PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 63 : SUKA-SUKA YANG NULIS.


__ADS_3

**Sekali kali lah aku yang cerita.Masa mbak Gwen terus????Yekannn????


๐ŸŒธBukan Author๐ŸŒธ**


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Besok adalah jadwal pasangan suami istri itu berkegiatan lagi.Gwen mulai berkuliah lagi.Dan Mark tadi juga bercerita kalau dia juga menerima proyek untuk mengisi lagu sountrack drakor terbaru.


Gwen menerima email dari Dosennya kalau besok Dosen pembimbing ujian akhirnya minta bertemu untuk membahas tugas akhirnya.


Malam ini mereka berdua duduk di ayunan kayu yang berada di halaman belakang rumah Mark yang lumayan luas.


Lampu kelap kelip di seberang waduk buatan terlihat dari tempat mereka duduk sekarang.


Angin berhembus sejuk menerpa rambut Gwen yang tergerai.


Mark melihat di sisi pagar pembatas rak-rak pot tersusun rapi.Pot itu di tanami sayur-sayuran seperti seledri, kemangi, selada, sawi, dan paprika yang semuanya tumbuh subur.


"Siapa yang menanam sayuran itu??" tanya Mark dengan pandangan ke arah pot sayuran.


"Bukankah kau yang menanamnya??" Gwen menyindir Mark yang tak pernah melakukan pekerjaan apapun di rumah.


"Aku bertanya serius padamu?" Balas Mark kesal.


Gwen menahan tawa karena suami KW nya merasa tersentil.


"Iya, aku yang menanamnya.Kita kan hanya berdua di rumah ini.Kalau bukan kau berarti aku yang melakukannya." Gwen menyengir di sertai lirikan ke arah suami KW yang duduk di sampingnya.


Mark hanya mempoutkan bibirnya mendengar perkataan Istri KW nya itu.


"Aku senang kau mau berbaikan dengan Ibu."


Mark memandang wajah Gwen sebentar kemudian menatap pemandangan hamparan waduk dengan lampu kelap kelip di hadapan mereka.


"Apa kau pikir aku melakukan ini karena nasehatmu??" Mark berkilah.


"Terserah, yang penting kau mau memaafkan Ibu itu sudah cukup.Jangan-jangan selama ini kau merindukan Ibu tapi kau takut"


Sebenarnya Gwen tau kalau Mark sangat merindukan Ibunya.Tapi Mark takut Ibu masih marah padanya.Padahal Ibu sangat menyesal mengusir Mark dari rumah.


"Saat aku berangkat ke rumah Ibu kemarin rumah sudah bersih.Kenapa saat aku pulang rumah jadi kotor lagi??Sampah dan kulit buah ada dimana-mana.Gelas semua kotor bahkan ada yang pecah.Sebenarnya saat aku pergi apa yang kau lakukan??" Tiba-tiba Gwen jadi marah saat mereka pulang, rumah seperti kapal pecah, lantai berdebu, kulit buah berserakan di sofa.Semua gelas kotor di tumpuk di wastafel.Sampai ada yang pecah.


"Makanya kalau keluar rumah jangan lama-lama.Aku kan sendirian dirumah." Mark berkata seperti orang berkumur dan Gwen mendengar nya samar-samar.


"Apa??" Gwen meminta penjelasan lagi


"Terserah aku mau membuat rumah berantakan.Kan ada Istriku yang setiap hari membersihkan rumah dan memasak"


Mark tersenyum menggoda Gwen.


Gwen bukannya bahagia di goda malah kesal dengan sikap suami KW nya yang sering kelewatan.


"Jadi kau menikahiku hanya untuk memasak dan membersihkan rumah setiap hari??" Gwen memprotes dengan mengerucutkan bibirnya.


"Kau pikir untuk apa lagi???Jangan berharap pernikahan kita seperti orang lain.Berbagi ranjang, tidur bersama, melakukan apapun bersama.Aku tidak mau" Ucap Mark setengah berteriak.


"Siapa yang ingin sekamar denganmu bodoh!!" Gwen yang sudah sangat kesal dengan kelakuan jahil Suami KW nya beranjak pergi dari sisi Mark.


"Sayanggg, aku kedinginan.Tidurlah bersamaku....." Teriak Mark menggoda Gwen yang pergi dengan keadaan sebal.


Gwen yang tak terima berbalik ke ayunan yang mereka duduki tadi.


Mark masih duduk disana dengan senyum seperti fakboi menggoda Gwen yang konon katanya lemah iman.


Perlahan Gwen medekatkan wajahnya ke wajah Mark. Mark yang tadi hanya menggoda mendadak takut Gwen akan melakukan sesuatu padanya.


Wajah mereka sangat dekat.Mark merinding saat nafas Gwen terasa berhembus hangat di sekitar wajah dan telinganya.


"ไธ่ฆๅšๆขฆ" Bisik Gwen dengan bahasa mandarin.


Mark membelalakkan mata mendengar bisikan Gwen.Tentu saja Mark paham apa yang di katakan istri KW nya itu.


Mark hanya bengong melihat Gwen yang berani mendekat ke wajahnya.


Sedangkan Gwen dengan wajah sengit sudah masuk ke dalam rumah.


Mark mengelus-elus pipi dan senyuman kecil terpancar di wajahnya.


Mark masih duduk sendirian di ayunan halaman belakang rumahnya.Dulu saat dia masih tinggal sendiri, halaman belakang dan depan tidak ada bunga atau tanaman hias.Hanya hamparan rumput hijau.


Mark mulai mengagumi Gwen, istrinya itu diam-diam adalah sosok yang kreatif.Kaleng dan wadah selai kosong sekarang di jadikan pot menanam sayuran.


Gwen dan Ibu sekilas hampir sama.Mark membatin.


Bertahun-tahun Mark merindukan ibunya, rindu pelukannya, rindu perhatiannya, rindu masakannya.Sejujurnya Mark sangat rindu masakan Ibunya.Ketika Mark pertama kali memakan masakan Gwen, rasa masakan buatan Gwen sama persis dengan buatan Ibu.

__ADS_1


Kerinduan Mark terhadap masakan Ibu terobati berkat Gwen.


Dan Mark kecanduan dengan masakan Gwen.


Mark tersenyum kecil mengingat kelakuan istri KW nya yang menggemaskan.Apalagi saat dia marah dan dihina menumpang.Matanya langsung melotot dan berapi-api.


Setelah itu hatinya meledak dan mulutnya mengomel.


Tapi siapa sangka, jika dialah yang membuat perselisihan dengan Ibunya berakhir.


Semenjak Ayah Mark meninggal, Ibu menjadi sosok yang berbeda.Terakhir kali Mark melihat Ibu menangis saat Ayah di kremasi.


Setelahnya Ibu menjadi sosok yang tegar tegas dan tak mau kalah dalam dunia bisnis.


Mark juga semakin bingung dengan tingkah Hye Ri akhir-akhir ini.Hye Ri sering menghubungi Mark.


Andai Hye Ri dulu menerima lamarannya, mungkin sekarang Hye Ri lah yang akan tinggal disini dengannya.


Bukan Gwen !!


Mark bangkit dari ayunan itu kemudian masuk ke rumah.Saat dia melintas di di depan kamar Gwen, lampu kamar istri palsunya itu masih menyala.Menandakan si pemilik kamar belum tidur.


Mark mendengar sayup-sayup suara Gwen yang sedang mengomel.Dan Mark kepo ingin mendengarnya.


"Memangnya wajahku terlihat mesum sampai dia berpikir aku sangat ingin tidur dengannya??Yang benar saja!!! Itu tidak mungkin!!!!Ok Gwen, jangan berpikir terlalu jauh.Bukankah pernikahan ini palsu???"


Tak lama kemudian lampu telah di matikan oleh Gwen.


Mark menghela nafas sebentar, bagaimanapun juga pernikahan ini palsu.Dan suatu saat cepat atau lambat pasti akan berakhir.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Pagi-pagi sekali Gwen sudah berangkat ke kampus.Dia tidak mau terlambat karena ketinggalan bis.


Mark masih tidur saat Gwen berangkat pagi ini.


"Yang penting kan aku sudah memasak dan bersih-bersih rumah" Gwen bermonolog sendiri saat sudah duduk di dalam kereta.


Mark bangun dengan malas-malasan menuju kamar mandi untuk cuci muka.Setelah itu dia ke dapur untuk sarapan.


Rumah terlihat sepi.


"Apa dia sudah berangkat??" gumam Mark seraya menduduki kursi makan.


Matanya yang masih mengantuk menemukan sarapan yang sudah di siapkan Gwen sebelum berangkat.


Gwen meninggalkan pesan di meja.Dan itu membuat Mark menjadi kesal.Jam masih menunjukkan pukul 08.00 pagi.


Mark menyesal bangun kesiangan karena melewatkan momen saat Gwen memasak di dapur.


Momen pagi hari saat Gwen sedang memasak adalah momen kesukaannya.Dia suka melihat wanita itu memasak dengan rambut di kuncir.


Dia terlihat manis.


Mark sebal dia kesiangan gara-gara semalam tak bisa tidur.Hembusan nafas milik Istri KW nya serasa membekas di wajahnya membuatnya sulit memejamkan mata.


"Awas saja ya siang nanti?!!"


Mark yang sudah kesal memakan sarapannya sendirian.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Jam 11 siang Gwen berada di ruangan Dosen pembimbingnya untuk berdiskusi tentang ujian akhir.


Tapi Mark terus-terusan menelpon.Untung saja ponsel dalam mode silent.Kalau tidak bisa-bisa Gwen tidak di anggap serius dan mengulang semester lagi.


Gwen takut dan gelisah jika terjadi sesuatu dengan suaminya.Tapi jika dia menelpon karena hal yang tak penting awas saja!!!!


Gerutu Gwen dalam hati seraya tersenyum mengangguk sok-sokan paham dengan penjelasan dosen.


Padahal Gwen harus memutar otak menanggapi poin-poin yang disampaikan Pak Dosen.


Gwen bisa bernafas lega karena 30 menit kemudian dia bebas dari jeratan Dosen.Gwen buru-buru mengambil ponsel di saku jaketnya dan segera menghubungi Mark.


Begitu telpon tersambung tak menunggu lama Mark langsung menerimanya.


"Kau sedang apa?? Kenapa tak menerima telponku??" Begitu nyambung langsung nge gas.


Mark berteriak keras hingga Gwen harus menjauhkan telpon dari telinganya.


"Kenapa kau ma---------"


"Cepat temui aku sekarang, aku akan kirim lokasinya" Dengan cepat Mark memotong kata-kata Gwen.


"Jangan membantah" Teriak Mark di ujung telpon saat Gwen akan mengatakan sesuatu.

__ADS_1


Terputus.


"Kenapa sih dia selalu menyelaku??Apa salahku???"


Gwen medumel sebal karena ulah Mark yang menyebalkan.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Sesuai dengan lokasi yang di kirim Mark melalui Whatsapp, Gwen telah sampai di sebuah studio musik.


"Oh, jadi ini studio musik punya Mark??Hebat juga.." Kata Gwen lirih dengan mengedikkan bahu dan mulut mencebik.


Gwen masuk kedalam studio Musik itu, tapi keadaan sepi tak ada siapapun hingga dia bertemu dengan Yuri dan salah satu staff.


"Hallo Yuri.." Gwen membungkuk menyapa Yuri,manager Mark.


"Hallo Gwen, apa kau mau bertemu Mark, dia ada di dalam.Masuk saja..." Balas Yuri dan mempersilahkan Gwen untuk masuk.


Yuri dan staff itu berlalu meninggalkan Gwen sendiri.


"Dimana sih si Mark ini??" Tanya Gwen membatin.


Gwen celingukan mencari keberadaan suami KW nya.Hingga sebuah genggaman tangan mengagetkannya.


"Lama sekali" Mark langsung protes dan menarik Gwen menuju ke arah pantry.


"Kenapa kau membawaku kemari??" Gwen terheran kenapa Mark membawanya ke pantry.


"Aku lapar sekarang dan aku sudah berbelanja.Memasaklah untukku"


Gwen makin tak mengerti dengan kelakuan suami KW nya.


Dia marah-marah di telpon cuma untuk ini?? Batin Gwen tak percaya.


"Ini di studio, kita kan bisa makan di rumah??" Gwen berkilah dan tak mau memasak.


"Ini studio milikku, terserah aku mau apa" jawab Mark tengil.


Gwen memutar bola mata, sebenarnya dia malas kalau Mark menyuruhnya memasak.Apalagi memasak disini bukan di rumah.


Tanpa berdebat lagi Gwen menuruti perintah Mark untuk memasak.Di kulkas tersedia bahan makanan lengkap.


Mark menunggu di kursi makan dengan menopang dagu persis seperti Mark yang dulu sering menunggu Ibunya memasak.


.


.


.


.


Hye Ri terlihat membawa paper bag yang berisi makanan.Hari ini dia ingin makan siang dengan Mark.Dia memang tadi menelpon menanyakan keberadaan Mark.Dan setelah tau Mark ada di studio, Hye Ri langsung tancap gas nyusulin Mark.


Saat Hye Ri berjalan di koridor, sayup-sayup wanita cantik itu mendengar dua orang wanita sedang bergosip.


"Kalau aku pikir-pikir Mark itu sangat serasi dengan istrinya, Ahh kapan ya kira-kira pangeranku akan datang.Aku juga ingin mesra seperti mereka" Ternyata yang bergosip Yuri dan staff nya yang tadi.


"Aku juga berpikiran begitu.Mark sudah banyak berubah.Selama aku berteman dengannya, baru kali ini aku melihat Mark menjadi diri sendiri." Yuri menimpali.


Hye Ri mengepalkan tangan tatkala mendengar gosip yang membuat telinganya panas.


"Setelah ini aku akan membantu Mark naik daun lagi setelah dia keluar dari Grup.Aku rasa keluar dari Grup adalah keputusan yang terbaik." Yuri pun mengakhiri gosipannya dan berjalan lagi menuju ruang depan studio.


Hye Ri yang dari tadi menguping dengan langkah cepat menemui Mark dan meminta penjelasan tentang gosip yang ia dengar.


"Ada sisa makanan di bibirmu" Mark memberitahu Gwen dengan menunjuk bibirnya sendiri.


Gwen yang tak paham maksud Mark minta penjelasan.Mark yang tak sabaran langsung membersihkan sisa makanan yang menempel di bibir Gwen, hingga membuat jarak mereka makin dekat.


Hye Ri yang dari tadi mengintip dari balik pintu yang terbuka sedikit langsung menggebrak pintu dan membukanya lebar-lebar.


Mark dan Gwen terkejut dengan kedatangan Hye Ri disana.


Tatapan Hye Ri yang terlihat kecewa membuat Mark terdiam memandangnya.


"Maaf, aku sudah mengganggu makan siang kalian."


Hye Ri pergi dengan rasa kecewa.Mark yang selalu tak tega melihat raut wajah sedih Hye Ri tanpa bicara lagi langsung mengejar Hye Ri .


Gwen hanya diam melihat suami KW yang mulai dicintainya itu pergi mengejar Gadis cinta pertamanya.


Seketika selera makan Gwen hilang berganti kecewa.Padahal mereka baru saja makan.


"Untuk apa aku kesini??" Gwen menyandarkan bahu di sandaran kursi dengan perasaan sesak di dada.

__ADS_1


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


__ADS_2