
Cintai aku dengan cara yang benar !!
๐ผPasutriSettingan๐ผ
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Aku menangis dalam kamar dengan semua hal yang terjadi beberapa hari ini. Bilang jika aku menyesal pun tak akan ada gunanya karena semuanya sudah terjadi.
Kak Andy tak menerima maafku karena kebohongan yang aku buat.
Aku menyadari, sepandai-pandainya aku menyimpan b*angkai pasti akan tercium juga.
Fakta bahwa pernikahan ku palsu.
Mark yang tertangkap basah media mengejar Hye Ri.
Hingga aku yang akan di Deportasi.
Semua ini membuat kepalaku pusing.
Kak Andy masih belum mau berbicara padaku.
Tak ada tempat untuk mencurahkan rasa sedihku atas masalah yang sedang aku alami.
Dengan hoodie menutup kepala dan rambut terurai berantakan, dengan langkah gemetar aku memasuki Gereja.
Aku malu, saat aku sedih aku mengingat-Mu.
Aku memang pantas di hukum untuk janji palsu pernikahan yang aku ikrarkan dulu.
Ayah Bunda pasti kecewa dan sedih melihat kelakuan ku yang tak pernah mau berubah.
Aku menangis terisak dengan kedua tangan menggenggam.
Tuhan, ampuni aku !!!
Hanya kata itu yang aku ulang-ulang dalam hati. Aku menyesal dengan kebodohanku sendiri.
Aku mengecewakan kakakku satu-satunya.
Orang yang aku miliki di dunia ini, dan tempatku bersandar.
Aku menorehkan luka di hati orang-orang yang menyayangiku.
Aku gagal !!
Aku mengutuk diriku sendiri.
Setelah puas menumpahkan penyesalanku dalam tangis, aku pergi dari Gereja dan tak punya tujuan.
Mark mungkin sudah bahagia dengan pilihan hatinya.
Dan aku terpuruk disini.
Aku berjalan tak tentu arah.
Mengikuti kata hati ini melangkah.
Aku tiba di tempat dimana aku bertemu dengan Mark dulu.
Di depan sebuah counter Brand fashion ternama dimana Mark menjadi Brand Ambassador mereka.
Dulu, foto Mark dengan pose yang membuat gadis pingsan terpampang nyata di sini.
Tapi sekarang, foto Mark telah di gantikan dengan foto artis lain. Dia tampan, tapi tak setampan Mark.
Mark punya lesung pipi yang bisa membuatku terpesona saat dia tersenyum.
Setelah puas mengamati foto di layar LCD besar itu, aku berjalan menuju kampus. Dimana selama 4 tahun ini aku menuntut ilmu.
Kampus dengan gaya arsitektur classic dan menawan. Siapa menyangka aku yang bodoh bisa berkuliah disini dan lulus tepat waktu.
Aku mengunjungi perpustakaan, cafetaria dan taman kampus.
Saat aku melewati tempat parkir, hatiku terenyuh. Aku ingat, Mark pernah menungguku pulang setelah kami resmi berpacaran dan go public.
Dengan kedua tangan di atas kepala membentuk love dia berteriak memanggilku CIRENG !!
Aku tersenyum seraya meneteskan air mata seolah-olah aku membayangkan Mark di sana dan memanggilku begitu.
Logatnya aneh dan terdengar lucu di telingaku.
__ADS_1
Kini, semua itu hanya tinggal kenangan dan tak akan kembali lagi.
Aku berjalan menunduk menuju halte bus. Karena ada satu tempat lagi yang akan aku kunjungi hari ini.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Aku tersenyum menatap menara yang tinggi menjulang.
Aku pernah kesini bersamanya saat Mark mendapat petisi untuk mendepaknya dari grup.
Kami mengobrol lama di sini. Mark tak pernah menampakkan rasa sedih dan beban hidup yang di alaminya di Depan orang lain.
Bahkan ke Ibu mertua pun, Mark enggan untuk bercerita.
Dia menanggung semuanya sendiri. Aku hanya bisa menghiburnya.
Aku melewati ratusan gembok yang di pasang di sisi kiri dan kanan pagar besi.
Ribuan orang sudah membelenggu cintanya disini.
Dengan harapan mereka tak akan berpisah atau bercerai.
Tapi itu hanya mitos. Nyatanya aku dan Mark bercerai.
Kami juga mengikat gembok disini.
Aku berjalan lagi menaiki tangga menuju tempat dimana aku memasang gembok yang bertuliskan Mark Lee dan Gwen Sondakh.
Aku mencari-cari nya tapi tak ketemu juga.
Aku ingat persis aku memasang gembokku disini tapi tak ada.
"Apa kau mencari ini??" Suara familiar yang hilang di telan bumi mendadak terdengar bagai angin syurga di telingaku.
Aku menoleh ke sumber suara.
Pria menawan dengan lesung pipi yang tak bisa aku lupakan ada disini.
Dia tersenyum hingga lesung pipinya terlihat jelas.
"Kau tau aku disini??" Tanyaku tebata-bata.
"Aku tadi kerumahmu" Jawabnya singkat.
"Kau tak apa-apa kan??" Aku khawatir Kak Andy melakukan sesuatu pada Mark.
"Kau kenapa?" Mark keheranan.
"Apa kau bertemu Andy Oppa??" aku balik nanya.
Aku curiga Mark masih sumringah setelah bertemu Kak Andy.
"Aku bertemu dengannya"
Aku lebih kaget lagi.
"Aku berbicara banyak padanya"
Aku makin penasaran.
"Kau dan Kakakku membicarakan apa??"
"Kau tak perlu tau !!" Jawab Mark cemberut.
Aku tersenyum simpul, meskipun aku tau Mark datang kesini hanya untuk menyelesaikan masalah kita yang sempat tertunda.
Aku dan Mark berjalan beriringan di kawasan Namsan Tower sore ini.
"Bagaimana di rumah tanpa aku?? Kau bahagia?? Lalu bagaimana dengan Hye Ri?? Apa dia bersedia menunggu hingga perceraian kita selesai??"
Tentu saja aku tak mau berharap terlalu jauh Mark akan mengubah perasaannya untuk menerimaku.
"Dari pada membicarakan Hye Ri yang sedang bersenang-senang di Kota London, bagaimana kalau kita memikirkan tentang pernikahan kita??"
Aku menghentikan langkah sejenak karena mendengar ucapan Mark yang masih belum ku mengerti dengan sempurna.
"Apa maksudmu??"
"Hye Ri mengundurkan diri jadi staf Menteri Strategi dan Keuangan. Dan dia berangkat ke London tadi pagi"
Dalam hati aku tersenyum. Hye Ri pergi?? Tapi kemudian aku sedih jika ingat Kak Andy yang tak mau memaafkan aku.
__ADS_1
"Selama ini, aku tinggal di rumah sendirian. Menghabiskan waktuku sendiri. Aku merasa itu tak jadi Soal jika kau tak tinggal bersamaku lagi di rumah. Tapi saat kau memutuskan pergi, ada yang hilang dari hidupku."
Mark menatapku lekat-lekat.
"Aku merindukanmu....."
Tak terasa mataku berkaca-kaca mendengar ini. Entah aku harus bahagia atau sedih mendengarnya.
"Andy Oppa sudah tau jika kita...." Aku tak sanggup meneruskan kata-katanya.
"Aku mengerti, sulit baginya untuk memaafkan kita."
Kami berjalan beriringan lagi.
"Gwen, ayo kita pulang ke Rumah??"
Ajakan Mark seperti oase di padang pasir. Hal itu yang aku nantikan.
Tapi, aku masih punya tujuan lain lebih dari ini.
"Aku ingin pulang ke Rumah, tapi aku masih punya tujuan lain selain ke Rumah." Kataku tersenyum.
"Tujuan apa??"
"Kau juga pernah kan merasakan keraguan dalam hatimu. Menanyakan jalan yang tak ada dalam GPS. Kini giliran ku Mark Lee, aku yang akan mengambil jalan itu." Kataku mantap menatap lekat-lekat manik matanya.
Wajah Mark berubah sendu.
"Aku ingin membuka jalan itu. Karena aku punya tujuan sekarang. Dan aku yakin, kau sama sepertiku yang juga memiliki tujuan" Lanjutku lagi.
"Gwen, mungkin ini terlambat. Tapi aku benar-benar mencintaimu."
Ucapan Mark membuat detak jantungku berhenti sejenak.
" Kenapa kau diam saja??? Apa aku perlu mengulanginya? Aku adalah pria yang susah mengungkapkan sesuatu...." Mark mempoutkan bibirnya dan itu terlihat lucu.
"Mark, aku ingin memperbaiki ini. Tapi sejak awal kita menikah untuk tujuan yang buruk. Bisakah kita memulainya dengan benar??"
Mark terdiam.
"Andy Oppa bilang padaku, meskipun kita sekarang saling mencintai. Tapi kita mengawalinya dengan niat yang buruk. Biarlah takdir yang akan menentukan kita. Ijinkan aku menggapai tujuanku. Dan gapailah juga tujuanmu. Saat kita di pertemukan lagi oleh takdir, kita akan mengawalinya lagi dengan langkah yang benar."
"Andy Oppa juga mengatakan itu padaku tadi. Tak ada gunanya kita saling mencintai kalau pada awalnya niat kita buruk. Jagalah kesehatanmu. Hingga takdir mempertemukan kita kembali... Aku akan mencapai tujuanmu. Dan kau juga menggapai tujuanmu...."
Aku dan Mark tersenyum.
Aku lega.
Aku bahagia saat Mark bilang dia mencintaiku.
Namun, aku ingin memulai kisah hidupku lagi dengan cara yang benar.
Mark akan berjalan ke arah yang dia tuju.
Begitupun aku.
Perpisahan kita adalah hal yang terbaik untuk di jalani. Hingga saat Takdir mempertemukan kita kembali. Aku dan Mark akan memulai hidup kami dengan niat yang baik.
"Ayo, aku antar kau pulang...."
Untuk terakhir kalinya di senja yang indah ini, Mark menggenggam erat tanganku dan mengantarku pulang ke Rumah.
Dan tak lupa aku juga harus mengawali ini dengan niat yang tuluS
Bye - Bye Siluman Buaya.......
END !!
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
**Finally, kisah Mark dan Gwen akhirnya END juga......!!! Meskipun konfliknya kurang greget dan menarik aku percaya diri menyajikan cerita ini untuk kalian pembaca setiaku.
Terima kasih untuk para readers, silent readers. Untuk Para Authors yang setia mendukung karyaku dan kasih aku semangat.
Aku tak bisa menampilkan adegan panas atau romantis di sini. Aku ingin romantis dengan caraku sendiri.
Sekali lagi hanya terima kasih untuk kalian semua. Tanpa dukungan kalian aku bukan apa-apa.
Komentar dari kalian semua selalu aku baca walau aku jarang membalasnya.
__ADS_1
Please dong silent readers tinggalkan jejak di kolom komentar.
Bye........๐ผ๐ผ๐ผ Salam sayang from BUKAN AUTHOR**.....!