
*Bener apa kata mimin akun Lambe Turah
Gosip adalah fakta yang tertunda!!
*Gwen**
🌼🌼🌼🌼🌼
Hari ini aku menyerahkan tugas wawancaraku ke kampus.Dan dosen langsung mengevaluasinya.
Kata dosenku di tugasku ini ada beberapa poin yang kurang maksimal dan dia memintaku untuk segera memperbaikinya.
Dosen memberiku waktu tiga hari dari sekarang dan harus selesai tepat waktu.
Masih ada waktu untuk memperbaiki tugasku ini.Untung saja saat terakhir kali aku bertemu direktur Byun,narasumberku,aku tak lupa meminta nomer ponselnya.
Bilamana ada kekurangan dalam tugasku itu,aku bisa langsung menghubunginya.
Aku segera mengambil ponsel di saku mantelku dan menelpon direktur Byun.
lni masih pagi,jika aku telpon dia sekarang,dia gak mungkin ngajak makan siang.
Aku malu kalau di traktir dia terus.
"Haloo,ini aku,Gwen" sapaku saat telponku sudah tersambung.
"Gwen......" balasnya menyapaku.
"Maaf direktur Byun aku mengganggu waktumu" Kataku dengan gugup.Tentu saja aku merasa tak enak mengganggu waktunya.Tapi demi tugas aku kesampingkan dulu rasa canggungku itu.
"Ada apa??"
"Bisakah kau membantuku lagi??"
"Wawancara?"
100 untuk direktur Byun!!!
"Iyaaa,maafkan aku ya??"
"Aku sedang sibuk sekarang,maaf yaa?"
Jawaban direktur Byun membuatku langsung down.
Itu artinya dia gak mau membantuku lagi??
Bersamaan dengan itu pula Direktur Byun memutuskan sambungan telpon.
Aku memandang ponsel sebentar kemudian memasukkannya ke saku mantel lagi.
Aku menyandarkan kepala di pilar penyangga gedung uuniversitas.Aku sedang duduk di tangga.Meratapi nasib.
Kenapa hidupku jadi begini???
Semalam setelah pulang dari bioskop aku langsung masuk ke kamar.
Saat aku melewati kamar Mark yang bersebelahan dengan kamarku keadaannya gelap.
Itu artinya Mark belum pulang.Padahal sudah jam 22.00
Apa dia hanya mengerjai aku saja??
Apa dia cuma ngeprank??
Mengajakku ke bioskop lalu meninggalkanku sendirian?
Menonton film Optimus Prime dkk yang aku sendiri gak ngerti jalan ceritanya.
Yang aku tau TRANSFORMERS itu fim tentang mobil yang bisa berubah jadi robot.
Alih-alih mengajakku nonton film romance adult,dia malah menjerumuskanku nonton film action.
Seharusnya aku tau dari awal.
Seharusnya aku sadar dari awal.
Aku siapa.
Jangan pernah menganggap kenyamanan ini seperti hubungan pernikahan yang sesungguhnya.
Atau aku akan terluka lagi dan lagi.
Saat orang menganggap sesuatu dengan tidak serius,bukankah itu adalah hal yang paling baik untuk menghindar dari keterpurukan??
...................................🌼
Aku tidak mau pulang cepat hari ini.
Otakku butuh refresh.
Hatiku butuh pencerahan.
Dan aku juga butuh waktu untuk menghilangkan kantung di sekitar mata karena aku menangis.
Menangis dari menit ke 45 film TRANSFORMERS di putar hingga aku masuk ke kamar.
Di dalam kamar,tangisanku terus berlanjut.
Menangisi hubungan rekayasa ini.Aku tersenyum miris.
__ADS_1
Aku seharusnya enggak nangis.
Aku seharusnya menganggap hal ini biasa-biasa saja.
Kalau Mark tak menganggap ini serius aku juga bisa lebih gak serius lagi.
Kita hanya menjadi suami istri saat di depan publik.
Di dalam rumah kita hanya partner.
Pagi tadi saat aku meninggalkan rumah untuk ke kampus,aku mengintip di balik pintu kamar Mark.
Aku melihat dia masih tidur berselimut bedcover.
Aku memang kesal,tapi aku tidak akan lupa tugasku seperti memasak sarapan dan membersihkan rumah.
Pakaian juga sudah aku cuci dan aku jemur.
Bagaimanapun itu kewajiban yang harus aku lakukan karena aku menumpang dirumahnya.
Tidak ada sangkut pautnya dengan perasaan pribadi.
Aku melihat jam di layar ponsel.Jam 19.30
Aku harus pulang.
Sudah banyak waktu yang kubuang percuma di kampus.
Aku kira Direktur akan bersedia aku wawancara lagi.Bayanganku dia akan menyeretku ke suatu tempat.
Nyatanya tidak,dia sedang sibuk.
Ekspektasi mu kelewatan Gwen!
🌼🌼🌼🌼
Aku keluar dari gedung kampus.Dan hari sudah berganti gelap.
Aku memakai hoodie mantelku untuk menutup kepala.
Aku suka menutup kepalaku dengan hoodie saat aku di rundung masalah.
Rasanya seperti mendapat kedamaian.
Aku melewati dua pilar penyangga gedung universitas dan menuruni anak tangga dengan menundukkan kepala.
Hingga suara seorang pria menyapaku lembut.
"Gwen"
Aku menghentikan langkah.Dan menoleh ke sumber suara.
🌸🌸🌸🌸
"Bukankah kau sedang sibuk??" tanyaku dengan menyumpit sepotong tteopokki warna merah menyala dan memasukkannya ke mulutku.
Pria yang duduk di seberangku ini hanya melempar senyum.Dan ikut mencomot tteopokki dengan sumpitnya.
Melihat ekspresi nya yang aneh saat makan tteopokki membuatku curiga,jangan-jangan dia baru pertama kali makan jajanan kaki lima begini.
Aku gak heran,dia kan bergaya hidup seperti Sultan.
"Maafkan aku,aku tidak bisa menraktirmu di restoran Perancis atau Italia"
Direktur Byun,pria yang beberapa menit yang lalu menemui ku ke kampus hanya menyunggingkan senyum dengan perkataanku.
Aku menyangka,dia tidak mau membantu tugasku lagi.
Nyatanya????
"Aku suka gayamu" Ucapan Direktur Byun membuatku menghentikanku mengunyah tteopokki.
Gaya menraktirku yang terkesan receh banget ya???Dia tadi menawarkan bantuan untuk tugasku,dan seperti biasa,dia memberikan syarat kalau aku harus menraktirnya.Dan Gwen yang konon katanya istri dari idol Mark Lee,hanya bisa nraktir di kedai kaki lima.
Aku terkekeh mendengar ucapannya.
"Benarkah???Bukankah kau menyukai gadis seperti Hye Ri??" entah dapat ilham darimana aku berani menanyakan hal pribadi pada Direktur Byun,aku yakin dia tak akan menjawab ini dan balik melempar pertanyaan padaku.
Karena dulu dia pernah seperti itu padaku.
Direktur Byun meneguk soju dalam gelas kecil itu.
"Hye Ri??" Dia memperjelas.
Aku mengangguk kecil.
"Bukankah dia kekasihmu??" Aku berganti menyumpit daging seafood di mangkok jajangmyeon ku.
"Hye Ri bukan kekasihku" Jawaban Direktur Byun membuatku tersedak.
Bukan kekasihnya??Lalu hubungan mereka apa dong????Nahh,ini adalah fakta yang tertunda.
Aku tiba-tiba lebih tertarik dengan kemistisan hubungan mereka daripada harus mengorek info tentang profil Direktur Byun dengan kerajaan bisnisnya.Mungkin saja kan ada hubungannya dengan gelagat suami KW yang mendadak jadi aneh dan sering melamun.
"Tapi,kalian sangat mesra seperti sepasang kekasih,aku kira dia kekasihmu" Aku menaggapi pernyataan Direktur Byun.
"Hye Ri adalah juniorku di Sekolah,kami sudah sangat dekat untuk waktu yang lama.Bukankah wajar jika aku dan dia terlihat seperti sepasang kekasih walaupun kenyataannya bukan seperti itu" katanya dengan raut wajah tenang.
"Aku dan Mark tidak terlalu dekat tapi semua orang seenaknya menganggap kami pacaran"
__ADS_1
Ouuuhhh!!!Aku kelepasan bicara.Ingin rasanya aku menampar mulutku yang tidak bisa kukendalikan saat membicarakan sesuatu yang aku enggak suka.Aku selalu spontan.
Direktur Byun seperti tidak terkejut mendengar pernyataanku barusan.
Kayaknya harus putar haluan nih.
"Oh,ayo kita makan lagi.Hmmmm aku hampir saja lupa kalau aku kan mau menambah informasi tentang anda Direktur Byun"
Aku harus mengalihkan pembicaraan.
"Saat aku tahu Mark akan menikahimu,sejujurnya aku terkejut" ucapan Direktur Byun menghentikan tawaku sesaat.
"Kita berpacaran,untuk apa kau merasa terkejut" sebisa mungkin aku tak menunjukkan rasa cemasku tentang pernikahanku dan Mark yang cuma settingan. Hubunganku dengan Mark cuma ibarat benalu dan pohon mangga.
"Mark hanya menyukai Hye Ri" lanjutnya lagi.
Aku tersenyum kecut memang aku tau Mark menyukai Hye Ri.Mark waktu itu juga mengakuinya.
"Saat aku ke kantormu kemarin,aku bertemu Hye Ri.Tapi sepertinya matanya sembab karena menangis"
Aku coba menyerang balik pernyataan Direktur Byun.Aku juga bisa balas perkataanmu yang membuat hatiku tersayat.
"Tidak mungkin kan dia ke kantormu untuk bertemu orang lain,selain dirimu" tambahku lagi dengan wajah songong.
"Hye Ri,dia salah sangka padaku.Aku selama ini hanya menganggap dia seperti adikku.Aku dulu mempunyai adik perempuan,dan adikku meninggal karena sakit jantung.Aku begitu terpukul,aku sedih,sampai Hye Ri datang di kehidupanku.Dia seperti adikku,makanya aku menganggap dia seperti adikku sendiri."
Raut wajah direktur Byun tampak sendu karena teringat adiknya.Aku jadi merasa bersalah.Aku berkata seperti itu karena aku hanya ingin membalas kata-katanya. Masa dia bilang Mark suka Hye Ri.
Meskipun sebenarnya aku tau akan hal itu, seharusnya orang seperti Direktur Byun yang lulusan Harvard gak pantas berkata provokatif seperti itu di depan istri Mark Lee.
Itu sama aja kayak ngomong,Eh suamimu itu sukanya sama aku lo,kan mak jleb banget.
"Maafkan aku..........." desisku lirih.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Jam 21.00 aku masuk ke rumah.
Wawancara memang tidak berhasil,tapi saat aku berpisah dari kedai yang menjual makanan kaki lima tadi,Direktur Byun membekaliku sesuatu yang sangat berharga.
"Ini adalah file yang berisi tentang profilku dan profil perusahaan,aku menyuruh sekretaris untuk membuatnya agar kau tak mengalami kesulitan"
Ahhhhh,makasih gamawoo Direktur Byun.Aku mendekap folder itu erat-erat dalam pelukanku.Kenapa gak dari kemarin-kemarin kan begini???
"Kau kenapa??" Aku berjingkat mendengar suara itu.Ternyata siluman buaya ada dirumah.Aku kira dia enggak pulang.
"Rupanya kau ingat jalan pulang??" tanyaku sinis.
Ini adalah pertemuan pertama sejak dia menghilang meninggalkan ku sendirian di dalam bioskop.Aku sebenarnya ingin marah,tapi aku coba menahannya.
Aku tak ingin lagi serius dalam hubungan ini.Aku tak ingin terjebak di dalamnya.
Dan yang terpenting aku tak ingin terluka lagi.
Mark hanya menunduk tak menjawab ocehanku.Entah karena gak berani karena merasa bersalah atau karena dia takut aku akan mengomel lebih panjang lagi.
Aku mengahampirinya yang sedang duduk di meja makan.
Semangkok Jjigae dan Ramen yang tersaji di meja makan mengejutkanku.
"Apa kau yang memasak??" tanyaku dengan menarik kursi makan dan duduk.
Mark hanya mengangguk.
"Kau pasti lapar kan???Makanlah,aku memasak untukmu"
Cuaca gak lagi mendung kan??Kok terdengar seperti petir nyamber ya???Ini siluman buaya abis dapat pencerahan dari mana kok jadi sweet begini??Tapi aku harus waspada.Radar kewaspadaan ku menunjukkan sinyal mencurigakan.
Aku mengendus ada aroma rencana jahat disini.
"Kau memasak untukku??" tanyaku dengan suara yang aku lembut-lembutkan.
"Tenti saja,istriku pasti lapar kan seharian belajar" Eh siluman buaya malah terkekeh dengan senyum yang sukses membuatku tertawa.
"Aaaa,kau manis sekali" akupun menimpali dengan tawa riang.
Sejujurnya aku sudah kenyang karena tadi sudah makan di kedai kaki lima.Tapi ketika melihat Mark yang memasak untukku,lagi-lagi aku luluh juga.
Hatiku terbuat dari bahan apa sih??Asal diginiin langsung melting???
"Kau tampak cocok memakai celemek itu??" aku menggoda Mark,dia pasti gak nyadar kalau masih pakai apron untuk memasak.
Aku tertawa.
Dia buru-buru melepas apronnya.
"Baiklah,karena suamiku sudah memasak,aku harus memakannya" aku pun menggeser mangkok ramen itu dan segera menyumpit mie nya.
Aku juga menyeruput kuah nya.Rasanya gurih.Pinter juga dia masaknya.
"Ini tidak ada telurnya??" tanyaku dengan memicingkan mata,seperti dia yang jeli memeriksa makanan buatanku.
"Ini rasa original,bagaimana? enak jika tanpa telur kan?Ayo habiskan." Mark pun terus mengamati saat aku makan.
Aku menyumpit kecil mie ramen itu dan kusodorkan di depan mulutnya.
"Suamiku juga pasti lapar kan??" aku menawari dia makanan dengan senyum termanisku.
Dia membuka mulut dan menyambut suapanku.
__ADS_1
MAUNYA GAK SERIUS,TAPI KOK KAYAK GINI YA????
🌸🌸🌸🌸🌸