
Mataku terpaku pada buku besar keluargaku. Keuangan kami benar-benar terpuruk. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Iris sudah berusaha menjual ramuannya, dan bisnis keluargaku berjalan dengan lancar, tetapi semuanya tidak bisa menutupi pengeluaran untuk pengobatan ibu kami.
Biaya eksperimen ramuan sihir baru dengan harapan menyembuhkan ibuku memakan biasa yang besar. Namun, jika kukurangi maka kemungkinan ibuku untuk sembuh akan semakin mendekati nol, lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.
Ini membuat kepalaku pusing. Sejak kematian ayahku kondisi ibuku mulai memburuk. Terdengar suara langkah kaki di luar sana.
"Kak, aku berhasil membuat ramuan baru, cobalah." Iris membuka pintu dengan keras sambil mencondongkan botol ramuan.
Dia menaruh botol itu di meja kerjaku. Aku menghela napas panjang. "Ramuan apa kali ini?"
"Coba saja dulu, kuyakin kamu pasti akan menyukainya," jawab Iris dengan percaya diri.
Iris selalu memintaku mencoba ramuan baru buatannya baik untuk ibuku atau yang dipasarkan. Semua itu diperlukan untuk memeriksa efek samping dan khasiat dari ramuan ini.
Sebelum sempat meminumnya dia menghentikan tanganku. "Lebih baik di ruang latihan saja," tambahnya.
Dia tersenyum penuh rahasia. Tingkahnya ini membuatku bingung, tetapi kuturuti saja.
Kami sampai di ruang latihan. Aku langsung menegak ramuan ini, tetapi aku tidak merasakan apa pun. Baik efek samping atau pun khasiat dari ramuan ini. Apakah ramuan ini gagal? Namun, adikku tidak pernah membuat ramuan yang tidak memiliki manfaat seperti ini.
"Cobalah keluarkan sihir bola apimu," pintanya.
Kuikuti permintaannya. Bola api keluar dari tanganku. Rasanya bentuknya lebih besar dari biasanya. Kulontarkan bola ini ke dinding. Daya rusaknya lebih kuat.
"Apa kamu merasa ada sesuatu yang berbeda?"
"Sihirku bertambah kuat. Jadi ramuan apa ini?"
"Berhasil." Iris memelukku tanpa menjelaskan semuanya. Aku tidak mengerti sebenarnya apa yang dibuatnya?
"Ini adalah ramuan untuk menambah kekuatan sihir. Dengan begini meski penyihir terlahir dengan kekuatan yang lemah sekali pun bisa menjadi kuat," jelasnya kegirangan.
Bukan cuma dari penyihir yang lemah saja tetapi penyihir yang kuat pasti akan tertarik untuk membeli ini. Kekuatan sihir luar biasa yang diidam-idamkan oleh semua penyihir dapat terwujud dengan ramuan yang dibuat oleh Iris.
Aku melebarkan mataku sambil membalas pelukannya. "Ramuan ini pasti laku keras di pasaran."
"Benar, Kak."
__ADS_1
Kami berdua saling bertatapan sambil tersenyum. Koin emas akan berdatangan pada kami. Dengan begitu keuangan keluarga kami akan membaik. Pengobatan ibu tidak perlu tertunda.
***
Ramuan untuk meningkatkan kekuatan sihir terjual habis. Keuangan keluarga kami mulai membaik tetapi biaya eksperimen untuk ramuan ibu masih kurang. Kami berniat memproduksi ramuan ini dalam jumlah besar. Masalahnya tenaga kerja kami hanya sedikit, yaitu aku dan Iris.
Aku hanya bisa membantu mempersiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan sedangkan orang yang mengolah bahan-bahan tersebut adalah Iris. Hanya Penyihir Ramuan yang bisa melakukannya. Jika kami meminta bantuan penyihir ramuan lain, mereka bisa saja mencuri formula ini. Kami malah akan dirugikan.
Ada satu cara yaitu menaikkan harga ramuan ini. Namun, setelah itu penjualan ramuan baru Iris malah semakin menurun. Setelah kuselidiki dengan menanyakan pada pemilik toko ramuan yang menjual ramuan peningkat kekuatan sihir, ternyata khasiat dan harga ramuan tidak sebanding.
Aku meminta Iris membuat ramuan baru yang memiliki khasiat lebih manjur tetapi malah ada efek sampingnya. Memang kekuatan sihirku jadi lebih kuat tetapi, aku muntah-muntah setelah meminum itu.
Sambil memikirkan jalan keluar, aku menerima surat dari Kepala Keluarga Moonlight untuk berkunjung di kediamanku. Entah apa keperluannya. Kepala Keluarga Moonlight yang sekarang tidak terlalu hebat, aku tidak berharap lebih.
Aku menyambutnya di kediamanku keesokan harinya. Pria berambut silver mengikutiku menuju ruang tamu.
"Jadi ada apa Anda kemari, Tuan Moonlight?" tanyaku tanpa basa basi begitu kami berdua duduk berhadapan.
"Apa adik Anda yang membuat ini?"
"Benar, kenapa?"
"Saya ingin bertemu dengan adik Anda dan bertransaksi dengannya. Saya tertarik untuk membeli semua ramuan ini, Tuan Skyrise." Kepala Keluarga Moonlight menyeringai.
Semuanya? Ini hal bagus tetapi firasatku tidak enak.
"Maaf, adik saya sedang sibuk Tuan. Anda bisa bertransaksi dengan saya saja," dalihku.
Brak...
"Kakak aku punya ramu-" kata-kata Iris terhenti begitu melihat ada tamu. Pintu terbuka lebar dan aku menepuk kepalaku. Sepertinya aku harus mengajarinya sopan santun.
"Maafkan saya. Saya tidak tahu kalau ada tamu. Maaf mengganggu." Iris menunduk berkali-kali dengan rasa malu.
"Tidak apa-apa, ada yang saya bicarakan dengan Nona Skyrise," ucapnya sambil menatap Iris.
"Denganku?" Iris kebingungan tetapi perlahan melangkah duduk di sampingku. Dia merasa tidak enak karena bersikap kurang akar.
__ADS_1
"Saya sudah mengatakannya pada kakak Anda, bahwa saya akan membeli semua ramuan peningkat kekuatan sihir. Saya akan membeli dengan harga yang lebih tinggi daripada pasaran. Dengan syarat kalian hanya menjual ini pada saya dan berhenti memasok pada toko-toko ramuan sihir," terang Kepala Keluarga Moonlight dengan seringainya.
"Berapa?" Iris tergiur. Begitu pun diriku. Kuharap orang ini membeli dengan harga yang tinggi.
"Seratus keping emas per botol."
Kami terkesiap mendengar hal itu. Harganya lebih tinggi sepuluh kali lipat dibandingkan harga normal. Sepertinya firasatku burukku salah. Kata Iris firasat lelaki memang sering salah.
"Kami setuju," jawab Iris dengan cepat.
"Aku membutuhkan satu botol tiap hari. Seminggu sekali kuharap kalian mengirimkan ramuan-ramuan ini," tambahnya. Dia mulai berbicara informal dengan kami tetapi kami tidak peduli. Asalkan uang bisa kami dapatkan.
Dalam seminggu kami akan mendapat 700 keping emas, kalau sebulan 3000 keping. Pengobatan ibu kami akan berjalan lancar. Meski Kepala Keluarga Moonlight bukanlah orang kuat, dia kaya. Dia pasti ingin meningkatkan kekuatan sihirnya dengan ramuan Iris tanpa sepengetahuan orang lain. Itu alasannya kami harus memasok padanya saja.
"Apa kita perlu tulis surat perjanjian sekarang?" tanyaku antusias.
"Tidak perlu," Ada jeda pada perkataan sambil melihat Iris. "sebagai gantinya aku ingin bertunangan dengan Nona Skyrise."
Aku mengepalkan tanganku dengan erat sambil menoleh ke arah Iris. Wajah Iris tampak terkejut. Jadi ini firasat burukku sebelumnya.
Aku menoleh ke arah orang di hadapan kami dengan mengernyitkan dahi. Tidak akan kubiarkan adikku bertunangan dengan orang seperti ini. Dia adalah orang licik, aku yakin itu. "Yang kamu butuhkan hanyalah jaminan kami tidak akan mengkhianatimu bukan? Kudengar kamu punya adik, biarkan aku saja yang bertunangan dengannya."
Iris menarik lengan bajuku sambil menggeleng. Aku tersenyum sambil memegang tangannya.
"Baiklah, itu juga boleh. Senang bekerja sama dengan kalian, Tuan dan Nona Skyrise." Dia menyeringai lalu undur diri. Aku mengantarnya keluar bersama dengan Iris.
Begitu kereta kuda itu pergi, Iris menyemburkan kata-katanya padaku. "Apa Kakak tahu bagaimana rupa Nona Moonlight? Rumor buruk tentangnya? Aku dengar dia buta dan wajahnya rusak. Sikapnya juga jelek. Mungkin sama dengan orang tadi. Intinya kenapa kakak mengorbankan diri untukku?"
"Tidak apa-apa, aku pasti akan baik-baik saja. Setelah ibu membaik aku pasti akan membatalkan pertunangan ini. Aku juga tidak ingin menjadi satu keluarga dengan orang tadi," kataku sambil memegang kedua bahu Iris sambil tersenyum.
Dia menghela napas, terlihat lebih tenang. "Baiklah, jaga diri Kakak."
"Tentu saja, adikku."
Aku memeluk adikku untuk menenangkan hatiku. Aku merasa bahwa bertunangan dengan adik orang tadi adalah pilihan buruk, tetapi demi keluargaku kurela melakukan apa pun.
Begitu datang ke kediaman Moonlight, aku sedikit menyesali pilihanku. Firasatku benar. Keluarga Moonlight tidak boleh didekati.
__ADS_1