
I Think I Love you !!
๐ฟMarkLee๐ฟ
๐๐๐๐
Mark mencoba bangun dari rebahannya sendiri tanpa bantuan Gwen. Seminggu lagi dia harus menghadiri launching Drama terbaru bertema romance komedi.
Kedua tangan Mark bertumpu di besi pembatas tangga ulir. Selangkah demi selangkah Mark menggerakkan kakinya. Dia berusaha keras meskipun kesakitan.
Itu tandanya Gwen mencintaimu !
Kalimat Yuri semalam terngiang dengan jelas di telinga Mark.
Apa mungkin istrinya itu sudah mencintainya sekarang??? Mark tersenyum simpul. Mendadak jantung Mark berdetak kencang saat Gwen berteriak memanggilnya.
Gwen berlari untuk memapah Mark.
"Kau harus beritahu aku kalau mau latihan berjalan. Aku akan membantumu.."
Mark terpana melihat Gwen yang sangat cantik menurutnya pagi ini. Rambut Gwen di kuncir asal dan dia memakai daster batik kesukaannya. Menambah anggun istrinya.
Gwen menggenggam kedua tangan Mark dari depan untuk tumpuan Mark saat latihan berjalan.
"Kau sudah selesai mencuci?" Tanya Mark dengan menggerakkan kakinya pelan.
"Semua pekerjaan sudah selesai. Apa?? Kau mau memerintahku mencari kecoa lagi??" Tanya Gwen mengerucutkan bibirnya. Gwen sudah tau suaminya itu paling tidak bisa melihat Gwen diam santai.
"Ayo, majulah sedikit lagi. Iya...bagus, kau harus kuat. Kalau merasa sakit kau harus cepat bilang padaku ya??"
Gwen tersenyum senang menyemangati suaminya yang sedang gigih latihan berjalan.
Gwen hanya menunduk melihat kaki suaminya bergerak selangkah demi selangkah.
Mark tak hentinya tersenyum istrinya mengajarinya berjalan.
Itu tandanya Gwen mencintaimu !
Kalimat Yuri menempel kuat di ingatan Mark seperti mantra.
"Awwww....!!!!" Mark memekik hampir terjatuh dan Gwen dengan sigap menangkap Tubuh Mark yang lebih tinggi darinya. Mark berada dalam pelukan Gwen.
"Mark, apa kau kesakitan??" Suara Gwen bergetar khawatir jika Mark kesakitan karena hampir terjatuh.
Mark yang di peluk Gwen meringis bukan karen sakit tapi meringis karena tersenyum senang di peluk istrinya.
Meskipun sebenarnya kaki Mark memang terasa sakit.
Gwen memapah Mark untuk segera duduk di sofa. Wajah khawatir terpampang nyata di wajah Gwen.
"Sebaiknya kau minum dulu.." Gwen menyerahkan segelas air mineral dan Mark langsung meneguknya.
"Istirahat lah sebentar, kalau sakitnya sudah berkurang kita bisa mulai lagi"
Mark mengangguk dan rona merah terpancar dari wajahnya.
Gwen mengernyitkan alis melihat wajah Mark.
"Kenapa wajahmu merah sekali?? Apa kau demam?" Gwen mendekat dan duduk disamping Mark dan segera menyentuh dahi Mark dengan telapak tangan. Kemudian mengelus pipi Mark untuk memastikan suaminya tak kenapa-napa.
"Aku tak sakit..." Kata Mark seraya menghela nafas. Gwen tersenyum lega suaminya tak sakit.
"Mungkin kau shock karena tadi terjatuh"
"Kalau aku sedang tak ada jangan menyentuh pipi orang lain sembarangan ya??"
Mark mulai berprasangka buruk jika Direktur Byun juga akan di sentuh Gwen. Mark tak rela.
"Apa??" Gwen tak percaya Mark bisa berprasangka begitu kapadanya. Tidak mungkin lah Gwen berani menyentuh pipi orang sembarangan.
"Bisa saja kan wajah Kak Byun tiba-tiba memerah dan kau akan menyentuh wajahnya?" Mark sedikit ngegas.
"Kau pikir aku suka menyentuh pipi orang sembarangan?? Kau suamiku jadi wajar aku menyentuhmu ! Memangnya ada siapa lagi laki-laki selain dirimu??"
Gwen berteriak spontan kalau dia masih menjaga perasaan suaminya. Meskipun Gwen tau ini adalah pernikahan yang berujung perceraian.
Mark yang mendengar ocehan Gwen seketika speechless karena istrinya begitu menghargai pernikahan ini. Jangan-jangan yang di katakan Yuri benar kalau Gwen mencintainya. Batin Mark dalam hati.
"Lebih baik aku mengganti perbanmu sekarang dan mengoleskan salep pereda nyeri."
__ADS_1
Gwen menggeret pergelangan kaki Mark yang sakit dengan hati-hati ke pangkuannya.
Dengan telaten Gwen membuka perban itu dan mengoleskan salep pereda nyeri. Gwen meniup-niup pergelangan kaki Mark yang sakit karena Gwen tau efek panas yang di timbulkan setelah salep itu di oleskan.
Dan Mark semakin tenggelam dengan pesona kebaikan dan ketulusan istrinya yang terpancar saat ini.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Berhari-hari Gwen melatih Mark berjalan hingga dia sekarang bisa berjalan tanpa berpegangan walaupun masih tertatih.
"Kau jangan memaksakan diri, Besok kalau kau merasa tak nyaman, tak usah hadir" Gwen berkata dengan pandangan terus mengawasi Mark. Dia akan sigap jika Mark membutuhkan bantuan.
"Ini sudah lebih baik" Ucap Mark tersenyum melihat istrinya yang antusias.
Gwen bertepuk tangan tanda dia sangat senang akhirnya Mark bisa berjalan.
Mark yang melihat istrinya bertepuk tangan kegirangan malah dia heran. Sejurus kemudian dia ikutan senyum hingga pipi lesung pipitnya terlihat jelas.
.
.
.
.
Malam ini Mark dan Gwen sedang makan malam di sofa lagi.
Gwen memandang ke arah meja makan yang menjadi saksi bisu hari-hari mereka.
"Kau kenapa??" tegur Mark mengagetkan Gwen. Mark hanya penasaran kenapa pandangan Mark tertuju ke arah meja makan.
"Oh... Sudah lama sekali kita tak duduk disana makan bersama" Gwen tersenyum kemudian lanjut makan lagi.
"Besok aku akan menghadiri acara itu, Bisakah kau juga ikut???" Gwen seketika menatap Mark lekat.
"Tidak apa-apa jika aku ikut??" Tanya Gwen menyakinkan. Dia hanya ragu kalau acara itu hanya di hadiri tamu undangan saja.
"Kau harus ada disampingku."
Sekarang Gwen yang speechless dengan kata tulus Mark.
Gwen mendengus kesal, disampingnya karena butuh pertolongan.
"Baiklah yang penting kau harus semangat"
Mark terkekeh.
"Fightinggg!!!!!" Seru Gwen.
.
.
.
Mereka berdua sekarang duduk berdampingan bersandar di sofa dengan kedua kaki diatas meja.
"Kali ini bolehkah aku bercerita?" Tanya Mark memecah keheningan malam.
"Baiklah, aku akan dengar" Gwen sedikit bergerak membenarkan posisinya agar nyaman.
"Aku dulu pendiam dan pemalu, siapa sangka aku sekarang jadi idol. Suaraku memang merdu, aku juga mahir ngerapp."
Gwen mencibirkan bibir, suaminya mulai lagi sombongnya.
"Coba besok kau menyanyi romantis. Aku bosan melihatmu ngerapp. Buktikan kalau suaramu memang merdu" Kata Gwen menantang Mark.
"Baiklah, besok kau harus melihatnya. Lagu yang akan kunyanyikan besok adalah lagu yang kuciptakan sendiri. Akhirnya aku bisa menyelasikan lagu itu dengan cepat sampai aku tak pulang kerumah." Mark terkekeh bangga dengan usahanya seraya bersedekap.
Gwen terdiam sejenak. Dia sempat curiga saat Mark tak pernah pulang kerumah dan menuduhnya berduaan dengan Hye Ri. Ternyata memang benar kata Yuri kalau dia tak pulang untuk menggarap lagu soundtrack drama.
Mark bercerita lagi pengalamannya saat kecil. Tak lama kepala Gwen jatuh bersandar di bahu Mark.
Bibir Mark merekah istrinya tertidur di bahunya. Kemarin dia yang tertidur di bahu Gwen, sekarang giliran Gwen yang tertidur.
Mark menggeret selimut untuk menutupi tubuh istrinya agar hangat dan nyaman.
Mark menyusul tidur dan memejamkan mata. Mark teringat sesuatu dan matanya kembali terbuka.
__ADS_1
Mark memandang wajah tulus istrinya. Rambut yang menutupi pelipisnya di sibakkan pelan-pelan agar istrinya tak terbangun.
Mark mengelus pipi tirus dan hidung mancung Gwen. Wajah Mark dan Gwen sudah sangat dekat. Hembusan nafas teratur istrinya terasa hangat mengenai wajah Mark.
Dan Cup !
Sebuah ciuman mesra mendarat di bibir merah Gwen. Istrinya tak bereaksi dan semakin tenggelam di bersandar di bahu Mark.
Akhirnya Mark bisa tidur dengan tenang.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Peluncuran Drama Korea berjudul Isn't Romantic dihadiri oleh banyak undangan.
Gwen melihat ada beberapa artis yang hadir. Pemeran utama drama terlihat duduk berdampingan di barisan pertama penonton.
Gwen, Mark dan Yuri ada di backstage menunggu perform.
Mark terlihat tampan memakai setelan jas berwarna pink soft dengan kemeja putih. Dia juga memakai celana jeans dan sepatu kets.
Gwen juga berpenampilan sederhana namun tak malu-maluin. Gwen memakai dress panjang selutut dengan sepatu sneakers. Bukan dia tak mau memakai haigheels atau flat shoes. Tapi dia bisa gercep kalau sewaktu-waktu di butuhkan. Gwen tak mau sepatu model begitu mengganggu langkahnya.
"Ingat, meskipun kau bisa berjalan sekarang, kau tak boleh sembarangan" Pesan Mark.
Yuri sedang sibuk menerima telepon di menghadap kebelakang.
"Iya...aku tau" Balas Mark dengan membenarkan kerah jasnya.
Gwen sigap membantu merapikan jas Mark dengan cekatan.
"Good" seru Gwen lirih
"Fighting!!" seru Gwen senang. Mark pun mengikuti Gwen " Fighting!!!"
MC acara itu memanggil Mark untuk segera tampil di backstage.
Diapun membungkuk menyapa fans dan penonton. Setelah suara jeritan fans mereda, Mark mulai menyanyi.
Gwen antusias dengan penampilan suaminya kali ini. Dia tak pernah sekalipun berniat melihat artis KPOP menyanyi di stage. Yang dia lihat hanyalah Shahrukh Khan dan Saheer Seikh di serial Mahabarata.
Gwen pernah melihat Mark ngerapp saat mereka terjebak macet di jalanan. Itupun menurut Gwen sangat berisik dan mengganggu pendengarannya. Masih bagus lagu Dil Hai Tumhara, batin Gwen saat itu.
Mark mulai menyanyi. Gwen mengira Mark akan ngerapp lagi, tapi logika Gwen berpikir tak mungkin drama romantis bersoundtrack rapp.
Terdengar suara piano diketuk untuk mengawali lagu. Mark duduk memainkan piano. Suaranya yang halus saat bernyanyi pertama kali terdengar di telinga Gwen.
Saat lagu itu mencapai reff , Gwen memjamkan mata meresapi setiap lirik demi lirik lagu cinta itu.
Gwen membuka mata, lagu itu berakhir. Suara tepuk tangan meriah penonton bergemuruh seisi studio. Sorot kamera televisi mengarah pada suaminya.
MC acara itu bergabung di stage untuk sekedar mewawancarai Mark.
"Penampilan mu sangat bagus hari ini. Aku dengar kau ada masalah dengan kakimu. Tapi terbukti kau hadir disini untuk memeriahkan acara ini" MC memberikan sambutannya untuk Mark.
"Aku bisa berdiri disini sekarang karena dukungan dari fansku" Suara penonton yang rata-rata fans Mark berteriak histeris.
"Kau hebat, sungguh. Karena kita semua tau tentang kakimu yang mengalami cidera. Kau bisa sembuh dengan cepat." MC pun melihat dari atas lalu ke bawah tubuh Mark yang berdiri di sampingnya.
"Aku sebenarnya juga terkejut, pemulihan ku begitu cepat. Dan kalau boleh, aku ingin mengatakan sesuatu pada seseorang" Kata Mark tersenyum dengan mic yang di pegangnya.
"Dia selalu berdiri di sampingku, menjagaku, aku tak mungkin ada di sini jika dia tak membantuku. Ketulusannya sangat berarti bagiku, terima kasih Gwen !"
Suara penonton bersorak semakin kencang. Jeritan fans wanita menggema di studio salah satu stasiun tv terkenal itu.
Gwen yang berdiri di sebelah staff televisi , tampak bahagia. Matanya kini berkaca-kaca. Dadanya berdetak sangat kencang dan jiwanya terlepas dari raga terbang ke awang-awang.
*I love you Mark Lee !!
๐ฟ๐ฟ๐ฟ*
**Selamat malam para authors n readers yang masih setia membaca dan mendukung saya.
Terima kasih ya telah meluangkan waktu dan kuotanya untuk komen dan like.
Kalau ada silent readers komen atau ninggalin jejak di kolom komentar dong. Biar aku tau, ada yang baca atau enggak.
Karena beberapa chapter lagi karyaku ini bakalan End!!
Tetap jaga kesehatan ya Yorobun**..!!
__ADS_1
Xie xie ni, wan an๐ค