
gak semua yang aku tanyain ke mbah google mendapatkan jawaban...seperti pertanyaan ini.
***GWEN
π»π»π»π»π»***
Aku ngotak-ngatik Google saat ada waktu senggang di kampus.Aku sangat percaya jawaban Mbah Google pasti akurat.
Apa jawaban Mbah Google bisa di pertanggung jawabkan??
Jawaban soal makanan sih aku percaya.Tapi kalau tentang Mark yang gemar olahraga rasanya aku kurang percaya.Bukannya apa apa, selama tinggal serumah aku gak pernah ngliat Mark sekali aja olah raga.
Di rumahnya juga gak ada alat fitness.Jadi soal Mark yang hobi olah raga itu masih abu-abu.
Waktu pagi tadi aku ngecek isi kulkas cuma ada beef sama bawang prei dan bombai.Enggak ada sayuran.Kalau buah ada banyak.
Aku ndelosor ke permukaan meja perpus.Bingung mau masak apa??Aku gak tau kesukaan Mark.Ntar aku masakin kimchi dia ogah makan.
Tapi gak ada salahnya di coba.Meskipun cuma settingan aku harus totalitas jadi istri.Ntar kalau di tanya orang tentang suami.
, aku jadi bisa jawab.
Aku putuskan setelah pulang kuliah aku mampir ke supermarket untuk membeli makanan.Masih ada sisa uang jajan yang di kasih Kak Andy.Bisa aku buat untuk membeli sayuran.
Aku menenteng keranjang belanjaan dan mulai memilih sayuran segar.Aku ingat Mark itu husband material.Jangan-jangan pas dia makan, dia tau bahan makanannya bahan biasa apa premium.
Jadi aku beli yang premium aja lah.Biar lidahnya gak menghina pas makan masakanku nanti.
Aku mengamati paprika.Dilema, mau warna hijau, merah, apa kuning.
"Warna hijau lebih segar.." Suara seorang pria mengalihkan perhatianku sebentar.Aku menoleh ke sumber suara.
Terlihat seorang pria memakai setelan jas warna hitam dan kemeja merah sedang tersenyum manis melihatku.
"Hai" balasku menyapa.
"Kau membeli sayur apa???" Dia bertanya dengan memandangi rak-rak berisi sayuran segar.
"Aku membeli wortel, lobak dan beberapa botol saus.Aku juga sedang memilih paprika" Balasku sambil mencomot satu paprika berwarna hijau dan memasukkannya ke keranjang.
Aku berjalan ke sisi kiri rak sayuran dan aku mengambil sawi hijau.
"Kau mau masak apa??" tanya nya lagi mengekoriku.
"Aku belum tau." kataku menggeleng dengan mencomot satu piring tomat cherry.
Aku rasa cukup segini dulu.Aku menghitung dalam hati total belanjaanku.Aku takut uangnya kurang pas di kasir.
"Kau belanja apa?" Aku bertanya setelah menyadari Byun Hak Do yang kutemui barusan berjalan dengan tangan hampa.
"Ohh, aku-----aku tadi ingin mengambil keranjang.Tapi begitu melihatmu aku kesini ingin menyapamu." balasnya dengan alis berkerut seraya tersenyum.
Ni orang kenapa??Kayak abis kepergok.
"Kemarin kau berlibur ke Milan?"
"Iya, liburan gratis..." Aku terkekeh.
Oopss ! Dia jadi tau aku suka gratisan.
"Bagaimana liburanmu??Menyenangkan??" Tanyanya lagi sambil berjalan beriringan denganku.
"Menyenangkan apanya??" Jawabku spontan.
Aku emang kadang-kadang lepas kendali jika membicarakan pengalaman yang tidak menyenangkan.
Langkah Byun Hak Do terhenti ketika dia mendengar jawabanku yang mengindikasikan bahwa liburanku amburadul.
"Oohh, tentu saja menyenangkan." jiwa idiotku kembali kumainkan untuk menutupi kebobrokan hubungan suami istri yang tengah kami jalani.
Kayaknya obrolan ini gak bisa di terusin lagi deh atau aku ntar keceplosan lagi.
__ADS_1
"Oh iya, aku harus pulang sekarang.Terima kasih kemarin kau sudah hadir di pernikahanku." Aku membungkuk malu.
Aku segera ngibrit cepat-cepat ke kasir dan mengantri.Setelah antrianku tiba, mbak-mbak kasir menghitung total belanjaku dan memasukkannya ke kantung yang terbuat dari kertas karton berwarna coklat.
Aku melihat belanjaku habis 65.000 KRW.Untung uangku masih cukup.Ketika aku akan membayar dengan uang pas, mbak-mbak kasir menolak karena belanjaanku sudah di bayar.
Aku bertanya siapa yang membayar, dan mbak kasir menunjuk ke seseorang dan itu Byun Hak Do !!
Aku segera keluar dari area kasir dan melambai ke arahnya.Aku juga membungkuk cepat mengucapkan terima kasih dari jauh.
Emang kalau rejeki gak kemana.Aku nyesel kenapa cuma ngambil ini.Tau kalau di bayarin aku ngambil udang tadi.
Tidak apa-apa.Segini juga aku udah bersyukur.Uang jajanku kan aman.
Aku segera pulang kerumah dengan langkah riang.
π°π°π°
Malam ini aku sedang duduk di sofa dan membaca buku.Bagaimanapun juga aku masih kuliah dan aku harus rajin belajar.
Ini sudah jam 10 malam.Mark belum juga pulang kerumah.Aku emang sengaja duduk disini untuk menunggunya.Tapi dia gak datang juga.
Aku menguap karena biasanya jam segini aku dah berpetualang dalam mimpi.Mark mungkin pulang pagi lagi.Aku harus tidur cepat karena besok aku bangun pagi-pagi banget untuk masak dan kuliahku juga di mulai pukul 08.00 pagi.
####
Jam 05 pagi aku sudah bangun.Itupun alarm hape yang bangunkan.Kalau enggak aku bisa bablas sampe jam 6 dan gak keburu untuk masak.
Akan aku gunakan keahlian memasakku yang aku dapatkan otodidak karena kepepet keadaan.
Keadaan yatim piatu mengharuskanku untuk serba bisa mengurus diri sendiri.Jika anak gadis lain di seusiaku dulu 17 tahun manja manjanya, aku sebaliknya.
Aku dan Kak Andy berjuang hidup tanpa orang tua.Mau mengeluh ke siapa??
Tak ada tempat untuk mengeluh.Jadi di usia sekarang aku udah bisa bedain bawang merah ama bawang putih.
Sudah bisa bedain kunyit ama jahe, juga merica ama ketumbar.
Enggak tau deh Mark bakalan nerima masakanku atau enggak.Menurut Google Mark suka kimchi dan jajangmyeon.Tapi kan aku juga gak bisa percaya gitu aja.
Aku belum pernah masak ini.Karena kalau di rumah Kak Andy kami sering masak makanan Indonesia.dan Kak Na Yeon Hye suka itu.
Setelah selesai masak aku mengepel lantai dan membersihkan dapur.Rumah Mark tidak terlalu besar tapi juga butuh tenaga ekstra untuk membersihkannya.
Sampah-sampah juga sudah aku buang ke tempat pembuangan sampah.
Aku menghela nafas.Saatnya aku bersiap untuk pergi kuliah.
Aku mengetuk pintu kamar Mark dan aku memanggilnya.Tak ada jawaban,dia pasti masih tidur.Aku coba membuka pintu pelan-pelan.Setelah aku masuk, ranjang Mark memang berantakan tapi Mark gak ada.
Aku baru pertama kali masuk kesini.Aku mengendap-endap pelan dengan pandangan menjelajah setiap sudut kamar.
Pintu kamar mandi terbuka tiba-tiba dan aku menjerit karena Mark baru keluar dari kamar mandi.
"Kau kenapa masuk ke kamar orang sembarangan!!!" Mark menatap horor aku dan dia memegang handuk yang menyelimuti tubuh bagian bawah.Dan bagian atas tubuh Mark terbuka bertelanjang dada.
Aku seketika menutup wajah ku dengan buku yang akan aku bawa ke kampus.
"Aku tadi sudah memanggilm, tapi tak ada jawaban." jawabku menggigil.Aku gugup banget pertama kali liat Mark kayak gini.
"Keluar cepat!" bentak Mark mengusir.
"OK !! Aku cuma bilang kalau aku sudah membuatkanmu sarapan.Ba---baiklah, aku per gi!" kataku terbata-bata dan segera kabur dari kamar Mark.
Setelah sampai di bawah tangga ulir, aku mengatur nafas ku yang tersengal-sengal dan tak beraturan.
Bukan karena barusan aku berlari mengitari tangga.Tapi wajahku seketika panas dan dadaku sesak karena melihat tubuh atletis milik Mark.
Aku sekarang percaya kalau Mark suka olah raga.Dengan melihat tubuh Mark yang atletis dengan pundak yang lebar dan lengan berotot.
Aku mengelus dada dan rambut untuk menetralisir rasa gugupku.
Sebuah nada chat mengagetkanku.Dosen memanggilku satu jam lagi.Aduh gawat ! Aku segera berlari menuju halte bus.
_πΏπΏπΏπΏ
__ADS_1
Malam ini aku berjalan dari halte komplek perumahan Mark ke rumah yang jaraknya sekitar 300m.Suasana sunyi.
Aku teringat tadi dosen memberiku tugas untuk memuat profil seorang Pengusaha.
Pengusaha sukses pemilik belasan ribu supermarket yang berpusat di Seoul dan supermarket nya sudah tersebar di daratan Jepang, Singapura, Kanada, Inggris, dan Amerika.
Aku diminta untuk memuat profilnya dalam waktu dekat ini.Tugasny gak susah sih cuma bikin artikel.Tapi kalau di haruskan wawancara juga,kan bisa pingsan saya !
Aku sudah sampai di pintu pagar rumah Mark dan aku membukanya.Rumah ini gelap,masih sama ketika aku meninggalkannya.
Paling juga rumah kosong Mark pergi entah kemana.Aku memindai wajah untuk membuka pintu dengan menekan pasword dan pintupun terbuka.
Aku masih penasaran dengan angka password itu. 910918, itu jelas-jelas bukan hari kelahiran Mark atau ulang tahun XXTC, tapi bodo amat lah.Ngapain pusing sama password??
ku lepas sepatu di ruang depan dan berganti dengan sandal swallow kesukaanku.Biarpun banyak selop disini aku lebih suka sendal jepit karet buatan Indonesia.
Aku masuk dan ruangan masih gelap.Ketika lampu menyala aku terkejut mendapati Mark yang duduk di sofa.
"Kenapa lampunya tidak di nyalakan??Membuat kaget saja.,kalau aku berteriak maling bagaimana??" Kataku protes.
Emang Mark nih iseng ya, dia mau ngeprank apa gimana??
Aku mau naik ke lantas atas namum Mark menghentikanku.
"Duduklah disini...." Suara Mark terdengar serius.Aku tadi segera naik karena menganggap Mark gak membutuhkan aku.
Jangan-jangan dia mau protes kejadian tadi pagi saat aku nyelonong masuk ke kamarnya.Pasti dia mau nuduh kalau aku melecehkan dia!!
Aku masih percaya, pengalaman adalah guru yang terbaik!
Aku melepas tas ransel dan meletakkannya di meja.Aku segera duduk berhadapan dengan Mark yang nyender di sofa.
"Aku rasa aku memberlakukan peraturan baru..." Katanya manatap tajam ke arahku.
Sudah kuduga kan dia pasti mau bilang.."kamar suami terlarang bagi istri...!" Dia gak terima dengan kejadian tadi pagi.
"Peraturan apa??" Tanyaku cuek.Sebisa mungkin aku menutupi rasa was-wasku.
"Setiap hari kau harus memasak untukku.Pagi dan malam, harus ada makanan.Juga buatkan aku teh omija saat malam hari.Aku suka sayuran segar.Kalau perlu wortel dan lobak harus di ukir dan di bentuk karakter biar aku selera memakannya."
Seketika rahangku hampir jatuh ternganga mendengar peraturan gila yang di buat Mark.Kalau hanya memasak aku sanggup,tapi kalau harus mengukir sayuran dan di buat karakter apa gak keterlaluan??
"Sayuran harus di ukir??"tanyaku tak percaya.
"Tentu saja! Aku membuat peraturan baru.Kau kan menumpang di rumahku.Seharusnya aku tak memberimu kebebasan" Katanya berdesis dengan menyilangkan tangan di dada.
Sweater berlogo Gucci yang di kenakannya menambah aura kesombongan siluman buaya.
"Apa kau harus meminum teh omija itu dan sayuran harus di ukir.Kita hidup di jaman modern bukan Jaman Joseon!!" balasku ketus.
"Kau menumpang selama 8 bulan di rumahku.Apa kau pikir selama itu kau tidak berbuat apa-apa??" katanya sombong.
Aku sebenarnya gak terima di sebut menumpang. Aku adalah istrinya...!!
"Oh ya, jangan lupa bersihkan selalu rumah ini sampai bersih jangan biarkan ada debu yang menempel !" tambahnya lagi dengan menunjuk-nunjuk ruangan di rumah ini.
"Baiklah Mark Lee??Ada lagi yang ingin kau bicarakan??" Tanyaku ramah menipu.
"Aku rasa itu saja." katanya mengangguk tersenyum senang.
Aku bangkit dari dudukku dan naik ke atas menuju kamarku.
Aku membanting pintunya keras dan aku melempar tas ranselku ke ranjang.
Nyebelin banget sih siluman buaya.Apa gara gara sarapan tadi pagi dia jadi nglunjak???Harusnya aku cuekin aja dia kan??
Kalau bukan aku nurut saran Kak Andi untuk jadi istri yang baik aku gak mau capek-capek begini dan lagi??Aku menumpang????Sungguh tak bisa kupercaya Mark menyebutku begitu...!!
"bangkeeeeeeee******" Aku mengumpat di dalam kamar dengan duduk selonjoran di ranjang dan kaki menendang nendang membuat sprei berantakan.
ππππ
part yang terpanjang sejauh ini.
makasih untuk readers dan authors yang mendukung karya saya sampai saat ini...
__ADS_1
have a nice day n see you next chapterπΏπΏ