
Suami saya goodlooking tapi yaa gitu deh!
*deritaistriKW*
ππππππ
"Hei,lihatlah itu yang sebelah sana belum kau bersihkan" Suami KW ku yang di elu-elukan sebagai idol ganteng yang ramah terhadap fans sekarang mendadak menjadi mandor.
Bagaimana tidak,daritadi dia hanya memerintah ini dan itu.Menunjuk-nunjuk tempat yang belum aku bersihkan.
Kenapa sih dia gak minggat aja??
Kalau gini mendingan dia gak usah pulang!
Jagain sana Hye Ri sampai kiamat!!!
Aku menggosok-gosok kaca jendela dengan lap.
Mark menghampiriku,dia memeriksa kaca jendela dengan mencolek permukaan kaca bening itu dengan telunjuknya.
Matanya memicing sebelah memeriksa apakah ada debu yang menempel di kaca itu.
Dia manggut-manggut seperti yakin kalau ini memang bersih.
Gimana enggak bersih??Aku sudah mengelapnya berulang kali.
Tapi.....
Mark bersin,persis di depan kaca.
"Ups! Maaf,aku tidak sengaja....." katanya tersenyum menyeringai.
Aku segera mengepalkan tinju ingin memukulnya!
Bisa-bisanya dia bersin di depan kaca yang ku lap sampai bersih.
Sengaja banget.
Aku mengelap lagi kaca yang kotor itu.Menyemprotnya dengan cairan desinfektan pembersih kaca.
Kenapa sih dia sekarang semakin menyebalkan saja????
Dia selalu membuat susah hidupku.
Ponselku bergetar,di layar tertera Nama My Brother, ohh ini kak Andy.
Aku langsung menekan panel warna hijau di layar ponsel.
"Hallo kak...." sapaku tersenyum riang.
"Bagaimana kabarmu??" kakakku bertanya dari sana.
"Aku baik-baik saja,kak Andy gimana??"
"Aku baik,oh iya aku ada kabar bagus untukmu" Dari nada bicara kak Andy,dia lagi bahagia.
Aku tak sabar ingin tau kabar apa itu.
"Kabar apa kak??"
"Keponakanmu sudah lahir,baruu...saja!!"
__ADS_1
Aku jingkrak-jingkrak kegirangan saking bahagianya keponakanku lahir.
"Cewek apa cowok Kak?" tanyaku tak sabaran.
"Cewek...." aku malah semakin kegirangan karena aku memang ingin keponakan perempuan.Aku membayangkan keponakanku pasti cantik dan lucu jika pakai rok dan bandana.
"Syukurlah,kakak ipar sehat kan??"
"Iya,doakan saja agar kami bisa kembali ke Seoul"
"Iya,aku masih belum bisa mengunjungimu karena kuliahku padat.Maaf yaa." aku mempoutkan bibirku,aku sedih tidak bisa menengok keponakanku.
"Tidak masalah,kau kan sekarang sudah punya suami.Kau harus mengurus Mark dengan baik..." Kak Andy mulai memberi wejangan.
Aku sebenarnya malas mendengarnya,jika dia memberi wejangan tentang hubungan antara suami istri.
"So far,Mark adalah pria lokal yang baik.Dia sering menghubungiku untuk menanyakan kabarku.Dan dia berulang kali meminta maaf karena tak bisa mengantarmu kerumah."
Penuturan Kak Andy membuatku terdiam sejenak.Aku melihat Mark yang sekarang duduk bersila di sofa bermain game Angry Birds2.
Apa benar Mark sering perhatian ke kak Andy.
"Benarkah???" Tanyaku tak percaya.
"Justru adikku yang tidak perhatian.Semenjak menikah jarang menanyakan kabar abangnya sendiri" Kak Andy malah menyindirku.
Ku akui,aku memang jarang menghubunginya.Bukan karena aku menikmati masa-masa pengantin baru.Dan sedang menikmati momen-momen di atas ranjang.Dia gak lihat aja sekarang aku lagi ngapain???Dasteran ama ngelap kaca,trus di perintah mulu!!!
Pekerjaan baru sebagai istri palsu Mark dengan segala sifatnya yang suka berubah-ubah membuatku pusing dan melupakan keluargaku sendiri.
"Nanti adek baby nya di foto ya,kirim ke WA??" pintaku ke kak Andy.
"Baiklah!Ingat,berbaiklah dengan Mark.Jangan membuat keluarga Sondakh malu"
"Iyaaa....sampai jumpa"
Terputus.
Aku meletakkan ponsel di meja makan dan lanjut mencuci piring.
"Siapa yang menelpon??" tanya Mark dengan mata masih fokus ke layar ponsel.
"Andy Oppa"
Mark mungkin penasaran dengan apa yang ku obrolkan di telpon tadi karena aku dan kak Andy menggunakan bahasa Indonesia.
"Kenapa tadi kau meloncat-loncat seperti anak kecil??"
Ha!! Mark Penasaran?Apa yang membuatku begitu bahagia.
"Itu tidak penting.Sudah main game sanaa" kataku jengah seraya meremas spons pencuci piring.
Aku tak ingin Mark tau tentang kabar kakak iparku yang baru saja melahirkan.
"Kau tidak ke Rumah sakit lagi??"
Aku masih penasaran tentang Mark dan Hye Ri setelah aku mendengar percakapan mereka kemarin.
Mark menghentikan bermain game di ponsel dan dia kini memandangku dari sofa.
"Aku sudah meminta sahabat Hye Ri untuk menjaganya"
__ADS_1
Jawaban Mark membuatku tersenyum dalam hati.Demi apa Mark gak jadi jagain Hye Ri sampai benar-benar sembuh dan di perbolehkan pulang??
Bukannya kemarin dia mengusirku dari RS dan bilang kalau mau jagain Hye Ri sampai sembuh..
"Aku kira sahabatnya cuma kau saja" Aku balas dengan sindiran halus.
Mark ingin membalas kata-kata sindiran tapi suara ponsel Mark berhasil menggagalkannya.
"Halo,ya ini aku....."
Aku lihat suami KW ku masih mendengarkan seseorang yang bicara di telpon.
Mark tak berbicara lagi kemudian segera berlari ke lantai atas.
Beberapa menit kemudian dia turun lagi dengan membawa jaket.Bajunya pun sudah berganti dengan T-Shirt berwarna biru.
"Kau mau kemana??" tanyaku penasaran melihat kecemasan nampak di wajahnya.
"Aku segera ke Rumah Sakit menemui Hye Ri"
Mark berjalan cepat akan keluar rumah.
Aku ikut mengekor di belakang langkahnya
"Mark" Aku memanggilnya.
Dia berhenti di depan pintu yang akan dia buka.
"Malam ini,kau pulang kan??" tanyaku terbata-bata.
Dia menoleh sedikit.
"Aku tidak tau."
Mark pun membuka pintu dan beberapa menit kemudian mobilnya melaju sangat cepat.
Aku hanya mematung di depan pagar rumah memandang mobilnya yang semakin kecil dan menghilang di balik tikungan.
Ada apa dengan dia??
Kenapa dia terburu-buru??
Mark??Sebenarnya apa yang terjadi??
Kau tau??Aku sangat berdosa dengan pernikahan konyol yang kita lakukan.
Aku bersumpah di hadapan Tuhan,akan ada di saat susah dan senangmu.
Aku tak ingin semakin berdosa dengan melanggar janjiku kepada Tuhan.
Meskipun kau tak menganggap pernikahan ini adalah pernikahan sungguhan,aku tetap akan melakukan apa yang seharusnya ku lakukan.
Sampai saat itu tiba.
Saat dimana perjanjian pernikahan kita telah selesai.Kita akan berpisah.
Terimakasih Mark.
Kau baik kepada keluargaku.
Gamawo.
__ADS_1
πΏπΏπΏπΏ