
Pelayan mendandaniku dengan sangat cantik, karena aku adalah kepala keluarga. Karena aku bukanlah gadis cacat. Sebelumnya mereka tidak perlu repot-repot mendandaniku karena aku tidak pernah keluar kediaman. Di samping itu, mereka lebih memihak Trevor yang waktu itu memegang kekuasaan di keluarga ini. Trevor pasti meminta mereka mengacuhkanku.
Kenapa aku berdandan hari ini? Aku akan bertemu dengan tamu penting. Tidak terlalu penting juga, tetapi aku harus terlihat cantik agar dia terkesan. Laki-laki hanya tertarik pada gadis yang cantik dan sempurna. Aku akan membuat Keith jatuh cinta pada pandangan pertama padaku.
Suara ketukan pintu terdengar.
Kepala pelayan datang berbisik padaku, "Nona, ada tamu yang menunggu di ruang tamu."
Dia sudah datang, saatnya melancarkan aksiku. Aku menyeringai, meminta kepala pelayan menyiapkan hidangan untuknya. Kepala pelayan menunduk lalu segera melaksanakan tugasnya.
Aku berjalan menuju ruang tamu dengan langkah anggun. Aku membuka pintu ruang tamu dengan semangat, tetapi dia bukanlah orang yang ingin kutemui. Seringaiku hilang. Aku menatapnya tajam sambil masuk lalu duduk di hadapannya.
"Ada keperluan apa kamu kemari? Seharusnya buat janji dulu denganku," kataku ketus.
"Apa perlu aku membuat janji dulu denganmu? Aku bisa datang ke sini kapan saja karena aku teman kakakmu," jawabnya.
Trevor tidak ada di sini. Rumor tentang dirinya sudah tersebar. Aku tahu dia sedang berada di kediaman orang yang ada di depanku ini. Pasti Trevor yang memintanya untuk datang ke sini untuk membujukku.
"Trevor tidak berada di sini. Aku yakin kamu tahu di mana dia berada, Derek," sindirku.
"Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan," elak Derek sambil tersenyum.
Derek Rockyard, teman akrab Trevor. Mereka sudah berteman sejak kecil. Aku sering melihatnya bermain di sini dengan Trevor. Seringkali Trevor juga mengunjunginya di kediaman Rockyard. Trevor mengenalkanku pada Derek. Aku tidak menyukainya. Seolah-olah ada yang memperingatkan aku akan terjadi hal buruk apabila dekat dengan Derek. Dia seperti menyimpan rahasia yang sangat besar.
Derek adalah kepala keluarga Rockyard yang sekarang. Meski begitu kekuatannya terlemah setelah Trevor. Namun, dia mampu menguasai sihir yang rumit tidak seperti Trevor yang hanya bisa menggunakan sihir dasar.
"Katakan saja keperluanmu, aku tidak punya waktu." Aku memalingkan muka dari Derek.
Dia membuang-buang waktuku. Hariku jadi suram karena orang ini. Awalnya aku ingin bersenang-senang, tetapi langsung berubah jadi kekesalan.
"Aku ingin melamarmu, Diana."
Aku melebarkan mataku sebentar, lalu menoleh ke arahnya. Di antara surat lamaran yang kuterima memang ada nama Derek. Aku tidak menyangka dia akan segigih ini untuk melamarku. Kutebak ini rencana Trevor. Karena dia tidak berhasil mengalahkanku, Trevor meminta bantuan Derek untuk melamarku. Lalu aku akan dikorbankan seperti kehidupan sebelumnya. Trevor akan menjadi kepala keluarga lagi. Rencana bagus, tetapi aku akan menggagalkannya
__ADS_1
"Aku menolak lamaranku. Urusanmu sudah selesai bukan? Kamu bisa pergi." Aku berdiri sambil mengusirnya.
"Aku tidak akan pulang sebelum kamu setuju." Derek tetap kukuh. Dia masih duduk tak beranjak dari tempatnya.
"Aku tidak membalas surat lamaranmu, seharusnya kamu sudah tahu kalau aku menolakmu. Tidak perlu sampai datang ke sini. Tindakanmu sia-sia," jawabku sambil meninggikan suara.
Mereka berdua berhasil membuatku kesal. Aku akan menendang Derek dari sini, lalu membuat perhitungan dengan Trevor.
"Apa alasanmu menolakku Diana?" tanya Derek.
"Asal kamu tahu, aku sudah memiliki tunangan."
"Bohong, kamu mengenalku lebih lama dibanding pelamarmu yang lain. Sudah pasti kamu akan memilihku," jawab Derek penuh percaya diri.
Dari mana datangnya kepercayaan dirinya yang sebesar ini. Kenal lebih lama bukan berarti aku akan memilihmu. Aku tahu ada orang di luar sana yang jauh lebih baik daripadamu Derek.
"Aku sudah mengatakannya padamu. Jika tidak percaya, silakan. Cepat pergi dari sini." Aku mengusirnya sekali lagi.
Aku tidak tahu kalau dia bisa selancang ini. Aku mengeluarkan bola sihir untuk menyerangnya, tetapi dihentikan oleh orang lain.
"Dia sudah mempunyai tunangan, Tuan Rockyard," kata seseorang berambut biru kehitaman yang tiba-tiba berada di antara kami.
Dia membalas mencengkeram tangan Derek, melepaskan tangan hina Derek dari tanganku. Aku mengenal orang ini, Keith. Keith melempar tangan Derek hingga tubuhnya mundur beberapa langkah.
Derek meringis dan terlihat kesal.
"Memang siapa tunangannya, Tuan Skyrise?" tanya Derek.
"Aku adalah tunangan Diana."
Keith merangkulku lalu menggandeng tanganku sambil mengangkatnya. Dia menunjukkannya kepada Derek.
"Berhentilah berpura-pura, kalian belum pernah bertemu sebelumnya. Kenapa bisa bertunangan?" tanya Derek.
__ADS_1
"Aku mengirimkan surat lamaran kepada Diana dan dia menerima lamaranku," balas Keith sambil menatapku. Dia memalingkan wajah, menatap Derek seolah-olah ingin menendangnya dari sini.
Akting yang bagus. Ini akan lebih memudahkanku untuk mengusir Derek dari sini
"Benar. Aku sudah mengatakannya padamu tetapi kamu tidak mempercayainya. Aku tidak peduli kami pernah bertemu atau tidak. Kenyataannya kami bertunangan. Keith jauh lebih baik dibandingkan denganmu," timpalku sambil menatap Derek lalu menoleh ke arah Keith sambil tersenyum palsu.
Aku menatap mata birunya sebentar. Tidak berani lama-lama karena takut tenggelam di dalam birunya laut.
"Aku masih tidak terima. Kau harus bertunangan denganku Diana!" Derek meninggikan suaranya.
Aku tidak tahu apa yang membuat Derek bersikeras untuk menikah denganku. Apa yang dijanjikan oleh Trevor hingga dia terus memaksa seperti ini? Entahlah aku tidak peduli.
Derek menghampiri untuk memisahkan kami berdua. Keith mendorongnya dengan kuat hingga terjatuh.
"Berhentilah mengganggu tunangan orang, Tuan Rockyard," kata Keith sinis.
Derek mengeluarkan sihirnya begitu pula dengan Keith. Aku tidak ingin mereka menghancurkan ruang tamu. Uangku memang banyak tetapi tidak boleh pula menyia-nyiakannya untuk sesuatu yang bisa kuvegah.
"Jangan bertarung di sini. Jika kamu tidak akan pergi, aku akan membuatmu babak belur seperti temanmu, Tuan Rockyard. Kamu tahu perbedaan kekuatan kita. Kamu tidak sebodoh temanmu," ancamku.
Derek mendecak. "Cih, kalian pasti akan menyesal."
Derek keluar dari ruangan ini sambil menggerutu, meninggalkan kami berdua. Aku melepas genggaman tangan Keith. Lalu, menjauhkan diri darinya. Aku menatapnya dingin. Rencanaku sepertinya gagal. Mungkin akan lebih sulit membuat dirinya jatuh cinta padaku, tetapi ya sudahlah. Semua ini gara-gara Trevor dan Derek.
Aku duduk di kursi tamu. Keith segera mengikuti duduk di hadapanku.
"Ternyata kamu keren juga, Diana."
Aku tidak menjawabnya, hanya memandanginya. Padahal baru pertama kali bertemu, kenapa dia bisa bersikap seakrab ini? Seingatku saat pertama kali bertemu di kehidupan sebelumnya dia tidak seperti ini. Mungkin dia tertarik padaku. Atau memang pintar berpura-pura menjalankan perannya.
"Bolehkah aku bertanya alasanmu menerima lamaranku?" tanya Keith sambil memegang lehernya.
Aku hanya diam, menyodorkan kertas kepadanya. Judulnya "Surat Pertunangan Kontrak".
__ADS_1