
I Choose Love in Silence !
πMark Leeπ
πΈπΈπΈπΈ
Jika kau melihatku sebagai idol, di elu-elukan fans dan punya fandom yang sangat besar di Korea.Mempunyai kekayaan fantastis bahkan melebihi ekspektasi.Di gilai banyak wanita di kejar kejar sasaeng.Kau salah sangka selama ini.
Di panggung aku bisa menampilkan dance yang membuat mata kaum hawa tak berkedip.Kata mereka juga suara ku bagus dan manis seperti madu.
Aku juga bisa menampilkan mimik wajah lucu imut dan aegyo ku bisa membuat para pengguna pembalut berpikir, akulah pria impian mereka.
Aku tidak besar kepala.Aku hanya menirukan apa yang mereka bilang.
Di balik itu semua aku adalah sosok pria yang menyedihkan.18 tahun aku memendam rasa pada seorang gadis tanpa berani mengungkapkannya.
Gadis manis yang juga bersekolah di sekolah yang sama denganku.Rumah kami juga bersebelahan hingga keluarga kami jadi dekat satu sama lain.
Aku tidak mengenalnya dari lahir tapi aku merasa sangat dekat dengannya.
Hingga akhirnya aku memiliki perasaanku terhadap lawan jenis untuk pertama kalinya.
Aku sedang bermain ayunan.Di taman areal sekolahku.Dan ada kakak kelas yang paling menakutkan seantero sekolahan merampas kotak makan siangku dan mendorongku hingga terjatuh.
Aku tak berani melawannya karena badan dia sangat gendut dan itu membuat dia sangat menakutkan.
Aku sudah seperti Nobita yang di rundung oleh Giant di Sekolah.
Aku menangis terisak.Aku takut.
Sampai terlintas di pikiranku untuk meminta Ayah memindahkan ku dari Sekolah ini.
"Mark....." Suara manis Hye Ri terdengar di telingaku.Dan itu membuat rasa takutku sedikit berkurang.
Wajahnya yang teduh dan sangat manis seketika membuat perasaanku yang tadi ketakutan barangsur membaik.
"Aku akan lapor kepala sekolah jika Woo Jin menyiksamu lagi..." Hye Ri dengan cekatan membantu aku berdiri dari kesedihanku menangis di pojokan ruang kesenian.
Aku menggeleng cepat mencegah Hye Ri yang akam mengadu ke Kepala Sekolah.
"Apa kau takut Bibi akan marah padamu??"
Aku menggeleng lagi.
Aku tidak perlu mengadu kesana kemari karena sejak saat itu, Hye Ri sudah cukup untuk mengurangi rasa ketakutanku saat di Sekolah.
Aku memendam rasa suka ku padanya sampai aku masuk ke Sekolah Menengah Atas.
Dan yang membuatku terkejut adalah Hye Ri mengatakan kalau dia menyukai Byun Hak Do Hyung.
Dia adalah senior kami saat di Sekolah SMP dan SMA.Selain itu juga kami bertetangga.Hanya saja rumahnya di ujung persimpangan.
Byun Hak Do memiliki pesona yang membuat gadis-gadis bertekuk lutut.Dia adalah Ketua Organisasi di Sekolah dan dia tak pernah meninggalkan peringkat pertama.
Hye Ri termasuk salah satu deretan fans Kak Byun, aku memanggilnya begitu.
Aku sering memergoki Hye Ri membawakan bekal makan siang dan Hye Ri sangat manja Kepada Kak Byun.
Dan itu membuat hatiku terluka.
Aku tak memiliki aura seperti yang dimiliki Kak Byun.
Hingga saat aku dan Hye Ri lulus SMA aku berencana mengajak Hye Ri melanjutkan kuliah di Univetsitas ternama di Seoul.
Hye Ri menolaknya karena ia ingin menyusul Kak Byun berkuliah di Harvard.
"Aku sudah belajar keras selama ini agar aku bisa menyusul Kak Byun, dan usahaku berhasil.Aku masuk Harvard..." Hye Ri dengan senyum yang tak bisa di gambarkan lagi betapa senangnya dia sampai memelukku dengan membawa secarik kertas putih bertuliskan UNIVERSITY OF HARVARD!!!
Hye Ri sangat bahagia....
__ADS_1
Dan aku, badanku melemah.
Nyawaku terlepas dari raga.
"Aku bahagia untukmu Hye Ri...." Hanya itu kata yang mampu aku ucapkan untuk kebahagiaannya.
5 Tahun kami menjalani persahabatan jarak jauh.Hye Ri juga sering mengirim fotonya lewat email.Dia juga terus menyemangati ku untuk rajin belajar.
"Tunggulah sampai aku datang Mark..." pesan tertulis Hye Ri yang membuatku mempunyai semangat lagi.
Dan akhirnya sebuah kesempatan datang padaku.Saat aku mengikuti festival antar kampus, ada agensi besar yang memberiku penawaran menggiurkan.
Aku menjadi trainee di agensi Wanna Be dan tanpa menunggu waktu lama aku debut.
Rasa minderku lama-lama berkurang karena aku sekarang adalah idol.
Dari jauh Hye Ri selalu menyemangatiku agar aku bisa tampil bagus dan bisa melawan sifatku yang pendiam dan pemalu.
Sampai saat Hye Ri telah lulus, rasaku untuk Hye Ri tetap sama.Bahkan tak berkurang sedikitpun.
Hye Ri berubah menjadi seorang gadis yang fashionable, dewasa dan sangat cantik. Aku makin menyukainya.
Tapi aku sedih pertemananku tak sebebas dulu.Aku harus menghindari paparazi untuk bertemu dengannya.
Aku bertemu dengan gadis idiot itu, maksudku Gwen.Orang asing itu saat aku bersembunyi dari kejaran paparazi.
Entah kenapa aku bisa menikah dengan nya.
Aku rasa aku butuh dia dan dia membutuhkan aku.
Aku ingin putus saat aku berpura-pura berpacaran dengannya.
Tapi rencana putus itu berubah saat aku melihat Hye Ri memamerkan cincin pemberian Kak Byun.
"Byun Oppa memberiku cincin.Aku sangat bahagia karena dia menyukaiku."
Sorot mata bahagia Hye Ri tak lepas dari cincin di jari manisnya.
"Kau juga bisa untuk segera menikah dengan Gwen.Apalagi yang kau tunggu??Aku bahagia mendengar kau punya pacar.Yahh walaupun dia hanya Imigran, tapi aku bahagia jika kau bahagia...." ucap Hye Ri saat aku secara tak sengaja bertemu di restoran Italia beberapa waktu yang lalu.
Hye Ri benar, aku juga harus berbahagia untuknya jika dia juga berbahagia untukku dan Gwen.
Tapi ini tidak sama.
Dia dan Kak Byun saling menyukai, sedangkan aku dan Gwen??
Tidak.
Aku belum mengenal dia sepenuhnya.
Yang aku tau dia dan keluarganya adalah Imigran dari Asia Tenggara.
Dan sebuah ide gila melintas di otakku jika aku harus Menikahi Gwen untuk satu tujuan.
Juga kenyataan yang baru aku tau kalau Gwen akan di Deportasi ku jadikan alasan untuk menikahinya.
Tentunya dengan batas waktu yang aku tentukan.
Aku tak ingin memikirkan Hye Ri Lagi.
Aku berharap dengan menikahi Gwen aku akan melupakan perasaanku selama ini.
Bagiku Gwen tidaklah buruk.
Aku tidak bilang dia cantik.
Tapi bagiku dia tak terlihat jelek.
Apalagi saat dia berdandan seperti wanita sesungguhnya, dia tampak anggun.
__ADS_1
Walaupun biasanya dia hanya memakai kemeja dan rambutnya di kuncir asal-asalan, tapi aku masih bisa toleransi akan hal itu.
Tidak perlu cantik untuk jadi Istri settingan seorang Mark Lee, karena 8 bulan kedepan kami juga akan berpisah.
Aku berpikir kita hanya pura-pura menikah.Bagiku tak sulit untuk menjalani ini.Nyatanya melepaskan pandangan dari sosok Gwen juga tak mudah.
Apalagi saat dia menciumku di Milan.Aku sangat terkejut karena baru pertama kali aku berciuman dengan seorang gadis.Aku sangat kesal karena Gwen yang mencuri ciuman pertamaku itu.Tapi sesaat kemudian aku bahagia karena dia bilang kalau itu ciuman pertamanya.
Aku menyadari tentang satu hal-----
Dia gadis ceria yang baik.Walaupun matanya sering melotot dan suka mengomel.Masakannya sangat enak, aku bisa berdamai dengan itu.
Pertama kali aku memakan masakan Gwen, aku seperti deja vu.
Aku pernah memakan makanan yang rasanya persis seperti ini.
Aku merindukan rasa ini dan Gwen yang melepas kerinduan ku dengan rasa yang selalu aku bayangkan tak akan pernah aku jumpai lagi.
Jadi aku sengaja membuat peraturan agar Gwen selalu memasak untukku.
Aku selalu menolak ajakan staf atau teman se grup hanya karena ingin memakan masakan buatannya.
Aku tak pernah mau memuji masakannya karena aku tak mau dia besar Kepala !
Ketika aku mulai nyaman dengan pernikahan pura-pura ku, Hye Ri datang dengan airmata.
Dia mengatakan padaku kalau kak Byun melukai hatinya.
Aku yang tak tega melihat nya menangis, hanya bisa memeluknya.
Seperti dia dulu menghiburku jika aku di rundung senior di sekolah.
Seperti malam ini, saat kami telah selesai berpesta merayakan ulang tahun Bibi, dia memelukku dari belakang ketika aku akan pulang kerumah.
Gwen pasti sudah menunggu.Aku sengaja makan sedikit agar aku bisa akan japchae buatan Gwen.
"Mark, jangan tinggalkan aku." Hye Ri menangis lagi untuk mencegahku pergi.
"Aku memang bodoh ! Aku sudah berusaha melakukan apa saja agar Byun Oppa menyukaiku, tapi----dia...."
Aku tak sanggup mendengarkan curhatannya lagi dan ku bawa dia dalam pelukanku.
Aku geram,Kak Byun mempermainkan perasaan Hye Ri.
Karena pengorbanan Hye Ri yang begitu besar hanya jadi permainan Kak Byun.
Maka saat aku pulang ke rumah siang itu, aku sangat kesal mengetahui Gwen tertawa cekikikan mendengar rekaman wawancara nya dengan Kak Byun.Mereka terdengar sangat akrab.
Bahkan kak Byun, tak segan-segan menanyakan hal pribadi kepada Gwen.
Aku tak ingin, Gwen merasakan apa yang Hye Ri rasakan.
"kau sudah pulang??" Seperti biasa, Gwen menatapku sinis.
Aku tiba-tiba ingin menumpahkan rasa kesalku padanya.
"Kenapa bermalas-malasan???" Aku berteriak marah padanya.
"Aku sedang mengerjakan tugas !" Jawabnya cuek disertai lirikan tajam.
"Ayo bersihkan rumah !!"
To be continuedπΈπΈπΈ
ππππππ
finally......ππ»ππ»ππ»
hai hai para author yang masih setia memberikan like komen dan semangatnya...makasih banget yaaaπΌπΌ
__ADS_1
see you next chapter..n have a nice dayπΌπΌ