
Jodoh itu misteri.Sayuran di kebon ama ikan tongkol di laut ketemunya di warteg.
๐ฟ๐ฟKataGwen๐ฟ
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Resiko setimpal yang bisa saja terjadi saat jadi imigran di Negara orang adalah Deportasi.Kemudian saat mimpi kita sedikit lagi akan tercapai dan segala usaha sudah kita kerahkan, akhirnya menuntut kita untuk mencari jalan agar tidak sia-sia.
Mau dengan cara kotor pun asal kita selamat aman tentram dan damai setidaknya hingga tujuan kita tercapai, lets do it!!
Resiko jatuh cinta dengan pria lokal juga tidak bisa kita hindari.Tapi aku menikah bukan karena jatuh cinta dengan pria lokal sini.Lebih tepatnya aku menerima pernikahan ini agar aku mencapai tujuan yang aku impikan.
Aku bermimpi,bahkan semua gadis pasti punya mimpi tentang pernikahan mereka.
Menikah dengan kondisi waras dan tanpa masalah dengan pria yang tentu saja mereka cintai.Berbulan madu ke Milan seperti yang aku inginkan.Mempunyai anak yang lucu-lucu.
Tapi rasanya itu mustahil bagiku.Angan-anganku seperti tulisan di pasir pantai dan hilang tersapu tsunami.
Aku akan menikah dengan pria yang, ah sudahlah.Aku miris jika membicarakan tentang dia.
Aku belum cerita ya ke kalian tentang apa yang terjadi setelah insiden pengumuman Mark di restoran Italia tiga hari yang lalu??
flashback
Keesokan hari setelah kejadian di restoran Italia itu.
"Jelaskan padaku!" aku bertanya tak sabaran menahan geram.
Aku dan Mark sudah berada dalam mobil yang terparkir di jalanan tepi pantai.Tempat ini memang sangat sepi dan cocok untuk membicarakan hal yang bersifat rahasia.
Mark hanya diam, namun dia menyerahkan sepucuk amplop berwarna coklat padaku.Mataku terbelalak dan aku meraihnya dengan kasar.
"Bagaimana surat ini bisa ada di tanganmu??" Setauku surat deportasi ini ada di dalam tas ranselku.Kenapa bisa ada pada Mark??
"Saat kau ke toilet aku meminjam pulpenmu dan aku menemukan ini." jawabnya berdesis dengan melirik ke arah amplop yang aku bolak-balik.
"Kau lancang sekali.Menggeledah tas orang seenaknya!!" Akupun gemas dan memukul Mark berkali-kali dengan amplop terkutuk itu !!
"Hei-hei kenapa memukulku???!" Dia pun melindungi badannya dari seranganku.
"Sudah lama aku ingin melakukan ini!!Memangnya kenapa??Kau pantas mendapatkan ini??Apa karena kau seorang idol maka aku harus sungkan padamu??" Aku mengakhiri pukulanku dengan sebuah pukulan bertenaga di lengannya.
Aku puas!! Setidaknya aku bisa meluapkan emosiku yang tertahan sejak aku mengenalnya.
Dia pun mengibaskan tangannya ke area yang aku sentuh dan melirikku.
"Aku rasa kalau kau menikah denganku kau tidak akan di deportasi." kata Mark lirih dengan menunduk.
"Menikah bukan hanya tentang ini..." Akupun mengibaskan amplop coklat s*alan itu ke arah Mark.
"Aku tidak menyukaimu.Bagaimana mungkin dua orang yang tidak saling mencintai bisa menikah dan hidup bersama selamanya??"
Tiba-tiba otak liarku berimajinasi, menjadi istri Mark membuatku SETsetres ! Menikah itu hubungan dua orang yang saling mengasihi, bukan hubungan seperti Tom and jerry atau benalu dan pohon mangga.Dimana ada salah satu pihak yang dirugikan.
"Kita tidak selamanya menikah dan hidup bersama." balas Mark dengan wajah mengahadap ke depan.
__ADS_1
Akupun menoleh, tak selamanya????
"Apa maksudmu??" Aku beneran ini gak ngerti sama sekali dengan kata-kata Mark.
"Kita menikah dengan perjanjian hitam di atas putih, dengan tenggang waktu yang kita sepakati bersama." Mark ganti menatapku serius.
Ini Mark beneran serius??
"Apa kau pikir aku benar-benar menyukaimu sejak kita bertemu pada pandangan pertama???Yang benar saja.Membayangkan bagaimana pernikahan ini berjalan aku merasa takut.Jika aku berbuat kesalahan kau akan memukulku !" Dia terkekeh.
Memangnya siapa juga yang suka sama dia?Memangnya dia seganteng Shahrukh Khan???cih !
Kamipun terdiam sejenak.
"Lalu, alasanmu menikah denganku hanya karena ini??" Aku kembali menunjukkan amplop laknat dari Kantor Imigrasi di depan wajahnya.
Aku tak yakin Mark hanya kasihan padaku karena aku akan di deportasi.
Alasan Mark pasti lebih daripada itu.
Tapi aku belum tau.Banyak yang tak ku ketahui tentang calon suamiku ini.Setauku berita di internet cuma berita yang baik-baik saja.
"Tentu saja, aku hanya kasihan melihatmu bernasib sial.Kau ini hanya imigran dan kuliahmu sebentar lagi akan selesai.Tidak mungkin kan kau pulang kenegaramu tanpa membawa apa-apa???" Mark pun berkata meremehkanku.
"Lihatlah dirimu, bahkan kau tak pantas bersanding dengan Mark Lee.Lagipula kau juga bukan tipeku!" manik mata Mark melihatku dari atas kebawah.Menilai penampilanku yang berantakan dan bukan levelnya.Sepertinya mulut Mark tidak mempunyai saringan Kata-Kata-kata
Dan itu membuatku memukul kepalanya lagi.
flashback end!
Dia ngapain bawa aku kesini???
Aku di beritahu Mark asistennya bernama Yuri dan dia juga teman Mark dari SMP.Aku yakin Yuri juga kenal dengan Hye Ri dan Byun Hak Do.Jadi Mark dan Yuri adalah sahabat karib.
"Aku dan Mark adalah sahabat karib.Jadi kalau kau melihat aku sangat dekat dengan Mark kau jangan salah paham??"
Cemburu maksudnya???Ya enggaklah! Gila apa???Kita gak saling cinta.Gak ada cemburu-cemburuan.
"Oh, tidak masalah.Aku mengerti.." Aku mengangguk tersenyum..
Yuri menyuruhku duduk di kursi meja rias dan di meja rias itu banyak sekali alat make up dengan botol botol kecil unyu berjejer-jejer.
Ini sih alat tempur kelas berat.Mana ngerti aku sama beginiaA??aku hanya melihat-lihat tanpa menyentuhnya.
Seorang make up artis mendatangangiku dan memberi salam.Akupun membalasnya dengan menunduk.
"Kau bertemu dengan Mark di konser ya??"Tanya make up artis itu.Akupun agak shock.
"Ohh tidak, kami bertemu di minimarket."
Lebih tepatnya kita ketemu di kondisi yang paling gak menyenangkan ! Bukan di tempat konser.Yang bener aja??Emang aku fans nya?
Setelah sejam lebih aku di make up dan hair stylish menata rambutku,akupun di giring Yuri untuk keluar dari tempat itu.
Aku sebenarnya mau di bawa kemana sih???Dengan dandanan yang enggak Gwen banget.
__ADS_1
Sumpah aku risih ama dress panjang selutut berwarna pastel ini.Dengan lengan pendek, rambut di tata bergelombang dan anting model raindrops, rasanya kupingku seperti dower banget.Ini beraat.
Untung tadi aku menolak mentah-mentah pakai bulu mata palsu dan kontak lens.
Kalau tidak,benda-benda itu akan menyiksaku secara perlahan-lahan .
Cara berjalanku juga sangat hati-hati karena higheels setinggi 11cm ini, membuatku harus menjaga keseimbangan.
Aku membuang nafas, menenangkan pikiran.Semoga aku baik-baik saja.
Mobil Mark datang saat aku keluar dari lobby tempat itu yang kuketahui ternyata sebuah Salon dan Spa.
Sejujurnya kalau dibolehin milih aku sih pengen Spa aja.
Aku masuk ke mobil Mark.
"Kita mau kemana lagi??Hingga aku harus berpenampilan seperti ini??" Aku langsung to the point bertanya.
"Kita akan konferensi pers.Agensi memintaku untuk menjelaskan semuanya di depan media dan saat aku bicara nanti, aku minta kau jangan berkata apapun.Walaupun para wartawan bertanya padamu.Aku yang akan menjawab semuanya."
Aku seperti tersambar geledek mendengar jawaban Mark.
KONFERENSI PERS????
Mendengarnya membuatku keringat dingin.Mark yang merasakan kegundahan hatiku menenangkanku.
"Tenang saja.Aku yang akan mengahadapi mereka.Kau hanya perlu tersenyum di depan kamera." Imbuhnya.
Kata-kata Mark belum sepenuhnya menghilangkan rasa takutku.Kalau aku tau kita akan presskon lebih baik aku kabur ke Jeju deh atau sembunyi di kolong meja.
Aku kira dia mau ngajak aku ke acara dinner,ternyata dia menggelar preskon petang ini.
Aku gak siap.
Aku gak akan siap.
Akupun menunduk pasrah.
Ya Tuhan, lancarkanlah semuanya.Aku janji,kalau lancar aku bakal rajin beribadah.
Aku hanya bisa berdoa dalam hati dengan kedua tangan menggenggam di dada.
๐ธ๐ธ๐ธ
chapter ter gabut ter aneh ter acak acakan.
makasih pada readers...silent riders(kalau ada) dan para authors yang mendukung karya aku ini.
sekali lagi makasih.
yang mau promo karyanya silahkan ya yang rapi..kalau senggang pasti saya mampir ya..
oped order feedback an juga ya....heheheh
see you next chapter n Xie xie....
__ADS_1