PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 65 : I NEED YOU.....


__ADS_3

Wajar jika hatimu terlalu sakit.


Itu artinya cintamu tidak bercanda.


🍓🍓🍓🍓🍓


"Aku minta tolong, jaga Mark ya. Fisioterapis akan datang kesini setiap hari jadi kau jangan khawatir" Yuri, manager Mark mengelus bahu kananku pelan untuk memberikanku semangat.


Aku mengangguk.


"Terimakasih, kau selalu membantu Mark". Kataku dengan tersenyum sedih.


"Tidak apa-apa, aku teman Mark dari kecil. Kau bisa mengandalkan aku. Ok, aku harus ke kantor sekarang. Ada pekerjaan Mark yang harus aku selesaikan."


Yuri tersenyum menguatkanku dan meninggalkan rumah.


Aku membungkuk hormat mengiringi kepergian Yuri.


Aku sekilas melihat Mark yang baru saja tidur di sofa ruang tengah.


Mark meminum obat yang mengandung obat tidur agar dia bisa istirahat.


Ku dudukkan badanku di lantai sebelah sofa tempat Mark istirahat.


Terbersit rasa penyesalan di hatiku.


Kalau saja aku tidak marah-marah, kalau saja aku tak menolak untuk membersihkan jendela, maka Mark tak akan jatauh dari tangga setinggi 3 m.


Dokter ahli fisioterapi bilang kalau kaki Mark hampir patah dan harus di gips.


Saat Mark mengaduh kesakitan, Yuri tiba-tiba datang dan membantu memanggilkan Dokter.


Yuri datang kesini karena Mark harus menandatangani suatu dokumen.


Setelah Mark tertidur karena pengaruh obat , aku dan Yuri mengobrol di teras halaman belakang sambil meminum teh.


"Mungkin dengan cara ini Mark bisa istirahat total. Aku sudah melarangnya bekerja terlalu keras di studio sampai tak mau pulang ke rumah. Tapi dia sulit sekali di nasehati."


Yuri mulai bercerita.


Aku mengernyitkan alis mendengar cerita tentang Mark yang keluar dari mulut Yuri.


Bukannya dia enggak pulang karena menghabiskan waktu dengan Siluman Ular alias Hye Ri ??


"Kemarin aku bertemu dengan Mark, dia mengajak Hye Ri makan di Restoran Jepang"


Aku mencoba untuk tidak percaya dulu dengan cerita Yuri.


Bisa aja kan Mark cuma pencitraan, dia pura-pura kerja keras, padahaaallll......


"Hye Ri, wanita itu." Yuri berdecih dengan menyunggingkan senyum menyebalkan.


"Ada apa memangnya??" Aku menyesap teh yang masih hangat.


Menunggu jawaban dari statement Yuri yang membuatku penasaran.


"Aku sudah berkali-kali mengatakan kepada suami mu yang keras kepala itu untuk mengubur dalam-dalam rasa cintanya terhadap Hye Ri. Tapi dia tidak mau, saat Mark melamar Hye Ri, dia di tolak mentah-mentah. Lalu aku dengar kalian pacaran dan menikah. Menurutku itu bagus."


Aku hanya diam mencerna ucapan Yuri.


"Hye Ri hanya menganggap Mark sahabat, dia bilang kalau dia mencintai Kak Byun. Tapi Kak Byun bilang kalau Hye Ri cuma di anggap adik. Apa tak berlebihan jika ku sebut ini KARMA??"


Yuri bercerita panjang lebar tentang masa sekolah mereka. Bahkan Yuri merasa kasihan melihat Mark menunggu Hye Ri bertahun-tahun saat berkuliah di Harvard mengejar Kak Byun.


Aku tersenyum kecut, aku kira cuma di Indonesia saja istilah PHP, FRIENDZONE, cuma kaka-kaka- an atau adek-adek an, rupanya di Korea ada hubungan yang menyebalkan seperti itu.


Udah di buat nyaman eh berujung hanya teman.


"Jangan biarkan suami mu bekerja keras. Dia juga butuh istirahat. Sejak dia memutuskan bersolo karir, tak ada satupun produk atau Agensi yang meliriknya. Namun ketika ada rumah produksi yang menawari Mark untuk mengerjakan Soundtrack Drama dia langsung bersemangat berkarya."


"Aku akan menjaga Mark dengan baik.."


Rasa bersalah merasuki hati dan pikiranku. Dia bekerja keras saat pamornya meredup dan karirnya mulai hancur.


Aku memandang sekilas ke sofa di dalam rumah yang di halangi oleh jendela kaca dari halaman belakang.


Aku tersenyum, Mark bisa beristirahat.


🍓🍓🍓🍓


Aku sudah menyiapkan makan malam Mark.


Sebelum memasak, aku nanya dulu sama Mbah netizen sejuta umat.Makanan apa yang bagus untuk penderita patah tulang.



Dan akhirnya aku memasak sup daging dan puding susu strawberry.


Mark sudah bangun satu jam yang lalu dan dia sekarang sedang mendengarkan musik menggunakan headset.


Entah musik apa yang di dengarkan sampai dia bisa menggerak-gerakkan tangannya.Sesekali dia ngerapp, dan itu membuatku takut kalau dia tiba-tiba lupa kalau kakinya sakit.


Aku menepuk bahunya setelah meletakkan dua mangkuk berisi makanan dan satu gelas puding di meja.

__ADS_1


Mark melepas headsetnya setelah itu menatapku yang duduk di sampingnya.


"Ingat kakimu sedang sakit. Dokter bilang kau tidak boleh banyak bergerak." Aku mengingatkan Mark tentang kakinya yang masih sakit.


"Aku bosan" Balasnya dengan mengerucutkan bibir.


Aku menahan senyum melihat ekspresi nya itu.Kenapa saat begini dia terlihat menggemaskan.


Upps!!!!


"Sekarang kau harus makan, aku sudah memasak untukmu." Aku mengambil mangkuk yang berisi sop daging dan aku akan menyuapinya.


Aku sudah berjanji dalam hati, aku akan merawat Mark dengan baik.


Bukankah aku juga sudah berjanji di depan Tuhan kalau aku akan ada dalam suka dan duka???


"Ibu tak menelponmu kan??" Tanya Mark saat aku mengambil potongan daging menggunakan sendok.


"Tidak, kenapa?" Aku heran aja suami KW nanyain Ibunya.


"Kau rindu Ibu?? Kalau kau rindu aku bisa menelponnya agar Ibu datang kesini" LKataku lagi.


Aku menyuapkan sup itu ke mulut Mark, dan tanpa bertanya ini makanan apa, dia langsung menerimanya.


"Jangan menelpon Ibu, Aku tak mau Ibu khawatir jika aku baru saja jatuh dari tangga"


Ucap Mark dengan mulut sedang mengunyah makanan.


Aku menyuapi nya lagi . Sebenarnya ada hal yang ingin aku katakan, tapi tunggu dia selesai makan sup ini baru aku akan ngomong.


Aku tidak ingin merusak momen menyenangkan ini.


"Aku sudah kenyang" Katanya setelah sup daging itu tinggal setengah.


"Baiklah, kau juga harus makan camilan ini. Tadi aku membuat puding. Kau mau??" Tawarku padanya.


Mark mengangguk.


"Aku bisa makan sendiri"


"Baiklah...." Aku tersenyum memberikan gelas bentuk cup berisi puding dengan hiasan potongan buah strawberry di atasnya.


Mark menikmati puding itu dengan wajah senang.


"Mark...." Saatnya aku bicara sesuatu.


"Hemmmm" Balasnya dengan menyedot puding itu di mulutnya.


Aku tau aku salah.


"Kalau saja aku yang naik tangga, kau tak akan jatuh seperti ini" Aku menatapnya lekat sekarang.


Mark juga menatapku lekat sekarang.


"Aku berjanji aku akan merawat kakimu sampai sembuh. Bukankah aku sudah berjanji akan ada di saat suka dan duka"


Aku tersenyum sekarang karena lega, uneg-uneg yang dari tadi aku simpan sudah ku katakan sekarang.


"Baiklah kalau kau mau merawatku, mulai sekarang aku akan terus tidur di atas sofa dan tidak apa-apa kan kalau aku membuatmu sedikit lelah??"


Mark tersenyum, tapi senyuman itu beda. Kayak ada yang di sembunyiin.


"Lebih baik kau minum obat sekarang, besok Fisioterapis akan datang kerumah untuk memeriksa kakimu"


Aku membawa mangkuk gelas dan piring menuju dapur dan langsung mencucinya.


Setelah selesai aku naik ke atas ke kamar Mark dan mengambil selimut.


Mark akan tidur di sofa ruang tengah agar tak repot jika perlu sesuatu. Karena kondisi Mark tak memungkinkan untuk bisa berjalan.


"Kau harus istirahat sekarang" Aku memasang selimut untuk menutupi tubuh Mark. Dan membenarkan letak bantal agar dia merasa nyaman.


Aku tersenyum padanya kemudian aku akan naik ke atas menuju kamarku.


Tapi lagi-lagi ucapan Mark mengurungkan niatku.


"Apa kau bisa menemaniku tidur disini??"


Ucapan Mark terdengar merdu di telinga sampai aku memejamkan mata sebentar saat mendengarnya.


Aku mengangguk.


"Ya"


🍓🍓🍓🍓🍓


Aku memang orang yang gampang percaya dan tak pernah belajar dari kesalahan.


Aku mungkin harus menghilangkan attitude ku yang itu.


"Gwen, aku minta apel bukan semangka"


Aku menghela nafas panjang dengan memegang gagang alat pel.

__ADS_1


Jelas-jelas dia tadi bilang :


"Gwen, aku mau semangka" Pinta Mark tadi dengan wajah unyu.


Pendengaranku masih berfungsi dengan baik.


Selain dia itu menyuruhku menyiapkan camilan dia juga memintaku untuk segera membersihkan rumah.


Mark sepertinya memang sengaja membuatku kesal.


Aku yang merasa bersalah malah dia manfaatkan untuk menuruti segala keinginannya.


Mulai dari perintah yang wajar hingga yang absurd.


Meminta camilan aku masih toleransi walaupun camilan itu selalu salah di matanya.


Tapi kalau perintahnya untuk mencari kecoa yang menerornya di kamar mandi??


Itu enggak wajar menurutku.


Karena aku rajin membersihkan kamar mandi.


"Aku kemarin melihat ada kecoa di saluran air. Kan seringkali aku bilang, jangan jadi istri yang malas dan jorok"


Aku jengah dengan semua ini.


Kapan sih dia segera membaik dan sembuh???


.


.


.


.


Setelah semua perintah aku penuhi, Dokter Ahli Fisioterapi datang kerumahuntuk mengecek kaki Mark yang sakit.


Saat fisioterapi itu menyentuh kaki yang di balut gips, Mark langsung meringis kesakitan.


Aku langsung merasa iba melihat raut wajahnya yang mengekspresikan kesakitannya.


Aku lupa jika dia baru saja menindas dan semena-mena padaku.


"Nona, proses pemyembuhan kaki suami anda memakan waktu yang lama dan paling cepat satu bulan"


Aku mengangguk mengerti.


"Tolong jaga kondisinya ya, jangan biarkan dia berjalan-jalan dulu. Seperlunya saja saat ia ingin ke kamar mandi. Apa kau perlu bantuan kursi roda??" tanya Dokter Fisioterapi itu.


"Ah tidak. Aku tak ingin bergantung dengan kursi roda" balas Mark cepat.


"Apa kau perlu perawat untuk membantumu??" Tanya Dokter fisioterapi lagi.


"Itu tidak perlu, karena ada istriku yang selalu menjagaku. Dokter tak perlu khawatir. Aku hanya butuh dia saat ini"


Kata Mark seraya mengelus kaki yang sakit terbungkus gips.


" Baiklah, 2 hari lagi aku akan kesini untuk kembali memeriksa kakimu. Dan ini adalah semprotan Ethyl Chlorida untuk menghilangkan rasa nyeri. Kau bisa menyemprotkan ini saat kau merasa kesakitan".


"Terima kasih Dokter..." Aku membungkuk hormat dan diapun berpamitan untuk pergi dari rumah.


"Aku ingin ke kamar mandi" Ucap Mark seraya menjulurkan kakinya ke bawah.


"Hei.. Kau harus hati-hati..." Akupun terburu-buru memegang kakinya yang sakit untuk membantu menapak lantai.


"Ayo.." Mark menjulurkan kedua tangannya agar aku membantu memapahnya menuju kamar mandi.


Aku pun menyangga badannya yang lebih tinggi 10cm dariku.


.


.


.


30 menit setelah Mark meminum obat diapun tertidur.


"Istirahatlah Mark...."


Aku tersenyum saat mengingat ucapan Mark .


Dia tidak membutuhkan siapa-siapa kecuali aku.


Dengan ragu-ragu aku menyibakkan poni yang menutupi dahinya.


Ingin ku elus kepalanya, tapi apa ini tak berlebihan???


Saat poni itu tersibak, Aku melihat wajah Mark yang tiba-tiba menjadi Shining Shimmering Splendid saat tidur.


Ah, lebih indah dari Shahrukh Khan......


🍓🍓🍓🍓🍓🍓

__ADS_1


__ADS_2