
"Coba saja kalau bisa. Pertunangan kontrak kami tidak akan dibatalkan jika bukan pihak yang bersangkutan yang membatalkannya," jawabku sinis.
Stella mendengus kesal. "Kalian hanya mencari keuntungan satu sama lain. Pada akhirnya akan menyakiti satu sama lain. Lebih baik batalkan saja pertunangan kalian, Diana."
Itu benar, tetapi bagaimana jika aku tidak mau? Apa yang akan kamu lakukan Stella? Perbuatanmu sia-sia saja. Minta tolong pada Keith saja untuk membatalkan pertunangan kami. Walau kuyakin itu juga hal yang sulit, karena Keith masih membutuhkan uangku.
"Buatlah Keith membatalkan pertunangan kami. Itulah satu-satunya cara agar tujuanmu tercapai," tantangku.
"Baiklah, aku terima tantanganmu Diana. Kuharap kamu tidak akan menyesal," kata Stella ketus.
Aku tidak akan menyesali keputusanku Stella. Kita lihat siapa yang akan menang dalam tantangan ini.
"Aku tidak tahu jika kalian ternyata dekat," kata seseorang tiba-tiba.
Aku dan Stella menjawab bersamaan sambil menoleh ke arah orang itu. "Kami tidak dekat!"
Keith terkesiap mendengar jawaban kami. "Padahal lebih bagus kalau kalian dekat," katanya lirih.
Itu sama sekali tidak bagus Keith. Aku membenci gadis ini dan begitu pula sebaliknya. Alasan kami tidak akur karena dirimu.
"Urusanku di sini sudah selesai, sampai berjumpa lagi, Diana," pamit Stella. Tidak ada keramahan yang terpancar darinya untukku.
Aku tersenyum palsu membalasnya, "Hati-hati dijalan, Stella, sampai jumpa."
"Kamu sudah mau pulang?" tanya Keith pada Stella.
"Benar, aku tidak mau mengganggu waktu kalian, Keith. Lagipula kepentinganku di sini sudah beres," jawab Stella.
__ADS_1
"Hati-hati dijalan, Stella."
Stella membalas Keith dengan tersenyum. Dia meninggalkan kami sendirian. Aku tidak tahu apa yang dipikirkan Keith ketika melihat Stella yang semakin menjauh lalu meninggalkan kediaman ini.
Keith duduk di hadapanku. Dia membuka mulutnya tetapi enggan untuk mengatakan sesuatu. Aku bersendekap dan mengetuk-ngetukkan jari di lenganku. Kenapa Keith datang ke sini?
"Ada keperluan apa kamu datang ke sini, Keith?" tanyaku.
"Pembunuhan penyihir semakin bertambah banyak, Diana. Kurasa Raja sudah memberitahukannya padamu," ujar Keith ragu-ragu.
Eric belum mengabariku tentang hal ini. Dia masih saja menyembunyikan sesuatu dariku. Meski kami berteman, dia bersikap tertutup kepadaku. Padahal aku sudah berusaha menawarkan bantuan, tetapi dia menolaknya.
Pembunuh penyihir itu harus segera ditangkap. Aku akan diam-diam menangkapnya meskipun Eric tidak meminta bantuanku. Akan kucari tahu siapa orang yang membunuhku di masa lalu sekaligus orang yang mengulang waktu selain diriku. Apa alasan pembunuh itu mengulang waktu? Aku akan menanyakannya.
"Aku baru dengar hal ini," jawabku singkat.
"Berhati-hatilah, Diana. Kita tidak tahu siapa target berikutnya. Ini pembunuhan acak." Keith terlihat khawatir. Dia menggenggam kedua tangannya dengan erat.
"Terima kasih, Keith. Aku akan melindungi diriku sendiri, lalu Iris dan Ibumu akan kulindungi juga," kataku untuk menenangkan Keith.
Dia telah mengambil risiko meninggalkan Ibu dan adiknya sebentar demi memberitahuku. Tidak ada salahnya untuk membalas budi perbuatannya. Ini bukan untuknya saja, aku mementingkan keselamatan Iris dan ibunya.
"Terima kasih, Diana. Di situasi seperti ini kita perlu bekerja sama untuk melindungi satu sama lain. Menurutku sebentar lagi Raja akan mengadakan pertemuan penyihir untuk membahas pembunuhan penyihir," tutur Keith.
Apabila dugaan Keith benar, situasinya benar-benar genting. Eric sama sekali kehabisan cara untuk menangkap pembunuh itu hingga meminta bantuan orang lain. Jika begitu, ini akan semakin menguntungkanku. Semakin banyak informasi yang dilaporkan pada Eric, semakin dekat pula aku dengan pembunuh itu. Eric akan menyebarkan informasi yang didapatkannya pada penyihir yang lain. Aku bisa menangkapnya dengan mudah. Tujuanku akan tercapai lalu kerajaan Sunborn akan kembali damai. Masalah Eric terpecahkan. Aku bisa balas dendam tanpa perlu waspada karena pembunuh penyihir itu.
Tak disangka-sangka, dua orang penyihir yang memakai jubah resmi kerajaan datang ke tamanku. Salah satu dari mereka mengeluarkan gulungan kertas. Lalu membacakan isinya.
__ADS_1
"Ini adalah perintah Raja. Besok akan diadakan pertemuan para penyihir di aula kerajaan. Kepala Keluarga bangsawan penyihir diharapkan datang, Nona Moonlight. Karena Anda berada di sini juga, kami menyampaikan hal yang sama, Kepala Keluarga Skyrise juga harus datang, Tuan."
"Kami siap menaati perintah Raja." Kami berdua menunduk dan menjawab secara bersamaan.
"Terima kasih atas kesediaan Anda berdua. Kami undur diri dahulu." Kedua penyihir kerajaan itu meninggalkan aku dan Keith.
Keith mengangkat kedua bahunya mengisyaratkan 'Benar bukan dugaanku.' Aku mengetuk-ngetukkan jari ke meja. Pembunuh penyihir itu akan kuberi pelajaran karena telah meremehkanku dan keluarga Moonlight.
"Apa kamu mendengar informasi lain tentang pembunuh penyihir itu, Keith?"
"Tidak aku hanya mendengar korban yang berjatuhan semakin banyak."
Memang sulit mendapat informasi penyelidikan jika tidak masuk ke dalam anggota penyihir kerajaan. Kepala Keluarga hanya mendapat informasi dari kabar burung yang beredar.
Aku mengelus-elus daguku. "Begitu ya, informasi selengkapnya akan dibeberkan oleh Eric besok."
"Benar, Raja menyembunyikan kasus ini karena tidak ingin terjadi kekacauan di Kerajaan. Raja ingin menyelesaikannya sendiri, tetapi kewalahan sehingga memerlukan bantuan penyihir yang lain. Mungkin besok akan terjadi kericuhan karena ketakutan yang semakin tersebar."
Aku juga tahu alasan Eric menyembunyikannya. Dia hanya memberitahu ini padaku, agar aku berhati-hati. Dia juga percaya bahwa aku tidak akan menyebarkannya pada orang lain. Meski begitu, kepercayaannya tidak sebesar itu hingga meminta bantuanku untuk menyelidiki tentang kasus pembunuhan penyihir.
Yang terpenting besok aku diikutsertakan dalam kasus ini. Tidak ada gunanya memikirkan Eric, dia memang seperti itu.
"Semoga kasus ini tidak memakan korban lagi. Sampai bertemu besok, Keith."
"Sampai bertemu besok, Diana. Di samping itu, kita harus menunjukkan keharmonisan di depan umum juga bukan?" Keith mengkedipkan salah satu matanya.
Aku hendak mengatakan itu, tetapi Keith sudah bisa menebaknya. Sudah dua orang yang mengetahui pertunangan kontrak kami. Aku tidak ingin orang yang tahu semakin banyak. Kurasa sikapku yang masih menjaga jarak dengan Keith harus kuperbaiki.
__ADS_1
"Itu benar, Keith." Aku tersenyum.
Keith berdiri, mencium tanganku. Dia hanya ingin bersikap ramah padaku. Kurasa dia akan melakukan hal ini pada Stella juga. Keith pergi meninggalkanku sendirian di taman. Aku berjalan pelan untuk menikmati kedamaian yang semu ini. Kericuhan akan mulai terjadi.