PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 14 : PENCITRAAN WAJIB HUKUMNYA.


__ADS_3

Fake smile. Poker face !


🌼🌼🌼🌼🌼


Senyum Mark sangat manis melebihi manisnya cotton candy.Mengandung pemanis buatan dosis tinggi.


Aku segera mengompres luka lebam di wajah Mark.Aku yang muak dengan akting anak baik Mark dengan gemas menotolkan handuk kecil yang sudah basah oleh air hangat ke sudut bibirnya.


Aku menuruti perintah kakak walau dengan muka gak nyenengin banget.


"Hei, bisa pelan tidak...!"


Dia memprotes


tanpa menjawab aku beralih ke mode slow dengan senyum ala kadarnya dan itu gak ikhlas.


"Kau ini sedang mengompres atau apa??lakukan dengan benar."


Dia ini cerewet sekali.Mentang-mentang Kakakku baik padamu lalu kau bisa seenaknya??


"Kompres saja sendiri !" Aku menekan handuk itu ke wajahnya dan melepaskannya begitu saja.


Mungkin menurut Mark itu terlalu kuat hingga dia meringis kesakitan dan berteriak.


Masih ingat kan tiga preman aku perlakukan layaknya samsak?


"Aku baru tau, ada gadis barbar sepertimu !"


Dia akhirnya menotolkan sendiri handuk kecil itu di wajah lebamnya.


"Mau aku barbar atau tidak, itu bukan urusanmu"


Sengaja banget aku balas kejadian introgasi yang tadi.


Aku membaca buku lagi.Suasana hening yang terdengar hanya suara kertas yang ku bolak-balik.


"Seharusnya, saat kau membaca buku tebal seperti ini kau harus selfie dan mempostingnya di instagram.Agar orang tak tau sifat barbarmu."


Maunya apa sih Mark ini??Dia ini ternyata seperti barisan para haters yang julit ya ??


Gak usah lah nyinggung soal medsos.Aku yang uda ikhlas lahir batin jadi inget sama ponselku yang hancur di bantingnya.


"Bukankah ponselku sudah hancur di tanganmu ??Aku tak tau tanganmu itu tangan manusia sungguhan atau dewa.Hobi sekali merusak barang.Aku sudah melupakan kejadian itu jika kau tak mau menggantinya.Sampai aku rela kerja paruh waktu sebagai kurir pengantar pizza hingga kau kemarin menyerempetku dan aku di pecat.Apa kau puas sekarang???"


Aku menatapnya tajam seperti mau nelan dia hidup-hidup.


Dia cuma bengong melihatku mengomel.


Mungkin omelanku lebih bagus dari dia pas lagi ngerapp !


Aku menyungging senyum sarkasku seraya bangkit dari tempat dudukku.Dengan membawa buku Tere Liye keluar dari kamarku dan membanting pintunya.


πŸ’πŸ’πŸ’


Pagi-pagi sekali kami bertiga sudah bangun.


Kak Andy terlihat sedang duduk di sofa dengan fokus di depan laptopnya.Dia serius memeriksa file


Kakak Ipar yang lagi bahagia karena ada Mark yang nginap di rumah kami sedang asyik berjemur seraya senam-senam kecil khas ibu hamil.

__ADS_1


Dan aku sibuk jadi Inem.


Aku memasak sarapan.Memasak jadi rutinitas ku sehari-hari.


Setelah Bunda meninggal sewaktu aku kelas 1 SMA dan kakak ku masih kuliah, aku terpaksa harus melakukan kegiatan rumah tangga sendiri.


Dan jadilah aku punya kemampuan seperti inem karena terdesak keadaan.


Aku hari ini gak boleh telat ke kampus.Soalnya dosen ku yang ini punya hobi ngusir mahasiswa yang terlambat datang masuk kelas.


Walaupun cuma one minute.


Dia akan mengusir mahasiswa bandel atau mahasiswa yang apes terjebak macet atau kesiangan bangun.Dia tak akan menerima alasan model apapun.


Aku pernah di usir gara-gara telat dan aku gak berani ngeles.


Ah aku gak mau ingat-ingat kesialan yang itu.


Aku menghidangkan makanan di meja makan serta menyiapkan piring.


Setelah beres aku ngibrit ke kamar mandi.


🌼🌼🌼


Suasana jadi ramai di meja makan.Kami yang biasa bertiga sekarang jadi berempat karena ketambahan idol kesasar disini.


Kami berempat duduk berhadapan.


Aku berhadapan dengan Kak Andy


dan Mark berhadapan dengan Kakak Ipar.


Kak Andy yang paham akan tingkah istrinya memutuskan untuk tukar tempat duduk.


Aku berhadapan dengan Mark.


Dan Kak Andy berhadapan dengan istrinya.


Kak Andy sih seneng ngerjain istrinya biar gak bertingkah seperti sasaeng.


Lah aku??Jadi makin gak kondusif kalau harus berhadapan duduknya sama Mark.


Bukan apa-apa ya.Aku takut emosiku tak terkendali.


"Bagaimana lukamu Mark?? Apa sudah lebih baik ?" Tanya Kak Andy seraya menyendok sayur dan di pindahkan ke piringnya.


"Iya Hyung.Sekarang sudah lebih baik, terima kasih Hyung sudah menolongku." Dia membungkuk sopan disertai senyum yang teramat manis.


Ohh jadi terima kasihnya ke Kak Andy doang??Ke aku enggak??


Padahal aku yang berkelahi melawan preman -preman itu??


nyesel aku nolong dia !!


Jangan menyesal Gwen.


Ikhlas, peri baik di dalam jiwaku mengingatkan.


owwwkeeehhh !!

__ADS_1


"Oh iya.Apa kau kenal atau tau motif pengeroyokanmu?? Kata Gwen kau di keroyok."


Gamawo oppa !


Pertanyaanmu mewakili ke kepoanku !! Aku diam pasang telinga lebar-lebar.


"Ohh mereka hanya ingin merampokku.Aku tidak mengenal mereka dan aku merasa aku tak punya musuh Hyung."


Yakin enggak punya musuh???Aku ini apanya kalau bukan musuh??


Jadi dia kena azab nih sekarang???


Kami melanjutkan sarapan pagi.


Sekilas aku mencuri pandang ke arah Mark yang ada di depanku.


Cara dia makan sangat sopan elegan seperti gak di buat buat.Padahal makan pagi kami sangat sederhana.Hanya orek tempe kemangi dan omellet.Dia makan juga sepertinya menikmati makanan khas Indonesia.


4 hari yang lalu, Kak Andy jastip tempe dari jogja lumayan banyak.Kalau kemangi, aku yang menanamnya.


Akupun jadi teringat lagi tingkah dia yang tengil dan arogan.


Dia paling gak tahan kalau enggak pencitraan di depan keluargaku.


Sorry ya Mark ! Gak mempan buat aku.


####


Mark pun pamit pulang.


Sebelumnya Kak Andy sudah menawarkan diri untuk mengantar Mark saat dia berangkat kerja.


Tapi Mark bilang ingin naik taksi saja.


Dia tidak membawa ponsel.Jadi tak bisa menghubungi rekan atau menegernya.


Gak bawa ponsel atau belum beli ponsel??


i dont know !! Itu urusan Mark.


Kakak Iparku buru-buru menyodorkan beberapa kaset album photo card dan bukunya untuk di tanda tangani Mark, beserta majalah fashion yang kemarin aku lempar kasar di sofa.


"Gwen, apa kau tak ingin tanda tangan juga??" goda Kak Andy.


Yang bener aja dia kan tau aku fans berat Shahrukh Khan !!


"Sorry to say oppa, aku tidak tertarik dengan Kpop.Aku suka Shahrukh Khan."


Aku pu melirik Mark sinis.


Jangan kau kira semua orang suka padamu yaa??Aku juga punya idola sendiri.


"Adikku memang suka Bollywood.Jangan kau masukkan ke hati ya??"


Semuanya tertawa kecuali aku.Gedek lah aku di sangka aku nge fans dia apah???


Kak Andy mengambil ponselnya dan meminta ijin Mark untuk berfoto bersama.Aku yang di rangkul Kak Andy terpaksa ikut berfoto.


cheeerrrrssssss!!!!!

__ADS_1


πŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“ΈπŸ“Έ


__ADS_2