
Pelayan mondar-mandir untuk menata perabotan untuk pesta. Dekorasi sudah terpasang dengan bantuan sihir. Sebenarnya aku ingin memindahkan perabot-perabot itu dengan sihir juga tetapi akan terlalu menguras tenaga. Aku tidak boleh kelelahan untuk besok, karena pesta saja sudah melelahkan. Kepala koki sudah membeli bahan makanan untuk besok. Undangan sudah tersebar. Persiapan sudah matang. Tinggal menunggu besok.
Aku hampir melupakan pesta ini kalau tidak diingatkan oleh Keith, karena terlalu fokus balas dendam kepada Trevor. Trevor tidak merayakan gelar kepala keluargannya karena takut dicemooh oleh bangsawan lain karena lemah. Pesta ini penting untuk menunjukkan bahwa aku adalah kepala keluarga yang baru dan sah sekaligus sebagai sarana menjalin kerja sama dengan bangsawan lain. Ini adalah kesempatan yang Trevor buang.
***
Masakan dan minuman sudah tersaji di meja. Tamu yang ada saling berbincang sambil menungguku di aula pesta.
Aku memasuki aula. Mata mereka tertuju padaku. Mereka saling berbisik. Aku tidak menghiraukan mereka, berjalan menuju ke tengah ruangan.
Pelayan membawakanku sebuah gelas berisi wine. Aku meraih gelas itu mengakatnya ke atas. Para tamu mengangkat gelas mereka. Aku tersenyum.
"Untuk kemakmuran dan keagungan Kepala Keluarga Moonlight yang baru. Bersulang!" kataku sambil tos di udara.
Suara dentingan gelas yang bertabrakan terdengar di seluruh ruangan. Aku meminum wineku. Mereka ikut meminumnya. Aku menyerahkan gelasku pada pelayan. Pelayan itu pergi. Keith mendekatiku sambil tersenyum.
Benar ini waktunya berdansa. Tentu saja dansa pertama dengan tunanganku. Dia memakai baju yang serasi denganku. Saat di kereta kuda dia menanyakan warna gaun yang kupakai. Kujawab saja warna putih. Dia bilang akan menggunakan setelan berwarna putih agar kami terlihat serasi. Kurasa itu ide yang bagus, kami tampil harmonis di depan umum.
Keith mengulurkan tangan padaku. Aku meraihnya lalu kami saling menggerakkan kaki untuk berdansa. Bangsawan lain juga mengikuti kami.
"Kamu terlihat cantik, Diana," puji Keith.
Dia juga sering mengatakan itu di kehidupanku yang sebelumnya. Itu semua untuk menyemangatiku. Kalau sekarang, kutebak dia ingin membuatku percaya diri atau benar-benar merasa aku memang cantik.
"Terima kasih, Keith. Kamu juga terlihat tampan," jawabku sambil tersenyum.
Keith membalasku dengan senyuman.
Dansa kami telah selesai. Sekarang giliran dansa kedua. Keith mengulurkan tangannya padaku kembali. Dia masih ingin berdansa denganku lagi?
Sebelum sempat meraih tangan Keith, Eric mendekatiku dengan mengulurkan tangan. Eric ingin mengajakku berdansa. Aku menerima uluran tangan Eric.
"Maafkan aku Keith, kita bisa berdansa lagi setelah ini," kataku sambil melihat tunanganku.
Keith menurunkan tangannya. "Baiklah aku akan menunggumu Diana."
__ADS_1
Dia terlihat kecewa tetapi masih tersenyum. Sepertinya dia tahu alasan aku menerima tawaran dansa Eric. Aku tidak mungkin menolak tawaran dansa Eric karena dia adalah raja. Lagipula dansa pertama adalah yang paling penting, aku sudah memberikannya pada Keith.
Kini aku dan Eric berdansa. Ada perasaan marah sekaligus senang di mata Eric.
"Kenapa Eric?"
"Tidak apa-apa, sebenarnya kenapa kamu bertunangan dengannya?" Eric melirik Keith yang menungguku.
"Rahasia," elakku.
Aku tidak mungkin menceritakan semuanya pada Eric. Meski dia temanku dan bisa jaga rahasia, aku tidak ingin pertunangan kontrakku dengan Keith diketahui oleh orang lain. Bahkan Keith tidak memberi tahu adiknya. Tentunya, aku akan merahasiakan ini dari temanku.
"Sepertinya kamu tidak ingin jujur padaku, ya sudahlah," jawab Eric mengalah, dia menatapku dengan lembut.
Kami sudah selesai berdansa. Keith mendekati kami. Eric mencium tanganku lalu tersenyum.
"Sekali lagi selamat, Nona Moonlight."
"Terima kasih, Yang Mulia."
Lalu, tanpa disangka-sangka ada orang yang mengulurkan tangan ke arahku sebelum Keith. Dia adalah Derek. Dia dengan percaya diri sambil tersenyum mengajakku berdansa. Keith mendekatiku merangkul bahuku. Dia hendak menyentakkan tangan Derek, tetapi kuhalangi. Keith menatapku dengan bertanya-tanya.
"Ada apa, Tuan Rockyard?" tanyaku pada Derek.
"Saya ingin mengajak Anda berdansa, Nona Moonlight." Dia menyilangkan satu tangan di dadanya.
Salah satu rencananya dan Trevor lagi. Aku tidak mengundang Derek. Entah mengapa dia bisa datang. Aku mengedarkan pandangan ke sekeliling. Sepertinya tidak ada Trevor. Tidak mungkin dia datang ke sini dengan kondisinya yang seperti itu. Seandainya dia berani datang aku akan mempermalukannya dengan mengatakan bahwa dia pembunuh ayahku. Memang aku tidak punya bukti tetapi rasa penasaran seseorang akan timbul dengan perkataan yang kuucapkan.
Entah datang dari mana kepercayaan diri Derek. Kenapa dia bisa seyakin itu aku akan menerima tangannya? Di kehidupanku yang sebelumnya kami juga tidak terlalu dekat.
"Maafkan saya Tuan Rockyard. Bisa Anda lihat sendiri saya sudah punya pasangan," tolakku.
"Tidak bisakah Anda meluangkan waktu untuk saya seperti saat berdansa dengan Raja?" Derek masih bersikeras berdansa denganku tangannya masih terulur.
"Maafkan saya. Anda tidak sepenting Raja atau tunangan saya. Ataukah Anda merasa kalau kedudukan Anda setara dengan Raja?" kataku sinis.
__ADS_1
Aku bisa melihat dari sudut mataku kalau Keith tersenyum. Derek berdecak lalu menggertakkan gigi.
Bangsawan-bangsawan lain berbisik dan menertawakannya. Aku hanya memberikan perlakuan setimpal pada orang yang tidak tahu malu.
"Suatu saat kamu akan menyesal, Diana," ancam Derek.
Derek meninggalkan aula pesta. Itu bukan ancaman, hanya gertakan belaka. Apa bisa dia membuatku menyesal? Kurasa tidak.
Aku menggenggam tangan Keith yang masih berada di bahuku. Lalu kami berdansa kembali.
"Kukira kamu akan menerima ajakan dansanya Diana."
"Itu tidak mungkin. Aku tidak menyukainya sejak pertama kali bertemu."
"Syukurlah."
Meski terlihat lega, Keith juga tampak cemas. Aku tidak tahu alasannya, tetapi tidak juga repot-repot ingin mengetahuinya. Itu bukan urusanku.
"Apa Iris datang?" tanyaku pada Keith.
"Dia datang." Keith berpalih ke arah gadis-gadis yang berkerumun.
Aku menoleh ke arah pandang Keith. Iris sedang berbincang-bincang dengan teman-temannya. Dugaanku benar, dia adalah tipe gadis yang suka bergosip. Aku bisa memanfaatkannya untuk menyebarkan kedekatan antara Keith dan diriku.
"Kamu tidak pernah datang ke pesta sebelumnya bersama ayahmu bukan?" tanya Keith.
"Tidak pernah, Ayahku hanya datang sendiri, beliau juga tidak mengajak Trevor," jawabku.
"Begitu ya, akan lebih baik aku mengenalkanmu pada bangsawan-bangsawan yang lain setelah selesai berdansa," ujar Keith
Keith sudah menjadi kepala keluarga selama dua tahun. Dia pasti mengenal bangsawan-bangsawan lebih banyak daripada aku yang hanya sering berada di kediaman. Ini ide yang bagus.
"Boleh juga," balasku.
Keith merangkul pinggangku dengan erat mengakhiri dansa kami. Wajah kami berdekatan. Aku sempat tersentak, tetapi dia segera mengendorkan rangkulannya.
__ADS_1
Keith mengajakku bertemu dengan kenalannya. Aku berusaha mengingat wajah mereka satu persatu. Mungkin aku bisa mengajak mereka bekerja sama di masa depan. Pestaku kali ini berjalan lancar.