PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 56 : KEZELLLL !!!


__ADS_3

***Jarak terjauh di muka bumi bukan kutub utara dan kutub selatan.


Tapi, jarak antara kamu dan aku.


Walaupun serumah makin jauh--jauh---jauuuuhhh !!


๐ŸŒผGwen๐ŸŒผ***


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Seperti biasa, pagi ini aku menyiapkan sarapan untuk Mark.Kali ini aku memasak makanan simple.


Ini hari senin.Aku bangun keaiangan dan tak ada waktu untuk bersih-bersih rumah dan memasak.


Makanya aku masak ala kadarnya.


Kuliahku hari ini cuma satu mata kuliah.Tapi yang bikin aku merinding adalah Dosen yang ngajar.


Dr.Kim yang bertampang sangar akan menyampaikan mata kuliahnya.Untung aku semalam sudah belajar dan browsing-browsing Mbah Google.


Aku sempatkan juga menulis catatan dewa di telapak tangan untuk berjaga-jaga jika Dosen tiba-tiba menunjukku untuk menjawab definisi istilah-istilah keren di jurusan yang aku ambil.


Aku sangat sadar, aku bukan mahasiswa yang pintar.Otakku pas-pasan, bisa lulus dengan aman itu sudah cukup bagiku.


Aku enggak butuh nilai cumlaude saat kelulusan nanti.Bermimpi dapat nilai A satu mata kuliah saja, aku enggak pantas.


Aku sudah selesai memasak dan kini aku berlarian masuk kamar lagi untuk bersiap-siap pergi ke kampus.


Saat aku melintas di kamar Mark, kondisi masih sama.Sepertinya dia masih tertidur.


Bodo amat lah mau bangun kek enggak kek, terserah!!


Yang penting aku harus cepat dan gak boleh telat.


Di usir dari kelas Dr.Kim bisa amsyong saya !


Aku mandi bebek untuk mempersingkat waktu.Yang penting sikat gigi enggak ketinggalan.


Tambah semprotan parfum dan sentuhan two way cake tipis itu sudah cukup.


Semenjak jadi istri Mark Lee, banyak kemajuan yang aku dapat soal penampilan.


Kini, demi menjaga nama baik suami ku aku rela meninggalkan celana jeans dan mulai memakai rok.Kemeja kotak-kotak kegedean sekarang berganti blouse atau dress cantik.


Aku juga mulai pakai parfum beraroma cewek banget.Padahal sejak dulu aku suka parfum anak-anak beraroma buah-buahan.


Sepatu boots atau sneaker kini berganti dengan flatshoes. Aku masih belum berani memakai higheels.Selain belum PD , aku juga takut nanti saat lari-larian ngejar jadwal kereta malah jatuh kejengkang.


Kan enggak lucu banget.


Kusiapkan buku-buku, agenda, dompet ,powerbank, alat tulis, ponsel dan beberapa permen.


Aku selalu bawa permen, kalau mendadak kelaparan dan aku masih di kelas, ya solusinya ngemut permen maka laparku sedikit berkurang.


Aku ingin menguncir rambut, tapi aku urungkan niatku.Aku ingin rambut ku tergerai.Yah walaupun aku harus kegatalan dan kegerahan, tapi demi menjaga reputasi Mark, aku rela nglakuin hal yang enggak pernah Gwen suka.


Kak Andy selalu bilang untuk bersikap baik Terhadap Mark.


Bahkan saat kami kemarin di gereja dan aku masih mengobrol dengan Kak Andy, Mark menelpon Kakak untuk menanyakan aku sudah pulang atau belum??


Sebenernya dia bisa langsung chat atau telpon aku.Kenapa harus nelpon Kak Andy??


Apa dia pencitraan lagi??


Atau memang dia khawatir??


I dont know !


Yang jelas adalah, hatiku berbunga-bunga karena dia nanyain aku. Aku senang dia perhatian.Walaupun enggak secara langsung.


Aku menuruni tangga ulir untuk menuju lantai bawah dengan membawa tas dan buku-buku tebal.


Kulihat Mark sudah lalu lalang di dapur mengambil air minum.


Suara sendal jepit swallowku yang berdecit mengalihkan perhatiannya.


"Kau berangkat sepagi ini??" Tanya Mark seraya melangkah duduk di kursi makan.


Akupun duduk juga berhadapan dengannya.

__ADS_1


"Pagi??Ini sudah jam 07.00 aku hampir terlambat.Dr.Kim masuk kelas jam 08.30." Aku mengeluh karena tak mau terlambat.


"Masih ada satu setengah jam lagi kan??"


"Iya tapi jarak rumah ini ke kampus lumayan jauh.Aku juga harus jalan kaki sampai ke halte.


"Kalau begitu memasaklah yang benar" Katanya datar dengan menunjuk piring yang tersaji di depan.


"Aku sudah memasak.Tinggal makan saja apa susahnya??" Dengusku kesal.


Mendadak perasaan tidak enak menyusup ke otakku.Suami KW ku kayaknya mau bikin rusuh nih pagi-pagi.


"Ini makanan apa???Kau kira aku anjing??"


Tepat seperti dugaanku dia mau cari gara-gara.


Aku menatap Mark dengan mulut ternganga??


Whatt??Makanan anjing???


"Apa maksudmu??" Tanyaku kesal.


"Aku tidak mau makan ini!!" Dia bersedekap dengan kesal dan memalingkan muka.Dia ngambek seperti bocah usia 8 tahun.


"Bisa-bisanya kau sebut ini makanan anjing??Memangnya aku tega memberimu makanan ini??" Aku masih melawan Mark dengan sengit.


Aku tak terima makanan yang sudah kusiapkan dengan susah payah di bilang makanan anjing.


"Lihat ini.Ini sosis.Aku tidak suka.Aku pernah melihat anjing memakan ini" Diapun nampak kesal.


"Kenapa pikiranmu jadi liar seperti ini??" Aku terperangah.Aku biasa memakan sosis.Dan itu enak.


"Aku tidak mau, aku mau sayuran.Memasaklah lagi." perintahnya tanpa melihat wajahku.Dia malah melengos ke arah jendela.


"Aku tak mau!! Aku sudah terlambat.." Aku menolaknya.Gimana ceritanya masak lagi sedangkan waktunya udah mepet banget.


Mark buru-buru bangkit dari duduknya.Mengambil sepiring sosis itu dan membuangnya ke tempat sampah.


Emosiku seketika naik ke ubun-ubun. Darahku mendidih melihat Mark yang dengan seenaknya membuang makanan.Aku tak suka melihat orang yang suka buang-buang makanan.


Tidak peduli siapa orangnya, aku pasti marah.


"Kenapa di buang??" Aku berkecak pinggang melotot ke arahnya.


"Aku tak suka! Cobalah memasak seperti biasanya..."


"Kau pikir aku suka melihatmu membuang barang?Berhentilah bersikap manja dan coba hargai usaha orang lain! Kontrak pernikahan kita tidak termasuk dalam hal bodoh ini..!!"


Emosiku meledak seketika.


"Apa kau ini Ibuku??Yang suka mengatur hidupku sesukamu??Cobalah ingat sekali lagi, kalau kau tidak menikah denganku, kau sekarang menangis pulang ke Negaramu sebagai pecundang.Ingat itu.Aku cuma minta kau memasak.Bukan untuk bersenang-senang menjadi istri Mark Lee!!"


Hinaan Mark membuat ku terdiam dengan air mata tertahan di dada.


Aku segera melangkah cepat ke arah dapur.Mengambil celemek dan mulai memasak.


Bertengkar dengan Mark, malah akan membuat waktu ku terbuang percuma.


Yang dikatakan Mark benar, kalau aku ini Imigran.Yang hampir di depak dari Korea dengan alasan yang tidak pernah aku ketahui.


Di sebut Imigran, menumpang hidup bahkan menumpang tenar dengan seorang Idol adalah hinaan yang biasa aku terima.


Aku harus ikhlas.


Belajarlah dengan rajin dan segera lulus!!


Untuk apa aku merubah penampilan??


Untuk apa semua ini aku lakukan??


Kata-kata di Gereja yang aku ucapkan seakan tak ada gunanya.


Aku berkata kalau aku mencintai Mark Lee sekarang??


Aku mengiris paprika dengan kesal.


Aku melirik Mark yang bermain Game tembak-tembakan terlihat serius dan menikmati permainannya.Terdengar dia sebentar-sebentar berteriak karena lawannya mati.


Gak sekalian nih istri kamu juga kamu tembak.

__ADS_1


Kezellllll !!!!!!


Emang bener ya kalau kita ngerjain sesuatu dengan emosi itu cepet selesai.


Sayur yang aku buat sudah tersaji di meja.Di sertai dengan daging di grill tingkat kematangan medium.


"Makananmu sudah siap." Aku berteriak memanggilnya seraya melepas celemek dan menggantungnya di sisi dapur.


Mark tak mengindahkan panggilanku dan semakin gila bermain game di ponselnya.


Aku melangkah menghampirnya yang duduk di sofa.


"Mark, sarapanmu sudah siap.." Kataku dengan menengok jam tangan.


"Iyaaaa" jawabnya dengan mata masih fokus game.


Dia ini gimana sih??Ngotot pengendi masakin.Udah mateng sekalinya di cuekin.


Bagus banget aku memulai hari?Kalau aku di suruh milih..Bisa enggak aku memulai hari dengan sapaan lembut konten-konten Boy William atau Baim Wong?? Dari pada memulai hari dengan artis super nyebelin doyan pencitraan sebangsa Mark Lee???


"Aku sudah menyiapkans sarapanmu.Aku sudah terlambat." Aku meninggalkan dia yang masih asik ngegame.


Berlari mengejar bis dan mengejar waktu untuk sampai ke kampus.


Niatnya aku kasih jeda satu setengah jam untuk perjalanan ku ke kampus.


Nyatanya ada iklan permen milkita yang menampilkan adegan perang mulut antar orang tua dengan durasi setengah jam.


Di tambah challenge di acara Masterchef memasak main course dengan bintang tamu Idola geblek yang enggak doyan makanan anjing.


Aku tersenyum miris hingga aku sampai di halte.


Aku menengok jam tangan.Bis sudah pasti baru saja lewat.


Aku duduk dengan badan kepayahan karena berlari dan air mataku hampir jatuh.


Aku bertengkar dengan Mark gara-gara makanan.Dia mengingatkanku dengan alasanku menikah dengannya.


Badanku memang capek sekarang.Tapi hatiku ??


Aku mengusap air mata yang baru saja basah di pipi.


Aku menunduk dengan memegang 2 tumpuk buku lumayan tebal.


Jika aku lanjut berangkat aku sudah pasti telat.


Jika aku enggak berangkat, aku ketinggalan pelajaran.Aku bukan mahasiswi pintar yang di sayang segenap jajaran Dosen.Aku hanya ingin lulus tepat waktu


Tak lama kemudian suara klakson mobil mengagetkanku.


Aku memandang tegak di depanku sebuah mobil SUV putih menepi.


Aku memalingkan wajah.


Aku tak mau melihatnya.Aku masih marah.


Mark turun dari mobil menghampiriku.


"Ayo aku antar" Tawarnya dengan mengulurkan tangan.


Aku tak bergeming.Aku tak mau.Kenapa??Aku juga sudah telat kan??


Tanpa banyak penawaran dan bujukan lagi Mark menarik tanganku dan menjebloskan ku ke dalam mobilnya.


Aku di antar nih??


Tapi kebaikan Mark masih membuatku curiga.Berapa kali dia akan berbuat baik tapi ujung-ujungnya nyakitin??


Dia jarang bersikap baik kecuali ada sedikit racun yang tercampur.Aku harus WAS-PA-DA.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


SELAMAT MALAM READERS and AUTHORS.


TERIMAKASIH MASIH SETIA MENDUKUNG CERITA RECEH dan BERANTAKAN milik SheIsUgly.


TETAP JAGA KESEHATAN YAA.


GAMAWO. XIE XIE NI.๐Ÿค“๐Ÿค“

__ADS_1


SALAM HANGAT dr BUKAN AUTHOR.


__ADS_2