
***di suap sama duit itu namanya ya di suap...
lah gimana dah.....???
mahasiswi banyak tugas***....
πΌπΌπΌπΌ
Aku keluar dari kelas sekitar jam 15.05 waktu Seoul, dengan membawa 2 buku literatur setebal 2cm yang aku rasa agak berat. Kalau aku masih punya ponsel dan kalau laptopku gak ikutan eror, aku gak usah capek-capek kayak anak pinter gini.
Selama ini aku sudah menganggap kalau aku tinggal di dimensi lain, yaitu di jaman Mahabarata kerajaan Hastina Pura yang gak butuh gadget!
Untung saja perawan tua penjaga perpus yang wajahnya jutek tapi suka kepoin orang itu lagi gak masuk. Kalau dia ada di perpus, gak kebayang dah apa yang bakal dia lakuin sama aku. Dia aja kemarin bela-belain gak berwibawa demi info hoax tentang aku dan Mark. Apalagi sekarang???
Aku sekarang ingin menghindari tempat ramai dan memilih untuk berjalan di tempat yang lengang dan sepi. Aku agak memutar menuju gerbang depan universitas melewati taman dengan jalan setapak dan pohon berjejer tinggi menjulang.
Sejujurnya aku trauma lewat jalan sepi, tapi ini kan areal kampus. Jadi pasti aman.
Suasana rindang dingin dan sepi. Kulihat di lapangan basket yang berjarak 100 meter dari tempatku berjalan, ada segerombolan mahasiswa yang bermain basket. Ah aku merasa tenang.
Setelah pengeroyokan Mark, aku masih trauma kalau harus memilih jalan pintas atau menghindari keramaian, semoga saja aman.
Tapi dari tadi aku merasakan ada orang yang mengikutiku. Dari aku keluar perpustakaan hingga saat ini kedua orang itu mengikutiku. Derap langkah kakinya terdengar sama dari tadi.
Kira-kira apa benar mereka mengikutiku???Aku mencoba berhenti mendadak, aku dengar langkah kaki itu juga berhenti. Ketika aku lanjut berjalan lagi, mereka juga lanjut berjalan.
Aku semakin yakin kalau mereka memang benar mengikutiku.
Mereka siapa ya??? Apa mereka wartawan penguntit?? Paparazi???
Aku segera mempererat genggaman bukuku dan melangkah cepat untuk kabur.Aku gak mau berurusan dengan skandal atau rumor lagi.
Aku lihat di depan ada sebuah gedung kesenian. Setelah dari sana aku bisa berbelok dan lari lebih cepat.
Saat aku sudah berbelok, malah ada tangan yang mendekap tubuh dan menutup mulutku.
__ADS_1
Aku meronta-ronta. Aku ingin lepas dari kejaran setan malah ada iblis yang menangkapku.
Ya ampun siapa sih pria ini ??
Dia malah mempererat dekapannya saat aku meronta-ronta.
"Aku Mark..." Dia berbisik. Aku agak lega dan tidak meronta lagi.
Siapa yang tau dia Mark?? Dia kan memakai masker dan kaca mata hitam serta topi.
Dua orang yang mengikutiku tadi kebingungan karena kehilangan jejak.
"Kemana perginya gadis itu ??? Kenapa cepat sekali menghilang !" Gerutu pria penguntitku itu dengan nafas terengah - engah karena mengejarku.
"Padahal kita butuh informasi sedikit lagi." Timpal yang satunya.
"Aku yakin dia itu agen yang di suap oleh lawan bisnis Wanna B Entertainment !"
"Kalau berita ini muncul pasti jadi berita menggemparkan dan karir Mark bersama XXTC pasti segera berakhir."
Setelah mereka bercakap - cakap sebentar tentang rencana membuat berita besar itu, mereka pergi menjauh.
Aku yang tidak mengerti apapun tentang bisnis dunia entertainment merasa shock atas berita ini. Aku sama sekali tak terlibat penyuapan atau apapun itu.
Kayak gini amat hidupku sekarang.
Belangsak...!!!
Aku rasa mereka sudah jauh dan ini sudah aman. Tapi Mark tetap mendekapku dan membungkam mulutku.
aku segera menyikut perut Mark untuk melepaskan dekapannya.
Diapun meringis kesakitan.
Aku langsung menatap horor Mark setelah apa yang aku dengar barusan dari penguntit itu !!
__ADS_1
Mark yang aku tatap cuma bengong. Dia ini pura-pura gak tau apaya???
Aku menarik nya ke tempat sepi di bawah pohon rindang.
Setelah itu dia melepas masker yang menutupi separuh wajah dan melepas kacamata hitamnya.
Dia terlihat tampan dengan topi itu, tapi nehii, wajah tampan dan imut itu gak berguna sekarang. Karena aku akan memarahinya kali ini.
"Bagaimana ini bisa terjadi??? Aku di suap??"
Mark cuma mengedikkan bahu masa bodoh.
Aku semakin kesal.
Di saat kacau seperti ini dia masih tenang???
"Apa agensimu mengarang cerita untuk menuduh lawan bisnisnya??? Menyuap aku???. Seolah olah - aku ini kekasihmu dan membuat agensimu bangkrut???hebat sekaliii. "
Aku berkecak pinggang dan mengomel tanpa henti.
Mark ingin bicara tapi aku sengaja tak memberinya kesempatan. Hidupku sudah sangat susah karena aku selalu terjebak situasi buruk dengannya. Dia selalu beruntung dapat terhindar dari masalah, sedangkan aku??
Gak di rumah gak di kampus, semua menatap aneh padaku !!
"Di luar sana para fans fanatikmu selalu memujamu. Bahkan dengan lantang mereka menghinaku , merendahkan aku. Tapi di belakang mereka kalian tega mengatur ini semua untuk menuduhku yang ingin menghancurkan kalian !!!"
Air mataku pun tak kuasa mengalir membasahi pipiku.
"Aku tidak kenal siapa dirimu ! Aku cuma Imigran yang ingin hidup tenang disini. Jangankan aksimu di atas panggung , lagu lagumu saja bahkan aku tak pernah mendengarnya !!" Aku berteriak ke arahnya dengan air mata yang berkaca-kaca.
Aku mengomel tanpa henti sampai tak terasa air mataku mengalir. Aku sangat Kecewa tentang keadaan ini. Aku hanya ingin hidup tenang. Aku ingin berkuliah dengan DAMAI.
Wajah imut dan tampannya seolah tak berarti bagiku. Aku bukan fans nya. Aku tak suka dia!!!
πΌπΌπΌπΌπΌπππππ
__ADS_1