Pembalasan Gadis Cacat

Pembalasan Gadis Cacat
Bab 56 POV Derek Penyihir Lemah


__ADS_3

Aku terlahir menjadi penyihir yang lemah. Bahkan aku tidak mengetahui sihir unikku. Sungguh menyedihkan harus seperti ini dari lahir hingga kematian. Salah satu penyebabnya adalah ayahku memiliki kekuatan sihir yang lemah berbeda dengan ibuku yang merupakan kepala keluarga yang kuat. Sayangnya aku mewarisi kekuatan sihir ayahku.


Aku mengutuk semua orang yang mempunyai kekuatan sihir yang kuat. Mereka dengan mudahnya dapat menjalani kehidupan yang damai tidak sepertiku yang mengalami pengucilan. 


Bagian terburuk dari hidupku adalah aku harus berteman dengan orang-orang yang sepertiku, orang-orang yang memiliki sihir lemah. Dan ini membuatku muak. Aku pun tidak menyukai mereka karena teringat pada penyebabku mempunyai kekuatan sihir yang lemah, yaitu ayahku.


Aku terus dilatih menjadi kepala keluarga yang hebat, walau tahu tindakan ibuku sia-sia. Aku tidak akan mengunggulinya. Aku tidak mempunyai saudara yang lain. Sebenarnya aku sebuah keajaiban yang lahir dari kedua orang tuaku. Ibuku diberitahu tidak dapat mempunyai anak. Ketika aku lahir kedua orang tuaku sangat bahagia. Mereka selalu membanggakanku tanpa bisa melihat kenyataan. Keajaiban menyilaukan mata mereka hingga mata mereka tertutup rapat.


Aku mulai mengetahui sihir unikku saat berumur 10 tahun. Ibuku terluka saat membuka surat dengan pisau. Jarinya terluka dan aku mencoba menghentikan pendarahannya dengan menghisap darahnya. 


Keesokan harinya kekuatan sihirku bertambah. Bola api yang semuka hanya seukuran kepalan tanganku membesar hingga separuh tinggiku. Sebagai gantinya ibuku tidak dapat mengharum bau apa pun. Orang tuaku mulai mencari penyebab kekuatan sihirku yang bertambah dan hilangnya penciuman ibuku. Ternyata itu disebabkan oleh transfer kekuatan sihir yang merupakan sihir unikku. 


Setelah itu, ayahku dengan senang hati mengorbankan darahnya untukku selama setahun agar kekuatan sihir bertambah. Kekuatan sihir memang bertambah tetapi tidak besar. Tentu saja, dikarenakan ayahku merupakan orang lemah. Aku membencinya. Seandainya dia kuat aku tidak akan menderita. Dan mendapat teman-teman yang pantas. 


Pada transfer sihir terakhir yang akan merenggut nyawa ayahku, ibuku terus mendampinginya di kasur. Indera ayahku yang tersisa adalah indera peraba. Ibuku memintaku mendekat ke ayahku karena ayahku memiliki permintaan terakhir.


Ayahku menuliskan sesuatu di tanganku.


'Jadilah kuat, Derek.'

__ADS_1


Tanpa disuruh pun aku akan menjadi kuat, karena memang itu impianku. Setelah itu, pergi keluar karena tidak sanggup melihat kematian ayahku. Sudah waktunya. Aku menyayat tangan ayahku dan meminum darahnya. Saat-saat terakhirnya memang sangat heroik, tetapi aku sama sekali tidak tersentuh. Keesokan harinya pemakaman ayahku diadakan. Penyebab kematian ayahku dipalsukan sebagai penyakit. 


Selama menjalankan perjalanan bisnis, ibuku melihat pengucilan yang dilakukan oleh bangsawan lain kepada penyihir lemah. Ia takut hal yang serupa terjadi padaku. Ibuku mulai gelisah karena bila beliau telah tiada, tidak ada yang menjagaku. Matanya mulai terbuka akan sihirku yang lebih lemah daripada anak-anak seumuranku. Mungkin akibat kematian ayahku, beliau mulai membuka matanya.


Ibuku mulai mengorbankan darahnya untukku. Aku pun menggantikannya sebagai kepala keluarga, karena keadaan ibuku yang tidak memungkinkan. Bulan demi bulan berlalu. Kematian ibuku di depan mata.


Beliau menuliskan kata-kata terakhirnya bagiku.


'Hiduplah dengan baik, Derek.'


Aku akan hidup dengan baik dan kuat menuruti permintaan terakhir kedua orang tuaku. Caraku melakukannya adalah dengan transfer sihir dan menjadi raja. Raja adalah orang yang mempunyai kehidupan yang damai dan penuh kebahagiaan. Karena aku tidak punya darah kerajaan, akan kulakukan pemberontakan. 


Aku mencari orang-orang yang bisa kukorbankan dengan mudah. Mereka adalah orang-orang terlantar dan dikucilkan. Rencanaku baru kulaksanakan setelah persiapannya lancar. Informasi-informasi sudah kudapatkan. Butuh waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakan semuanya.


Aku memanfaatkan Trevor untuk mengelabui adiknya. Temanku satu ini sangat bodoh, aku membantunya karena dia akan kukorbankan. Aku membantunya mencari tahu ramuan sihir penambah kekuatan untuk menutupi kekuatan sihirnya yang bertambah besar. 


Tetapi, orang bodoh tetap saja orang bodoh. Dia dibunuh oleh orang lain. Korban terbaikku terbunuh sia-sia. Aku tidak bisa melakukan transfer sihir karena berita kematiannya baru kuketahui beberapa hari kemudian. Darahnya tak lagi segar. Sedangkan mayat adiknya tidak ditemukan. Aku tidak peduli terhadap adiknya. Hanya saja yang kukorbankan berkurang.


Rencanaku tetap kejalankan. Aku mengubah ingatan salah satu orang bodoh untuk menjadikannya sebagai pembunuh. Lantas darah korbannya kuminum. Seandainya pembunuhan terhadap bangsawan yang terabaikan terungkap dialah yang akan dihukum. Sedangkan aku masih bisa hidup dengan damai.

__ADS_1


Aku mulai menyerang bangsawan penyihir. Targetku yang pertama adalah keluarga Skyrise. Kepala keluarga mereka bisa menjadi penghalangku selain Raja. Aku harus memusnahkannya.


Aku menyerang kediaman Skyrise. Adik kepala keluarga Skyrise menyerangku semampunya dengan ramuan. Namun, tindakannya sia-sia. Sungguh menyedihkan. Aku membunuhnya. Penyihir ramuan tidak dapat meningkatkan sihirku jadi aku mengabaikannya.


Aku berniat menunggu kepala keluarga Skyrise pulang sambil berkeliling. Lalu, aku menemukan Diana. Jadi selama ini keluarga Skyrise menyembunyikannya di sini.


"Sungguh hari keberuntunganku."


Aku membunuh Diana dan melakukan ritual transfer sihir. Kepala keluarga Skyrise telah sampai di rumah. Dia sangat murka. Ketika hendak menyerangnya, dia menyerangku duluan hingga pandanganku gelap. Rencanaku sia-sia.


Namun, secara ajaib aku kembali ke masa lalu. Aku bisa menjalanku rencanaku lagi dengan lebih berhati-hati. Lalu terdapat beberapa perubahan di masa kini. Yang paling kentara adalah perubahan sifat Diana. Kuduga dia dari masa depan. 


Trevor lari ke kediamanku menceritakan bahwa dirinya ditendang dari kediamannya sendiri. Aku tidak menghiraukannya. Aku akan membunuh Diana kini dialah penghalangku. 


Namun, sikap Keith Skyrise mulai menggangguku. Dia tidak mungkin melamar Diana. Dulu Trevorlah yang memaksanya bertunangan dengan Diana. Tindakannya sangat berbeda di masa lalu, apalagi keluarga Skyrise tidak memproduksi ramuan peningkat kekuatan sihir. Ini yang menyebabkanku mencurigainya mengetahui masa lalu.


Aku terus berhati-hati menjalankan rencanaku hingga kekuatan sihirku cukup membangkitkan hingga ratusan orang mati. Aku memulainya dengan leluhurku untuk menyelamatkanku dari serangan ketiga penyihir penggangguku ini.


"Ha... Ha... Ha..., kalian tidak akan mengalahkanku." Aku menyeringai. Aku akan menang dan menjadi Raja. Permintaan terakhir kedua orang tuaku akan kupenuhi.

__ADS_1


__ADS_2