PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 42 : HAI DIREKTUR...!


__ADS_3


Gwen


🐰🐰🐰🐰


Peraturan baru yang di buat suami KW ku emang buat aku kesel.Gimana engga, pagi-pagi bukannya olah raga malah suruh ngukir sayuran.


Memangnya kalau gak di bentuk gak menarik gitu???


Air di panci sudah mendidih.Segera kumasukkan wortel dan lobak yang sudah aku bentuk bunga berkelopak lima.


Saat aku akan membubuhkan garam Mark mendekat ke arah dapur dan mengambil air dingin di kulkas.


Aku tetep fokus sama masakan saat sedang membubuhkan garam dan gula biar gak keasinan atau hambar.Aku gak terlalu memperdulikan Mark yang lalu lalang di dapur.


Aku merasa seperti baru pertama kali pindah kesini.Rumah ini terlihat ada kehidupannya.Dari pada 20hari yang lalu ketika kita menjadi dua orang asing berstatus pasangan suami istri.


Mark duduk di kursi makan.Aku sedikit meliriknya dan dia sedang memperhatikanku.


"Rumah sudah di pel??" Tanya nya dengan suara serak lalu menguap.Lebar banget.Ya Tuhann, idola yang di elu-elukan semua gadis di seluruh Korea kalau nguap mirip gorilla.


"Nanti, aku masih memasak." Balasku dengan memasukkan tangan ku ke lap anti panas dan segera aku angkat panci kecil itu ke meja makan di hadapan Mark.


Baru setelah itu aku membawa nasi dan beberapa potong daging asap.


"Sudah siap." Aku masih berdiri di samping Mark menunggu intruksi.Tapi Mark hanya diam dan menggaruk-garuk tengkuknya.


"Makanlah,aku mau bersiap-siap ke kampus.Aku ada kuliah pagi." Aku buru- buru berlari masuk ke kamar.


Aku kira Mark sudah makan ketika aku sudah bersiap berangkat ke kampus rupanya dia masih dengan posisi sama.Makanan masih utuh belum di makan sama sekali.Lah kenapa??Enggak selera apa gimana??


"Aku ke kampus dulu, Dosenku killer." Aku mengibaskan tangan di leher tanda Membunuh.


Dosen juga akan memberikan briefing terkait tugas wawancara dan siapa narasumber nya.


"Duduklah disini." Mata Mark menunjuk ke kursi yang ada di depannya.Akupun menurut dan duduk.


Mark mulai mengaduk-ngaduk sayur dengan sendok.Di ambilnya sesendok sayur itu lalu dia mencium aromanya.Sayurannya di bolak-balik dilihat lihat bentuknya dan matanya memicing sebelah.


Wah, alamat nih firasatku gak enak.


"Ini daging??" Tanyanya dengan mata melirik ke arahku.


Kau pikir itu sandal swallow yang aku potong kotak-kotak dan di rebus bareng sayuran??Ya itu daginglah !!


"Iya..." Jawabku singkat.


Nah kan apa kubilang, firasatku memang benar.


"Ini dagingnya di tumis berapa lama??" Tanya nya lagi dengan mencium aroma daging itu.


"15 menit." Jawabku malas.


"Kurang 5 menit lagi ini mungkin sudah tidak bisa dimakan." Katanya dengan membolak-balik daging itu dengan sumpit.


Ohh, dengan kata lain daging itu overcook gitu???Kematengan??Trus kalo di tambah 5 menit jadi gosong??? Bisa aja deh menghinanya, alus bangettt !


Mark yang ada di hadapanku sekarang bukan Mark yang aku kenal, bukan Mark yang suka ngerapp dan nyulik aku ke Restoran Italia.Dia sekarang lebih mirip chef juri di acara kontes masak di Tivi.


"Sudah makan saja.Nanti dingin jadi tidak enak." Aku berdiri dan akan berangkat ke kampus.


"Kau tidak sarapan dulu bersamaku???" Dia memohon dengan suara selembut kapas.


Whats wrong with siluman crocodile???

__ADS_1


🐊🐊🐊🐊🐊


Aku datang ke kampus dengan perut kenyang dan hati riang.Memang sih Mark gak muji masakanku, tapi dari ekspresinya aku tau kalau dia sebenarnya doyan.Terbukti masakan yang aku buat habis semua.


Kak Andy memang benar.Aku harus menjalankan tugasku sebagai istri dengan baik agar rumah tanggaku berjalan damai.


Siapa juga sih yang mau bertengkar seperti Tom and Jerry tiap hari ??


🌸🌸🌸🌸🌸


Dua jam telah berlalu.Pak Dosen memberikanku tugas yang lumayan berat.Aku harus menulis profil seorang pengusaha.Aku kira pengusaha yang di maksud dosenku adalah pengusaha yang sudah paruh baya.Mengingat usaha nya yang sudah ekspansi ke negara lain.


Nyatanya tidak, Dosenku memberikanku tugas untuk menulis profil tentang Byun Hak Do.


Cuaca lagi terang benderangpun serasa seperti ada petir menyambar.


Kenapa bukan orang lain saja???


Kenapa harus Byun Hak Do???


Aku rasanya ingin merengek seperti anak kecil dan memohon pada Dosenku untuk mengganti narasumber.Tapi dosenku tetep pada pendiriannya.


Jadwalku menemui Byun Hak Do adalah besok.


Hari masih siang ketika aku dalam perjalanan pulang kerumah.


Seperti biasa setelah sampai di depan pintu rumah Mark yang sudah berteknologi tinggi,aku memindai wajah dan memasukkan password.


Aku menemukan Mark masih ada di rumah dan sedang duduk sendirian di halaman belakang.


Samperin gak ya???Samperin aja deh.


Aku duduk di sebelah Mark yang berjarak kurang lebih 2 meter.


Mark mungkin tak menyadari kedatanganku dan dia hanya menatap lurus ke depan kearah waduk buatan.


Gak ada apa-apa di waduk.


"Kau melihat apa??" Tanyaku membuyarkan konsentrasi Mark.


"Sejak kapan kau ada disini??" Dia malah balik nanya.


"Aku sudah sejam disini.Apa kau tak menyadarinya??" Sengaja aku goda si Mark ini.


Tanpa membalas Mark masih menatap lurus kedepan.


"Apa kau ada masalah??" Tanyaku tiba-tiba.Aku juga kalau lagi ada masalah ya kayak Mark gini, kalau di tanya suka gak nyambung.


"Apa setiap urusanku kau juga harus tau??" Tanyanya menatapku tajam.


"Baiklah,kita kan menikah pura-pura.Jadi kita tidak perlu memikirkan satu sama lain."


Aku beranjak dari sisi Mark dan masuk ke dalam.


Sebenarnya aku penasaran apa yang membuat Mark melamun seperti itu.Apa ini menyangkut Agensi nya???


******


Aku pending rasa penasaran ku terhadap masalah yang sedang menggelayuti hidup seorang artis bernama Mark Lee.


Karena hari ini aku akan mengerjakan tugas mewawancarai seseorang untuk tugas kuliahku.Dia adalah Byun Hak Do.


Kenapa harus Byun Hak Do??Kenapa dia??


Bukannya aku merasa gak enak karena kemarin belanjaanku di bayarin.Tapi entah kenapa setiap aku bertemu dengannya, aku selalu kikuk.

__ADS_1


Tatapan matanya dan senyumnya yang menawan selalu sukses membuat aku terpana.Meskipun tatapan dan senyuman siluman buaya masih di ranking teratas tapi Byun Hak Do tak bisa di pandang remeh.


Hah??Senyuman Mark levelnya di atas senyuman Byun Hak Do???


Aku menggelengkan kepala dengan ritme cepat seakan tak terima atas penilaian ku sendiri terhadap kedua pria itu.


Ingat Gwen..!!Di mata publik, kau adalah istri Mark Lee.Lakukan wawancara dengan benar lalu keluar dari sana dengan senyuman.Semangaatttt!!!


Aku menunduk tiba-tiba setelah ada penumpang subway lain yang mengamatiku.Aku buru-buru melesakkan topi baretku dan menunduk.


Bukan gak mungkin orang itu tau kalau aku istri Mark???


30 menit kemudian aku sudah berada di depan kantor Byun Hak Do.Gedung kantor Byun Hak Do tinggi menjulang dan megah.Aku serasa tak percaya kalau Byun Hak Do sukses di usia yang terbilang muda.


Aku bisa saja copas informasi dari Google mengenai dia.Tapi pihak kampus sudah mengatur janji agar aku bisa mewawancarainya.


Aku gugup ketika memasuki lobby kantor yang sangat besar ini.Dengan langkah mantap aku bertanya ke meja resepsionis.


"Nona, hari ini aku ada janji dengan Tuan Byun Hak Do.Tolong sampaikan padanya aku dari Universitas Han ingin bertemu..." Kataku tersenyum ramah.


"Baiklah, aku akan menghubungi sekretaris direktur Byun..." Balas resepsionis wanita itu kemudian mengangkat gagang telpon untuk menghubungi sekretaris Byun Hak Do.


Jadi Byun Hak Do itu Direktur???pantas saja setiap aku bertemu dengannya dia selalu memakai pakaian formal.Aku kira dia cuma pegawai kantoran dengan jabatan General Manager.Aku salah duga.


"Nona kau sudah di tunggu di ruangan Direktur Byun di lantai 7..." Resepsionis itu memberitahuku.


"Terima kasih." Aku membungkuk mengucapkan terima kasih lalu buru-buru ke depan lift menunggu lift terbuka.


Aku begitu gugup.Kemarin aku secara tak sengaja bertemu dengannya dan biasa-biasa saja.Tapi kenapa sekarang tanganku sedikit gemetar.


Mantapkan hatimu Gwen !


Pintu lift pun terbuka.Seketika aku terkejut setelah ku dapati Hye Ri berdiri mematung disana dengan mata berkaca-kaca seperti akan menangis.


Dia benar Hye Ri kan??


"Hye Ri...."Sapaku lirih.Seketika dia terkesiap dan menghapus air mata yang akan terjatuh dan pergi begitu saja.


Kenapa dia menangis????


Akupun masuk ke dalam lift dan memencet angka 7.


🌸🌸🌸🌸🌸


Aku telah sampai di depan ruangan Direktur Byun dan sekretaris Direktur Byun yang imut dan cantik mengantar ku masuk ke ruangannya.


"Masuklah, terimakasih Alice." Byun Hak Do masih sibuk dengan file nya ketika aku masuk .


Sekretaris itu pergi dari ruangan Direktur Byun dan aku masih mematung disana.Aku belum duduk karena belum di persilakan.


"Duduklah." Katanya lagi masih dengan kesibukannya.


"Terimakasih." Balasku kemudian duduk di sofa.


Direktur Byun menghentikan aktifitasnya dan beralih melihatku.


"Kau, Gwen??" Dia seperti terkejut dengan kedatanganku.Dia mungkin tidak menyangka mahasiswi dari Universitas Han yang ingin mewawancarai dia adalah aku.


Senyumnya mengembang.


Dan aku juga tak bisa lepas dari senyuman Direktur Byun yang menawan.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


***maafkan aku kalau banyak typo bertebaran.bahasa amburadul.

__ADS_1


makasih udah mau baca n like juga.


kalau ingin feedback an silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar***.


__ADS_2