PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 57 : ARE YOU HAPPY??


__ADS_3

***Seberat apapun masalahmu, jangan di timbang, enggak bakalan laku.


🌼MarkLee🌼***


☘☘☘☘☘☘


Pas jam 08.30 aku aku sampai di kampus.


Setelah mengucapkan terimakasih karena mengantarku, aku langsung berlarian mengejar waktu untuk masuk kelas.


Pilihannya cuma dua.


Dr.Kim Dosen terdisiplin dan suka ngasih quiz atau Gwen, mahasiswi dengan kapasitas otak pas-pasan dan suka telat yang akan datang duluan.


Ayo kita buktikan.


Aku sampai di depan pintu kelas.Aku mengintip dari kaca pintu, kelas hening dan mahasiswa yang lain sudah duduk rapi di kelas.


Aku mengintip ke arah podium.Rupanya masih kosong.Artinya Dr.Kim belum datang.


Aku memperbaiki tatanan rambut dan blouse ku kemudian membuka pintu perlahan.


Aku menunduk untuk menghindari kontak mata dengan teman sekelasku.


Aku tak mengenal mereka satupun.Aku memang tau nama-nama mereka.Tapi aku tak mengenal secara personal.


Entah kenapa aku jarang berinteraksi atau lebih tepatnya di ajak berinteraksi dengan mereka.


Saat aku dulu baru masuk kampus, aku mencoba bersosialisasi dengan mereka.Tapi tidak mudah untuk menjadi teman mereka.


Hambatan yang sama juga di hadapi Leona.Padahal Leona itu orangnya supel.


Walaupun tingkahnya aneh dan suka manfaatin teman, setidaknya dia lebih friendly jika bertemu orang baru.


Teman Leona lebih banyak dari kalangan mas-mas TKI.Selain kita satu Negara, Leona juga memanfaatkan kebaikan Mas-Mas TKI yang di kenalnya untuk di titipi barang dari Indonesia.


Barang yang di bawa beragam.


Dari daster, sendal jepit, sampai ikan asin.


Balik ke kelas.


Aku dengar teman-teman di belakangku sibuk berbisik-bisik.Telingaku tak menjangkau apa yang mereka bicarakan.


Aku fokus dengan membaca buku saja dan mempertebal catatan dewa di telapak tanganku.


🌼🌼🌼🌼🌼


Dua jam bersama Dr.Kim adalah waktu yang teramat sangat panjang.


Tak mudah menyembunyikan tubuh di kelas yang lumayan luas dengan mahasiswa yang berjumlah 31 orang.Meskipun berbadan langsing, posisi tempat duduk mahasiswa lain yang nyebar tak akan bisa membuatku aman dari persembunyian.


Aku yang kena sasar quiz dadakan Dr.Kim untuk menjelaskan istilah keren terpaksa menjelaskan definisi suatu istilah.


Untungnya quiz yang di tujukan padaku itu aku pelajari dan ada dalam contekanku di telapak tangan.


Kalau tidak??Hukuman kali ini tidak main-main. Jika salah menjawab, hukumannya adalah membaca buku dan menemani Sunbae jomblo galak di perpustakaan.


Kan ngeri banget hukumannya.


Jadi, keluar dengan selamat dari kelas Dr.Kim itu sesuatu banget.


Aku ingin langsung pulang dan segera bersih-bersih rumah.Aku tidak mau Mark marah lagi melihat rumahnya kotor dan berdebu.

__ADS_1


Tapi sebelum itu, aku pergi ke toilet karena aku kebelet pipis dari tadi.


Aku masuk ke toilet dan buang air kecil.


Samar-samar di luar toilet aku dengar suara beberapa mahasiswi sedang bergosip.


Pada awalnya aku tak menghiraukan gosipan mahasiswi itu di luar.


Yang membuat telingaku harus aku buka lebar-lebar, mereka mulai membicarakan suamiku, Mark Lee !!


"Aku heran, bisa-bisanya istri Mark yang Imigran itu bisa santai masuk ke kelas dengan wajah tersenyum sedangkan suaminya menanggung beban yang berat??"


Ucap si penggosip pertama dengan suara nyinyir.


"Kasihan sekali, pria setampan dan sekaya Mark Lee bisa menikah dengan Imigran yang statusnya cuma mahasiswi. Yang benar saja."


Gosipan mereka seperti sayatan di gendang telingaku.Tapi aku harus nguping untuk info yang berharga dari mereka.


Aku menempelkan telingaku di daun pintu toilet.Agar aku bisa mendengar lebih jelas lagi .


"Apalagi sekarang fandom mereka sedang mengumpulkan petisi untuk mengeluarkan Mark dari XXTC.Seandainya Mark tidak terlibat skandal dengan gadis itu, mungkin Mark tidak akan di keluarkan dari Agensi."


Hatiku seperti teriris-iris mendengar mereka bergosip tentang Karir Mark yang sudah di ujung tanduk.


"Padahal Mark itu sudah seperti nyawa XXTC, saat dia nge rapp suasana menjadi spektakuler."


Aku rasa mereka termasuk deretan fans fanatik Mark Lee.


"Eh, kenapa kita membicaran hal seperti ini di toilet??Ayo kita pergi..."


Suara mereka tak terdengar lagi.


Aku membuka pintu toilet dengan perasaan yang shock.Aku tersenyum kecut.


Aku tak pernah melihat berita gosip di Internet.Aku hanya membuka Google untuk belajar.


Bahkan aksinya di atas panggung saja aku tak pernah melihatnya.


☘☘☘☘


Aku berjalan menunduk dengan langkah pelan.Sepatu flatshoes warna coklat yang aku kenakan seperti berat untuk kulangkahkan.


Aku memeluk buku tebal.Sesekali aku menghela nafas panjang.


Aku menyenggol bahu seseorang saat berpapasan , namun tak ku hiraukan.Hingga orang itu mungkin tak terima dan memanggilku.


"Gwen" Aku mendengar dengan jelas dia manngil namaku.


Aku menghentikan langkah untuk menoleh ke belakang.


Orang yang aku senggol tadi ternyata suamiku sendiri , Mark Lee.Yang sedari tadi ada dalam pikiranku.


Dia tersenyum lebar dengan kepala tertutup hoodie jaketnya.


Akupun ikut tersenyum ke arahnya.Dia menghampiriku.


"Kau kenapa berjalan menunduk??" Tanya nya penuh selidik.


"Tidak apa-apa.." jawabku berbohong.Suasana hatiku sedang buruk hari ini.Aku memikirkan masalahmu sekarang.Tapi aku bingung kenapa kau malah tampak ceria.


Kami berdua jalan beriringan.


"Aku sengaja tak pulang untuk menunggumu keluar dari kelas" Ucapnya tersenyum seraya memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket.

__ADS_1


"Kenapa tak pulang??" Kita mengobrol seraya berjalan selangkah demi selangkah.


"Aku ingin suasana di luar rumah. Aku sudah lama tidak jalan-jalan" Kami sama-sama melirik.


Aku berhenti sejenak.Saat Mark tertimpa masalah, aku juga tak boleh terlihat sedih.Aku harus menghiburnya.


"Kenapa berhenti??" Dia menoleh ke arahku yang tiba-tiba berhenti mendadak.


"Mana kunci mobil?" Telapak tanganku terbuka meminta kunci mobil darinya.


Mark memandangku terkesiap.


🌼🌼🌼🌼🌼


Entah darimana ide ini yang jelas aku ingin membuat suasana menjadi nyaman meskipun Mark sedang terlibat masalah besar.


Aku belum mau membuka internet untuk melihat petisi untuk mendepak Mark dari grup.


Dan alasan apa Mark di depak aku juga belum tau.Lagian grup mereka sudah lama vakum tidak menghasilkan album baru atau single terbaru.


Album terkhir mereka yang bertajuk Soul Of Darkness, juga tidak terlalu booming di pasaran. Kenapa tidak meledak aku juga tidak tau.Mereka memang di isukan sudah tidak solid lagi.


Aku menggandeng Mark untuk masuk kawasan NAMSAN TOWER.Sudah lama aku ingin masuk kawasan ini.Tapi karena aku sangat sibuk selama berkuliah, aku tidak jadi kemari.


Ini hari senin, tempat ini tidak terlalu ramai penginjung.Mark memakai masker dan topi agar tak di kenali orang.Kalau aku hanya mengenakan topi andalan ku tanpa masker.


"Kenapa kesini??" Tanya Mark heran.


"Katanya mau jalan-jalan? Ayolaaaahh" Aku menarik siku Mark untuk mengikuti kemana aku pergi.


Aku dan Mark sampai di deretan gembok cinta.Disana ada ribuan gembok yang sengaja di pasang pengunjung untuk "membelenggu cinta mereka" dengan gembok cinta ini.


Pikiran liar tiba-tiba datang entah dari mana.Aku ingin membuktikan mitos soal gembok cinta.Jika pasangan suami istri atau kekasih mengunci gembok cinta di sini, cinta mereka abadi selamanya dan tak terpisahkan.


Aku membeli sebuah gembok berwarna pink dan biru.


"Ini untuk apa??" tanya Mark penasaran.


"Ayo kita coba???Anggap saja kita bereksperimen tentang mitos di tempat ini"


"Aku tidak mau, ini kekanakan??" tolak Mark mentah-mentah.


"Kekanakan bagaimana??Banyak gembok sudah terpasang disini, berarti bukan kekanakan." Aku berkilah.


"Lakukan saja sendiri!!" ucap Mark ketus.


Aku menyengir kesal dan aku tiba-tiba saja ingin menggodanya.


"Bilang saja kau takut.Jika mitos itu benar bukankah kau akan terbelenggu bersama denganku selamanya??Aku yakin jika ini mitos.Sampai kapanpun, kita tidak akan bersama.Apa kau berani??" Tanyaku dengan menatap mata Mark dalam-dalam.


Tanpa banyak bicara dan dengan wajah malas dia mengambil gembok berwarna biru bertuliskan nama MARK LEE.


Sedangkan gembok punyaku tertulis nama GWEN SONDAKH, MANADO.


Aku bersama Mark memasang gembok itu dan menguncinya.


Mark sesekali tersenyum sendiri tatkala mengunci gembok cinta itu.


Aku menyentuh pelan gembok itu, aku tidak percaya mitos itu jadi kenyataan.


Faktanya adalah, aku sekarang mencintai Mark Lee.Dan aku tak yakin Mark Lee juga mencintaiku.


Kita hanya menikah di atas kertas.

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2