
Kalau enggak tau jalan, pakai GPS (Gunakan Penduduk Sekitar)
🌸MbakGwen🌸
🌸🌸🌸🌸🌸
Mark turun dari tangga saat aku memasak di dapur.Biasanya jam segini dia masih mode gembel, pakai celana panjang kolor dan kaos oblong, muka lecek baru bangun.
Tapi pagi ini ada yang beda, dia tampil keren seperti mau pergi ke suatu tempat.Kayak mau ke kondangan.
Aku memindai tampilannya yang terkesan resmi dan rapi dari atas ke bawah lalu ke atas lagi seraya menumis sayuran.
Dia pun duduk di kursi makan dan memainkan ponselnya.Wajahnya tampak serius saat menatap layar ponsel.
Aku diam tak bersuara atau sekedar nanya mau kemana.Aku tak ingin memulai hari seperti kemarin saat insiden sosis itu terjadi.
Pikiran Mark sedang kalut sekarang karena nasibnya di Grup sedang di ujung tanduk.
Tapi aku ingat, saat kami pulang malam itu dari Namsan Tower, wajah dan sikap Mark terlihat lebih tenang.
Jalan-jalan kami hari itu mungkin membuat pikirannya fresh dan hatinya lebih tegar sekarang.
Aku menghidangkan sarapan pagi kami di meja.
Mark langsung meletakkan ponselnya dan senyumnya sumringah menyambut sarapan yang baru saja tersaji di meja.
"Kau memasak Mi Yeok Guk??" Tanyanya memandang ke arahku yang masih lalu lalang di dapur mengambil sayuran yang lain.
Aku mengangguk saat langkahku mendekati areal meja makan.
"Memang siapa yang ulang tahun?" Dia pun keheranan.
"Tidak ada, aku cuma ingin memasak Mi Yeok Guk" Jawabku seraya menghempaskan pantat di kursi.
Mark mengambil sendok dan mulai menyeruput kuah Mi Yeok Guk itu.Sedangkan aku hanya makan sandwich yang aku buat.
Mark menatapku heran.
"Ada apa??Sudah makan saja" Kemudian aku menggigit sandwich itu dan mengunyahnya perlahan.
"Kenapa kau cuma makan sandwich??" Tanyanya dengan mata menunjuk sandwich yang aku makan.
"Aku masih kenyang." Terus terang saja aku dan Mark tadi malam makan cemilan banyak sekali.Jadi aku masih kenyang sekarang.
Kami berdua lanjut makan lagi tanpa berbicara.Aku melihat Mark sangat bersemangat pagi ini.Aku hanya memandangnya dengan perasaan lega.Aku yakin Mark akan melangkah melebihi ekspektasi netizen di luar sana.
"Kau sudah dewasa, coba kalau makan jangan seperti anak kecil." Teguran Mark menyadarkanku dari lamunan.
"Apa??" Aku masih belum ngeh maksud dia apa.
Mark menyeka mayonaise yang tertinggal di sudut bibirku dari seberang tempat duduk ku.Aku mendadak terpesona dengan Perhatian Mark kepadaku.
Aku yang mulai mencintainya seperti mendapat angin segar ketika di perlakukan seperti ini.Seolah gayung bersambut, aku pun tak ingin momen pagi ini cepat sirna.
"Kenapa hanya diam??Jangan-jangan kau suka padaku ya?" Sekali lagi kata-kata spontan yang keluar dari mulut Mark membuat jantungku kelojotan.
"Ahh, tidak mungkin aku menyukaimu.Yang benar saja...." Tentu saja aku berkilah tak langsung mengakui nya.Bukan aku gengsi, ini bukan saat yang tepat untuk mengakui aku menyukainya.
__ADS_1
Bukan tidak mungkin, setelah dia tau perasaanku, hubungan kita tak sama seperti biasanya.Kita akan canggung dan pernikahan ini akan kandas sebelum waktunya.
Aku tak mau itu terjadi.Aku lebih suka jika Mark tak tau perasaanku, tapi aku bisa melihatnya setiap hari.Seperti pagi ini.
"Aku hari ini akan ke Kantor Agensi, mungkin aku nanti pulang terlambat." Katanya tersenyum seraya mengelap bibirnya yang seperti di sulam dengan tissue.
"Aku berharap, kau mendapatkan yang terbaik"
Kriiikkk....kriikkkkk(suara hening) Doa Istri KW di kabulkan Tuhan enggak yaa???
Mark mengangguk setelah jeda beberapa detik.
"Jangan lupa, kalau tidak pulang segera kabari aku agar aku tidak menunggu" Aku mengingatkan Mark kesepakatan kita yang ini karena Mark sudah sering seenaknya melanggar dan ujung-ujungnya dia mengataiku menumpang di rumahnya dan aku tak boleh mengatur dia sesuka hati.
"Kau tak ke kampus?" Tanya nya seraya melangkah ke ruang tengah.
"Tidak"
"Bagus, tetaplah di rumah.Jangan kemana-mana karena aku akan membuat keputusan penting hari ini." Mark pun tanpa menoleh lagi ke arahku dia langsung keluar rumah.
Beberapa menit kemudian suara mobilnya terdengar meninggalkan jalanan rumah.
Aku masih terpaku duduk di kursi makan dengan sandwich yang masih sisa setengah.
Mark akan membuat keputusan??
Keputusan apa????
🌸🌸🌸🌸
Ngapain nih sohib bangsul ngubungin??
Dia nyuruh aku Nonton TV???Emang ada apaan di TV??Sinetron yang nampilin adegan bini di talak apa infotainment berita selebriti yang belum tentu fakta??
Aku tersenyum mengejek dan memasukkan ponsel ku di saku celana jeansku.
Tapi aku menyadari sesuatu.Saat Mark akan berangkat tadi pagi, dia bilang akan membuat keputusan.
Aku buru-buru mengambil ponsel lagi di saku celana dan segera log in di aplikasi TV Streaming.
Pas sekali saat ini aku sedang menonton live press conference.
"Aku sangat berterima kasih kepada pihak Agensi Wanna Be Entertainment, Kepada Mr. Park Hee Chul, kepada teman satu Grup CXTC yang ada dalam suka dan duka.Kepada Manager dan para staf, aku berterima kasih.Aku tak akan bisa seperti ini tanpa kalian.Semoga keputusanku untuk keluar dari Grup adalah keputusan terbaik untuk semua orang.Aku tak ingin menyakiti hati kalian semua.Sekali lagi maafkan aku"
Aku terduduk lesu di ayunan kayu yang ada di halaman belakang rumah.Aku rasakan tubuhku bergetar terutama di bagian kaki yang dari tadi tanpa alas dan menyentuh rerumputan hijau.
Flashback on :
Setelah puas jalan-jalan di sekitaran Namsan Tower, aku dan Mark duduk di kursi taman yang lumayan sepi di bawah lampu taman dengan suasana senja yang akan berganti malam.
Ditengah-tengah aku dan Mark duduk ada beberapa camilan dan 2 kaleng minuman bersoda yang baru saja kami beli.
__ADS_1
"Gwen, Aku ingin bertanya padamu" Kata Mark dengan pandangan lurus kedepan.
"Apa??" Aku menoleh padanya dan memandang lurus kedepan lagi.
"Berapa tahun kau tinggal di Seoul??"
Kenapa coba nanya-nanya soal ini??Emang penting ya??
"Sudah 5 tahun lebih.." Meskipun aku heran dengan pertanyaannya, aku harus jawab.
"Dalam waktu sesingkat itu, kau sudah hafal jalanan Seoul dengan baik.Bahkan jalan pintas tercepat saja kau tau"
Ooh, mungkin dia heran kali ya??Aku bukan penduduk asli sini tapi aku hafal jalanan kota ini seperti tempat asalku sendiri.Memang saat aku menyetir mobil Mark dan mengajaknya kemari, beberapa kali aku melewati jalan pintas karena ada beberapa jalan yang aku lewati macet karena ada perbaikan.
"Tentu saja aku hafal, aku sering melewatinya.Saat aku tak ingin terjebak macet atau ingin cepat sampai rumah aku biasa melewati jalan pintas"
"Bagaimana jika jalan yang kau lewati tidak ada dalam sistem GPS??Apa kau akan melewatinya?"
Ini kenapa dah suami KW nanya jalan tapi seserius ini??
"Tentu saja aku akan melewatinya karena aku punya tujuan" Aku menjawab dengan melirik ke arahnya.Ayo mau nanya apa lagi??Aku siap!
"Tujuan??" Mark terlihat tertarik dengan obrolan ini.
"Iya, bukankah saat kita melewati jalanan karena ada tempat yang akan kita tuju??Selama masih ada tujuan, maka suatu saat kita akan tiba disana.Dengan begitu, jejak perjalanan kita akan terekam melalui sistem navigasi." Kataku panjang lebar menjelaskan soal jalan yang menurutku enggak penting juga sih.Tapi Mark malah antusias seakan pembicaraan ini sangat penting.
"Dan itu akan menjadi sebuah jalan hanya jika ada orang yang pernah melewatinya?" sambung Mark tersenyum senang seolah dapat pencerahan.
Aku mengangguk.
"Kenapa tiba-tiba kau bertanya tentang jalan pintas dan GPS??Mengobrol dengan topik aneh ini seperti aku tak berbicara denganmu" Aku Merasa Mark sangat serius membicarakan ini.
"Aku akan membuat sebuah penentuan besok.Terima kasih jawabanmu sangat membantu.Aku tak menyangka, kau bisa memberikanku penjelasan melebihi ekspekatasi ku." Mark mulai meremehkan aku lagi.
Lalu dengan cepat dia menarik telapak tanganku.
"Lihatlah, untuk mata kuliah seperti ini saja kau masih mencontek" Dia seakan bahagia menangkap basah aku yang suka nyontek.
"Aku tak peduli, dengan cara kotor atau tidak yang penting aku selamat dan tidak di hukum dosen" Aku menarik paksa tanganku dari cengkramannya.
Flashback end!!!
Jadi, yang dimaksud Mark dengan jalan pintas dan GPS itu ternyata keputusan Mark untuk hengkang dari grup dan ingin bersolo karir??
Dia akan mengambil jalan lain sendirian meskipun dia takut dan tak pernah melewati jalan itu.Dan Mark tau dia punya tujuan lain lebih dari sekedar menjadi member Grup dengan posisi Lead Rapper.
Semoga keputusanmu menjadi awal yang baik.
Meskipun kau memulai dari awal lagi, aku yakin kau pasti bisa melalui ini.
Aku akan ada untukmu Mark.
🌼🌼🌼
Enggak maksimal😐😐😐nulisnya.
Maaf😥😥😥
__ADS_1