
kalau masih suka makan indomie di campur nasi...gak usah belagu deh....!!
πππππ
Sedari tadi aku lebih banyak melamun.Banyak yang sedang aku pikirkan.
Aku rindu kakakku.Semenjak aku menikah dan tinggal di rumah Mark, aku sama sekali belum menelponnya.
Aku juga sedang memikirkan pernikahanku.
Aku dan Mark sama sekali jarang bertemu meskipun kita serumah.
Aku pergi kuliah pagi-pagi sekali dan Mark masih tidur.Saat aku pulang siang hari rumah sudah kosong entah Mark pergi kemana.
Dia selalu pulang larut malam.Bahkan aku pernah memergokinya pulang jam 4 pagi.
Dia gak pernah pamit jika pergi karena akupun juga begitu.
Entah rumah tangga macam apa yang sedang kami jalani.
Yang penting dia gak protes dan gak saling mengganggu satu sama lain aku rasa gak masalah.
Pernikahan ini ada karena terpaksa kan??Untuk apa terlalu terbebani.Jika dia di dekatku palingan juga ngajak ribut.
Aku rasanya pengen nelpon kakak, sekalian ngasih oleh-oleh untuknya dari Milan kemarin.
Aku membelinya dengan merogoh uang tabunganku.
Kalau urusan keuangan, mana mau aku bergantung sama siluman buaya???
Sekarang jam 11.30 siang sebentar lagi Kak Andy pasti istirahat, aku telpon ajalah.
"Hallo Kak." sapaku ketika telpon di terima Kak Andy.
"Hey adik kakak pengantin baru." sapanya riang di seberang sana.
"Apa kau sedang sibuk??" tanyaku ragu.
"Ahh, kakak sedang diluar kantor sekarang, di cafe dekat kampusmu."
"Benarkah?? Bagaimana kalau kita makan siang.???" tiba-tiba saja terlintas ide makan siang di kepalaku.
"Baiklah, aku tunggu."
Telpon terputus.Aku segera berjalan keluar kampus menuju cafe dimana kakakku sedang ada disana.
...........
"Kakak.." sapaku lirih ketika sudah sampai di meja kakakku.
__ADS_1
"Gwen.." kakakku mendongak memandangiku.Dia berdiri dan aku langsung memeluknya.
Kakak mengelus rambut yang aku kuncir.
"Jangan menangis."
"Aku rindu." akupun terisak.
Aku akui saat aku masih tinggal serumah dengan kakak, aku mati kutu jika dia mengajak aku mengobrol.Ada rasa takut saat dia ingin bicara atau menanyakan sesuatu padaku.
Kami melepas pelukan.Aku duduk di hadapan kakakku dan mengusap air mataku.
"Gimana, uda lega sekarang??" Kakakku tersenyum manis melihat tingkah adiknya.
Aku mengangguk kecil.
Tak lama makanan tersaji di meja.Ada 2 lime squash kesukaanku dan 2 dessert red velvet.
"Maaf aku sudah pesan tadi biar kita gak lama nunggu." Kata Kak Andy seraya memotong cake berwarna merah menyala itu.
Aku cuma mengangguk saja dan ikut memotong cake itu dan memasukkannya ke mulut.
"By the way, makasih ya oleh-oleh dari Milan nya."
Aku tersedak, oleh-oleh dari Milan??Loh kakak kok tau??Aku kan belum kasih??Kak Andy ngasah pikirannya pakai apa ya?Tajem bener.
"Kemarin Mark datang ke kantor ku, dia ngasih oleh-oleh honeymoon kalian dan kantor mendadak ramai kayak tempat konser karena Mark datang kesana..."
Padahal Mark itu sangat kasar jika berhadapan denganku.
Bahkan dia tak segan-segan untuk berebut tempat tidur dan makanan.Aku hanya tersenyum kecut.
"Dia emang kasih apa ke kakak??" tanyaku penasaran.
"Kamu gak tau??" Kak Andy balik nanya.
Ingin rasanya aku nampol jidat sendiri dengan pertanyaan konyol barusan.Aku kan istri Mark.Seharusnya aku kan tau barang apa yang dia kasih ke Kak Andy.
Kalau kayak gini kan Kak Andy bertanya-tanya dan jiwa kekepoannya membuncah.
Aku cuma menunduk.
"Aku lupa...." Aku menunjukkan ekspresi idiot ku sambil terkekeh.
"Dia ngasih selimut...." Katanya lagi dan memakan strawberry yang sudah di iris bagi dua.
"Ahh iya, selimut." Aku menimpali dengan tertawa.Kakakku cuma menggeleng-geleng dengan sifat pelupaku.
Aku gak lupa, tapi emang beneran aku gak tau benda apa yang di kasihkan ke kakak sebagai oleh- oleh.
__ADS_1
Ternyata cuma selimut toh, selimut doang.
"Aku malah merasa gak enak di kasih selimut..." Kata kakak menghentikan makannya dan nyender di sandaran kursi.
"Gak enak kenapa??"
"Mark ngasih selimut merk Gucci yang ketika aku cek harganya mahal banget seharga mobil Avanza baru." kakakku berkata lirih.
Seharga mobil Avanza baru??Mahal banget !! Tu selimut kenapa jadi mahal apa bahannya impor dari Planet Mars apa gimana??
"Kau harus baik pada Mark.Dia adalah orang yang sangat sopan.Jangan membuatku malu." kakakku menatap tajam.
"Iya......" balasku seraya menyuap potongan cake yang terakhir.
"Makanan kesukaan Mark apa??"
Aku kembali terkejut..!
Aku mana tau, kita kan jarang makan bareng .Aku juga jarang masak.
"Hmmm dia suka jjigae...." jawabku ngarang.
Sejujurnya aku gak tau makanan favorit Mark Lee, yang aku tau saat di Milan, dia hanya makan sandwich, itu saja.Honeymoon di Milan juga momen terdekatku dengan Mark.Setelah honeymoon berakhir, kita jadi orang asing lagi.
"Kamu harus jadi istri yang baik.Suka tak suka, kamu harus masak buat dia.Coba aja sekali-kali masak makanan Indonesia.Lama-lama dia juga suka.Na Yeon juga gitu.Sekarang dia suka sambel trasi."
Aku tersenyum mengangguk.
Ya suka banget lah masakan Indonesia.Biar dia gak masak, tinggal makan doang.Kak Na Yeon mana bisa masak????Dia tu cuma tim hore kalau di dapur.Bisa kebakaran kalau dia yang masak.Dia itu spesialis nyinyirin artis dan akun Gosip.
πΏπΏπΏπΏπΏ
Malam ini aku sendirian di rumah Mark.Melihat lampu kelap-kelip di seberang waduk buatan.Suasana nya sangat indah dan romantis.
Aku diam-diam salut sama Mark.Dia bisa meluangkan waktu untuk bertemu keluargaku.Memberikan kakakku oleh-oleh.Aku gak heran jika Mark membelikan sehelai selimut yang berharga fantastis untuk kakakku.
Mark memang tipe husband material.
Dari jam tangan, topi, celana, baju, jaket, hoodie, bahkan mungkin celana dalam pun semua bermerk.
Kalau aku ya jangan di tanya??Semua yang aku kenakan tanpa merk.Murahan.Receh.
Aku gak peduli semua itu.Aku kan memang cuma imigran.
Tapi emang bener kata Kak Andy.Aku harus jadi istri yang baik.Walaupun pernikahan kita palsu, aku juga harus menjalankan tugasku sebagai istri.
Di hargai atau tidak, tak ada salahnya di coba.
Baiklah, aku akan buat perubahan besok.
__ADS_1
πΌπΌπΌπππππ