
Aku adalah orang bodoh yang berfikir kita adalah jodoh!
ββGwenββ
ππππ
Aku melangkah keluar dari ruangan dosen dan aku senang sekali karena tugasku akhirnya selesai juga.
Aku ingin segera pulang kerumah.Pekerjaan rumah belum aku sentuh.Aku kesiangan bangun,pekerjaan rumah jadi terbengkalai.
Tapi Mark kan masih di Rumah Sakit menunggu Hye Ri.
Dari Mark,aku juga tau kalau Hye Ri sakit lambung.
Aku sekarang tidak akan menganggap pernikahan ini sungguhan.Kita hanya pura-pura.
Aku setuju untuk menikah dengannya demi menyelamatkan ku dari deportasi.
Sedangkan Mark menikah denganku karena Hye Ri.
Ini masih asumsiku yang abu-abu, Mark menyukai Hye Ri,tapi Hye Ri malah menyukai Direktur Byun.
Setelah itu karena suatu hal,Mark memilih menikah denganku.Kayaknya gitu deh.
Mark juga pesan kalau aku gak usah pusing soal ibunya yang menakutkan itu.
Kok bisa sih Mark tidak mengabari ibunya tentang pernikahan kita???
Apa ada masalah tersembunyi lagi di antara ibu dan Mark??
Hubungan antara Hye Ri,Mark,dan Direktur Byun saja masih menjadi misteri.
Nah ini,ada lagi misteri yang baru??
Sejauh apapun aku menghindar,aku pasti terlibat.
Aku menunduk berjalan ke arah taman depan gedung universitas.Siang ini aku harus pulang,rumah kotor dan kalau Mark tiba-tiba pulang,aku pasti habis!
Ponselku bergetar dan ternyata itu panggilan dari Suami KW.
"Ada apa??" tanyaku to the point setelah aku menggeser panel warna hijau di layar.Tidak perlu basa basi halo-haloan.
"Kau dimana??" Suara Mark terdengar keras dari sana hingga aku harus menjauhkan ponsel dari telinga.
"Aku mendengarmu!!!" Dengusku kesal.
"Cepat pulang,atau aku akan membunuhmu!!"
Mark membentak dan langsung mematikan sambungan telponnya.
Aku yang sangat gemas mengepalkan tinju ke arah ponsel.
Aku juga mau pulang.
Aku tau rumah belum aku bersihkan.
πΈπΈπΈπΈ
Aku baru sampai di rumah dan Mark langsung mengabsen semua pekerjaan rumah yang terbengkalai.
"Kenapa sebelum berangkat kuliah rumah belum dibersihkan?" Bentaknya dengan menunjuk lantai.
__ADS_1
Aku melempar tas ransel ke sofa dan berjalan menuju dapur.
Mark mengekor di belakangku.
Seakan tak terima jika aku tak menghiraukan pertanyaan nya.
Bukannya aku tidak menghiraukan nya,tapi aku sungguh haus.
Aku membuka kulkas dan mengambil air mineral.
Aku meneguknya hingga tinggal separuh botol 600ml.
Aku lega hausku hilang.
"Kau belum menjawab pertanyaanku"
Aku membuang nafas kasar,dia masih kepo kenapa aku tidak bersih-bersih rumah.
"Aku tadi kesiangan bangun dan aku buru-buru mengumpulkan tugas kuliah.Lagipula,kau kan tidak ada dirumah"
Jawabku seraya menyugar rambut bergelombangku.
"Lalu,kalau aku tidak ada dirumah kau bisa seenaknya tidak bersih-bersih rumah?"
Dia bersedekap duduk nyender di samping kulkas.
"Iya,setelah ini aku bersih-bersih rumah"
Aku naik ke lantai atas menuju kamar untuk segera berganti dengan baju kebesaran Inem.
Setelah aku membawa alat pel dan akan memulai pekerjaan tiba-tiba Mark merengek.
"Ya makan" balasku cuek.
"Memasaklah untukku......" dia tambah memelas dengan mempoutkan bibirnya.
Dia sangat lucu,aku suka.
Aku mencoba sabar menuruti keinginan suami KW ku itu.Apa selama di Rumah Sakit dia tidak makan??Sepertinya dia kelaparan sekali.
Mark itu pria aneh.
Menurut wikipedia yang aku baca,Mark itu sudah berusia 30tahun usia Korea.
Wajahnya memang unyu.
Tapi kan dia sudah dewasa.
Bukan brondong labil yang dengan cepat berubah mood ??
Setelah bertingkah menyebalkan lalu berganti jadi pria unyu yang menggemaskan.
Aku menggeprek bawang putih kemudian mengiris sayuran.
Dari dapur tempatku memasak aku melihat dia sedang duduk bertopang dagu.
Dan ketika melihat wajahnya,aku semakin bersemangat memasak.
.........................πΈ
__ADS_1
Aku makan siang bersama Mark sekarang.
Seperti biasa,dia langsung makan tanpa basa-basi lagi.
Aku bahagia melihat dia tampak menyukai masakan buatanku.
Aku ingin bertanya perihal ibu pada suami KW,tapi aku belum berani mengacaukan malan siangnya.
Kalau aku bertanya bisa saja dia marah dan selera makannya hilang.
"Ada apa??Ayo makan..." katanya kemudian menyeruput sesendok sup.
Aku masih diam terpaku menopang dagu.
"Jangan harap aku akan menyuapimu"
Perkataan Mark membuatku tersadar.Dia membuatku mencibirkan bibir.
Aku mulai makan. Kulihat mangkuk Sup Mark sudah tinggal sedikit.Saatnya aku bertanya.
"Mark,kenapa saat menikah kau tidak memberitahu ibu??"
Mark berhenti makan.Nah,kan???
Please,jangan ngamuk ya Mark???
"Pernikahan kita palsu,untuk apa memberitahu ibuku" jawabnya dengan menyendok sup lagi dan memakannya.
"Pernikahan kita memang palsu,janji kita dihadapan Tuhan juga palsu.Tapi orang diluar sana menganggap pernikahan ini nyata"
Mark menatapku.
"Jadi,bisakah kita memerankan drama pernikahan ini dengan baik??Setidaknya hingga waktu kita yang tersisa habis??"
Aku meyakinkan Mark,untuk benar-benar serius memainkan drama ini.
Aku tau ibu kecewa dengan ku dan Mark yang tidak memberitahukan tentang pernikahan kami.
Mark mengangguk kemudian menunduk memandang permukaan meja makan.
"Aku ingin kita bisa mengunjungi ibu" Kataku dengan nada rendah di ujung kalimat.
Mark hanya diam terpaku.
Semenit kemudian,dia bangkit dari tempat duduknya.
Aku yang masih menikmati bulgogi dengan nasi hangat di kejutkan dengan suaranya.
"Cepat membersihkan rumah"
Jiwa majikan Mark kambuh di saat yang tidak tepat.Aku sedang menikmati makan siangku,dan seperti biasa,dia Mengacaukannya.
"Kau tidak lihat aku masih makan??" Aku masih berkelit tak langsung menuruti perintahnya.
"Sekarang" Dia gak membentak tapi nada bicaranya kayak mau marah.
Apa dia marah karena aku mengajak dia mengunjungi ibu??
Sebenarnya ada apa dengan hubungan antara Ibu dan anak ini????????
πΏπΏπΏπΏ
__ADS_1