
***Jangan mengeluh jika emak nyuruh beli terasi di warung.Di tinggal emak,tau rasa!!
๐ธGwen๐ธ***
Rasanya aku enggak rela melepas ikatan rambut yang di pasang Mark kemarin.Rambutku sebenarnya sudah gatal pengen keramas,tapi aku sungguh tidak sanggup jika melepasnya.
Tapi, apa boleh buat.
Aku lepas saja dan keramas.Lebih baik keramas dan rambut jadi wangi kan??
Daripada memertahankan kunciran tapi bau rambut bikin orang pingsan??
Aku menggosok rambut yang basah karena keramas menggunakan handuk.Baru saja aku keluar dari kamar mandi dan ponsel yang ada di ranjang berbunyi.
My Brother.
Wah,ada apa Pak Lawyer pagi-pagi telpon??
"Hallo Kak..." sapaku langsung setelah aku menggeser panel layar berwarna hijau.
"Gwen, kau tidak melupakan hari ini kan??"
Perkataan Kak Andy membuatku berfikir keras.
Emang hari ini hari apa??Aku segera membuka buku Agendaku.Aku pelupa, jadi aku selalu menulis apapun di buku agendaku ini.Termasuk tanggal lahir, no pin ATM, nomer ponsel, kegiatan di kampus atau hal penting lainnya yang sering aku lupakan.
Aku membelalakkan mata ketika tau ini hari apa.
"Ya, aku tau Kak.Maaf aku agak lupa tadi"
"Baiklah,aku sudah pulang ke Seoul sekarang.Kita bertemu di tempat biasa ya??"
Kak Andy sudah pulang ke Seoul??
Wahh, asik dong aku bisa ketemu adek bayi.
"Adik bayi di ajak juga Kak??" tanyaku antusias.
"Dedeknya belum boleh perjalanan Jauh.Lagipula pekerjaan ku menunggu disini"
"Yah, sayang sekali...." aku mempoutkan bibir.Padahal kan aku pengen liat keponakanku.
"Ya sudah, aku tunggu ya"
"Baiklah" kataku setelah itu mematikan telpon dan segera mengambil hairdryer .
Aku harus segera siap-siap.
Untung hari ini hari minggu.
Kalau hari senin, kuliahku padat.
Aku memilih baju yang akan aku kenakan.Aku ingin memakai pakaian model feminin tapi aku belum PD.
Pas di bioskop tempo hari aku memakai rok.
Masa di acara penting dengan Kak Andy aku harus pakai baju yang biasanya??
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Aku menuruni tangga ulir dengan membawa tas selempang, sepatu flatshoes, dan mantel terkesan terburu-buru.
Mark yang melihatku dari kursi makan hanya bengong.Dan pandangannya mengikuti kemanapun aku melangkah.
__ADS_1
"Kau mau kemana??" tanya nya penasaran saat pantatku baru saja terhempas di kursi.
Aku tak langsung menjawab dan menaruh barang-barang di kursi sebelahnya.
"Aku ada janji dengan kakakku" Kataku dengan meyibakkan rambut yang terurai ke belakang telinga.
"Kalian mau pergi ke pernikahan??" Tanya Mark lagi seraya memandangiku dari atas ke bawah lalu balik ke atas lagi.
Dia mungkin heran kenapa aku tumbenan pakai dress warna hitam panjang selutut dengan lengan 3/4.Biasanya kan aku pakai kemeja kegedean sama celana jeans.
Aku yang di tatap jadi gugup.Mungkin karena penampilanku yang tidak biasa, mirip kayak mau pergi kondangan.
"Tidak..." jawabku singkat.
Aku dari pagi tadi sudah memasak dan kini kami akan sarapan.
Aku lihat sekilas Mark juga sudah rapi.Ini hari minggu, apa mungkin dia ke kantor Agensi??
"Kau mau kemana??" tanyaku penasaran.Dia kan tadi juga kepo nanyain mau kemana.
"Kantor" balasnya singkat dengan mengunyah sayuran yang baru di makannya.
Aku cuma manggut-manggut. Ke Agensi... Bukan ke tempat Hye Ri kan???
Kita berdua makan dalam keheningan.
Wajah Mark terlihat sendu seperti kemarin saat siang hari aku memergoki dia yang duduk terpaku di halaman belakang rumah dengan memandang ke arah waduk.
Apa dia ada masalah??
"Kau kenapa??" tanyaku lagi.Kali aja dia mau jujur cerita.
"Tidak ada apa-apa.Baiklah, aku akan ke kantor" Dia pun berdiri dan melangkah keluar rumah.
Tak lama deru mobilnya terdengar laju di jalanan depan rumah.
"Aaaaa!!! Harusnya kan aku numpang mobil dia sampai ke halte depan??" aku berteriak histeris karena lupa tadi enggak nebeng dia.Kan lumayan enggak usah jalan kaki sampai ke halte yang berjarak 300m.
Apalagi sekarang aku pakai dress dan flatshoes.Jadi ribet kan jalannya???
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Dengan menenteng sebuket karangan bunga, aku segera berjalan cepat ke tempat dimana kakakku menunggu.
Terlihat dari kejauhan dia melempar senyum ke arahku yang baru datang.
Aku memeluknya erat karena aku sangat rindu padanya.
"Apa Mark mengijinkanmu pergi menemuiku??" tanya Kak Andy setelah kita melepas pelukan.
Aku menunduk kemudian memandang wajah kakakku dengan senyum manis.
"Tentu saja"
Padahal mau aku pergi kemanapun, Mark juga tidak peduli.Kita kan nikah SETTINGAN doang.
Kakakku Tersenyum lega melihat aku seolah bahagia punya suami pengertian seperti Mark Lee.
"Ayo kita masuk"
Aku mengekor di belakang Kak Andy untuk memasuki tempat itu.
Ya, tepat di hari ini dan sekarang genap 8 tahun yang lalu, Ayah dan Bunda meninggal akibat kecelakaan pesawat.Saat itu Ayah dan Bunda akan berangkat ke Turki mengunjungi nenek.
__ADS_1
Ibuku bernama Maria adalah Warga Negara Turki dan Ayahku orang asli Minahasa bernama Jefry Sondakh.
Entah bagaimana mereka bertemu dan memutuskan menikah hingga Aku, Gwen Sondakh dan Kakakku, Andy Sondakh hadir di dunia ini.
Aku dan Kakak sepakat, jika setiap tahun kami akan memperingati hari kematian Ayah dan Bunda di Gereja.Dimanapun kita tinggal.
Aku dan Kak Andy berjanji menjaga satu sama lain.Dan kita tidak akan berpisah sampai kapanpun.
Makanya, senakal-nakalnya aku,Kak Andy sangat sabar mengahadapiku.
Tak mudah meluluhkan hati Kak Andy untuk merestui ku menikah dengan Mark Lee.
Kakak khawatir aku akan terluka mengingat Mark adalah seorang Idol yang terkenal, dan kakak khawatir Agensi Mark akan menekanku.
Tapi, aku saat itu memeluk kaki Kak Andy memohon untuk di ijinkan menikahi Mark.
Dengan alasan aku mencintainya, dan kami juga kepergok kencan di hotel.
Padahal, itu alasan ngarang.Yang sebenarnya adalah aku ngebet nikah ama Mark karena di Deportasi.
Aku menoleh memandang Kakakku yang duduk di sampingku sedang khusyu berdoa seraya memejamkan mata.
Akupun kembali ke posisiku untuk memejamkan mata dan berdoa dengan kedua tangan menggenggam di dada.
Ayah, Bunda.Ini Gwen.Hari ini aku dan kakak memperingati hari kematian Ayah dan Bunda.
Ayah, Bunda , sekarang Gwen sudah menikah dengan pria yang bernama Mark Lee.Dia adalah laki-laki yang baik.Meskipun dia tidak mencintaiku, tapi aku sekarang mencintainya.Ayah Bunda, maafkan Gwen.Pernikahan ini terpaksa Gwen lakukan untuk menyelamatkan pendidikan Gwen yang tinggal sedikit lagi.Ayah Bunda, berilah Gwen kekuatan untuk bisa menjalankan rumah tangga dengan baik.Hingga suatu saat nanti Gwen Dan Mark berpisah.Ayah Bunda,maafkan Gwen.
Aku membuka mata perlahan dan menggerakkan tangan tanda salib.Kulihat,Kak Andy sudah selesai berdoa dan tersenyum ke arahku.
"Kau menangis??" Kak Andy melihat ada bulir air mata yang akan jatuh.
Aku buru-buru menyekanya.
Aku tersenyum.
"Aku rindu Ayah dan Bunda" Aku harus teryawa lebar untuk menutupi kesedihanku.Aku tak mau terlihat cengeng.
"Jika Ayah dan Bunda masih hidup, tentu mereka akan bahagia kan melihat kita sudah menikah??" Kak Andy mulai berbicara
Aku mengangguk pelan.
"Aku menikah dengan Na Yeon Hye, Aku mencintai dia dan dia juga mencintaiku.Sedangkan kau menikah dengan Mark Lee,kalian juga saling mencintai, Ayah dan Bunda pasti bahagia kan??"
Aku tertunduk.Mark Lee tidak mencintaiku Kakak...Hanya aku yang mencintainya.
"Aku ingin bertemu dengan Bunda, kata Tante yang dulu tinggal sebelah rumah kita, jika kita memanggil nama Bunda berkali-kali, Bunda akan mendatangi kita"
Tiba-tiba kalimat konyol ini meluncur dari bibirku begitu saja.Aku memang amat rindu dengan Bunda.Ingin aku curahkan segala masalahku padanya.
"Bagaimana mungkin??Ayah dan Bunda sudah meninggal.Dia bilang begitu agar kau tidak menangis.Makanya jadi anak jangan badung.Di tinggal Bunda tau rasa kan??"
Aku terdiam sejenak.Memang benar kata Kak Andy.
Aku sudah gak mungkin bisa ketemu Bunda lagi.
Aku tidak seberuntung Mark yang masih punya Ibu.Dia kapanpun bisa menemui ibunya??Sedangkan aku??Bahkan membayangkannya saja aku tak sanggup.
Memikirkan Mark mengingatkanku akan sesuatu.
Mendadak aku berpikir keras.
Ha???Ibuuuu????
__ADS_1
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Chapter paling membosankan....!!!!