PASUTRI SETTINGAN

PASUTRI SETTINGAN
CHAPTER 38 : GOES TO MILAN.


__ADS_3

***kalau mimpi come true yes i happy lah...but kok with her ya wichis i not like soalnya her rich siluman crocodile.dont near near aku lah.


----gwen-----


nih biar kelean gak bertanya tanya....hahahah***



🌸🌸🌸🌸🌸


Entah gimana caranya setelah 2 minggu aku nikah ama Mark tiba-tiba aja sekarang aku udah duduk santai di balkon sebuah Hotel yang sweet banget di Milan.


Di temani dengan secangkir kopi latte dan roti yang entah gak tau ini namanya apa, cuman yang aku tau ini enak ada cheez mozarella nya molor-molor gitu.


Seperti mimpi yang menjelma jadi nyata.Honeymoon ke Milan adalah buktinya.Aku memimpikan honeymoon ke Milan dengan pria yang aku cintai dan juga mencintai aku.Jalan-jalan berdua.Becanda-becanda.Serasa dunia milik berdua.


Nerangkat ke Milan memang mimpi yang terwujud.Tapi kesini dengan pria seperti Siluman Buaya adalah bencana.


Sejak 2 minggu yang lalu kita menikah, kita sangat jarang berkomunikasi.Mark sibuk berkegiatan di luar rumah dan aku sibuk kuliah semester akhir.


Aku berangkat pagi-pagi sekali saat Mark masih tidur.Saat aku pulang Mark tidak ada.Ketika aku udah tidur dia baru pulang.Begitulah siklus rumah tangga palsu yang aku jalani.


Mau protes??


Kok ngabisin tenaga.Mau dia pulang kek, mau nginep di kolong jembatan juga aku gak peduli.Bukankah kita cuma PASUTRI SETTINGAN???


Hingga akhirnya Manager Marketing produk fashion yang menjadikan Mark sebagai Brand Ambassador memberikan kami reward berlibur ke Milan.


Mark tak ingin ke Milan, sedang aku jingkrak-jingkrak kegirangan.


Aku ngotot ingin berangkat sendiri meskipun tanpa Mark.Awalnya Mark melarang tapi setelah kita berdebat sengit dan ku beberkan impianku yang ingin ke Milan diapun menyerah.


"Berangkat saja sana sendiri.Tersesat tidak bisa pulang bukan salahku !" kata Mark kesal


Bukannya nyali tambah ciut aku semakin ingin pergi.Aku lihat ini adalah liburan gratis. Dari tiket pesawat hotel, pajak liburan, transportasi semua free.


Tapi setelah aku duduk tenang di kursi pesawat, tiba-tiba aku teringat suami palsuku itu.Kenapa aku bodoh banget berangkat sendirian.Kalau ternyata ketahauan media gimana??Pasti nyangkanya rumah tangga kita ada masalah.


Aku putuskan untuk kembali kerumah saja sebelum pesawat ini beneran tinggal landas.Ketika aku akan bangkit dari kursi penumpang, Mark datang dan akhirnya duduk bersamaku.Aku lega, dia ikut liburan juga.


Diam-diam aku seneng dia mau nyusulin aku.


"Kenapa tiba tiba menyusulku???Apa kau takut dirumah sendirian???"


Aku semangat menggoda Mark.Padahal dalam hati aku girang banget.Gak usah comeback kerumah,jadi liburan dan terhindar dari gosip.


"Aku hanya ingin menyelamatkan pernikahan kita dari gosip.Apa kau pernah berpikir cerdas seperti aku???"Kata Mark mendelik setelah kita duduk di dalam pesawat.Aku ingin membalas kata-katanya dengan mengusir dia dari sisiku.Tapi seorang pramugari cantik mendatangi kami memberikan sebuah kotak hadiah.


Mark yang tadi bermuka horor seketika menjadi menggemaskan ketika menerima hadiah itu.Dia dengan sopan dan lembut mengucapkan terima kasih.


idih...siluman buaya bisa banget pencitraan..!


Aku menatap ke arah ranjang dan disana ada Mark yang tertidur pulas.Padahal ini kan masih jam 10 siang dan cuaca sedang pas untuk jalan-jalan.Tapi Mark milih molor.


Ya udahlah, aku walking-walking aja sendiri.


"Hoaammmzzz" Aku menguap.Hasrat ingin jalan-jalan tapi aku ngantuk.Gara-gara semalam aku berkelahi dengan Mark untuk berebut daerah teritorial untuk tidur.


Mark mengusirku dari ranjang dengan kasar.Tapi aku ngotot ingin tidur di ranjang juga karena badanku pegal-pegal terlalu lama duduk di pesawat.


Aku kalah berkelahi dengan Mark.


Ohh tidak, aku tidak kalah.Aku mengalah dan akhirnya tidur di lantai.


Untungnya aku terlatih hidup seadanya??Kalau aku ini orang kaya, paling sekarang aku menangis minta di pulangkan ke orang tua.

__ADS_1


Jalan-jalan ajalah mumpung di Milan.Kapan lagi kan kesini???


Aku buru-buru berganti pakaian memakai celana hitam dan mantel juga memakai topi baret juga berwarna hitam dengan rambut terurai.


Aku ingin berpamitan pada Mark, tapi dia dari malam tadi tidur gak bangun-bangun.Nih orang kalau tidur emang susah di bangunin apa latihan meninggal sih??


Bodo!! Aku jalan ajah.Aku tinggalkan pesan di atas meja.


Mark, aku pergi jalan-jalan.Kau tidur saja ya sampai kiamat!!!


Begitulah pesan istri durhaka untuk suami yang nyebelin.


Dengan riang aku jalan-jalan menyusuri Kota Milan yang damai.Aku memberi makan merpati,selfie-selfie.Haaahhh akhirnyaaa kesampaian juga ke sini.


Milan adalah Kota Mode dunia.Disini banyak sekali counter-counter pakaian branded.Saat aku melintasi salah satu counter pakaian, di sana terpampang poster Mark mengenakan produk brand fashion itu.


Ah dia sudah bangun belum ya???Aku mengambil ponsel dari saku mantelku untuk menelponnya tapi aku urungkan.Ya kalau dia udah bangun??Kalau masih tidur kena marah lagi dong saya !


Tak terasa sudah satu jam aku mengeksplore Jalanan terdekat dari hotel tempatku menginap.Aku gak mau jauh-jauh saat sendirian.Aku takut nyasar.


Aku membeli eskrim dan beberapa camilan di minimarket.Perutku lapar lagi.


Aku duduk di salah satu kursi taman sendirian.Ada beberapa orang juga disana yang sedang duduk-duduk di sisi patung warrior.


Milan memang indah.Aku bersyukur bisa kesini.Aku senyum-senyum sendiri.


"Awwww....!" Aku menjerit saat ada orang yang memegang pundakku dari belakang.


"Ta raaaaa.....!" Ternyata itu Mark.Dia senang setelah melihatku kaget dan berjingkat.


"Mengagetkanku saja...!!Kenapa kemari??Bukannya kau mau tidur sampai kiamat??" Kataku berdecih kesal.


"Kau jalan-jalan sendirian.Kenapa tak Mengajakku ?"


"Kau tidur seperti orang mati.Aku tak tega membangunkanmu." Kataku kemudian menjilat eskrim.


"Kau mau??"


Mark mengangguk.


"Beli saja sendiri." Aku akan menjilat eskrimku lagi untuk menggodanya.Tapi dengan gesit Mark merampas es krimku.


"Sudah sana belikan aku." Mark memerintahku seperti memerintah asistennya.Akupun dengan terpaksa ke minimarket lagi dan membelikan eskrim untuknya.


🌸🌸🌸🌸🌸


Pokoknya malam ini aku harus merebut ranjang itu.Enak aja Mark nyuruh aku tidur di sofa.Enggak !! Aku gak mau tidur di sofa.Sekali-kali lah aku pengen rasain kasur nyaman kamar VVIP.


Kenapa sih pesan kamarnya cuma satu??.


Aku lupa !!Kita kan suami istri, jadi kamarnya satu.Aku harus cari cara agar bisa menang dari Mark.Kalau perlu dia aku usir dari sini !!


Mark keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama.Aku sedang berpikir keras dan tiba-tiba ide nakal merasuki otakku.


Saat Mark akan merebahkan diri di ranjang.Aku mendahuluinya dengan tubuh terlentang di tengah-tengah ranjang.Kakiku berayun-ayun dan tanganku mengelus-elus permukaan kasur.


"Hei.Minggir !" Mark membentak.


"Bagaimanapun, aku juga berhak memakai ranjang ini.Kau tidak bisa seenaknya."


"Apa kau sekarang sedang mengepungku seperti wartawan??" Katanya mendelik.


Aku tak akan menyerah.


Aku segera bangkit dari kasur dan mendekati Mark.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong kita kan sudah satu kamar..." Aku berjalan maju ke arah Mark dan membuat Mark mundur selangkah demi selangkah.Aku tersenyum menyeringai hingga tubuh Mark terpojok di tembok kamar hotel.


"Apa kita sebaiknya berbagi ranjang saja seperti suami istri yang lain, ayolah...." Aku tersenyum nakal dengan tangan terkepal di dinding.Aku sedang memepetnya sekarang.


"Dasar wanita licik.Awas kau Gwen !!" Katanya geram dengan mata melotot.Mark seakan tak percaya dengan apa yang aku lakukan padanya.


Aku sangat yakin dengan rencanaku ini.Bahwa Mark gak mungkin ngapa-ngapain aku.Dalam hati aku terbahak puas.


Mark langsung kabur dari hadapanku dan memilih pergi meninggalkan kamar.


"Aku akan pesan kamar yang lain!" Kata Mark sebelum keluar dari kamar dan membanting pintunya.


Ya udah sana minggat ! Aku sih enak bisa leluasa di kamar.


Ponselku berdering dan itu dari Yuri.Ngapain ya dia nelpon aku???


"Yoboseo,Yuri." sapaku


"Ah Gwen.Akhirnya aku bisa menghubungimu juga." Kata Yuri seperti khawatir.


"Memangnya ada apa Yuri??" Aku penasaran sih.


"Aku tadi mencoba menelpon Mark tapi ponselnya tidak aktif.Aku tak bisa bicara lama, aku cuma ingin mengatakan kalau kalian harus selalu waspada.Karena tadi aku di beri tau temanku yang bekerja di situs Dispet kalau mereka mengirimkan paparazi untuk mengintai honeymoon kalian.Aku tidak mau kalian membuat kesalahan dan merusak reputasi Mark.Dan info terakhir yang aku dapatkan mereka saat ini sedang mengintai kalian di Hotel."


Aku membelalakkan mata mendengar penuturan Yuri.Aku buru-buru mematikan telpon karena ingat Mark tadi pasti ke lobi untuk memesan satu kamar lagi.


Jangan-jangan paparazi itu...


Aku segera berlari keluar kamar dan menyusul Mark ke lobby yang ada di bawah.Tak kupedulikan diriku yang memakai piyama bergambar Thinkerbell dan sendal jepit swallow kado pernikahan dari Mas-Mas TKI yang dikirim lewat kurir kerumah Kak Andy.


Dan aku lega karena cepat menemukan Mark yang sedang berbicara dengan seorang Resepsionis.Dia pasti memesan kamar.


Aku berlari dan menarik lengan Mark untuk pergi dari resepsionis.Mark menepis tanganku.Apalagi di sudut lobby ada 2 orang mencurigakan sedang duduk dan memegang ponsel menatap ke arah kami.


Aku yakin itu pasti paparazi yang menguntit honeymoon kami.Mereka berdua seperti orang Korea dan berjalan pelan mendekat ke arah kami.Berakting seperti pengunjung hotel yang lain.


"Kenapa kesini???Bukankah kau sudah mengusirku??" Mark berteriak dengan Bahasa Korea.Mark pasti menyangka, jika di Milan tak akan ada satupun yang mengerti dengan apa yang kami bicarakan.


"Dengarkan aku, baru saja aku...."


"Kau ini wanita licik.Kita menikah kon..."


Aku buru buru menutup mulut Mark dengan tangan tapi Mark lagi lagi menepisnya !Mark ini gimana sih.?Aku pelan malah dia teriak.


"Mark diamlah !" Aku memperingatkan nya lagi tapi Mark dengan kuat mencengkeram kedua pergelangan tanganku.


"Kau yang diam.Seharusnya surat perjanjian kon...."


cup...!!!


Aku dah gak tahan lagi dengan cara apa aku menahan lambe Mark yang turah banget.Aku cuma mau bilang ada paparazi yang repot repot menguntit kita sampai ke Milan!!!!


Dan tidak ada cara lain selain mencium bibir Mark untuk menghentikan ocehannya.


Mark terbelalak aku cium.Dan ciuman pertamaku ini, berjalan dengan tidak menyenangkan dan tidak aku inginkan.


Gimana jelasinnya ke Mark coba???


🌸🌸🌸🌸🌸


selamat malam.....ketemu lagi sama author yang recehnya kebangetan...😁😁


makasih untuk dukungan dan like nya ya...


see you next chapter😁😁😁

__ADS_1


salam Gwen dari Milan.hahah



__ADS_2