapun darinya.Jadi aku bisa leha-leha dong, enggak usah masak enggak usah bersih-bersih rumah dulu karena hari ini jadwal untuk bertemu Dosen pembimbing lagi.


Untuk saat ini, lebih baik akrab ama Dosen kan daripada Siluman Buaya??


Karena masa depanku akan cerah jika aku nurut ama Dosen.


Let's go Gwen !!!


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


ANALISA PENGARUH KOMUNIKASI BISNIS TERHADAP LABA PERUSAHAAN BYUN.CO.LTD.


Aku tau ini cuma tema yang di berikan Dosen padaku untuk studi kasus yang harus aku kerjakan sebagai syarat kelulusan.


Tapi enggak harus menyangkut perusahaan Direktur Byun kan??


Kenapa Pak Dosen ngasih tema ini?? Masih banyak tema-tema yang lain.


Seperti meneliti lapak pedagang kaki lima atau meneliti tentang bisnis kedai makanan kekinian yang sedang jadi trend di Korea??


Kenapa harus ini??


Aku ingin mengeluh dan menolak tema yang di berikan.


Tapi Dosen berkata :


"Tugas mu saat wawancara kemarin sangat menarik dan aku ingin kau meneliti perusahaan Byun.co.ltd lebih menyeluruh"


Dosenku tersenyum senang kepadaku karena tumben aku jadi anak pintar.


Aku sadar itu pujian dari Dosen.Tapi senyumku berubah jadi kekesalan karena dulu aku terima bersih tugas itu dari sekretaris Direktur Byun yang bernama Alice.


Saat aku keluar dari ruangan Dosen, aku seperti sudah tak bernyawa lagi.


Masalah di rumah tanggaku sudah banyak, di tambah urusan kampus.


Aku melihat segerombolan ciwi-ciwi yang sedang berfoto-foto dengan seseorang. Apa mungkin itu artis ya??


Aku perlahan mengahampiri kerumunan itu.


Dan ternyata yang menarik perhatian mereka adalah Direktur Byun.


Direktur Byun datang ke kampusku??


What for??


Enggak ah, aku lebih baik menyingkir saja. Sejauh pengalamanku, ketemu sama Direktur Byun itu adalah pengalaman mendebarkan yang membuatku mati kutu.


Ini bukan saat yang tepat untuk bertemu dengannya walaupun jelas sudah kalau tema studi kasusku adalah Perusahaan Byun.co.ltd.


Aku balik kanan menghindari kerumunan yang terurai karena semua mahasiswi bubar dari tempat itu.


"Gwen"


Aku memejamkan mata sebentar ketika mendengar sapaan lembut pria elegan itu.


Ketangkap basah, asemmm!!!!


"Kau mau kemana??" Tanya Direktur Byun seraya menghampiriku.


"Oh, aku mau pulang." Jawabku jujur.

__ADS_1


Aku memang ingin pulang, dan itu juga alasan agar aku tak mengobrol dengannya.


"Mulai sekarang mungkin kau akan lebih banyak mengobrol denganku daripada beralasan ingin pulang"


Direktur Byun berseloroh seperti tau aku sebentar lagi akan membutuhkannya.


Alih-alih dia melepaskanku dari obrolan selanjutnya, dia malah mengajakku makan siang di Restoran Jepang.


Dia seperti mengajakku menjelajah kuliner keliling dunia.


Dia pernah mengajakku ke restoran Italia dan Perancis, sekarang dia ngajak aku ke restoran Jepang??


Aku tersenyum miris.Direktur Byun yang menganggapku teman saja senang mengajakku makan di Restoran, Mark yang konon katanya Idol tajir dan notabene adalah "suami" ku saja jarang mengajakku makan di luar.


Memang dia tak pernah mencintaiku.Untuk apa menyenangkanku??


Kami berdua duduk di depan tepanyaki dan melihat langsung makanan khas Jepang itu di masak.


"Kau tak menelpon Mark untuk memberitahu kalau kau pulang terlambat??" Pertanyaan Direktur Byun menghentikan lamunanku sesaat yang sedang memikirkan suami KW ku itu.


"Oh, tidak. Dia juga tak pernah memberitahuku kalau dia pulang terlambat" Aku spontan bicara tentang keadaan rumah tanggaku yang kacau akhir-akhir ini.


"Apa??" Direktur Byun mengernyitkan alis terheran dengan ucapanku yang tanpa filter dan keluar begitu saja dari mulutku.


"Oh maksudku , aku...."


"Kau sedang dalam masalah??" Direktur Byun memotong perkataanku yang ngeles.


Aku ingin menjawab tapi kemudian aku memilih diam saat Hye Ri dan suamiku tiba-tiba saja datang dan duduk di sisi kanan tepanyaki dengan tertawa.


Plot twist nya pas banget ya???


"Hye Ri, Mark...." Direktur Byun juga menyadari kedatangan dua ekor Siluman itu.


Aku menunduk tanpa menyapa mereka.Bukan apa-apa aku sedang malas.


Apa?? Cemburu?? Tidak, aku sudah membuang jauh-jauh perasaanku ke laut.


Mereka berdua saling berpandangan satu sama lain dan Hye Ri tersenyum ke arah kami berdua.


"Kalian sudah lama disini??" Tanya nya berbasa-basi karena enggak nyangka bisa bertemu kami di tempat ini.


Aku sih enggak takut di bilang selingkuh. Meskipun aku kepergok jalan berdua sama Direktur Byun aku juga enggak peduli.


Dia sendiri kan tidak memikirkan pernikahan kita, dan asyik jalan sama Hye Ri. Bukankah ini impas???


Jadi, tidak ada istilah selingkuh untuk pernikahan pura-pura.


"Aku dan Gwen baru saja datang" Jawab Direktur Byun.


Aku ingin bersikap biasa-biasa saja menanggapi kelakuan mereka.Paling Hye Ri juga manasin aku.


Sory, aku enggak terpancing. Gerutu ku dalam hati sambil menggigit potongan daging ikan.


Suasana canggung tercipta di antara kami berempat.


Tak ada seorangpun dari kami yang membuka suara.


Lalu sesuatu terjadi, Direktur Byun tiba-tiba menyeka saus teriyaki yang sedikit tertinggal di sudut bibirku menggunakan sapu tangannya seraya tersenyum manis.


"Kau mirip anak kecil, belepotan" Direktur Byun terkekeh.


Aku mengangguk malu dan sebenarnya aku tidak mau di perlakukan seperti ini terlebih ada Mark di sini.


Aku tak mau dia salah paham.


Aku ingin menjaga perasaannya.


Tapi ketika Hye Ri juga berbuat sama dengan Direktur Byun pada Mark, aku jengah juga.


Untuk apa jaga perasaan???


"Kenapa tidak langsung pulang ke rumah??"


Keajaiban sedang terjadi, Mark yang daritadi hanya diam sekarang mulai buka suara.


Aku hanya diam tak ingin menjawabnya dengan menggigit tempura.


"Gwen" Mark setengah membentakku


"Sejak kapan kau peduli aku pulang atau tidak??" jawabku dengan meliriknya kemudian melengos ke arah lain.


"Kau kan bisa menelponku??" Entah Mark kerasukan setan darimana, dia seperti ingin bertengkar denganku.


"Kontakmu sudah aku blokir"


Mark tak terima dengan jawabanku kemudian bangkit dari tempat duduknya dan datang menghampiriku di depan *tepanyaki.


Dia mau apa sekarang*???


"Ayo kita pulang !!" Dia berteriak dengan sorot mata tajam.


"Aku mau makan !" balasku tak kalah sengit.


Diantara rasa malu dan kesal aku menahan emosi tak ingin terpancing kata-kata nya.

__ADS_1


Mark menarik siku ku dengan paksa dan aku bangkit dari tempat dudukku.


Aku yang sudah sangat jengkel dengan ulahnya seminggu lalu menepis tangan Mark yang mencengkram lenganku.


"Ini permintaanku yang terakhir, ayo pulang !"


Nada Mark lebih rendah dari yang tadi namun penuh penekanan.


Aku rasa dia benar-benar marah sekarang.


Aku menghela nafas pelan.


"Maaf Direktur Byun, aku harus pulang. Terimakasih sudah menraktirku." Aku membungkuk hormat padanya.


Sedangkan Hye Ri dan Direktur Byun yang kami tinggalkan hanya bengong melihat kepergian ku dan Mark.


Gini banget jadi Istri KW.


Dia enak-enak jalan ama perempuan lain.


Giliran aku jalan sama Direktur Byun untuk membahas tugas akhirku sama dia, eh dia marah !!!


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


"Itu, yang sebelah sana masih kotor..."


Sepulang dari makan-makan berujung pertengkaran tadi siang, Mark langsung menyuruhku untuk membersihkan rumah.


Dia mulai memerintah ini dan itu, mengepel, membersihkan dapur, menyiram tanaman dan mengelap jendela kaca.


Aku yang dari tadi kesal dengan ulah Mark bertambah kesal lagi ketika dia membawa tangga dan menyuruhku naik ke atas untuk membersihkan kaca jendela bagian atas.


Aku yang sudah sangat lelah menolak mentah-mentah perintahnya.


"Aku tak mau, bersihkan saja sendiri!!!!" Kataku sengit dengan membuang lap kaca ke halaman berumput hijau.


Terus terang saja aku trauma naik tangga dan aku pernah jatuh, kakiku terkilir.


Aku juga tak tahan dengan sikap semena-mena Mark padaku.


Aku memang menumpang, tapi apa hal seperti ini di bilang wajar???


Dia kan bisa naik sendiri, dia laki-laki sedangkan aku wanita, dan naik tangga itu pekerjaan lelaki.


Aku sudah lelaaaaahh.


"Aku tidak akan mengijinkanmu bertemu Kak Byun kalau kau tak mau membersihkan jendela???"


Aku berhenti dari langkahku.


Jadi dia ngancam?????


"Ancamanmu sangat kekanakan." balasku menanggapi ancamannya.


"Bagaimana???"


Aku yang tak mau tugasku hancur gara-gara ancamannya terpaksa menuruti perintahnya untuk membersihkan jendela kaca yang lumayan tinggi.


Dia tersenyum menyeringai melihatku mengikuti perintahnya.


Aku benar-benar takut jika naik tangga.Kumantapkan langkah ku untuk menapaki tangga itu.


"Jadi, kau rela membersihkan jendela hanya demi bertemu Kak Byun?"


Perkataan Mark menghentikanku yang akan memanjat tangga itu.


"Apa katamu??"


"Ternyata kau dengan gadis di luar sana semua sama. Kau mudah tergoda dengan rayuan Kak Byun".


Cukup sudah aku bersabar memghadapi suami gila Seperti Mark...!!!


"Kenapa kau berkata seperti itu?? Aku tak sengaja bertemu dengan dia di kampus. Lalu kau sendiri ??? Berhari-hari kau tak pulang kerumah?? Kemana saja kau?? Apa kau menemani gadis yang kau cintai itu sepanjang hari?? Apa kau tak memikirkan perasaanku yang kau tinggalkan sendirian di studio?? Apa kau tak ingin sekedar meminta maaf atau memberi penjelasan????"


Nafasku tersengal-sengal karena amarah yang kusimpan sejak seminggu ini meledak sekarang. Aku sudah tak tahan lagi dengan sikap menyebalkan Mark.


"Bahkan kau semakin gila pergi dengan wanita itu !! Aku tau pernikahan kita palsu tapi bukankah kau sudah berjanji kalau kita akan menjalani drama pernikahan ini dengan baik?? Apa kau lupa akan janjimu??? Aku bertemu dengan Direktur Byun untuk membahas tugas akhir ku di kampus"


Pandangan ku berkabut saat aku melampiaskan rasa kesalku Pada Mark.


Mark hanya diam membisu menatapku yang sekarang bicara lantang padanya.


"Kalau kau mau jendela ini bersih, silahkan bersihkan sendiri. Aku trauma memanjat tangga!!" Aku menyerahkan lap jendela itu di tangannya yang masih terpaku menerima semua omelanku.


Aku masuk ke dalam rumah.


Aku lega bisa menumpahkan uneg-uneg di dada.


Aku juga bisa protes.


Aku meminum air dingin dua gelas penuh untuk meredam emosiku dan menormalkan detal jantungku yang berdegub kencang.


Saat aku menaiki tangga ulir yang menghubungkan lantai atas dan bawah, aku mendengar suara benda jatuh dan teriakan Mark !


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“

__ADS_1


__ADS_2